peringatan
Tigerair Mandala Banner
Cari tiket Mandala murah & promo dengan cepat dan mudah di sini!
    • Tujuan Penerbangan
    • Waktu Penerbangan
Info Promo Terbaik dari Traveloka.com Daftarkan email Anda untuk info tiket Mandala PROMO dan semua diskon special Traveloka.com!
Tigerair Mandala Promo

Alamat Tigerair Mandala

addressBox

Informasi penerbangan Tigerair Mandala

  • rating maskapai:
    berdasarkan 51 review
  • kabin
  • waktu check-in
  • promo tersedia
  • Service Standard: Full LCC

Profil Tigerair Mandala

Tigerair Mandala (sebelumnya: Mandala Airlines) (RI/MDL) adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier/ LCC) Indonesia. Maskapai ini merupakan salah satu maskapai swasta tertua di Indonesia, perusahaan ini didirikan pada April 1969 oleh Yayasan Kostrad dan telah berkecimpung di dunia penerbangan Indonesia selama lebih dari 40 tahun.

Mandala airlines memulai penerbangan dengan armada Douglas DC-3 dan melayani rute-rute ke kota di luar Jawa. Perusahaan ini mulai berkembang sejak datangnya armada Vickers Viscount dan Hawker Siddeley HS748 pada era 1970an. Pada tahun 1990an, Mandala airlines meningkatkan standar pelayanan dengan mengoperasikan armada jet Boeing 737-200 dan Fokker F28 dan melebarkan sayapnya ke negara-negara ASEAN.

Pada tahun 2006, Mandala diakuisisi oleh Cardig International sebagai langkah divestasi bisnis militer. Di tangan Cardig, maskapai Mandala berubah menjadi maskapai Low Cost Carrier dan menjadi salah satu pemain utama di persaingan dunia penerbangan Indonesia yang menawarkan tiket murah kepada masyarakat. Salah satu komitmen maskapai ini untuk menjadi LCC berkualitas adalah pencabutan European Union no-fly blacklist bagi perusahaan ini, di mana artinya kualitas safety Mandala airlines telah diakui setara atau compliant dengan standar Eropa. Namun, masalah keuangan mengakibatkan pihak Mandala harus menghentikan operasionalnya pada Januari 2011.

Pada bulan-bulan berikutnya, Saratoga Group dan Tiger Airways Holdings dari Singapura mengakuisisi saham Mandala airlines dan resmi menjadi maskapai partner dari Tiger Airways. Sebagai maskapai partner, rute penerbangannya juga terkoneksi dengan rute-rute yang dilayani oleh Tiger Airways Singapore, Tiger Australia, dan juga beberapa maskapai lainnya seperti, SEAir Filipina serta LCC jarak jauh Scoot Airlines.

Sebagai sebuah LCC modern, Tigerair Mandala menyediakan tiket pesawat murah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para penumpangnya seperti pilihan bagasi kabin gratis 10kg dan pilihan opsi Luggage Upsize yang dapat dipesan terlebih dahulu, Tigerair Mandala Cafe yang menyediakan penjualan makanan inflight ataupun prebook, serta asuransi penerbangan yang cukup komprehensif.

Sejak menjadi maskapai partner dari Tiger Airways, Tigerair Mandala berkembang pesat dan banyak membuka kembali rute-rute ke kota yang pernah dilayani sebelumnya contohnya, Medan, Surabaya, Padang, Pekanbaru, dan hubungan dengan maskapai induk di Singapura. Perusahaan ini sudah mempunyai standar pelayanan LCC dan telah menjadi ciri khas yang tetap dipertahankan dan distandardisasikan dengan standar LCC Tiger Airways. Tigerair Mandala juga memilih Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sebagai Main Hub yang modern dan nyaman bagi penumpangnya.

Pada tanggal 3 Juli 2013, Tigerair Mandala memperkenalkan nama brand dan logo yang baru. Nama brand sebelumnya Mandala Airlines diubah menjadi Tigerair Mandala. Adapun lewat rebranding tersebut, maskapai low-budget ini memiliki target pasar yang spesifik yaitu para traveler muda. Selain itu, logo lama yang berupa ekor pesawat bercorak loreng macan diubah menjadi tulisan “mandala tigerair” dengan tipografi yang lebih kontemporer berwarna abu-abu dipadukan dengan sentuhan warna oranye cerah pada titik huruf ‘i’ dan ekor huruf ‘g’. Ekor huruf ‘g’ tersebut masih merujuk pada tiger, yaitu ekor macan yang didesain menyerupai senyuman. Rebranding ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru yang hangat, ramah serta dekat di hati para traveler muda yang dinamis.

Armada Pesawat Mandala

$airlineData.getName() airbus a320 riAirbus A320-200
7 pesawat

Cara pemesanan tiket Tigerair Mandala

Anda dapat melakukan reservasi dengan langkah-langkah berikut:
  1. Cari rute Tigerair Mandala yang diinginkan di search box di atas (lihat Cara Pakai untuk bantuan)
  2. Lakukan booking dengan cara mengisi data penumpang.
  3. Pilih Cara pembayaran.
  4. Bayar dan tiket Mandala akan dikirimkan ke email Anda.

E-tiket Tigerair Mandala

E-tiket Tigerair Mandala dapat digunakan sebagai bukti untuk terbang dengan menggunakan Tigerair Mandala. Jika Anda telah melakukan online booking untuk tiket Tigerair Mandala baik yang reguler ataupun tiket Tigerair Mandala promo, maka anda akan mendapatkan e-ticket melalui email. E-ticket ini dapat di print dan dibawa pada saat melakukan check-in.

Perubahan/Pembatalan/Refund Tigerair Mandala

Prosedur Refund

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca halaman FAQ ketentuan dan prosedur refund.

Ubah Nama

  • Hanya dapat dilakukan melalui Call-Center Tigerair Mandala: 021-29396688.
  • Dapat dilakukan selambatnya 4 jam sebelum waktu keberangkatan.

Reroute/Pindah Rute

  • Hanya dapat dilakukan melalui Call-Center Tigerair Mandala: 021-29396688.

Rebook/Reschedule

  • Hanya dapat dilakukan melalui Call-Center Tigerair Mandala: 021-29396688.

Pembatalan (Cancellation) & Refund

Tidak bisa.

Setelah melakukan transaksi tiket pesawat, Tigerair Mandala tidak memperbolehkan refund untuk alasan apapun termasuk kompensasi akan segala jenis kehilangan atau ketinggalan pesawat. Hal Ini diterapkan karena perusahaan berfokus kepada penekanan biaya penerbangan agar tetap rendah dan terjangkau.

Refund hanya dapat dilakukan dikarenakan oleh pembatalan sepihak dari pihak maskapai.

Sejarah Tigerair Mandala

Tigerair Mandala (sebelumnya: Mandala Airlines) dibentuk pada tanggal 17 April 1969 oleh beberapa perwira tinggi di TNI (dahulu ABRI), antara lain: Kolonel Sofkar, Mayjen Raden Soerjo, Adil Aljol, Mayjen Raden Soerjo, Darwin Ramli, dan Mayor Soegandi Partosoegonodo. Pada permulaan era Orde Baru, pemerintah menetapkan sebuah multi-airline system, hal ini membuka peluang kepada swasta untuk memiliki sebuah maskapai penerbangan.

Pada awalnya, Tigerair Mandala berada di bawah kepemilikan PT Dharma Kencana Sakti, perusahaan ini merupakan sebuah unit niaga dibawah Yayasan Kostrad TNI-AD. Nama dan logo Tigerair Mandala berasal dari bahasa Sansekerta untuk diagram yang melambangkan alam semesta. Pada awal berdirinya perusahaan ini, Indonesia sedang mulai membangun ekonomi yang saat itu sempat terhimpit akibat masalah politik dan ekonomi di dekade 1960-an. Dimulai dengan sebuah Douglas DC-3, Tigerair Mandala berkembang pesat dan kemudian mampu berkembang menjadi salah satu maskapai swasta terbesar di Indonesia. Tigerair Mandala melayani rute penerbangan ke lebih dari 20 kota di Indonesia, beberapa diantaranya adalah Ambon, Medan, Kendari, Makassar, Gorontalo, Banda Aceh, Banjarmasin, Manado, Padang, Pekanbaru, Pontianak, dan Palembang. Pesawat yang menjadi andalan saat itu adalah Armada DC-3 yang diregenerasi oleh Vickers Viscount dan Hawker Siddeley HS.748 yang digunakan hingga awal 1990an. Di tahun 1991, pemerintah menetapkan deregulasi pesawat jet, sehingga membuat Tigerair Mandala kembali maju sebagai pesaing ketat dengan didukung oleh armada 12 pesawat Boeing 737-200 dan 2 pesawat Boeing 737-400.

Pada tahun 2001, Tigerair Mandala sempat mengalami skandal keuangan yang mengakibatkan kerugian perusahaan yang sangat besar. Pada tahun berikutnya, maskapai ini dianugerahi penghargaan “Most Potential Brand in Airlines Service”, tetapi penghargaan ini cukup bertolak belakang dengan kondisi perusahaan pada saat itu. Perusahaan ini mulai mengalami kesulitan dalam persaingan di industri penerbangan domestik Indonesia dengan lahirnya banyak maskapai pesaing baru. Hingga pada tahun 2005, tepatnya di kota Medan, Tigerair Mandala mengalami kecelakaan pesawat yang sangat berdampak terhadap reputasinya di dunia penerbangan. Setelah itu pihak Cardig International (Cargo Dirgantara) mulai mengambil alih Tigerair Mandala pada tahun 2006.

Dalam kurun waktu kira-kira 1 tahun sejak pengambilalihan oleh Cardig International, Tigerair Mandala mulai meremajakan citra maskapai menjadi lebih modern, yang berfokus pada standar safety internasional serta menawarkan harga yang terjangkau dengan mengambil fungsi sebagai LCC (low-cost carrier) dan penawaran tiket Tigerair Mandala promo secara rutin. Langkah utama yang dilakukan adalah peremajaan armada, yang dilakukan dengan mengoperasikan Airbus A320.

Sebelumnya Tigerair Mandala sempat masuk dalam daftar 4 maskapai Indonesia yang dilarang masuk kawasan Uni Eropa pada 14 Juli 2009 (di samping Garuda Indonesia, Airfast Indonesia dan Premiair). Manajemen perusahaan terus berusaha memperbaiki sistem perawatan armadanya dengan menyerahkan perawatan armadanya kepada Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC). Pada Januari 2009, mereka mengganti semua armada tua Boeing nya dengan sejumlah Airbus baru.

Pada April 2009, Tigerair Mandala memindahkan tempat operasionalnya ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Namun kedepannya, perusahaan ini ternyata kerap mengalami permasalahan secara beruntun, dan salah satunya adalah dengan timbulnya pembatalan rute dari 22 hingga 29 Agustus 2010. Hal ini membuat perusahaan berada dalam kondisi kritis, hingga akhirnya pada tanggal 13 Januari 2011, pihak perusahaan mengumumkan penghentian sementara melalui Direktur Utamanya Nurhadijono Nurjadin. Langkah ini dilakukan karena perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan yang berakar pada hutang.

Setelah berhenti terbang selama lebih dari 1 tahun, Tigerair Mandala kembali beroperasi pada 5 April 2012 dengan melayani rute perdananya dari Jakarta ke Medan. Pada 20 April, maskapai ini juga melayani rute internasional dari Singapura ke Medan serta Jakarta ke Kuala Lumpur pada tanggal 4 Mei. Saham perusahaan ini mulai diakuisisi oleh Tiger Airways Holding Ltd. yang memiliki saham sebesar 33% serta dikelola melalui anak perusahaan Tiger Airways Singapura, Roar Aviation Pte. Ltd.. Saham Tigerair Mandala sebesar 51,3% dimiliki oleh Grup Saratoga sedangkan sisanya sebesar 15,7% masih dipegang oleh pemegang saham sebelumnya dan kreditor Mandala airlines.

Setelah berpartner dengan Tiger Airways, Tigerair Mandala memiliki strategi untuk melakukan penghematan biaya, hal ini dilakukan dengan cara mengurangi catering dan implementasi teknologi IT terkini dalam sistem reservasinya. Tujuannya agar sistem reservasi ini jadi lebih praktis dan cepat. Cara ini bertujuan untuk efisiensi dan dapat menurunkan harga tiket serendah mungkin namun tetap mempertahankan profit. Oleh karena itu, saat ini pihak perusahaan kerap menawarkan harga tiket pesawat murah bahkan tiket promo Tigerair Mandala pada waktu-waktu tertentu. Semua ini diterapkan berdasar pada metode Tiger Airways yang berfokus pada strategi penekanan cost, namun tetap disertai dengan prioritas lain, yaitu mengutamakan rasa aman dan nyaman yang didukung dengan armada berkualitas untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Pada tanggal 3 Juli 2013, Perusahaan ini mengumumkan rebranding yang signifikan. Nama sebelumnya Mandala Airlines diubah menjadi Tigerair Mandala, dengan tujuan menonjolkan brand Tiger Airways Holdings. Logo perusahaan yang tadinya berupa ekor pesawat bercorak loreng macan diubah menjadi tipografi modern bertuliskan ‘mandala tigerair’ berwarna abu-abu dengan sentuhan cerah oranye. Hal ini bertujuan untuk memberikan nuansa hangat, ramah dan dekat dengan hati para penumpang muda.

Seragam Pramugari Tigerair Mandala

gambar pramugari Tigerair Mandala Seragam Pramugari Tigerair Mandala mengutamakan efisiensi dalam melayani sebagai konsep utamanya. Pramugarinya mengenakan celana panjang hitam dan atasan kemeja warna peach dengan tulisan Tiger di tangan dan tulisan Tigerair Mandala di dada. Untuk memperlihatkan identitas Tiger Airways, seragamnya juga dilengkapi dengan syal macan tutul yang dikenakan di area pinggul.

Makanan di pesawat Tigerair Mandala

Sebagai sebuah maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC), Tigerair Mandala seperti layaknya Tiger Airways tidak menyediakan makanan dan minuman gratis. Maskapai ini menyediakan fasilitas on-board cafe untuk makanan dan minuman.

Kebijakan penumpang anak-anak dan bayi Tigerair Mandala

  • Untuk anak-anak yang berumur lebih dari 2 tahun, diharuskan reservasi kursi terpisah layaknya penumpang dewasa.
  • Untuk bayi di bawah 2 tahun, dikenakan biaya administrasi yang berlaku per penerbangan dan diharuskan duduk di pangkuan penumpang dewasa. Satu penumpang dewasa hanya diperbolehkan memangku maksimal satu bayi.
  • Pihak maskapai tidak mengijinkan penerbangan bagi bayi di bawah usia 7 hari.
  • Harga rata-rata bayi untuk tiket pesawat domestik adalah antara Rp 50.000,- hingga Rp 200.000,- Besarnya penetapan harga tiket tersebut tergantung pada rute penerbangan.
Baca Tigerair Mandala dalam bahasa Inggris / Read Tigerair Mandala in English

Traveloka.com does not posses or claim to have ownership of any of the airline pictures or other copyrighted materials on this site. They belong to their respected owners.