peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya
City

Tempat Wisata di Probolinggo

35 Tempat Wisata di Probolinggo yang Wajib Dikunjungi Pada Waktu Liburan


Probolinggo merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang disebut-sebut menduduki peringkat keempat untuk kota terbesar dipandang dari jumlah penduduknya. Lokasinya di Jalur Pantura menjadikan Probolinggo menjadi sebuah tempat strategis yang kerap didatangi orang-orang, tak terkecuali wisatawan yang membutuhkan destinasi untuk mengisi liburan.

Probolinggo memiliki potensi wisata yang cukup besar, mulai dari wisata alam, sejarah, dan sebagainya. Jika Anda berniat berlibur ke sini, simak ulasan tentang 35 tempat wisata di Probolinggo terbaik untuk Anda kunjungi.

1. Gunung Bromo

Gunung Bromo
Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah ikon wisata Jawa Timur. Letaknya meliputi empat wilayah, yakni Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Pasuruan. Gunung berapi aktif setinggi 2.392 mdpl ini menyuguhkan lanskap yang fantastis. 

Ngarai dan lembah di sekitar gunung tampak elok, terlebih dengan hamparan pasir seluas 10 km. Anda bisa menikmati kecantikan Gunung Bromo di view point yang sudah tersedia. Oh ya, tempat wisata ini bisa dibilang salah satu spot terbaik untuk melihat sunrise.

Untuk menuju objek wisata yang buka setiap hari selama 24 jam ini, Anda bisa memilih beberapa jalur. Namun, jalur favorit wisatawan tentu saja lewat Probolinggo. Dari kabupaten ini, Anda harus pergi ke pertigaan Tongas, kemudian dilanjutkan ke Lumbang, sampai akhirnya tiba di Sukapura. Tinggal ikuti saja jalan menuju Desa Cemoro Lawang dan Anda pun sudah tiba di pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo.

Harga tiket masuk ke Gunung Bromo adalah Rp27.500 di hari kerja dan Rp32.500 di hari libur untuk wisatawan nusantara. Sementara itu, untuk wisatawan asing Rp217.500 di hari biasa dan Rp317.500 di hari libur. Harga tersebut sudah termasuk harga tiket dan asuransi.

2. Puncak B29 Bromo

Puncak B29 Bromo
Puncak B29 Bromo

Puncak B29 merupakan salah satu view point untuk menikmati keindahan Gunung Bromo. Objek wisata ini berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di perbatasan Argosari, Senduro, Lumajang dengan Ngadirejo, Sukapura, Probolinggo. Nama B29 sebenarnya bermakna Bromo 29 karena puncak ini ada di ketinggian 2900 mdpl. 

Jam kunjung tempat ini adalah 24 jam setiap harinya. Paling ramai saat pagi dan sore karena wisatawan berduyun-duyun mengejar sunrise dan sunset.

Gunung Bromo berdiri gagah dengan lautan berpasir yang membentang luas. Pemandangan itu tampak cantik, terlebih dipadu dengan awan putih dan kabut yang menutupi sebagian gunung jika dipandang dari B29. Luar biasa, bak sebuah negeri di atas awan. Nah, untuk menikmati semua itu, Anda cukup membayar Rp5.000 saja.

Spot wisata ini sedikit jauh dari view point lainnya. Anda bisa mencapai tempat ini dari dua jalur. Yang pertama lewat Argosari, Lumajang dan yang kedua lewat Ranupani. Untuk jalur kedua ini, disarankan untuk memakai sepeda, sepeda motor, atau berjalan kaki karena medannya berupa tebing-tebing kaldera Bromo.

3. Padang Rumput Savana

Padang Rumput Savana
Padang Rumput Savana

Sebuah padang hijau membentang luas dengan bukit-bukit adalah pesona yang ditawarkan Padang Rumput Savana, yang ada di sebelah selatan Gunung Bromo. Keberadaan bukit-bukitnya yang mirip latar di sebuah acara anak-anak membuat tempat ini kerap disebut Bukit Teletubbies. Namun, beberapa orang juga menyebutnya Lembah Jemplang.

Anda bisa berjalan kaki atau menyewa mobil jeep untuk bisa sampai ke sini. Mintalah pengemudi untuk mengantar Anda ke Puncak Penanjakan atau Bukit Kingkong sehingga Anda bisa menikmati keindahan dan kesejukan tempat wisata ini. Pun, jangan lupa untuk memotret setiap sudut padang yang menakjubkan.

Untuk tiket masuk, Anda hanya harus membayar retribusi masuk kawasan Gunung Bromo saja dan membayar jasa jeep yang Anda sewa. Kisaran sewa jeep antara Rp500.000–Rp700.000 untuk area Probolinggo. Oh ya, Padang Rumput Savana buka setiap harinya.

4. Pulau Gili Ketapang

Di Ketapang, Sumberasih, Probolinggo—tepatnya di Selat Madura—ada sebuah pulau yang pas untuk mengisi liburan Anda. Pemandangan pulau berpasir putih ini begitu cantik, terutama pemandangan bawah lautnya. Anda bisa snorkeling untuk melihat terumbu karang dan ikan-ikan penuh warna berenang bebas.

Dari Kota Probolinggo, Anda harus pergi ke Pelabuhan Tanjung Tembaga. Setelah itu, Anda harus menyewa jasa perahu motor untuk mengantarkan Anda ke pulau ini. Jaraknya sekitar 8 km dari bibir pantai.

Memasuki objek wisata ini, Anda tidak perlu membayar. Namun, Anda bisa membayar Rp85.000 untuk paket wisata di sini yang meliputi jasa antar-jemput perahu dan makan siang. Oh ya, jasa transportasi ini beroperasi pukul 08.00-16.00. Jika tertarik, Anda boleh berkemah di Pulau Gili Ketapang.

5. Air Terjun Madakaripura

Air Terjun Madakaripura
Air Terjun Madakaripura

Datang ke Probolinggo, tentunya Anda harus datang ke Air Terjun Madakaripura. Air terjun yang berada di Branggah, Negororejo, Lumbang ini sungguh fantastis. Ketinggiannya mencapai 200 meter dan membuatnya menjadi air terjun tertinggi di Pulau Jawa.

Ceruk-ceruk dengan bukit-bukit nan hijau menjadi alas bagi aliran air yang berjatuhan. Airnya begitu jernih dan segar. Pun, udara di sini sejuk dengan pemandangan memukau. Di dekat air terjun, terdapat sebuah gua yang dipercaya sebagai tempat persemedian Patih Gajah Mada.

Dari Probolinggo, Anda hanya perlu pergi ke Tongas sebelum ke Madakaripura. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam nan cantik. Cukup membayar Rp5.000 saja, Anda sudah bisa menikmati semua ini. Objek wisata ini buka setiap hari, mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 7 malam.

6. Air Terjun Umbulan

Di daerah Sukapura, tak jauh dari Air Terjun Madakaripura, ada Air Terjun Umbulan. Kecantikannya begitu luar biasa dan termasuk masih perawan. Masih jarang wisatawan yang menyaksikan air terjun menakjubkan ini.

Dari terminal Probolinggo, Anda harus mengikuti jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo. 500 meter setelah Pasar Sukapura, Anda akan menemukan sebuah kantor Telkom. Di sampingnya, ada jalan setapak yang akan membawa Anda sampai di Air Terjun Umbulan. 

Siapkan diri Anda karena perjalanan ke objek wisata ini cukup berat. Anda harus melakukan trekking dengan medan menanjak, melewati dua jembatan. Setelah itu, Anda masih harus menuruni tangga besi sepanjang 35 meter. Namun, semua itu bakal terbayar lunas dengan pemandangan Air Terjun Umbulan.

Buka setiap hari mulai pukul 7 pagi sampai 5 sore, Anda akan ditarik biaya masuk sebesar sekitar Rp2.000 di hari biasa dan Rp5.000 di hari Minggu atau libur.

7. Gunung Argopuro

Gunung Argopuro
Gunung Argopuro

Di wilayah Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo, berdirilah sebuah gunung setinggi 3.088 mdpl yang disebut Gunung Argopuro. Bagian dari Pegunungan Inyang ini memiliki beberapa puncak. Puncak paling tinggi dan terkenal adalah Puncak Rengganis, yang dipercaya dulunya sebagai kediaman Dewi Rengganis, putri Raja Brawijaya.

Gunung Argopura menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki. Jalur trekking gunung ini cukup panjang dan berat. Namun, keindahan alam berupa hutan dan mata air tersembunyi bisa membuat Anda lupa sejenak dengan pendakian. Selain itu, terdapat situs bersejarah di sini berupa puing-puing candi, kolam, dan pura. 

Tempat wisata ini buka setiap hari. Jika Anda berniat melakukan pendakian, Anda harus membayar Rp 20.000/hari. Nah, untuk mencapai Gunung Argopuro, Anda bisa memakai bus dari terminal Probolinggo sampai ke Bremi. Jika mau, Anda juga bisa memakai kendaraan pribadi. Dari Bremi, Anda harus mendaki melewati hutan dan danau sekitar 14 jam 30 menit sebelum sampai di puncak Gunung Argopuro.

8. Danau Taman Hidup

Di lereng Gunung Argopuro, ada sebuah danau yang eksotis. Pemandangannya cantik, masih sangat alami. Danau ini dikelilingi perbukitan yang hijau, dengan rumput-rumputan di area daratnya. Orang-orang percaya bahwa danau yang masih sangat asri ini dulunya dipakai sebagai tempat pemandian Dewi Rengganis dan dayang-dayangnya.

Tempat ini sangat cocok untuk berkemah. Biasanya, menjadi tempat favorit para pendaki beristirahat. Jika Anda datang ke sini, Anda berkesempatan untuk melihat berbagai satwa liar. Biaya masuk kemari gratis dan Anda bisa datang setiap hari. Hanya saja Anda harus mendaki jalur yang cukup ekstrem. Jadi, siapkan fisik dan mental Anda.

9. Air Terjun Watu Lawang

Dua tebing besar mengapit sebuah air terjun menakjubkan di Ngepung, Sukapura. Namanya Air Terjun Watu Lawang. Diberi nama begitu karena Anda akan mendapati tebing besar tadi menyerupai sebuah lawang—dalam bahasa Jawa, artinya pintu. Jadi, watu lawang bermakna pintu batu.

Kecantikan tempat ini benar-benar memukau. Udaranya sejuk, airnya terasa dingin dan menyegarkan. Tempat yang sempurna untuk melepaskan rasa lelah Anda. Pepohonan nan hijau semakin menyempurnakan mahakarya Tuhan ini.

Untuk datang ke sini, Anda bisa mengambil jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo, dan masuk gang kecil di dekat SMK N 1 Sukapura. Setelah itu, Anda harus berjalan kaki kira-kira 20 menit untuk sampai ke air terjun perawan ini. Gratis kok masuk ke sini. Hanya perlu membayar parkir saja. Tempat wisata ini bisa diakses setiap hari.

10.  Air Terjun Triban

Potensi wisata air terjun di Probolinggo ternyata cukup banyak. Di Ngepung, ternyata ada sebuah air terjun yang masih belum terjamah banyak orang. Air Terjun Triban namanya. 

Meski tingginya hanya sekitar 5 meter, air terjun ini sangat menawan. Airnya segar, udara sekitarnya pun sejuk karena alamnya masih asri. Di sini, Anda bisa mandi dan bermain air. Kedalaman kolam penampung air terjun ini sekitar 3-5 meter. Pastikan Anda bisa berenang ya, kalau tertarik menjajal melompat dari tebing.

Lokasi Air Terjun Triban bisa dicapai dengan kendaraan pribadi dari terminal Banyuangga, lalu menuju kawasan SMK N 1 Sukapura. Melalui gang kecil, Anda akan diajak untuk melakukan trekking melewati perbukitan yang cukup curam. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk penjelajahan ini. Masuk ke objek wisata ini belum ditarik biaya, tapi Anda cukup membayar parkir saja. Tempat ini buka setiap hari.

11.  Air Terjun Kedung Amis

Satu lagi surga tersembunyi berupa air terjun untuk membuang jauh-jauh kebosanan kala liburan. Namanya Air Terjun Kedung Amis yang letaknya di Ngepung, Sukapura. Objek wisata ini letaknya tak jauh dari Air Terjun Watu Lawang.

Air terjun ini tidak begitu tinggi, tapi tetap terlihat indah. Apalagi, tempat di sekitarnya masih asri. Aliran air terjun ini nantinya akan terbagi menjadi dua, yakni ke Air Terjun Watu Lawang dan Air Terjun Sumber Pakis II.

Sama perjalanan Anda ke Air Terjun Watu Lawang, Anda harus menitipkan kendaraan di daerah dekat SMK N 1 Sukapura, lalu berjalan kaki melewati medan yang cukup menantang. Biayanya gratis, cukup membayar biaya parkir saja. Oh ya, akan lebih baik jika Anda datang ke sini pagi supaya tidak terlalu sore saat kembali. Buka setiap hari.

12.  Air Terjun Sumber Pakis II

Di Ngepung, Sukapura, ternyata masih ada lagi air terjun menakjubkan yang bisa Anda kunjungi. Air terjun ini berada tak jauh dengan Air Terjun Triban dan Air Terjun Kedung Amis. Sama-sama indah, dengan alam nan asri di sekitarnya. Air pun sangat jernih. Dari ketinggian, air turun dan menimbulkan suara gemercik. Sungguh indah, menyejukkan pikiran dan hati.

Rute yang perlu Anda ambil tentu saja jalan yang sama saat Anda ingin ke Air Terjun Watu Lawang. Dari tempat parkir di sekitar SMK N 1 Sukapura, Anda harus melakukan trekking untuk sampai ke sini. Biaya gratis dan tempat ini buka setiap hari.

13. Pantai Bentar

Sebuah pantai memesona di Curahsawo, Gending, bisa membuat liburan Anda berkesan. Menikmati pantai berpemandangan cantik, sembari duduk di atas hamparan pasir pantai yang lembut dan dimanjakan angin laut sepoi-sepoi pasti menyenangkan. 

Untuk Anda yang hobi fotografi, Pantai Bentar memiliki spot unik berupa dermaga dan jembatan kayu yang menjorok ke laut, dengan panjang 50 meter. Tak hanya itu, Anda pun diberi kesempatan untuk melihat kawanan hiu tutul yang bermigrasi dari Laut Australia di bulan Januari-Maret. Berbagai wahana air seru juga bisa Anda jajal.

Objek wisata ini buka setiap hari dengan tiket masuk sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Akses menuju Pantai Bentar cukup mudah. Anda tinggal melewati jalur Surabaya-Banyuwangi atau Probolinggo-Situbondo dan Anda akan menemukan tempat wisata di Probolinggo ini.

14. Bukit Bentar Probolinggo

Untuk menyalurkan hobi fotografi sekaligus melepaskan kepenatan, bolehlah Anda mampir ke Bukit Bentar. Lokasinya tak jauh dari Pantai Bentar, tepatnya di Curahsawo, Gending.

Bukit ini berada di ketinggian 400 mdpl. Panorama Pantai Bentar yang indah, berpadu sempurna dengan kawasan hutan bakau yang menyejukkan. Bahkan, lalu lalang kendaraan di Jalur Pantura juga terlihat menakjubkan—menggoda untuk diabadikan dengan kamera.

Biaya masuk objek wisata baru ini gratis. Anda hanya perlu membayar parkir saja. Untuk mencapai tempat ini, Anda harus masuk ke area Pantai Bentar, lalu trekking melalui jalan yang cukup terjal, sampai akhirnya sampai di puncak bukit. 

Anda bisa datang kapan saja. Namun, pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk melakukannya karena pemandangan matahari terbit dan tenggelam sangat memesona.

15.  Kebun Teh Andung Biru

Rasakan kesejukan udara khas pegunungan dengan menyambangi Kebun Teh Andung Biru. Anda bisa menemukannya di daerah Tiris. Perkebunan teh nan hijau membentang, benar-benar menyejukkan mata. Udara segar dan pemandangannya yang memikat sanggup membuat Anda melupakan sejenak rutinitas. Anda akan kembali fresh setelah berada di sini.

Untuk datang ke sini, Anda harus menuju pertigaan di Pajarakan dari Probolinggo, kemudian mengambil arah kanan sampai ke Pondok Pesantren Genggong. Tak jauh dari situ, di daerah Krucil, ada pertigaan lagi, silakan ambil kanan yang akan membawa Anda ke wilayah Tiris.

Perkebunan ini buka setiap hari. Jam terbaik untuk datang adalah pagi atau sore karena udara begitu segar. Apalagi, pemandangan matahari terbit dan terbenam akan menyempurnakan liburan. Oh ya, Anda cukup membayar Rp5.000 untuk masuk ke sini.

16.  Air Panas Desa Tiris

Di kompleks Ranu Segaran, tepatnya daerah Tiris, terdapat sebuah pemandian air panas yang bisa menghapus lelah Anda. Pemandian ini masih sangat alami, bahkan tembok pembatasnya pun masih sangat sederhana.

Sembari berendam air panas untuk melemaskan otot yang tegang karena rutinitas, Anda bisa menyegarkan pikiran sembari melihat pepohonan hijau di sekitar. Pun, keberadaan aliran sungai yang dingin dan segar tepat di samping pemandian semakin membuat liburan Anda sempurna. Udara di tempat ini juga sangat sejuk.

Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi menuju Segaran atau melewati Ranu Agung. Jika Anda berada di Ranu Segaran, pemandian hanya terpisah sekitar 200 meter. Biaya masuk ke air panas yang buka tiap hari ini adalah Rp5.000 saja untuk ke Ranu Segaran sekaligus air panas Desa Tritis. Oh ya, tempat ini buka setiap hari.

17.  Arung Jeram Sungai Pekalen

Tantang adrenalin Anda dengan melakukan arung jeram di Sungai Pekalen. Sungai yang berada di tiga kecamatan, yaitu Tiris, Maron, dan Gading. Jaraknya sendiri sekitar 25 km dari Kota Probolinggo. Jika Anda dari kota ini, Anda harus mengikuti Jalan Raya Probolinggo dan ikuti papan arah penunjuk jalan. Jadi, tak perlu khawatir tersesat.

Anda bisa menikmati keseruan bermain arung jeram melewati berbagai zona. Jalur Sungai Pekalen memang dibagi tiga, dengan panjang jalur berbeda. Begitu pula dengan jenis tantangan yang berbeda pula. Tinggal Anda pilih yang mana.

Untuk menikmati kegiatan ekstrem nan mengasyikkan ini, Anda harus membayar Rp250.000-Rp300.000/orang. Harga ini nanti tergantung zona apa yang ingin Anda jajal. Sembari menikmati arung jeram, Anda bisa melihat kecantikan air terjun dan pemandangan memukau di sekitar sungai, termasuk keeksotisan gua kelelawar. Arung jeram ini buka setiap hari, dari pagi sampai sore—dengan catatan aliran sungai memungkinkan untuk diarungi.

18.  Air Terjun Darungan

Air Terjun Darungan adalah salah satu air terjun yang ada di Probolinggo, tepatnya ada di Bremi, Krucil. Tinggi air terjun ini sekitar 15 meter, dengan air yang mengalir cukup deras. Suaranya menggema di alam sekitarnya yang masih hijau dan alami. Anda bisa mandi dan menikmati kesegaran air tempat ini.

Cukup dengan membayar Rp3.000, Anda bisa menikmati keindahan objek wisata memesona ini. Untuk menjangkaunya, Anda harus pergi ke Bremi, setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Probolinggo. Kemudian, Anda harus melanjutkan dengan trekking sejauh 2 km untuk sampai tempat ini. Semua rasa lelah dan penat Anda dijamin bakal hilang setelah melihat kecantikan Air Terjun Darungan. Tempat ini bisa diakses setiap hari, dengan catatan cuaca tidak buruk.

19.  Air Terjun Kali Pedati

Air terjun yang terletak di Kalianan, Krucil ini sangat memukau. Pemandangannya masih sangat alami, belum tercemari oleh tangan-tangan manusia. Tingginya mencapai 20 meter dan alirannya cukup deras dibandingkan beberapa air terjun kecil lainnya di lereng Gunung Argopuro. 

Untuk mencapai tempat ini, Anda harus melakukan trekking selama satu jam menyusuri area di sekitar Sungai Pedati. Tebing-tebing bebatuan yang vertikal di antara rerimbunan pohon nan hijau akan menjadi hiburan tersendiri menuju ke sini. Sebelumnya, Anda harus mengakses jalan dari Ranu Agung Resort dengan kendaraan pribadi. Akses jalannya masih cukup sulit dilalui.

Tiket masuk ke sini masih gratis, Anda hanya perlu membayar uang penitipan kendaraan saja. Oh ya, pastikan Anda datang saat musim kemarau. Akan sangat sulit dan licin melakukan trekking saat hujan. Tempat ini buka setiap hari, mulai pagi sampai sore.

20.  Danau Ronggojalu

Dibuka setiap hari dengan jam operasional 08.00-16.00 WIB, Danau Ronggojalu harus jadi destinasi wisata keluarga Anda. Danau ini memiliki panorama yang sangat memikat dengan pepohonan hijau yang menyejukkan. Pun, udaranya segar. Air danaunya yang jernih dan dingin kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengairi sawah dan air minum. Jika ingin mandi, ada kolam yang bisa Anda jajal.

Tempat wisata ini ada di Tegalsiwalan, Leces. Perjalanan sekitar 30 menit dari Alun-Alun Probolinggo dengan kendaraan pribadi. Cukup mengeluarkan biaya tiket Rp5.000 dan keluarga Anda bisa bersenang-senang di sini.

21.  Danau Agung

Danau Agung atau Ranu Agung adalah sebuah danau menawan yang berada di Ranu Agung, Tiris. Keindahan tempat ini akan memukau Anda dan keheningannya menjadi tempat terbaik untuk melepaskan diri segala aktivitas.

Tebing-tebing tinggi, danau yang luas dan cukup dalam, dikelilingi pepohonan yang hijau, dan berudara sejuk membuat tempat ini sangat sempurna untuk berlibur. Anda bisa sekadar duduk menikmati semua keindahan alam ini atau menaiki perahu bambu kecil yang kerap disebut gethek di danau. Keduanya sama-sama menyenangkan.

Dari Probolinggo, Anda harus pergi ke Krucil, dilanjutkan ke Tiris, sampai akhirnya ke Ranu Agung. Karena medannya masih sedikit sulit, Anda disarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Untuk menikmati keindahan tempat ini, Anda hanya harus membayar Rp3.000 saja. Buka setiap hari, dari pagi sampai sore.

22. Ranu Segaran

Ranu Segaran adalah sebuah danau yang berada di Segaran, Tiris. Lokasi tempat ini sendiri tidak terlalu jauh dari Ranu Agung dan Air Panas Desa Tiris. Danau ini dikelilingi area perbukitan nan hijau, penuh pepohonan. Udaranya sejuk, airnya bersih, dan alamnya masih asri. Ada semacam jembatan kecil menjorok ke danau yang cocok untuk berfoto. Di sini, Anda pun bisa memancing.

Dari Kabupaten Probolinggo, Anda harus memakai kendaraan pribadi menuju Tiris, lalu masuk ke area wisata ini melewati pintu yang letaknya tak jauh dari koramil.

Tiket masuk sebesar Rp3.000 saja. Tempat ini buka setiap hari.

23.  Candi Jabung

Di Probolinggo, ada sebuah candi Hindu peninggalan kerajaan Majapahit yang bernama Candi Jabung. Candi berbahan batu bata merah mirip Candi Bahal di Sumatra Utara ini terletak di Jabung, Paiton.

Candi Jabung mengarah ke barat dan dipercaya sebagai makam seorang kerabat kerajaan bernama Bhra Gundul. Arsitekturnya unik. Kaki candi berupa persegi, dengan ruangan berbentuk silinder segi delapan di atasnya, dan beratap stupa. Di sini, terdapat juga candi perwara, tak jauh dari candi utama. Semua dihiasi relief, termasuk relief sulur.

Belum ada tarif resmi untuk masuk bangunan yang dibangun tahun 1354 Masehi ini. Anda cukup melapor ke petugas dan mengisi buku tamu. Kunjungan bisa dilakukan dari setiap hari, dari pagi sampai sore.

Tempat ini bisa dicapai dari Jalan Raya Situbondo-Surabaya, dengan masuk ke jalan yang lebih kecil, sekitar 500 meter. Jika Anda berada di Kabupaten Probolinggo, maka Anda hanya harus pergi menuju Kraksaan, sebelum melanjutkan ke Desa Jabung-Paiton. Jarak tempuh sekitar 30 menit.

24. Candi Kedaton

Selain Candi Jabung, ada candi lain yang terdapat di wilayah Probolinggo. Candi Kedaton namanya. Candi ini berada di Lawang Kedaton, Andungbiru, Tiris. Namun, bahan utama pembuatan candi bukanlah batu bata merah, tetapi batu andesit seperti candi pada umumnya.

Candi Hindu yang diperkirakan dibangun sekitar akhir abad XIV ini hanya berupa kaki dan baturnya saja. Tidak diketahui keberadaan badan dan atap candi. Ukurannya sekitar 6 m2, dengan relief-relief menghiasi kaki candi. Relief ini memiliki 3 cerita utama, yaitu tentang Arjunawiwaha, Bhomakwya, dan Garudeya. 

Dengan kendaraan pribadi, Anda bisa menempuh perjalanan dari Probolinggo ke Jalan Raya Kedaton, lalu berjalan kaki melewati jalan setapak sepanjang 1 km. Buka setiap hari, tapi Anda harus minta izin pada juru kunci yang ada. Untuk biaya masuk, belum ada tarif yang resmi.

25.  Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL)

Perkaya wawasan Anda dengan mengunjungi Taman Wisata Study Lingkungan di Jalan Basuki Rachmad, Mangunharjo, Mayangan. Di lahan seluas 1 hektar ini, Anda bakal disuguhi berbagai jenis tumbuhan dan binatang sebagai media studi tentang lingkungan.

Sekitar 20 jenis tanaman tahunan ditanam di sini, membuat tempat wisata di Ponorogo ini begitu sejuk. Pun, keberadaan berbagai jenis satwa semakin memeriahkan suasana. Anda juga bisa menambah pengetahuan dengan mengunjungi perpustakaan di area ini. Pokoknya, ada banyak kegiatan seru yang bisa Anda lakukan di sini.

Akses menuju TWSL sangatlah mudah karena berada di dalam Kota Probolinggo. Anda bisa menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Cukup membayar Rp3.000/dewasa dan Rp2.000/anak-anak. Murah, bukan? Oh ya, tempat ini buka setiap hari, pukul 07.00-17.00 WIB. 

26. Agrowisata Sumberbendo

Rasanya kurang afdal jika Anda datang ke Probolinggo tanpa mencicip atau membawa buah anggur sebagai oleh-oleh. Maklum, daerah ini disebut sebagai Kota Anggur. Nah, kalau Anda tertarik ingin mencari anggur segar langsung dari pohonnya dengan harga terjangkau, maka datang saja ke Sumberbendo, Sumberasih.

Selain bisa melihat ratusan anggur merah bergantung di pohonnya, Anda bakal disuguhi keindahan lanskap menyejukkan di sekitar agrowisata ini. Udaranya pun segar—sangat pas untuk menyegarkan pikiran. Tak hanya itu, ada taman bermain dan kolam yang bisa membuat liburan Anda semakin menyenangkan.

Objek wisata ini buka setiap hari, dengan jam operasional 07.00-17.00 WIB. Masalah biaya masuk, tak perlu khawatir. Anda hanya perlu membayar Rp3.000 saja. Untuk sampai ke sini, Anda bisa menempuh perjalanan dengan kendaraan pribadi dari Surabaya sekitar 3 jam. Yuk, berburu anggur!

27.  Museum Probolinggo

Di Jalan Suroyo No. 7, Kota Probolinggo berdirilah sebuah museum yang akan membuat wawasan Anda tentang sejarah dan budaya lebih luas. Keberadaan museum dengan koleksi yang banyak ini semakin menguatkan julukan Probolinggo sebagai Kota Museum.

Koleksi Museum Probolinggo terdiri dari beberapa kategori, antara lain ethnographika (peralatan pencaharian hidup dan rumah tangga, busana, kesenian, pusaka), arkeologi (benda pra-sejarah dan sejarah), historika (benda budaya—bukan hasil penggalian—tapi tetap bernilai historis), numismatika (mata uang dan alat tukar pembayaran), filolika (naskah kuno dengan aksara dan bahasa tradisional), keramologika (benda dari tanah liat, batuan, dan sejenisnya), dan teknologika (peralatan yang menunjang kehidupan manusia—tradisional maupun modern).

Museum ini bisa dikunjungi setiap hari dari pukul 08.00–15. 00 WIB, tanpa Anda harus mengeluarkan uang sepeser pun. Untuk ke tempat ini, Anda hanya perlu pergi ke pusat Probolinggo, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum.

28. Alun-Alun Probolinggo

Di pusat Probolinggo, ternyata ada tempat seru yang bisa Anda kunjungi. Tempat untuk bersantai sekaligus berwisata sejarah. Ya, Alun-Alun Probolinggo. Alun-alun di sini sebenarnya dibagi dua, yaitu alun-alun kota (Mayangan) dan alun-alun kabupaten (Kraksaan). 

Di alun-alun kota, Anda bisa menghabiskan waktu dengan bersepeda atau lari santai. Ada cagar budaya berupa monumen dan tugu untuk memperluas wawasan sejarah Anda. Sementara itu, di alun-alun kabupaten, Anda bisa sekadar bersantai atau bermain sembari menikmati kuliner.

Tempat ini aksesnya mudah dijangkau karena ada di pusat kota, baik dengan kendaraan umum atau pribadi. Anda bisa mengunjungi tempat ini setiap hari—gratis selama 24 jam.

29.  Kolam Renang TRA

Kolam Renang TRA (Taman Rekreasi Anak) adalah salah satu tempat wisata air yang bisa Anda kunjungi saat berada di Probolinggo. Ada tiga kolam yang bisa Anda nikmati keseruannya—semua terbagi menurut kedalaman. Untuk anak, kedalaman kolam antara 50-100 cm, lalu ada kolam sedalam 120 cm dan 180 cm untuk umum. 

Kolam renang ini terletak di Jalan Hayam Wuruk, Mangunharjo, Mayangan. Lokasinya masih ada di dalam kota, jadi Anda tidak akan kesulitan mencapainya dengan kendaraan pribadi atau umum. Kolam renang yang aslinya bernama Banyuangga ini merupakan kolam renang pertama di Probolinggo. 

Tempat wisata ini bisa dikunjungi dari setiap hari, pukul 09.00-17.00 WIB. Hanya dengan membayar Rp5.000, Anda bisa berenang dan bermain air di kolam renang ini.

30. Wisata Mangrove BJBR Probolinggo

Di pesisir pantai Pelabuhan Mayangan, tepatnya di sebelah utara Alun-Alun Probolinggo, terdapat sebuah hutan bakau yang memiliki pemandangan cantik, dengan udara segar khas pantai. Selain pas untuk wisata, tempat ini juga cocok untuk Anda yang hobi berfoto.

Selain jembatan kayu di tengah hutan mangrove, BJBR (Beejay Bakau Resort) juga menawarkan spot unik sebagai latar berlakang berfoto seperti tulisan besar BJBR penuh warna, gembok cinta, bola dunia, replika kapal pinisi, dan patung kuda. Tak ketinggalan, lanskap alami pantai dan pegunungan akan tampak sempurna tertangkap kamera.

Dengan kendaraan umum atau pribadi, Anda bisa menjangkau tempat ini dari alun-alun ke arah utara sekitar 10 menit saja.  Oh ya, Wisata Mangrove BJBR buka setiap hari dari 08.00-22.00 WIB, dengan harga tiket Rp15.000/weekdays dan Rp.30.000/weekend. Biaya tersebut untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak mendapat potongan 50%.

31.  Madakaripura Forest Park

Jika Anda gemar berfoto, Anda harus menyambangi objek wisata yang berada tak jauh dari Air Terjun Madakaripura ini. Letaknya di Negororejo, Lumbang. Pegunungan hijau yang menyegarkan mata sekaligus berudara sejuk sangat pas untuk destinasi liburan Anda. Pun, pemandangannya sangat cantik jadi latar berfoto. Ada beberapa spot untuk berfoto, seperti ayunan, gardu pandang, dan anjungan matahari. 

Untuk sampai ke tempat ini, Anda harus pergi menuju pertigaan Lumbang, kemudian mengambil rute menuju Air Terjun Madakaripura. Satu kilometer sebelum air terjun, silakan belok kiri dan lanjutkan perjalanan Anda sampai lokasi. Biaya masuk ke sini adalah Rp5.000, dengan menambah biaya lagi untuk berfoto di spot tertentu. Buka setiap hari, dari pagi sampai malam hari.

32.  Mahoni Grand Park

Sekarang ini, objek wisata yang menyuguhkan spot menarik sebagai latar berfoto sedang digandrungi masyarakat di berbagai daerah. Probolinggo pun tak mau kalah. Mahoni Grand Park adalah sebuah tempat wisata baru yang bakal memuaskan hobi fotografi Anda.

Abadikan momen terindah Anda berlatarkan bentangan hutan nan hijau di sini. Sembari menghirup udara segar, Anda pun bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berkemah, memancing, berenang, atau sekadar menjajal berbagai wahana permainan.

Anda cukup membayar Rp10.000 untuk melepas penat di sini. Untuk sampai objek wisata di Kecamatan Sumber ini, Anda harus mengarah ke jalur Lumajang atau Jember dari terminal Banyuangga, sampai ke Sumber. Kemudian, Anda masih harus menempuh sekitar 12 km untuk sampai ke Mahoni Grand Park.  Tempat ini buka setiap hari dari jam 7 pagi sampai 5 pagi.

33.  Masjid Tiban Babbusalam

Ingin wisata religi, Anda bisa mengunjungi Masjid Tiban Babbusalam yang terletak di Pilang, Kademangan—dekat Jalan Raya Pantura. Disebut tiban karena diyakini masjid ini tiba-tiba muncul di tahun 1600, tanpa tahu siapa yang membangunnya. Bangunannya unik dan berarsitektur kuno, tapi masih bertahan sampai sekarang. Menurut kepercayaan, masjid ini juga menjadi tempat Syeh Maulana Ishak menyiarkan agama Islam.

Akses ke tempat ini cukup mudah karena karena jaraknya hanya 3 km dari Kota Probolinggo. Sebagai masjid, tentu tempat ini buka setiap hari. Oh ya, Anda tidak ditarik biaya masuk ke sini, hanya saja Anda bisa memberikan dana seikhlasnya untuk perawatan masjid.

34. Pelabuhan Tanjung Tembaga

Cobalah mampir ke Pelabuhan Tanjung Tembaga di Mayangan, kira-kira di sisi utara Kota Probolinggo. Seperti layaknya pelabuhan lain, tempat ini adalah tempat berlabuhnya kapal angkut muatan dan perahu nelayan. Selain itu, ada tempat pelelangan dan pasar ikan di sini. Jadi, jika Anda tertarik membeli ikan, tempat ini paling cocok.

Pelabuhan Tanjung Tembaga buka setiap hari. Untuk menuju ke sini, aksesnya sangat mudah karena dekat dengan Kota Probolinggo. Bisa Anda jangkau menggunakan kendaraan umum atau pribadi.

Oh ya, pelabuhan ini dibagi menjadi dua. Yang pertama dikhususkan untuk pasar ikan dan pelabuhan, yang kedua untuk tempat wisata dan tempat festival serta memancing. Anda hanya perlu membayar parkir saja.

35.  Museum Dr. Mohammad Saleh

Sesuai namanya, museum yang terletak di Jalan Dr. Moh. Saleh No. 1, Tisnonegaran, Kanigaran ini menyimpan sejarah dari dokter pertama yang diberi mandat untuk memimpin rumah sakit umum di daerah Probolinggo.

Museum berarsitektur Belanda ini buka dari Selasa-Minggu, pukul 08.00-15.00 WIB (kecuali hari Jumat-Minggu, tutup lebih awal sebelum jam 12.00). Koleksinya berupa ruangan disertai perabot dan alat kesehatan yang dipakai sang Dokter kala itu. Karena sempat menjadi rumah dinas sekaligus tempat praktik kesehatan, Anda jangan sampai kaget ya begitu masuk ke sini.

Akses ke tempat ini cukup mudah, bisa menggunakan kendaraan pribadi dan umum karena berada di pusat Kota Probolinggo. Mengenai biaya masuk, belum ada tarif resmi. Anda bisa memberikan dana seikhlasnya untuk merawat museum bersejarah ini.

Nah, itu tadi ulasan tempat wisata di Probolinggo yang recommended untuk jadi destinasi liburan Anda. Jadi, sudah tidak perlu bingung lagi harus ke mana, bukan? Yuk, siapkan perbekalan dan segera nikmati liburan Anda di Probolinggo! Selamat berlibur!

Aktivitas & Rekreasi di Probolinggo


  • Tur Midnight ke Gunung Bromo

    Bromo adalah salah satu gunung berapi di Jawa Timur yang memiliki sejuta keindahan alam. Namun, jika jadwal travelling Anda sesuai, berwisata ke Gunung Bromo direkomendasikan unutk dilakukan di malam hari. Saat siang hari, gunung Bromo yang memiliki tingkat kemiringan tinggi, udara yang tipis, dan panas membuat kegiatan mendaki sangat melelahkan. Lalu ada atraksi dan upacara yang hanya dilakukan oleh suku Tengger pada malam hari. Hal ini merupakan kesempatan langka. Tentu saja, saat melakukan tur di malam hari, Anda bisa mengakhirinya dengan melihat matahari terbit dari puncak Gunung Bromo. Seluruh kegiatan ini hanya bisa Anda lakukan jika mengikuti Paket Bromo Midnight Tour.
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT

Bagikan
evtbvsrwfq