Kenali Keanekaragaman Flora dan Fauna Indonesia

Indonesia kaya akan spesies flora dan fauna. Intip berbagai jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia berikut:
Mas Bellboy
Waktu baca 4 menit

Indonesia punya kekayaan alam yang luar biasa dengan beragam jenis flora dan fauna yang tersebar di berbagai wilayah. Letak geografis, iklim tropis, dan kondisi alam yang berbeda-beda membuat setiap daerah memiliki karakteristik tumbuhan dan satwa yang unik. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. 

Supaya lebih mudah mengenali perbedaannya, yuk simak artikel ini yang akan membahas berbagai jenis flora dan fauna, serta zona penyebarannya.

Mengapa Flora dan Fauna Indonesia Sangat Beragam?

Keragaman flora dan fauna Indonesia dipengaruhi oleh kondisi geografis, letak wilayah, serta perbedaan ekosistem di setiap daerah. Hal ini membuat jenis tumbuhan dan satwa yang hidup di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur memiliki karakteristik yang berbeda.

Secara umum, persebaran flora dan fauna Indonesia terbagi menjadi tiga zona, yaitu Asiatis, Peralihan, dan Australis. Masing-masing zona memiliki ciri khas, mulai dari hutan tropis dan mamalia besar hingga satwa endemik, burung berwarna cerah, serta hewan berkantung.

Discover Flights With Traveloka

Sat, 31 Oct 2026

AirAsia Indonesia

Bandar Lampung (TKG) ke Jakarta (CGK)

Mulai dari Rp 453.800

Wed, 28 Oct 2026

Super Air Jet

Palembang (PLM) ke Jakarta (CGK)

Mulai dari Rp 672.100

Tue, 27 Oct 2026

Super Air Jet

Surabaya (SUB) ke Jakarta (CGK)

Mulai dari Rp 895.700

Tiga Zona Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia 

Untuk memahami keragaman flora dan fauna di Indonesia, kamu bisa melihatnya berdasarkan pembagian wilayah berikut.

1. Zona Asiatis

Zona Asiatis mencakup Indonesia bagian barat, yaitu Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Flora dan fauna di kawasan ini memiliki karakter yang mirip dengan spesies yang ditemukan di daratan Asia. Batas antara zona Asiatis dan zona Peralihan dikenal sebagai Garis Wallace.

Ciri-ciri flora zona Asiatis:

Penyebaran flora di Indonesia Barat banyak dipengaruhi oleh iklim Af (tropis basah) dan Am (tropis musim), berikut beberapa ciri khasnya. 

Didominasi oleh hutan hujan tropis dengan pepohonan yang berukuran besar.
Vegetasinya cenderung lebat dengan banyak tumbuhan berdaun lebar.
Memiliki jenis tumbuhan yang beragam atau heterogen.
Rafflesia, gandaria, katsuri, rotan, meranti, dan anggrek hutan menjadi beberapa contoh tumbuhan khas yang dapat ditemukan di kawasan ini.

Ciri-ciri fauna zona Asiatis:

Untuk faunanya kerap disebut sebagai oriental dengan ciri-ciri seperti berikut ini. 

Banyak ditemukan mamalia berukuran besar.
Memiliki berbagai jenis primata, termasuk orangutan dan bekantan.
Terdapat beragam jenis reptil dan ikan air tawar.
Burung yang ditemukan umumnya lebih banyak memiliki kemampuan berkicau dibandingkan burung dengan warna mencolok, seperti elang jawa.
Tidak memiliki hewan berkantung sebagai karakter utama.
Contohnya adalah gajah, harimau Sumatera, badak bercula satu, tapir, banteng, dan jalak Bali.

Salah satu tempat yang bisa dikunjungi untuk melihat kekayaan flora dan fauna zona Asiatis adalah Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa khas Sumatera, seperti gajah Sumatera, badak Sumatera, harimau Sumatera, dan tapir.

2. Zona Peralihan

Zona Peralihan berada di Indonesia bagian tengah, terutama Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Wilayah ini terletak di antara Garis Wallace dan Garis Weber.

Disebut zona Peralihan karena flora dan faunanya memiliki karakter yang menjadi perpaduan antara kawasan Asiatis dan Australis. Wilayah ini juga dikenal memiliki banyak satwa endemik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Ciri-ciri flora zona Peralihan:

Persebaran flora di bagian Indonesia Tengah dipengaruhi dengan iklim Am (tropis musim) dan Aw (Sabana tropis) dengan ciri-ciri berikut. 

Tumbuhan umumnya memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan vegetasi di hutan hujan zona Asiatis.
Bentuk pohonnya tinggi tapi jarang
Banyak wilayahnya didominasi oleh vegetasi savana.
Tumbuhannya tidak memerlukan banyak air
Contohnya antara lain lontar, cendana, longusei, dan ajang kelicung.

Ciri-ciri fauna zona Peralihan:

Kalau hewan di zona peralihan lebih sering disebut endemik atau hanya ada di wilayah ini dan tidak bisa ditemukan di wilayah lain. Berikut ciri-cirinya. 

Tidak ada hewan berkantung
Beberapa jenis mamalia tidak besar dan memiliki bulu yang tidak terlalu lebat.
Memiliki beragam burung dengan bentuk kecil, tetapi menghasilkan telur besar.
Terdapat berbagai jenis reptil dengan ciri yang unik.
Punya hewan langkah yang tidak bisa ditemukan di wilayah lain.
Contohnya yaitu komodo, anoa, babirusa, tarsius, kuskus, burung maleo, burung julang, dan babi rusa. 

Salah satu destinasi yang menarik untuk mengenal fauna zona Peralihan adalah Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Selain menjadi habitat komodo, kawasan ini juga menjadi rumah bagi rusa Timor, kuda liar, dan kera ekor panjang.

3. Zona Australis

Zona Australis mencakup wilayah Indonesia bagian timur, terutama Papua dan Kepulauan Maluku. Kawasan ini memiliki karakter flora dan fauna yang lebih dekat dengan Australia karena letaknya berada di sekitar Paparan Sahul.

Berikut beberapa ciri-ciri flora zona Australis yang membedakannya dengan flora dari wilayah lain:

Terletak di dangkalan sahul dengan kurang dari 500 meter
Dapat bertahan hidup dalam kondisi kering.
Beberapa jenis tumbuhan memiliki bentuk daun memanjang dengan susunan tulang daun yang sejajar.
Vegetasi rotan tidak menjadi ciri utama seperti di zona Asiatis.
Memiliki kawasan hutan kayu putih.
Contoh flora lainnya adalah siwalan, pakis, eboni, anggrek larat, buah merah, cendana, kayu besi, dan matoa.

Ciri-ciri fauna zona Australis:

Memiliki berbagai jenis hewan berkantung.
Mamalia yang ditemukan cenderung berukuran lebih kecil dibandingkan mamalia khas zona Asiatis.
Jenis ikan air tawar relatif lebih sedikit.
Banyak memiliki burung dengan bulu berwarna cerah dan mencolok, seperti Kakatua raja, Kasuari, dan Nuri Kepala Hitam.
Hewannya lebih banyak punya tanduk
Contohnya adalah cenderawasih, kanguru pohon, wallaby, kakatua putih, kasuari, ular piton, dan mandar gendang.

Untuk melihat langsung kekayaan alam zona Australis, Taman Nasional Lorentz di Papua bisa menjadi salah satu pilihan. Kawasan ini menjadi habitat bagi sejumlah satwa khas Papua, seperti kanguru pohon, burung cenderawasih, dan puyuh salju.

Rekomendasi Tempat Wisata Flora dan Fauna di Indonesia

Kamu bisa mengenal keanekaragaman flora dan fauna Indonesia secara langsung di berbagai destinasi berikut:

1.
Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera – Habitat orangutan Sumatera dan beragam flora hutan hujan tropis.
2.
Kebun Raya Bogor, Jawa Barat – Menyimpan berbagai koleksi tumbuhan dari Indonesia dan mancanegara.
3.
Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur – Habitat komodo dengan ekosistem savana, hutan, dan pesisir.
4.
Taman Nasional Ujung Kulon, Banten – Kawasan konservasi badak Jawa dan berbagai flora serta fauna.
5.
Taman Nasional Way Kambas, Lampung – Dikenal sebagai habitat dan kawasan konservasi gajah Sumatera.
6.
Taman Nasional Lorentz, Papua – Memiliki ekosistem lengkap dari kawasan pesisir hingga pegunungan.

Kunjungi Berbagai Flora dan Fauna di Indonesia Bersama Traveloka 

Keanekaragaman flora dan fauna membuat Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta alam.  Dengan mengunjungi wisata ke taman nasional atau kawasan konservasi, kamu bisa mengenal satwa secara lebih dekat dan mengenal berbagai jenis flora.

Agar lebih mudah, kamu bisa merencanakan perjalanan bersama Traveloka. Dalam satu aplikasi saja, kamu bisa memesan tiket kereta api, mencari hotel, hingga booking tiket pesawat dengan mudah. Agar lebih hemat, gunakan Kode Kupon Traveloka sebelum melakukan pemesanan. 

Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan