Klenteng Gudo, Klenteng Tertua Jombang yang Jadi Panggung Kemah Pemuda Lintas Agama ASEAN

Mas Bellboy
Waktu baca 4 menit

Di tengah Jombang yang dikenal luas sebagai Kota Santri, ada satu tempat yang justru pernah menjadi lokasi berkumpulnya ratusan pemuda dari puluhan negara untuk belajar toleransi lintas agama. Tempat itu adalah Klenteng Gudo, atau Hong San Kiong, klenteng tertua di Kabupaten Jombang.

Klenteng Gudo adalah klenteng Tridharma tertua di Jombang, berlokasi di Dusun Tukangan, Desa Gudo, Kecamatan Gudo, dengan sejarah yang diperkirakan bermula sekitar tahun 1700. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Surabaya, menyempatkan diri melanjutkan perjalanan ke Jombang untuk melihat klenteng bersejarah ini bisa melengkapi itinerary wisata budaya Anda di Jawa Timur.

Sejarah dan Asal-usul Klenteng Gudo

Menurut cerita yang beredar, klenteng ini bermula saat seorang pedagang Tionghoa selatan membawa arca Dewa Kong Tik Tjoen Ong lewat jalur laut, yang diyakini melindungi para pedagang selama perjalanan menuju Indonesia. Gelombang perantau Tionghoa yang menghindari keruntuhan Dinasti Ming turut menetap di kawasan Gudo, Jombang, membawa serta kepercayaan dan tradisi mereka.

Pada awalnya, arca tersebut hanya disimpan dalam bangunan sederhana beratap seng yang dikenal sebagai "omah blek" karena keterbatasan sumber daya saat itu. Pengelolaan yang lebih formal baru dimulai pada 1928, ketika infrastruktur klenteng mulai dibangun secara lebih permanen. Kini, klenteng ini menaungi ajaran Buddha, Konghucu, dan Tao sekaligus sebagai rumah ibadah Tridharma.

Arsitektur Merah dan Emas di Klenteng Gudo

Klenteng ini menghadap ke utara dengan warna merah dan kuning keemasan yang mendominasi keseluruhan bangunan. Setiap warna dan ornamen punya makna simbolis tersendiri dalam tradisi Tionghoa.

1. Warna Merah dan Kuning Keemasan yang Sarat Makna

Warna merah melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, sementara kuning keemasan melambangkan keagungan, menjadikan kombinasi keduanya elemen visual utama di seluruh kompleks klenteng.

2. Patung Dewa Penjaga Men Shen

Di area tertentu berdiri patung dewa penjaga Men Shen yang memegang tongkat, berfungsi sebagai simbol perlindungan bagi klenteng dan umat yang beribadah di dalamnya.

3. Ornamen Qilin, Naga Hijau, dan Burung Hong

Ornamen Qilin, naga hijau, dan burung hong menghiasi berbagai sudut klenteng, merepresentasikan keseimbangan yin dan yang dalam filosofi Tionghoa.

Indonesia

Happy Games Jombang

7.2/10

Pusat Kota Jombang

Rp 30.000

Wayang Potehi dan Jejak Toleransi di Klenteng Gudo

Klenteng ini dikenal luas sebagai salah satu pusat pelestarian wayang potehi paling aktif di Indonesia, sekaligus lokasi berbagai kegiatan lintas agama berskala internasional. Kombinasi seni budaya dan keterbukaan sosial inilah yang membuat klenteng ini istimewa dibanding klenteng lain di Jawa Timur.

1. Produksi Ribuan Boneka Wayang Potehi Sejak 2001

Sejak 2001, klenteng ini telah memproduksi ribuan boneka wayang potehi, dengan pertunjukannya pernah ditampilkan hingga ke Jepang, Taiwan, dan Malaysia, menjadikannya duta budaya Indonesia di kancah internasional.

2. ASEAN Youth Interfaith Camp 2017

Pada 2017, klenteng ini menjadi tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp yang diikuti lebih dari 200 pemuda dari 22 negara, sebuah bukti nyata keterbukaan tempat ini terhadap dialog lintas agama.

3. Pelatihan Deradikalisasi dan Kunjungan Diplomat

Klenteng ini juga pernah menjadi lokasi pelatihan deradikalisasi bersama komunitas Gusdurian dan Gereja Kristen Indonesia, serta menerima kunjungan sejumlah diplomat internasional, termasuk Duta Besar Amerika Serikat.

Kenapa Klenteng Gudo Disebut Simbol Toleransi di Kota Santri?

Status ini muncul karena klenteng yang berada di tengah Jombang, kota yang dikenal luas sebagai Kota Santri karena banyaknya pesantren, justru menjadi ruang terbuka untuk dialog dan kegiatan lintas agama berskala internasional. Menurut pengelola klenteng, warga sekitar sangat menghormati perbedaan dan tidak pernah tercatat ada konflik antarkomunitas.

Keterbukaan ini semakin terlihat sejak kepemimpinan pengelola klenteng yang secara aktif mengundang berbagai kelompok untuk beribadah, belajar, dan bertukar budaya di tempat ini. Kombinasi antara Jombang sebagai basis pesantren dan Klenteng Gudo sebagai ruang dialog lintas agama menjadikan daerah ini contoh nyata keberagaman yang berjalan berdampingan secara damai.

Jam Kunjungan Klenteng Gudo

Klenteng ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya tiket masuk.

KeteranganDetail
Jam operasional05.00 - 22.00 WIB, setiap hari
Tiket masukGratis
Waktu kunjungan tersibukMenjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek, lengkap dengan barongsai dan wayang potehi

Catatan: Jam operasional di atas bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat ada kegiatan lintas agama atau keagamaan khusus, jadi sebaiknya dikonfirmasi ulang sebelum berkunjung. Sebagai tempat ibadah aktif, pengunjung tetap diimbau menjaga sikap dan ketenangan selama berada di dalam kompleks.

Indonesia

Hotel Dewi near GOR Merdeka Jombang Mitra RedDoorz

8.4/10

Pusat Kota Jombang

Rp 152.415

Lokasi dan Cara Menuju Klenteng Gudo

Klenteng ini berada di Kecamatan Gudo, sekitar 20 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Jombang. Karena Jombang tidak memiliki bandara sendiri, sebagian besar wisatawan mengakses daerah ini lewat Surabaya.

1. Dari Bandara Internasional Juanda Surabaya

Dari Bandara Juanda, perjalanan darat menuju Gudo, Jombang, memakan waktu sekitar 1,5-2 jam menggunakan kendaraan sewa atau transportasi umum.

2. Dari Pusat Kota Jombang

Dari pusat kota Jombang, klenteng ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 30-40 menit berkendara ke arah selatan menuju Kecamatan Gudo.

3. Dari Stasiun Jombang

Bagi yang datang menggunakan kereta api, Stasiun Jombang menjadi titik turun utama, dilanjutkan dengan kendaraan sewa atau transportasi online menuju kawasan Gudo.

Tips Berkunjung ke Klenteng Gudo

Beberapa persiapan berikut bisa membuat kunjungan Anda ke klenteng bersejarah ini lebih berkesan.

1. Tanyakan Jadwal Pertunjukan Wayang Potehi

Sebelum berangkat, tanyakan kepada pengelola apakah ada jadwal pertunjukan atau produksi wayang potehi yang bisa disaksikan langsung selama kunjungan Anda.

2. Datang saat Imlek untuk Suasana Lebih Meriah

Kunjungan menjelang dan saat Tahun Baru Imlek memberi kesempatan menyaksikan klenteng ini dalam suasana paling ramai, lengkap dengan barongsai dan dekorasi khas.

3. Hormati Fungsi Klenteng sebagai Ruang Dialog Lintas Agama

Mengingat sejarahnya sebagai lokasi kegiatan lintas agama, bersikaplah terbuka dan hormat terhadap keberagaman pengunjung yang mungkin Anda temui di sana.

4. Gabungkan dengan Wisata Religi Lain di Jombang

Karena Jombang juga dikenal dengan Makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng, kunjungan ke klenteng ini bisa digabung dengan wisata religi lain untuk melihat keberagaman rumah ibadah di kabupaten ini.

Klenteng Gudo menunjukkan bahwa toleransi bisa tumbuh subur bahkan di tengah daerah yang identik dengan satu agama tertentu. Dari wayang potehi yang mendunia hingga kemah pemuda lintas agama ASEAN, klenteng tertua di Jombang ini menyimpan cerita panjang tentang keberagaman yang hidup berdampingan.

Bagi wisatawan yang menjelajahi Jawa Timur, menyempatkan waktu satu hingga dua jam untuk mengunjungi klenteng ini bisa memberi perspektif baru tentang sisi lain Jombang di luar predikat Kota Santrinya. Gabungkan kunjungan ini dengan destinasi religi lain di Jombang agar perjalanan Anda semakin lengkap.

Discover Flights With Traveloka

Wed, 30 Sep 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Kediri (DHX)

Mulai dari Rp 1.025.800

Fri, 2 Oct 2026

Super Air Jet

Bandar Lampung (TKG) ke Kediri (DHX)

Mulai dari Rp 1.398.300

Mon, 28 Sep 2026

Super Air Jet

Pekanbaru (PKU) ke Kediri (DHX)

Mulai dari Rp 1.949.700

Jelajahi Jawa Timur Bersama Traveloka, Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara

Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Jombang dan sekitarnya dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Pesawat ke Surabaya dan Hotel di Jombang, lalu lengkapi kunjungan Anda dengan Aktivitas di Jombang untuk menjelajahi sisi budaya dan religi kabupaten ini lebih jauh.

Traveloka juga menghadirkan layanan pendukung lain seperti sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan rencanakan penjelajahan budaya Anda ke Jombang.

Dalam Artikel Ini

• Sejarah dan Asal-usul Klenteng Gudo
• Arsitektur Merah dan Emas di Klenteng Gudo
• 1. Warna Merah dan Kuning Keemasan yang Sarat Makna
• 2. Patung Dewa Penjaga Men Shen
• 3. Ornamen Qilin, Naga Hijau, dan Burung Hong
• Wayang Potehi dan Jejak Toleransi di Klenteng Gudo
• 1. Produksi Ribuan Boneka Wayang Potehi Sejak 2001
• 2. ASEAN Youth Interfaith Camp 2017
• 3. Pelatihan Deradikalisasi dan Kunjungan Diplomat
• Kenapa Klenteng Gudo Disebut Simbol Toleransi di Kota Santri?
• Jam Kunjungan Klenteng Gudo
• Lokasi dan Cara Menuju Klenteng Gudo
• 1. Dari Bandara Internasional Juanda Surabaya
• 2. Dari Pusat Kota Jombang
• 3. Dari Stasiun Jombang
• Tips Berkunjung ke Klenteng Gudo
• 1. Tanyakan Jadwal Pertunjukan Wayang Potehi
• 2. Datang saat Imlek untuk Suasana Lebih Meriah
• 3. Hormati Fungsi Klenteng sebagai Ruang Dialog Lintas Agama
• 4. Gabungkan dengan Wisata Religi Lain di Jombang
• Jelajahi Jawa Timur Bersama Traveloka, Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara
Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan