
Di tengah Jombang yang dikenal luas sebagai Kota Santri, ada satu tempat yang justru pernah menjadi lokasi berkumpulnya ratusan pemuda dari puluhan negara untuk belajar toleransi lintas agama. Tempat itu adalah Klenteng Gudo, atau Hong San Kiong, klenteng tertua di Kabupaten Jombang.
Klenteng Gudo adalah klenteng Tridharma tertua di Jombang, berlokasi di Dusun Tukangan, Desa Gudo, Kecamatan Gudo, dengan sejarah yang diperkirakan bermula sekitar tahun 1700. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Surabaya, menyempatkan diri melanjutkan perjalanan ke Jombang untuk melihat klenteng bersejarah ini bisa melengkapi itinerary wisata budaya Anda di Jawa Timur.
Menurut cerita yang beredar, klenteng ini bermula saat seorang pedagang Tionghoa selatan membawa arca Dewa Kong Tik Tjoen Ong lewat jalur laut, yang diyakini melindungi para pedagang selama perjalanan menuju Indonesia. Gelombang perantau Tionghoa yang menghindari keruntuhan Dinasti Ming turut menetap di kawasan Gudo, Jombang, membawa serta kepercayaan dan tradisi mereka.
Pada awalnya, arca tersebut hanya disimpan dalam bangunan sederhana beratap seng yang dikenal sebagai "omah blek" karena keterbatasan sumber daya saat itu. Pengelolaan yang lebih formal baru dimulai pada 1928, ketika infrastruktur klenteng mulai dibangun secara lebih permanen. Kini, klenteng ini menaungi ajaran Buddha, Konghucu, dan Tao sekaligus sebagai rumah ibadah Tridharma.
Klenteng ini menghadap ke utara dengan warna merah dan kuning keemasan yang mendominasi keseluruhan bangunan. Setiap warna dan ornamen punya makna simbolis tersendiri dalam tradisi Tionghoa.
Warna merah melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, sementara kuning keemasan melambangkan keagungan, menjadikan kombinasi keduanya elemen visual utama di seluruh kompleks klenteng.
Di area tertentu berdiri patung dewa penjaga Men Shen yang memegang tongkat, berfungsi sebagai simbol perlindungan bagi klenteng dan umat yang beribadah di dalamnya.
Ornamen Qilin, naga hijau, dan burung hong menghiasi berbagai sudut klenteng, merepresentasikan keseimbangan yin dan yang dalam filosofi Tionghoa.

Indonesia

Happy Games Jombang

7.2/10
Pusat Kota Jombang
Rp 30.000
Klenteng ini dikenal luas sebagai salah satu pusat pelestarian wayang potehi paling aktif di Indonesia, sekaligus lokasi berbagai kegiatan lintas agama berskala internasional. Kombinasi seni budaya dan keterbukaan sosial inilah yang membuat klenteng ini istimewa dibanding klenteng lain di Jawa Timur.
Sejak 2001, klenteng ini telah memproduksi ribuan boneka wayang potehi, dengan pertunjukannya pernah ditampilkan hingga ke Jepang, Taiwan, dan Malaysia, menjadikannya duta budaya Indonesia di kancah internasional.
Pada 2017, klenteng ini menjadi tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp yang diikuti lebih dari 200 pemuda dari 22 negara, sebuah bukti nyata keterbukaan tempat ini terhadap dialog lintas agama.
Klenteng ini juga pernah menjadi lokasi pelatihan deradikalisasi bersama komunitas Gusdurian dan Gereja Kristen Indonesia, serta menerima kunjungan sejumlah diplomat internasional, termasuk Duta Besar Amerika Serikat.
Status ini muncul karena klenteng yang berada di tengah Jombang, kota yang dikenal luas sebagai Kota Santri karena banyaknya pesantren, justru menjadi ruang terbuka untuk dialog dan kegiatan lintas agama berskala internasional. Menurut pengelola klenteng, warga sekitar sangat menghormati perbedaan dan tidak pernah tercatat ada konflik antarkomunitas.
Keterbukaan ini semakin terlihat sejak kepemimpinan pengelola klenteng yang secara aktif mengundang berbagai kelompok untuk beribadah, belajar, dan bertukar budaya di tempat ini. Kombinasi antara Jombang sebagai basis pesantren dan Klenteng Gudo sebagai ruang dialog lintas agama menjadikan daerah ini contoh nyata keberagaman yang berjalan berdampingan secara damai.
Klenteng ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya tiket masuk.
| Keterangan | Detail |
| Jam operasional | 05.00 - 22.00 WIB, setiap hari |
| Tiket masuk | Gratis |
| Waktu kunjungan tersibuk | Menjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek, lengkap dengan barongsai dan wayang potehi |
Catatan: Jam operasional di atas bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat ada kegiatan lintas agama atau keagamaan khusus, jadi sebaiknya dikonfirmasi ulang sebelum berkunjung. Sebagai tempat ibadah aktif, pengunjung tetap diimbau menjaga sikap dan ketenangan selama berada di dalam kompleks.

Indonesia

Hotel Dewi near GOR Merdeka Jombang Mitra RedDoorz

8.4/10
•

Pusat Kota Jombang
Rp 152.415
Klenteng ini berada di Kecamatan Gudo, sekitar 20 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Jombang. Karena Jombang tidak memiliki bandara sendiri, sebagian besar wisatawan mengakses daerah ini lewat Surabaya.
Dari Bandara Juanda, perjalanan darat menuju Gudo, Jombang, memakan waktu sekitar 1,5-2 jam menggunakan kendaraan sewa atau transportasi umum.
Dari pusat kota Jombang, klenteng ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 30-40 menit berkendara ke arah selatan menuju Kecamatan Gudo.
Bagi yang datang menggunakan kereta api, Stasiun Jombang menjadi titik turun utama, dilanjutkan dengan kendaraan sewa atau transportasi online menuju kawasan Gudo.
Beberapa persiapan berikut bisa membuat kunjungan Anda ke klenteng bersejarah ini lebih berkesan.
Sebelum berangkat, tanyakan kepada pengelola apakah ada jadwal pertunjukan atau produksi wayang potehi yang bisa disaksikan langsung selama kunjungan Anda.
Kunjungan menjelang dan saat Tahun Baru Imlek memberi kesempatan menyaksikan klenteng ini dalam suasana paling ramai, lengkap dengan barongsai dan dekorasi khas.
Mengingat sejarahnya sebagai lokasi kegiatan lintas agama, bersikaplah terbuka dan hormat terhadap keberagaman pengunjung yang mungkin Anda temui di sana.
Karena Jombang juga dikenal dengan Makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng, kunjungan ke klenteng ini bisa digabung dengan wisata religi lain untuk melihat keberagaman rumah ibadah di kabupaten ini.
Baca Juga: Wisata Alun Alun Jombang: Ikon Kota Santri
Klenteng Gudo menunjukkan bahwa toleransi bisa tumbuh subur bahkan di tengah daerah yang identik dengan satu agama tertentu. Dari wayang potehi yang mendunia hingga kemah pemuda lintas agama ASEAN, klenteng tertua di Jombang ini menyimpan cerita panjang tentang keberagaman yang hidup berdampingan.
Bagi wisatawan yang menjelajahi Jawa Timur, menyempatkan waktu satu hingga dua jam untuk mengunjungi klenteng ini bisa memberi perspektif baru tentang sisi lain Jombang di luar predikat Kota Santrinya. Gabungkan kunjungan ini dengan destinasi religi lain di Jombang agar perjalanan Anda semakin lengkap.
Wed, 30 Sep 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Kediri (DHX)
Mulai dari Rp 1.025.800
Fri, 2 Oct 2026

Super Air Jet
Bandar Lampung (TKG) ke Kediri (DHX)
Mulai dari Rp 1.398.300
Mon, 28 Sep 2026

Super Air Jet
Pekanbaru (PKU) ke Kediri (DHX)
Mulai dari Rp 1.949.700
Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Jombang dan sekitarnya dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Pesawat ke Surabaya dan Hotel di Jombang, lalu lengkapi kunjungan Anda dengan Aktivitas di Jombang untuk menjelajahi sisi budaya dan religi kabupaten ini lebih jauh.
Traveloka juga menghadirkan layanan pendukung lain seperti sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan rencanakan penjelajahan budaya Anda ke Jombang.










