Tugu Becak Siantar, Mengenang Motor Perang yang Jadi Identitas Kota

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo, Pematang Siantar, berdiri sebuah tugu berbentuk becak motor yang tampak sederhana namun menyimpan cerita panjang sejak era Perang Dunia II. Kota ini bahkan mencatatkan diri sebagai rumah bagi populasi motor tua BSA terbanyak di dunia, melampaui negara asalnya sendiri, Inggris.

Tugu Becak Siantar adalah monumen ikon Kota Pematang Siantar di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo, mengabadikan becak motor BSA yang menjadi identitas transportasi kota ini sejak puluhan tahun lalu. Jika Anda memesan Tiket Kereta Siantar Ekspres dari Medan, menyempatkan diri singgah di tugu unik ini bisa jadi tambahan menarik dalam perjalanan Anda menuju Danau Toba.

Sejarah dan Makna di Balik Tugu Becak Siantar

Motor BSA, singkatan dari Birmingham Small Arms, adalah kendaraan buatan Inggris yang diproduksi antara 1940 hingga 1960 dan awalnya digunakan sebagai kendaraan operasional tentara Sekutu selama Perang Dunia II dan masa agresi militer Belanda. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, motor-motor ini berpindah tangan ke masyarakat lokal Pematang Siantar, yang kemudian memodifikasinya menjadi becak bermotor untuk transportasi sehari-hari.

Untuk menghormati warisan transportasi yang sudah mendunia ini, komunitas BOMS (BSA Owner Motorcycles Siantar) menginisiasi pembangunan tugu yang akhirnya diresmikan pada Oktober 2016. Peresmian ini bahkan bertepatan dengan konvoi becak motor BSA yang berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), menegaskan status Pematang Siantar sebagai kota dengan warisan BSA yang tak tertandingi.

Desain dan Ciri Khas Tugu Becak Siantar

Tugu ini sengaja dirancang sederhana namun mudah dikenali, agar tetap merepresentasikan bentuk asli becak motor BSA yang menjadi kebanggaan kota. Lokasinya yang strategis di pusat kota membuatnya jadi salah satu landmark paling ikonik di Pematang Siantar.

1. Replika Becak Motor dengan Warna Merah, Putih, dan Hitam

Tugu ini menampilkan replika becak motor dengan dominasi warna merah, putih, dan hitam, warna khas yang identik dengan becak BSA asli yang masih beroperasi di jalanan Siantar.

2. Berdiri di Jantung Kota Dekat Balai Kota

Lokasinya di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo, berdekatan dengan Balai Kota dan Lapangan Merdeka, menjadikan tugu ini mudah ditemukan oleh siapa pun yang mengunjungi pusat Pematang Siantar.

3. Simbol Kebanggaan Komunitas BOMS

Tugu ini menjadi wujud nyata kebanggaan komunitas BOMS terhadap warisan BSA, sekaligus pengingat bagi generasi muda akan sejarah unik transportasi kota mereka.

Indonesia

Tiket Amazone Suzuya Siantar

9.8/10

Siantar Utara

Rp 95.000

Kenapa Pematang Siantar Disebut Kota BSA Terbesar di Dunia?

Predikat ini datang dari jumlah motor BSA yang masih beroperasi di Pematang Siantar, diperkirakan mencapai sekitar 1.000 unit, jumlah yang melampaui populasi BSA di negara asalnya sendiri, Inggris, yang hanya memiliki sekitar 800 unit. Australia tercatat memiliki sekitar 400 unit, sementara Finlandia hanya sekitar 250 unit.

Fakta ini menjadikan Pematang Siantar sebagai satu-satunya kota di dunia yang mempertahankan motor bersejarah ini bukan sebagai barang koleksi, melainkan sebagai moda transportasi yang benar-benar masih digunakan sehari-hari oleh warganya. Kombinasi kelangkaan global dan fungsi praktis inilah yang membuat becak BSA Siantar begitu istimewa di mata dunia otomotif klasik.

Lokasi dan Cara Menuju Tugu Becak Siantar

Tugu ini berada di pusat Kota Pematang Siantar, kota yang juga menjadi salah satu jalur menuju kawasan Danau Toba. Beberapa moda transportasi berikut bisa jadi pilihan untuk menuju lokasi.

1. Dari Stasiun Siantar via Kereta Ekspres

Dari Medan, Anda bisa naik Kereta Api Siantar Ekspres yang berangkat siang hari dan tiba di Stasiun Siantar setelah sekitar 3 jam 50 menit perjalanan. Dari stasiun, tugu ini bisa dicapai dengan berjalan kaki singkat atau naik becak motor BSA asli.

2. Dari Bandara Kualanamu Medan

Dari Bandara Kualanamu, perjalanan darat menuju Pematang Siantar memakan waktu sekitar 3-4 jam menggunakan mobil sewa atau bus antarkota.

3. Dari Kawasan Parapat dan Danau Toba

Bagi yang datang dari arah Danau Toba, tugu ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 1-1,5 jam berkendara dari Parapat menuju pusat Kota Pematang Siantar.

Indonesia

Sapadia Hotel Siantar

8.4/10

Siantar Selatan

Rp 464.742

Tips Foto di Tugu Becak Siantar

Beberapa tips berikut bisa membantu Anda mendapatkan pengalaman terbaik saat berkunjung ke Tugu Becak Siantar.

1. Naik Becak BSA Asli Setelah Berfoto di Tugu

Setelah berfoto di tugu, sempatkan naik becak motor BSA asli yang masih banyak beroperasi di jalanan kota untuk merasakan langsung pengalaman transportasi legendaris ini.

2. Kunjungi Sekitar Bulan Oktober untuk Suasana Peringatan

Bulan Oktober biasanya jadi waktu komunitas BOMS mengadakan kegiatan terkait peringatan berdirinya tugu, sehingga suasana kota bisa lebih meriah pada periode ini.

3. Ajak Ngobrol Tukang Becak Soal Sejarah BSA Mereka

Para pengemudi becak BSA biasanya senang berbagi cerita soal motor mereka, jadi jangan ragu mengobrol untuk mendapatkan cerita otentik seputar sejarah kendaraan ini.

4. Gabungkan dengan Kunjungan ke Danau Toba

Karena Pematang Siantar menjadi salah satu jalur menuju Danau Toba, kunjungan ke tugu ini bisa digabung dengan perjalanan lanjutan ke Parapat atau Samosir.

Tugu Becak Siantar membuktikan bahwa peninggalan perang bisa bertransformasi menjadi identitas kota yang membanggakan. Dari kendaraan militer era Perang Dunia II hingga status kota dengan populasi BSA terbesar di dunia, kisah becak motor ini menjadikan Pematang Siantar berbeda dari kota lain mana pun.

Bagi wisatawan yang menjelajahi Sumatra Utara, menyempatkan waktu singkat untuk mampir ke tugu ini sekaligus mencoba naik becak BSA asli bisa jadi pengalaman otentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Gabungkan dengan perjalanan menuju Danau Toba agar rute Anda semakin lengkap.

Discover Flights With Traveloka

Sat, 3 Oct 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Medan (KNO)

Mulai dari Rp 1.294.400

Sun, 27 Sep 2026

Lion Air

Batam (BTH) ke Medan (KNO)

Mulai dari Rp 1.040.300

Mon, 5 Oct 2026

AirAsia Indonesia

Penang (PEN) ke Medan (KNO)

Mulai dari Rp 443.300

Jelajahi Sumatra Utara Bersama Traveloka, Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara

Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Pematang Siantar dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Kereta Siantar Ekspres dan Hotel di Pematangsiantar, lalu lengkapi kunjungan Anda dengan Aktivitas di Pematang Siantar untuk menjelajahi sisi sejarah dan budaya kotanya lebih jauh.

Traveloka juga menghadirkan layanan lain seperti tiket pesawat, sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan rencanakan penjelajahan Anda ke Sumatra Utara mulai sekarang.

Dalam Artikel Ini

• Sejarah dan Makna di Balik Tugu Becak Siantar
• Desain dan Ciri Khas Tugu Becak Siantar
• 1. Replika Becak Motor dengan Warna Merah, Putih, dan Hitam
• 2. Berdiri di Jantung Kota Dekat Balai Kota
• 3. Simbol Kebanggaan Komunitas BOMS
• Kenapa Pematang Siantar Disebut Kota BSA Terbesar di Dunia?
• Lokasi dan Cara Menuju Tugu Becak Siantar
• 1. Dari Stasiun Siantar via Kereta Ekspres
• 2. Dari Bandara Kualanamu Medan
• 3. Dari Kawasan Parapat dan Danau Toba
• Tips Foto di Tugu Becak Siantar
• 1. Naik Becak BSA Asli Setelah Berfoto di Tugu
• 2. Kunjungi Sekitar Bulan Oktober untuk Suasana Peringatan
• 3. Ajak Ngobrol Tukang Becak Soal Sejarah BSA Mereka
• 4. Gabungkan dengan Kunjungan ke Danau Toba
• Jelajahi Sumatra Utara Bersama Traveloka, Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara
Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan