
Di antara puluhan ribu karya seni di Museum Louvre, Paris, ada tiga karya yang paling banyak dicari pengunjung. Salah satunya adalah patung Venus de Milo, patung perempuan dari marmer putih yang berdiri tanpa kedua lengan. Usianya sudah lebih dari 2.000 tahun, dan sampai sekarang bentuk aslinya masih menjadi bahan perdebatan para ahli.
Patung Venus de Milo adalah patung Yunani kuno setinggi 204 cm yang menggambarkan Dewi Aphrodite, dibuat sekitar tahun 150–125 SM dan ditemukan di Pulau Milos, Yunani, pada tahun 1820. Patung ini menjadi koleksi Museum Louvre sejak tahun 1821. Jika kamu berencana membeli Tiket Pesawat ke Paris, patung ini bisa kamu lihat langsung dengan tiket masuk museum biasa.
Venus de Milo adalah patung marmer dari periode Helenistik yang kini dipajang di Sayap Sully, Museum Louvre. Berikut ringkasan informasinya berdasarkan data koleksi resmi Museum Louvre.
| Nama lain | Aphrodite dari Milos |
| Tokoh yang digambarkan | Dewi Aphrodite (Venus dalam mitologi Romawi) |
| Perkiraan tahun pembuatan | Sekitar 150–125 SM, periode Helenistik |
| Bahan | Marmer Paros |
| Tinggi | 204 cm |
| Tempat ditemukan | Pulau Milos, Yunani (1820) |
| Lokasi sekarang | Ruang 345, Sayap Sully, Level 0, Museum Louvre, Paris |
Nama "Venus de Milo" berasal dari bahasa Prancis yang berarti "Venus dari Milo". Venus adalah nama Romawi untuk Aphrodite, sedangkan Milo merujuk pada Pulau Milos tempat patung ini ditemukan.
Patung Venus de Milo ditemukan pada 8 April 1820 oleh seorang petani di Pulau Milos, Yunani. Patung itu tidak ditemukan utuh, tetapi terpisah menjadi beberapa bagian di dalam tanah. Seorang perwira angkatan laut Prancis bernama Olivier Voutier ikut menyaksikan penemuan tersebut.
Kabar penemuan ini cepat sampai ke pihak Prancis. Patung kemudian diperoleh untuk Prancis melalui Comte de Marcellus, lalu diserahkan oleh Marquis de Rivière kepada Raja Louis XVIII. Pada tahun 1821, sang raja menyumbangkannya ke Museum Louvre.
Waktu kedatangannya membuat patung ini cepat terkenal. Saat itu Louvre baru saja kehilangan banyak koleksi setelah kekalahan Napoleon, sehingga Venus de Milo disambut sebagai koleksi baru yang penting. Sejak itu patung ini hampir tidak pernah keluar dari Prancis, kecuali saat dipamerkan di Tokyo dan Kyoto, Jepang, pada tahun 1964.
Pada masa Perang Dunia II, patung ini sempat dipindahkan ke Château de Valençay untuk diamankan. Selama itu, tempatnya di museum diisi oleh tiruan dari gips.
Ada beberapa ciri fisik yang membuat patung ini mudah dikenali dan berbeda dari patung Yunani lain di Louvre. Berikut empat hal yang bisa kamu perhatikan saat melihatnya langsung.
Tinggi patung Venus de Milo mencapai 204 cm, lebih tinggi dari rata-rata orang dewasa. Patung ini juga diletakkan di atas alas, sehingga kamu perlu sedikit mendongak untuk melihat wajahnya. Ukuran ini membuat patung tetap terlihat jelas walaupun ruangan sedang ramai.
Bahan patung ini adalah marmer Paros, marmer putih dari Pulau Paros di Yunani yang banyak dipakai pematung pada masa itu. Tubuh patung tidak dibuat dari satu bongkahan batu, tetapi dari beberapa bagian marmer yang dipahat terpisah lalu disatukan. Sambungan utamanya berada di sekitar pinggul dan tertutup oleh lipatan kain.
Tubuh patung tidak berdiri lurus. Pinggulnya miring ke satu sisi, bahunya mengarah ke sisi lain, dan salah satu lututnya sedikit menekuk ke depan. Museum Louvre sendiri menyebut tatapan yang lembut dan kemiringan pinggul sebagai ciri khas patung ini. Karena pose tersebut, tampilan patung berubah ketika kamu melihatnya dari sudut yang berbeda.
Bagian atas tubuh patung terbuka, sedangkan bagian bawahnya ditutupi kain yang melingkar di pinggul. Lipatan kain dipahat dalam dan rapat, berbeda dengan permukaan kulit yang dibuat halus. Perbedaan tekstur ini paling jelas terlihat jika kamu berdiri agak dekat di sisi samping patung.
Sat, 14 Nov 2026

Air China
Jakarta (CGK) ke Paris (CDG)
Mulai dari Rp 4.653.800
Fri, 23 Oct 2026

Air India
Kuala Lumpur (KUL) ke Paris (CDG)
Mulai dari Rp 4.851.723
Fri, 23 Oct 2026

Air India
Bali / Denpasar (DPS) ke Paris (CDG)
Mulai dari Rp 5.921.087
Patung Venus de Milo tidak memiliki lengan karena sudah ditemukan dalam keadaan terpotong pada tahun 1820, dan posisi asli lengannya tidak pernah diketahui dengan pasti. Selain kedua lengan, kaki kiri patung juga hilang. Museum Louvre memilih memajang patung apa adanya, tanpa menambahkan lengan baru.
Di dekat lokasi penemuan, ditemukan potongan tangan yang memegang sebuah apel. Dari temuan itu muncul dugaan bahwa tangan kiri patung dulu memegang apel, sementara tangan kanannya menahan kain di pinggul. Ada juga pendapat lain yang menyebut patung ini awalnya memegang perisai, karena posisi kaki kirinya terangkat.
Pembuat patungnya pun belum bisa dipastikan. Patung ini sering dikaitkan dengan pematung bernama Alexandros dari Antiokhia, berdasarkan sebuah prasasti yang ditemukan di dekatnya. Namun, prasasti tersebut sudah hilang dan kaitannya dengan patung masih diperdebatkan.
Patung Venus de Milo berada di Ruang 345 (Salle de la Vénus de Milo), Sayap Sully, lantai dasar Museum Louvre, Paris. Tidak ada tiket khusus untuk patung ini, jadi kamu cukup membeli tiket masuk museum. Stasiun metro terdekat adalah Palais Royal–Musée du Louvre.
| Lokasi patung | Ruang 345, Sayap Sully, Level 0 |
| Jam buka museum | Senin, Kamis, Sabtu, Minggu: 09.00–18.00 Rabu dan Jumat: 09.00–21.00 |
| Hari tutup | Setiap Selasa, serta 1 Januari, 1 Mei, dan 25 Desember |
| Masuk terakhir | 1 jam sebelum museum tutup |
| Harga tiket | 32 euro (pengunjung dari luar Wilayah Ekonomi Eropa) 22 euro (penduduk Wilayah Ekonomi Eropa) |
| Gratis | Usia di bawah 18 tahun |
Wisatawan dari Indonesia termasuk pengunjung dari luar Wilayah Ekonomi Eropa. Museum Louvre juga menyarankan semua pengunjung memesan slot waktu kunjungan, termasuk yang masuk gratis. Ruangan mulai dikosongkan 30 menit sebelum museum tutup.
Harga tiket dan jam buka di atas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola Museum Louvre.
Louvre sangat luas dan ruang Venus de Milo hampir selalu ramai. Beberapa tips berikut bisa membantu kamu melihat patung ini dengan lebih nyaman.
Jam pertama setelah museum buka biasanya lebih lengang dibanding tengah hari. Pilihan lainnya adalah datang pada Rabu atau Jumat malam, saat museum buka sampai pukul 21.00. Ingat bahwa ruangan mulai dikosongkan 30 menit sebelum tutup, jadi jangan datang terlalu mepet.
Museum Louvre terbagi menjadi tiga sayap, yaitu Denon, Sully, dan Richelieu. Setelah masuk, ikuti arah ke Sayap Sully dan tetap berada di lantai dasar (Level 0). Di dalam museum juga ada papan petunjuk bergambar yang mengarah ke karya-karya terkenal, termasuk Venus de Milo.
Patung ini diletakkan di tengah ruangan, sehingga kamu bisa berjalan mengelilinginya. Bagian depan memang paling ramai untuk berfoto, tetapi sisi samping dan belakang biasanya lebih longgar. Dari sisi samping, pose tubuh yang memutar dan detail lipatan kain justru terlihat lebih jelas.
Tiket yang sama berlaku untuk seluruh koleksi museum. Kamu bisa melanjutkan kunjungan ke lukisan Mona Lisa yang berada di Sayap Denon. Supaya tidak terlalu lelah, tentukan dulu beberapa karya yang paling ingin kamu lihat sebelum masuk.
Patung Venus de Milo adalah patung marmer Yunani kuno setinggi 204 cm yang dibuat sekitar tahun 150–125 SM. Patung ini ditemukan di Pulau Milos pada tahun 1820 dan menjadi koleksi Museum Louvre sejak 1821. Kedua lengannya sudah hilang sejak ditemukan, dan posisi aslinya masih belum diketahui sampai sekarang.
Untuk melihatnya, kamu cukup membeli tiket masuk Museum Louvre lalu menuju Ruang 345 di Sayap Sully, lantai dasar. Museum tutup setiap Selasa dan buka lebih lama pada Rabu serta Jumat. Datang pada jam buka pertama atau malam hari bisa membuat kunjunganmu lebih leluasa.
Traveloka adalah platform travel terdepan di Asia Tenggara yang sudah dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan. Kamu bisa memesan Tiket Pesawat ke Paris, memilih Hotel di Paris yang dekat dengan pusat kota, lalu mencari Aktivitas di Paris seperti tiket museum dan tur kota. Semuanya tersedia dalam satu aplikasi, bersama eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan untuk kebutuhan lain selama di Prancis.
Pembayaran juga bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu, mulai dari Traveloka PayLater, transfer bank, sampai dompet digital seperti GoPay dan OVO. Unduh aplikasi Traveloka di Google Play Store atau Apple App Store, lalu mulai susun rencana perjalananmu ke Paris. Dengan tiket dan penginapan yang sudah siap, kamu tinggal mengatur waktu untuk berdiri di depan Venus de Milo.






