
Banyak orang mengenal wingko sebagai jajanan khas Semarang. Namun di bundaran Pasar Babat, Lamongan, berdiri sebuah tugu berbentuk enam bulatan wingko raksasa yang justru ingin meluruskan sejarah itu. Tempat itu adalah Tugu Wingko Babat, saksi bahwa jajanan legendaris ini sebenarnya lahir di Lamongan, bukan Semarang.
Tugu Wingko Babat adalah monumen ikon Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, berdiri di bundaran Pasar Babat, dibangun pada 2016 untuk menegaskan asal-usul wingko yang sebenarnya. Jika Anda memesan Tiket Kereta ke Stasiun Babat, menyempatkan diri singgah di tugu unik ini bisa jadi tambahan menarik dalam perjalanan Anda menjelajahi Jawa Timur.
Wingko pertama kali dibuat oleh Loe Soe Siang bersama istrinya, Djoa Kiet Nio, pada 1898 di Kecamatan Babat, Lamongan. Resep turun-temurun ini kemudian dibawa keturunannya, Loe Lan Hwa, yang membuka usaha wingko di Semarang pada 1946. Sejak saat itu, wingko justru lebih dikenal luas sebagai jajanan khas Semarang dibanding daerah asalnya sendiri.
Untuk meluruskan sejarah ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan membangun Tugu Wingko pada 2016 di bundaran Pasar Babat, persimpangan strategis menuju Jombang, Bojonegoro, dan Tuban. Tugu ini menjadi pengingat visual bagi siapa pun yang melintas bahwa wingko, dengan segala kelezatannya, sesungguhnya berasal dari Babat, Lamongan.
Desain tugu ini sengaja dibuat sangat literal, langsung menampilkan bentuk wingko dalam ukuran raksasa agar pesannya mudah dipahami siapa saja yang melihatnya. Kesederhanaan bentuk ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena jarang ditemukan pada tugu kota lain.
Tugu ini berdiri di atas fondasi berbentuk bundar dengan tinggi sekitar 7 meter, menjadi struktur utama penopang replika wingko raksasa di atasnya.
Di bagian atas tugu terdapat enam replika wingko berbentuk bulatan besar, tersusun dalam tiga garis lengkung yang menggambarkan penampang wingko yang sesungguhnya.
Lokasinya di bundaran Pasar Babat menjadikan tugu ini titik yang dilalui banyak kendaraan dari dan menuju Jombang, Bojonegoro, dan Tuban, memastikan pesan sejarahnya tersampaikan ke banyak orang.

Indonesia

Wisata Bahari Lamongan (WBL)

9.2/10
Paciran
Rp 85.000
Popularitas wingko sebagai jajanan khas Semarang bermula dari langkah Loe Lan Hwa, keturunan pembuat wingko asli, yang membuka usaha di kota tersebut pada 1946. Semarang yang saat itu menjadi kota dagang dan persinggahan lebih besar membuat wingko buatannya lebih cepat dikenal luas dibanding usaha serupa yang tetap berada di Babat.
Seiring waktu, nama "wingko babat" justru dipahami banyak orang sebagai jenis wingko, bukan sebagai penanda asal daerah. Padahal kata "babat" dalam nama tersebut secara harfiah merujuk pada Kecamatan Babat, tempat jajanan ini pertama kali diciptakan. Tugu ini hadir untuk mengembalikan pemahaman itu ke tempatnya yang benar.
Tugu ini berada di bundaran Pasar Babat, sekitar 30 kilometer ke arah barat dari pusat Kota Lamongan. Lokasinya yang berada di jalur lintas utama memudahkan akses dari berbagai arah.
Dari Stasiun Babat, tugu ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 5-10 menit menggunakan ojek atau kendaraan online karena letaknya yang berdekatan dengan Pasar Babat.
Dari pusat Kota Lamongan, perjalanan menuju tugu ini memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam berkendara ke arah barat menuju Kecamatan Babat.
Bagi yang berangkat dari Surabaya, perjalanan darat menuju Babat memakan waktu sekitar 1,5-2 jam tergantung kondisi lalu lintas.

Indonesia

Hotel O near UNISLA formerly Homestay Bougenville

7.8/10
•


Pusat Kota Lamongan
Rp 171.219
Beberapa tips berikut bisa membantu Anda mendapatkan pengalaman terbaik saat singgah di Tugu Wingko Babat.
Setelah berfoto di tugu, sempatkan mampir ke Pasar Babat untuk membeli wingko asli buatan warga setempat sebagai bukti nyata bahwa jajanan ini memang berasal dari sini.
Untuk hasil foto terbaik, ambil sudut yang menonjolkan bentuk enam bulatan wingko raksasa di bagian atas tugu agar detail uniknya terlihat jelas.
Karena berada di persimpangan jalur utama menuju tiga kabupaten, bundaran ini cukup ramai kendaraan besar, jadi selalu utamakan keselamatan saat berfoto.
Jadikan kunjungan ini kesempatan berbagi fakta menarik bahwa wingko yang selama ini dikenal sebagai khas Semarang ternyata berasal dari Lamongan.
Tugu Wingko Babat membuktikan bahwa sebuah monumen sederhana bisa berperan penting meluruskan sejarah sebuah jajanan legendaris. Dari dapur rumahan di Babat pada 1898 hingga dikenal ke seluruh Indonesia lewat nama Semarang, kisah wingko ini menjadi pengingat bahwa akar sebuah tradisi kuliner terkadang tersembunyi jauh dari tempat ia menjadi populer.
Bagi wisatawan yang menjelajahi Lamongan, menyempatkan waktu singkat untuk mampir ke tugu ini sekaligus mencicipi wingko asli di Pasar Babat bisa jadi pengalaman kuliner sekaligus edukasi yang menyenangkan. Sebuah cara menarik untuk mengenal lebih dekat sejarah di balik jajanan yang mungkin sudah sering Anda nikmati.
Wed, 23 Sep 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 876.800
Tue, 22 Sep 2026

Batik Air
Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 693.600
Thu, 24 Sep 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 964.200
Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Lamongan dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Kereta ke Stasiun Babat dan Hotel di Lamongan, lalu lengkapi kunjungan Anda dengan Aktivitas di Lamongan untuk menjelajahi kuliner dan wisata alamnya lebih jauh.
Traveloka juga menghadirkan layanan lain seperti tiket pesawat, sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan rencanakan penjelajahan kuliner Anda ke Lamongan mulai sekarang.










