
Yasaka Pagoda merupakan salah satu landmark paling ikonis di Kyoto, Jepang. Menara kayu bertingkat lima ini berdiri di tengah kawasan bersejarah Higashiyama, dikelilingi jalanan tradisional, toko suvenir, dan rumah-rumah bergaya Jepang klasik. Siluet pagodanya menjadi latar foto favorit wisatawan yang ingin merasakan suasana Kyoto tempo dulu.
Selain menikmati arsitektur bersejarah, kamu bisa berjalan menyusuri jalan Ninenzaka dan Sannenzaka, mengunjungi kuil-kuil di sekitarnya, serta mencicipi kuliner khas Kyoto. Lokasinya juga relatif mudah dijangkau dari pusat kota.
Agar perjalanan lebih nyaman, simak panduan Yasaka Pagoda berikut, mulai dari sejarah, waktu kunjungan, transportasi dari Indonesia, pilihan makanan halal, hingga rekomendasi hotel sesuai bujet.
Baca Juga: 12 Rekomendasi Hotel dengan Spa di Kyoto
Nama resmi: Hokan-ji Temple (Hōkan-ji)
Lokasi: Higashiyama, Kyoto
Yasaka Pagoda, yang dikenal dalam bahasa Jepang sebagai Yasaka-no-to, merupakan pagoda lima tingkat milik Hokan-ji Temple. Bangunan ini menjadi salah satu penanda visual kawasan Higashiyama, area Kyoto yang masih mempertahankan banyak unsur arsitektur dan suasana kota tradisional Jepang.
Menurut informasi pariwisata resmi Kyoto, sejarah awal pagoda ini dikaitkan dengan Pangeran Shotoku pada 589. Namun, bangunan yang terlihat sekarang bukan bangunan asli dari masa tersebut. Pagoda ini mengalami kerusakan dan pembangunan kembali beberapa kali sepanjang sejarahnya.
Beberapa fakta utama Yasaka Pagoda yang perlu kamu ketahui:
1. Memiliki lima tingkat. Pagoda ini menjulang sekitar 46 meter dan menjadi salah satu bangunan kayu yang paling mudah dikenali di kawasan Higashiyama.
2. Dibangun kembali pada 1440. Bentuk pagoda yang berdiri sekarang berasal dari pembangunan kembali pada masa Muromachi.
3. Memiliki nilai arsitektur dan sejarah. Bangunan ini mencerminkan tradisi arsitektur keagamaan Buddha Jepang, termasuk susunan atap bertingkat dan konstruksi kayu tradisional.
4. Berada di kawasan wisata bersejarah. Posisinya di antara Kiyomizu-dera dan Yasaka-jinja membuatnya mudah disertakan dalam rute wisata jalan kaki.
5. Bagian dalam pagoda tidak selalu bisa dimasuki. Wisatawan dapat menikmati pemandangan pagoda dari jalan umum, sedangkan kunjungan ke bagian interior mengikuti jadwal dan aturan pengelola.
Yasaka Pagoda bukan hanya tempat untuk berfoto. Keberadaannya juga memperlihatkan hubungan antara bangunan keagamaan, perkembangan kawasan perkotaan, dan pelestarian warisan budaya di Kyoto. Karena berada di lingkungan permukiman bersejarah, wisatawan perlu menjaga ketenangan dan menghormati warga setempat selama berkunjung.
Tue, 10 Nov 2026

Jetstar Japan
Tokyo (NRT) ke Osaka (KIX)
Mulai dari Rp 608.518
Tue, 17 Nov 2026

Peach Airline
Sapporo (CTS) ke Osaka (KIX)
Mulai dari Rp 816.409
Tue, 27 Oct 2026

Trinity Airways
Seoul (ICN) ke Osaka (KIX)
Mulai dari Rp 1.027.792
Daya tarik utama Yasaka Pagoda terletak pada bentuk bangunannya yang menjulang di antara rumah-rumah tradisional Kyoto. Berbeda dari kompleks kuil yang memiliki gerbang masuk luas, pagoda ini berada di tengah jaringan jalan bersejarah yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.
Berikut beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan saat berkunjung.
Jalan ini merupakan salah satu sudut paling terkenal untuk memotret pagoda. Datanglah pagi hari agar suasana lebih lengang dan kamu dapat mengambil foto tanpa terlalu banyak orang di latar belakang.
Kedua jalan berbatu ini dipenuhi toko suvenir, kedai teh, dan bangunan tradisional. Kamu bisa membeli kerajinan lokal, mencoba camilan Jepang, atau sekadar menikmati suasana kawasan bersejarah.
Setelah melihat pagoda, lanjutkan perjalanan ke Kiyomizu-dera atau Kodai-ji Temple untuk mengenal lebih jauh warisan budaya Kyoto.
Beberapa penyedia jasa di kawasan Higashiyama menawarkan penyewaan kimono untuk wisatawan. Aktivitas ini cocok kalau kamu ingin berfoto dengan latar bangunan tradisional, tetapi pastikan memilih pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk berjalan.
Cahaya pagi memberikan atmosfer yang lebih tenang, sedangkan sore hari menghadirkan bayangan bangunan yang menarik untuk fotografi. Pada malam hari, suasana jalan dapat berubah, tetapi jangan berasumsi bahwa interior pagoda selalu dibuka atau diterangi untuk kunjungan wisata.
Perlu diketahui bahwa Yasaka Pagoda juga merupakan kawasan wisata yang ramai. Jika ingin mengambil foto, hindari menghalangi jalan, memasuki halaman rumah pribadi, atau mengarahkan kamera kepada warga tanpa izin.
Salah satu hal yang perlu dipahami sebelum berkunjung adalah perbedaan antara melihat pagoda dari jalan umum dan masuk ke bagian dalam bangunan.
Melihat Yasaka Pagoda dari luar tidak memerlukan tiket masuk. Kamu dapat menikmati pemandangannya dari jalan-jalan di sekitarnya tanpa harus membeli tiket khusus.
Sementara itu, akses ke interior pagoda memiliki jadwal yang tidak selalu tetap. Informasi pengunjung yang tersedia menyebutkan biaya masuk sekitar 500 yen untuk kunjungan ke bagian dalam, dengan pembukaan yang umumnya terbatas pada hari tertentu. Jadwal tersebut dapat berubah, sehingga konfirmasi langsung di lokasi menjadi langkah paling aman.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum datang:
Kunjungan dari luar: tidak memiliki jam loket khusus karena pagoda dapat dilihat dari jalan umum. Meski demikian, datanglah pada waktu yang wajar dan tetap menghormati lingkungan sekitar.
Kunjungan ke interior: jangan mengandalkan jadwal reguler tanpa konfirmasi. Periksa pemberitahuan di pintu masuk atau informasi terbaru dari pengelola.
Pembayaran: jika interior dibuka, siapkan uang tunai yen karena metode pembayaran dapat terbatas.
Hari libur dan kegiatan keagamaan: akses dapat berubah mengikuti kegiatan kuil atau kondisi setempat.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari, sekitar pukul 07.00–09.00, terutama jika tujuanmu mengambil foto di Yasaka-dori. Pada jam tersebut, jumlah pengunjung biasanya belum seramai menjelang siang. Datang lebih awal juga membuatmu punya waktu untuk menjelajahi Ninenzaka dan Sannenzaka sebelum toko-toko serta kawasan wisata semakin ramai.
Musim semi dan musim gugur menjadi periode populer untuk menikmati Kyoto. Pada musim semi, bunga sakura mempercantik sejumlah area kota, sedangkan musim gugur menghadirkan dedaunan merah dan jingga. Namun, kedua musim tersebut juga membawa lonjakan wisatawan.
Jika menginginkan suasana lebih tenang, pertimbangkan kunjungan pada hari kerja di luar periode liburan utama.
Bagi wisatawan Indonesia, perjalanan menuju Yasaka Pagoda dapat dimulai dengan penerbangan internasional menuju Jepang. Kyoto tidak memiliki bandara komersial internasional utama sendiri, sehingga wisatawan umumnya tiba melalui Kansai International Airport (KIX) di Osaka atau Tokyo, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kereta.
Berikut pilihan rute yang dapat dipertimbangkan:
Dari Indonesia menuju Kansai International Airport. Cari penerbangan dari Jakarta, Surabaya, atau kota keberangkatanmu menuju Kansai International Airport. Pilihan penerbangan langsung maupun transit bergantung pada maskapai dan tanggal perjalanan.
Dari KIX, naik kereta JR Haruka menuju Kyoto Station. Setelah tiba, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus kota atau taksi menuju kawasan Higashiyama.
Dari Tokyo menuju Kyoto. Jika penerbanganmu tiba di Tokyo, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan Tōkaidō Shinkansen. dari Tokyo Station menuju Kyoto Station. Setelah itu, gunakan bus atau kereta lokal untuk mencapai kawasan Yasaka Pagoda.
Dari Kyoto Station menuju Yasaka Pagoda. Salah satu pilihan adalah menggunakan bus kota menuju halte Kiyomizumichi atau Gojozaka, lalu berjalan kaki menuju pagoda. Rute jalan kaki melewati kawasan yang memiliki tanjakan dan jalan berbatu, sehingga kamu sebaiknya mengenakan sepatu yang nyaman.
Alternatif lainnya adalah menggunakan taksi dari pusat kota Kyoto. Pilihan ini lebih praktis jika bepergian bersama keluarga atau membawa barang, tetapi waktu tempuh bisa lebih lama saat lalu lintas padat.
Untuk perjalanan antarkota, pesan tiket kereta lebih awal jika kamu berkunjung pada musim sakura atau musim gugur. Kamu juga dapat mempertimbangkan layanan airport transfer dari bandara menuju hotel, terutama jika tiba malam hari atau membawa koper besar.
Kawasan Higashiyama dan Gion menawarkan banyak pilihan kuliner, mulai dari camilan tradisional, teh Jepang, mi, hingga hidangan daging. Kamu bisa menggabungkan wisata kuliner dengan berjalan kaki di Ninenzaka, Sannenzaka, dan jalan-jalan di sekitar Kiyomizu-dera.
Beberapa kuliner yang patut dipertimbangkan antara lain:
1. Matcha dan wagashi. Kyoto terkenal dengan teh hijau dan kue tradisional Jepang. Kamu bisa menikmati matcha bersama wagashi di kedai teh, tetapi periksa bahan kue jika memiliki pantangan makanan.
2. Yudofu. Hidangan tahu yang biasanya disajikan hangat dengan saus atau pelengkap. Hidangan ini populer di Kyoto, tetapi kuah dan sausnya perlu diperiksa jika kamu menghindari bahan tertentu.
3. Soba dan udon. Mi Jepang ini mudah ditemukan di kawasan wisata. Tanyakan bahan kuah karena kaldu dapat mengandung mirin, sake, atau bahan lain yang tidak sesuai dengan kebutuhan halal jika kamu seorang muslim.
4. Wagyu. daging sapi Jepang merupakan pilihan populer bagi pecinta kuliner. Namun, wagyu tidak otomatis halal; pastikan asal daging, bumbu, dan proses pengolahannya sesuai kebutuhanmu.
5. Camilan berbahan ubi atau kacang. Beberapa toko menjual camilan sederhana yang bisa menjadi pilihan, tetapi tetap periksa komposisi dan kemungkinan penggunaan gelatin atau alkohol.
Bagi wisatawan Muslim, ada beberapa pilihan restoran halal di kawasan Gion yang dapat dipertimbangkan, termasuk Halal Wagyu Ramen Shinjuku-Tei Kiyomizu Kyoto yang jaraknya hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari Yasaka Pagoda. Restoran ini bahkan menyediakan musala. Pilihan lainnya ada Gyumon Kyoto Gion yang jaraknya sekitar 10 menit berjalan, lalu ada juga Ichinenzaka 362 Cafe yang juga dekat dengan pagoda.
Catatan untuk wisatawan yang mengutamakan makanan halal: jangan hanya mengandalkan keterangan “tanpa babi” atau “vegetarian”. Kuah, saus, mirin, sake untuk memasak, serta peralatan yang digunakan bersama bahan nonhalal juga perlu diperhatikan.
Kamu dapat memeriksa direktori Muslim Friendly Kyoto yang membedakan kategori halal, Muslim Friendly, Muslim Welcome, dan pork-free. Jika membutuhkan kepastian sertifikasi, hubungi restoran terlebih dahulu dan tanyakan secara spesifik tentang bahan serta proses pengolahannya.
Kawasan Higashiyama memiliki banyak destinasi yang dapat dikunjungi dalam satu rute. Sebagian besar bisa dijangkau dengan berjalan kaki, sehingga kamu tidak harus berpindah kendaraan berkali-kali.
1. Kiyomizu-dera Temple. Kuil Buddha yang terkenal dengan teras kayunya dan pemandangan Kota Kyoto. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dan cocok dikunjungi sebelum atau sesudah menjelajahi Yasaka Pagoda.
2. Ninenzaka dan Sannenzaka. Dua jalan tradisional yang menawarkan toko suvenir, kedai teh, dan bangunan berarsitektur khas Kyoto. Keduanya juga menjadi jalur populer menuju Kiyomizu-dera.
3. Kodai-ji Temple. Kompleks kuil dengan taman Jepang yang indah, bangunan bersejarah, dan pemandangan musiman. Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih tenang.
4. Yasaka-jinja Shrine. Kuil Shinto yang terkenal dengan lentera dan Festival Gion Matsuri pada bulan Juli. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Gion dan dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Yasaka Pagoda.
5. Gion. Distrik bersejarah yang dikenal dengan rumah teh tradisional, jalan-jalan klasik, dan budaya geisha. Kawasan ini cocok untuk berjalan santai pada sore hari, tetapi wisatawan harus mematuhi aturan setempat terkait fotografi dan akses ke gang pribadi.
Jika memiliki waktu satu hari, kamu bisa memulai perjalanan pagi di Yasaka Pagoda, berjalan melewati Ninenzaka dan Sannenzaka, mengunjungi Kiyomizu-dera, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kodaiji dan Yasaka-jinja. Akhiri hari dengan menikmati suasana Gion.
Agar kunjungan ke Yasaka Pagoda berjalan lancar, perhatikan beberapa tips berikut.
Datang lebih pagi. Kawasan ini menjadi salah satu tujuan populer di Kyoto. Berkunjung sebelum jam sibuk membantu kamu menikmati suasana dan mengambil foto dengan lebih leluasa.
Gunakan alas kaki yang nyaman. Jalanan berbatu, tanjakan, dan jalur pejalan kaki di Higashiyama dapat melelahkan jika kamu mengenakan sepatu yang kurang sesuai.
Periksa cuaca. Musim panas di Kyoto dapat terasa panas dan lembap, sedangkan musim dingin cukup dingin. Bawa air minum, pelindung matahari, atau jaket sesuai musim.
Hormati warga setempat. Jangan memasuki gang atau halaman pribadi yang diberi tanda larangan. Hindari menghalangi jalan ketika mengambil foto.
Siapkan uang tunai. Beberapa toko kecil dan tempat wisata mungkin tidak menerima seluruh metode pembayaran elektronik.
Periksa jadwal interior pagoda. Jangan berasumsi bahwa bagian dalam Yasaka Pagoda selalu terbuka. Pastikan informasi kunjungan sebelum menyusun rencana perjalanan.
Rencanakan kebutuhan makanan halal. Simpan alamat restoran halal dan konfirmasikan jam operasionalnya. Jika perlu, pilih penginapan dengan akses mudah ke restoran yang sesuai kebutuhanmu.
Perhatikan barang bawaan. Kawasan wisata ramai berpotensi membuatmu sulit bergerak dengan koper besar. Jika memungkinkan, tinggalkan koper di hotel atau gunakan layanan penitipan bagasi.
Memilih penginapan di sekitar Higashiyama atau Gion membuat perjalanan ke Yasaka Pagoda lebih praktis. Kamu bisa datang pagi hari sebelum kawasan ramai dan melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain tanpa menghabiskan banyak waktu di transportasi.
Catatan penting: Kota Kyoto memberlakukan pajak akomodasi (pajak penginapan) yang direvisi dan berlaku mulai 1 Maret 2026. Pajak ini dipungut per orang per malam menginap dan dibayarkan langsung di tempat saat check-in (terpisah dari harga kamar saat pemesanan). Nilai pajaknya bergantung dari tarif kamar, yaitu mulai sekitar 200 yen hingga 10.000 yen (estimasi Rp20 ribuan hingga Rp1 jutaan).
Hotel SUI Kyoto Kiyomizu (dulu bernama Hotel Abest Grande Kyoto Kiyomizu) berada tepat di samping jalur Keihan dan hanya beberapa menit jalan kaki dari stasiun. Jaraknya ke Pagoda Yasaka hanya sekitar 1,5 km atau kira-kira 20-30 menit berjalan kaki. Fasilitas andalannya antara lain resepsionis 24 jam, dan Wi-Fi gratis. Tarif kamar mulai sekitar Rp2 jutaan.
Hotel Tavinos Kyoto berjarak sekitar 1,4 km ke Yasaka Pagoda. Hotel ini bisa menjadi alternatif buat kamu yang mencari akomodasi dengan konsep modern dan akses ke transportasi umum. Lokasinya juga memudahkan perjalanan menuju kawasan pusat kota Kyoto. Tarif kamar per malamnya mulai sekitar Rp1 jutaan.
The Pocket Hotel Kyoto Karasuma Gojo adalah hotel bintang 2 yang berjarak sekitar 2 km ke Yasaka Pagoda. Harga per kamarnya juga sekitar Rp1 jutaan. Konsep kamar dan fasilitasnya berbeda dari hotel konvensional, jadi sebaiknya periksa dulu ukuran kamar, kamar mandi bersama atau pribadi, serta aturan penyimpanan bagasi sebelum memesan.
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu bergantung pada waktu pemesanan, ketersediaan kamar, musim, promo, dan kebijakan platform.
Baca Juga:
Yasaka Pagoda adalah pilihan destinasi yang tepat kalau kamu ingin mengenal sisi tradisional Kyoto, mulai dari arsitektur bersejarah hingga jalanan klasik yang masih dipertahankan. Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa menikmati pagoda, menjelajahi kuil di sekitarnya, dan mencicipi kuliner khas Jepang dalam satu perjalanan.
Agar perjalanannya berjalan lancar, sebaiknya pesan akomodasi sejak jauh hari. Awali dengan memesan tiket pesawat ke kota pilihan di Jepang, lalu airport transfer jika diperlukan, berlanjut dengan pesan hotel yang terdekat dengan Yasaka Pagoda.






