peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya

Hotel di Jatiluhur

Purwakarta, Indonesia · 2 hotel tersedia

Cari & booking hotel dengan harga termurah di sini!

Berlangganan Info Promo Traveloka

Daftarkan email Anda untuk info tiket pesawat dan hotel promo serta diskon spesial dari Traveloka, GRATIS!

Don't worry, be app-y!

Download GRATIS Traveloka - Aplikasi Booking Tiket Pesawat dan Hotel sekarang juga!

Daftar Hotel di Jatiluhur

D'Cabin Hotel Container

Jalan Rasamala, Jatiluhur, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

8.2 / 10

Sangat Baik

Jatiluhur Hotel & Resort

Jalan Ir. H. Djuanda - Jatiluhur, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia, 41152

7.1 / 10

Baik

hotel lainnya

Tentang

Jatiluhur merupakan sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Jatiluhur dikelilingi oleh bendungan yang menjadi sumber pasokan air untuk PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di Jabodetabek, air minum, dan irigasi. Selain itu, bendungan tersebut juga digunakan sebagai tempat budidaya ikan keramba atau kolam terapung.

Di Jatiluhur juga terdapat berbagai macam objek wisata menarik, namun yang menjadi daya tarik dari kecamatan ini adalah bendungan Jatiluhur atau waduk Jatiluhur. Waduk Jatiluhur merupakan waduk terbesar yang ada di Indonesia.

Sejarah Waduk Jatiluhur

Di Jatiluhur, terdapat sebuah bendungan atau waduk yang sangat besar yang dibangun pada 1957 oleh seorang kontraktor Perancis. Dapat dikatakan bahwa bendungan Jatiluhur merupakan bendungan pertama dan terbesar yang ada di Indonesia. Bendungan ini memiliki berbagai macam fungsi dengan potensi air mencapai 12,9 miliar meter kubik per tahunnya. Bendungan Jatiluhur dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. Di dalam bendungan tersebut, terdapat 6 buah unit turbin dengan daya yang terpasang sekitar 187 MW dan menghasilkan tenaga listrik sekitar 1.000 juta KWH per tahun. Fungsi lain yang dimiliki oleh bendungan Jatiluhur adalah penyediaan air minum, pengendalian banjir, air irigasi sawah seluas 242.000 hektar dalam dua kali tanam setiap tahunnya, dan budi daya perikanan.

Selain difungsikan sebagai PLTA yang menggunakan sistem limpasan dan termasuk yang paling besar di dunia, daerah ini juga memiliki berbagai macam fasilitas rekreasi. Pembangunan dan peletakkan batu pertama kali di bendungan ini dilakukan oleh presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Ir. Soekarno pada 1957. Berdasarkan tulisan yang di buat oleh Prof. Dr. Ir. W.J Blommestein, kemudian dikaji kembali oleh Ir. Abdoelah Angudi dan Ir. Van Schravendijk, bendungan Jatiluhur selesai dibangun pada tahun 1967 dan diresmikan oleh presiden Soeharto. Pengawasan dan perencanaan dilakukan oleh kontraktor Perancis bernama Coyne et Bellier, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh Compagnie Francaise d’Enterprise. Sebenarnya, nama asli bendungan atau waduk Jatiluhur adalah adalah waduk Ir. H. Juanda.

Budaya di Jatiluhur

Kebudayaan yang ada di daerah Jatiluhur, Purwakarta dapat dilihat dari berbagai macam jenis kesenian tradisional yang ada di daerah ini, seperti kesenian tari Domyak dan Buncis. Tarian tersebut merupakan tarian khas dari Purwakarta. Selain itu, terdapat juga beragam kesenian, seperti reog wayang golek, celempungan, calung, ketuk tilu, jaipongan, jegung, serta kesenian lainnya di daerah Jawa Barat.

Bahasa Daerah di Jatiluhur

Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat asli kecamatan Jatiluhur dan sekitarnya adalah bahasa Sunda. Sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki beragam suku, budaya, dan bahasa, tentu kita wajib melestarikan kebudayaan dan bahasa daerah Indonesia. Oleh sebab itu, banyak masyarakat menggunakan bahasa Sunda di daerah ini.

Iklim di Jatiluhur

Kecamatan Jatiluhur memiliki Iklim tropis. Suhu di daerah ini sekitar 26 derajat celsius dengan musim hujan yang cukup banyak. Di daerah ini, biasanya musim hujan jatuh pada bulan Juli.

Wilayah Utama Jatiluhur

Kecamatan Jatiluhur memiliki luas sekitar 60,11 kilometer persegi yang terdiri dari 10 desa dengan 61 rukun warga (RW) dan 206 rukun tetangga (RT). Batas wilayah dari kecamatan Jatiluhur di sebelah utara adalah Kabupaten Karawang, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Sukatani, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Pasawahan, dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Purwakarta dan kecamatan Babakancikao.

Cara ke Jatiluhur

Jika Anda ingin menuju ke Jatiluhur dari Jakarta menggunakan mobil pribadi, Anda bisa melewati tol cipularang. Jarak yang dibutuhkan dari Jakarta ke Jatiluhur, Purwakarta tidak terlalu jauh. Anda hanya keluar di gerbang Tol Jatiluhur, kemudian tinggal mengikuti petunjuk arah menuju ke waduk Jatiluhur.

Bagi yang ingin menggunakan angkutan umum, Anda dapat menggunakan bus ekonomi dari Bandung atau Jakarta, kemudian turun di Terminal Ciganea. Setibanya di sana, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum merah bernomor 11 untuk tujuan waduk Jatiluhur.

Untuk yang ingin menggunakan jalur kereta api, Anda bisa menuju ke Stasiun Purwakarta. Dari stasiun, Anda harus naik angkutan umum nomor 03 menuju Terminal Ciganea, kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum nomor 11 berwarna merah menuju waduk Jatiluhur.

Objek Wisata di Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Objek wisata yang ada di Jatiluhur dan menjadi satu-satunya objek wisata yang paling terkenal dan menarik adalah waduk Jatiluhur. Tidak hanya menjadi yang terkenal di Purwakarta, waduk ini juga menjadi waduk terbesar yang ada di Indonesia. Objek wisata ini akan menjadi tempat yang sangat menarik karena Anda dapat melakukan berbagai macam kegiatan, seperti berfoto bersama keluarga, bermain di tepi waduk, menikmati pemandangan dan matahari terbenam, makan bersama di restorana yang ada di waduk Jatiluhur, dan memancing ikan.

Di waduk Jatiluhur, Anda bisa menambah pengetahuan tentang bendungan terbesar yang ada di Indonesia, serta fungsi dan sejarah dari waduk tersebut. Untuk Anda yang menyukai kegiatan memancing, Anda wajib mendaftarkan data diri sesuai peraturan pihak pengelola. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu membayar biaya administrasi dan memberikan data diri, kemudian pihak pengelola akan memberikan surat izin memancing. Memancing ikan di waduk Jatiluhur akan sangat menyenangkan karena terdapat beberapa jenis ikan seperti ikan patin, ikan mas, ikan nila, ikan belida, ikan mujair, dan ikan bandeng di dalam waduk tersebut. Tidak hanya jenis ikan biasa, menurut warga sekitar, terdapat beberapa jenis ikan aligator yang bisa dibilang cukup berbahaya di waduk Jatiluhur. Untuk kegiatan memancing, Anda dapat menyewa sebuah rakit, kapal, atau memancing di pinggir waduk. Fasilitas yang ada di waduk Jatiluhur juga cukup lengkap.

Jatiluhur Water World

Di dekat waduk Jatiluhur juga terdapat sebuah objek wisata menarik, yaitu Jatiluhur Water World. Objek wisata ini akan selalu ramai oleh para pengunjung pada hari libur. Objek wisata yang mempunyai tema tematik atau air ini memiliki berbagai macam wahana seluncuran dengan ketinggian yang berbeda. Terdapat juga area bermain anak, seperti taman bermain dan beberapa fasilitas kolam renang yang bagus dan lengkap. Jika Anda sedang berkunjung ke waduk Jatiluhur, jangan lupa untuk mampir ke Jatiluhur Water World. Dari Jakarta, Jatiluhur Water World berjarak tempuh sekitar 120 kilometer, sedangkan dari Bandung membutuhkan jarak tempuh sekitar 70 kilometer.

Wisata Kuliner di Jatiluhur

Makanan khas Sunda yang wajib Anda coba dan cukup terkenal di daerah Jatiluhur adalah ayam goreng, ayam bakar bakakak, sate maranggi, simping, peuyeum bendul, manisan pala, gula cikeris, colenak, teh hijau, dan opak. Makanan ringan seperti manisan pala, opak, dan lainnya dapat Anda jadikan sebagai buah tangan untuk keluarga tercinta.

Tips Berwisata di Jatiluhur

  • Bagi Anda yang ingin berwisata ke Jatiluhur, disarankan agar selalu membawa payung atau pergi pada musim kemarau karena daerah ini bisa dibilang memiliki musim hujan yang cukup banyak.
  • Tak hanya di Kecamatan Jatiluhur, tempat menarik lainnya yang ada di Purwakarta juga cukup banyak. Oleh karena itu, jangan lupa untuk berkunjung ke beberapa tempat menarik yang ada di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.
  • Selain makanan, Anda juga bisa membawa beberapa oleh-oleh, seperti wayang golek, kain songket, kerajinan bambu, keramik Plered, dan masih banyak lagi.
?
Perlu Bantuan?