PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya
  1. Hotel
  2. Indonesia(18.599 hotel)
  3. Jawa Timur(1.965 hotel)
  4. Probolinggo(91 hotel)
  5. Sukapura(66 hotel)
  6. Hotel Nadia Bromo

Hotel Nadia Bromo

Hotel
Jl. Raya Bromo km 31, Sapikerep, Sukapura, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia, 67254
Terrace
Lihat semua foto
Berdasarkan 16 review traveler
Resepsionis 24 Jam
Restoran

Tempat menarik terdekat
Madakaripura Waterfall
(5,94 km)
Mount Bromo
(9,60 km)
Bromo Tengger Semeru National Park
(15,83 km)
Ranu Kumbolo Lake
(20,40 km)
Review pengguna Traveloka
Review pengguna

Berdasarkan 2 ulasan

Tampilkan ulasan yang menyebutkan ...
6,1
- Liburan Keluarga
Lokasi lumayan, hanya kamar saja yang kotor padahal sprei baru diganti, katanya
8,5
- Liburan Keluarga
Kamar luas bias untuk keluarga, dan makanan qualitas dan rasa baik.
First
Prev
1
Next
Last
Berdasarkan
16 review
Rating
Lokasi
Kamar
Layanan
Nilai
Kebersihan
Review dari
Bisnis1
Pasangan5
Wisata sendiri0
Keluarga2
Berlibur dengan teman6
Hasil Penilaian
Sangat Buruk
6
Buruk
5
Rata-rata
5
Sangat Bagus
0
Luar Biasa
0
M4tz
Kapok
Kami Check in hotel jam 10 malam..badan sdh capek perut juga lapar..tanya reception katanya resto tutup jam 23.00 jd msh ada waktu buat mandi.putar kran air panas ternyata cm hangat kuku.masuk resto jam 22.30 katanya sdh tutup dan makanan habis.puasa deh mlm ini.katanya lg breakfast siap jam 9 pagi setelah selesai tour jam 9 ternyata di resto kagak ada apa2 dan harus nunggu dibuatin.pas makan lalatnya banyak bgt.kesimpulannya menyesalll..
Bisnis - 24 Jul 2016
astitih
Hotel rata2 di area Bromo
Kami sekeluarga stay di hotel ini minggu lalu dalam perjalanan ke bromo Hotel sudah relatif tua dan tidak mendapat maintenance yang baik, lokasi lumayan bagus tidak terlalu jauh dan tidak juga terlalu dekat dengan pusat kegiatan di bromo... sehingga cuaca dan alam sangat bagus. Breakfast sangat jelek, dan tidak ditambahkan walau sudah habis dan masih ada tamu Kami juga menyewa kendaraan jeep dari pihak hotel untuk ke bromo, dan terjadi incident dimana mobil mogok dan hampir menimbulkan kecelakaan ( syukurnya kami sudah berada di daerah yang rendah ).... plus kami harus menunggu lebih dari 30 menit untuk jemputan... namun tidak ada sedikitpun permintaan maaf dari staff hotel
Keluarga - 26 Jun 2015
SERENA ERLINA P
KUTU di kamar tidur, di mana-mana ! Seprai kotor, sedikit air, kadang tidak ada air panas, menyeramkan
Kami hanya menginap semalam (terimakasih TUHAN) dari 29 Juni dan keluar 30 Juni 2013, hanya untuk mengunjungi gunung BROMO. Kami grup dan saya diberikan kamar 24, ketika saya membuka pintu... LALAT di atas kasur, di laintai, jendela, bahkan kamar mandi. Saya langsung meminta staf mengambil baygon dan menyemprot seluruh ruangan... Seprai kasur sangat kotor. Saya langsung tahu mereka tidak mengganti seprai dan sarung bantal. Untungnya saya membawa beberapa sarung bantal batu karena saya tahu akan menginap di hotel tidak terkenal di "desa"... Air berhenti di malam hari sekitar jam 9, saya mengabarkan staf dan mereka berkata akan memperbaikinya, tidak lama air mengalir kembali tapi sangat kecil :-( dan ait panas sepertinya berhenti "beroperasi" juga!!! Saya tidak pernah mengharapkan matras king koil, tapi setidaknya kamar harus bersih! Ketika saya bertanya ke staf, mereka berkata hotel dekat dengan peternakan sapi, tapi tidak berbau... Udaranya bersih dan segar! Sangat disayangkan, hotel ini bisa menjadi akomodasi yang bagus jika mereka bisa merawatnya. Saya segera keluar setelah perjalanan ke Bromo dan berharap tidak pernah kembali ke tempat yang menyeramkan lagi! Harganya Rp. 650.000 per malam, tapi kami mengalami "satu malam tidur di tempat sampah" :-(
- 1 Jul 2013
JRYN
Mulailah pengalaman menginap Anda yang penuh dengan petualangan
Saat saya tahu bahwa saya menginap di Hotel Nadia, saya mulai mencari ulasan dan gambar dari tempat ini di google. Berhasil menemukan beberapa foto tapi ulasannya sedikit, jadi saya akan memberikan beberapa info yang berguna. Atur pola pikir Anda bahwa ini adalah tempat penginapan yang melayani kebutuhan dasar, jangan mengharapkan layanan hotel bintang 5 di sebuah desa. Kami sampai di hotel pada pukul 7 malam, langit sudah gelap seakan sudah pukul 10 malam. Waktu lokal berada satu jam di belakang waktu sgd. Hal pertama yang kami lihat, staf yang tersenyum dan mengatakan "kamar 6" dan menunjuk ke arah kamar kami. Itu terlalu cepat bagi resepsionis untuk memperhitungkannya dan pintu sudah dibuka dengan lampu menyala untuk menyambut kami. Lantainya bersih bersinar dengan sedikit furnitur, tidak ada lemari es, tv hanya untuk tampilan dan tidak berfungsi namun secara keseluruhan kondisinya baik. Namun, kamar mandi alias toilet masih belum diperbaiki, dengan noda karat di pintu/pegangan... Untungnya, ada pemanas air (sangat tradisional, bukan listrik tetapi api di mana berfungsi seperti kompor) yang menyelamatkan kami dari air dingin. Juga, saran kami: tutuplah lubang air di malam hari sebelum Anda tidur dengan tempat sampah di atasnya. Hal ini akan mencegah tikus masuk kamar Anda di malam hari yang ingin mencari makanan sisa atau yang telah Anda buang. Jangan jijik atau takut, tikus terpikat oleh Anda. Jadi cobalah untuk menjaga kebersihan, lebih baik menempatkan makanan jauh dari tempat tidur. Meskipun tidak ada kipas angin di kamar, udara alami yang ada sesejuk udara pendingin ruangan. Saat kami berjalan-jalan di luar, terasa dingin. Kami makan malam di restoran mereka yang kosong, hanya ada kami berdua di meja sudut. Variasi makanan sangat terbatas dan minumannya tidak dingin. Ayam goreng yang kami pesan tidak lembut tapi padat dan keras. Oke, akan lebih baik jika memesan kelezatan lokal mereka, Nasi Goreng atau Mi Goreng. Waktunya tidur, kami merasa sedikit tidak nyaman di tempat tidur, merasa gatal sepanjang malam. Mungkin serangga tapi tidak ada tanda-tanda gigitan pada tubuh kami keesokan harinya. Mungkin Anda dapat membawa sprei sendiri untuk menutupi bagian atas tempat tidur sebelum berbaring. Jika Anda ingin pijat, Anda juga dapat mengaturnya dengan staf hotel. Sarapan juga dapat diantar ke kamar Anda jika Anda mau. Jangan lupa untuk membawa colokan universal. Saya juga menyarankan untuk membawa termos air panas ukuran standar, saat lapar di malam hari Anda dapat memasak mie gelas atau pergi ke puncak gunung untuk menyaksikan matahari terbit. Tidak ada ketel air elektrik di kamar dan jika Anda memerlukan air panas, Anda harus mendapatkannya dari restoran. Selain itu, mendaki gunung pada pukul 3 pagi terasa dingin. Lebih baik membawa syal atau apa pun yang dapat menghalangi pasir masuk ke mulut & hidung Anda. Dan keesokan harinya saat kami menginap, tempat itu penuh sesak dengan orang-orang (bukan turis) dan penuh dengan mobil di luar setiap kamar. Saya mendengar dari petugas keamanan bahwa mereka mengadakan pertemuan tahunan atau sejenisnya. Dia juga mengatakan kepada kami bahwa kamar yang kami tinggali sudah berumur 10 tahun, sedangkan bangunan lain yang terlihat seperti toilet berumur 5 tahun, dan yang berada di depan kami baru dibangun. Secara keseluruhan, tempat ini tidak buruk untuk tinggal di sana dengan banyak penduduk yang ramah. Persiapkan diri Anda dengan baik dan nikmatilah perjalanan yang penuh petualangan ini.
- 26 Sep 2012
TDMullen
Anda hampir bisa mendengar banjo yang dimainkan...
Bayangkanlah irama yang berasal dari gamelan yang dimainkan dengan paduan suara nyanyian imam mengiringinya dan itulah ringkasan suasana di Hotel Nadia. Kami mengunjunginya saat bulan Ramadhan jadi hotel itu hampir kosong, dan masih dalam tahap pembangunan yang mengarahkan kami pada pengalaman menginap yang sangat menakutkan. Seseorang akan berpikir sepinya pelanggan akan mengakibatkan banyaknya staf yang menganggur, tetapi tidak ada, kami tidak bisa menjumpai siapa pun kecuali seorang pelayan di restoran. Menunya, dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan sedikit terjemahan (Ayam dengan Saus Barat) agak terbatas, dan itu karena saat itu bukanlah puncak liburan sehingga hanya ada beberapa piring saja. Saya memilih ayam asam manis dengan nasi goreng (fried rice) dan teman saya memesan ayam yang sama (ayamnya begitu matang seperti pengalaman kami di Gilimanuk saat awal perjalanan kami). Ketika makanan tiba kami menyadari bahwa gadis itu tidak sendirian dan seluruh staf ada, setelah mengantarkan makanan kami, dia kembali ke dapur untuk menatap kami melalui jendela anehnya. Makanannya secara mengejutkan enak, namun kami menyudahinya karena sekarang ada enam orang yang sedang menonton kami makan melalui jendela pelayanan. Setelah makan malam, kami membeli beberapa gelas bir (sangat mahal seharga 40K rupiah) kemudian kembali untuk memeriksa kamar, Superior Suite (seharusnya kelas tertinggi dari kamar yang mereka miliki) dan terkejut, untuk 600K rupiah semalam kami berharap lebih dari sekedar televisi CRT, tidak ada pendingin ruangan, dua tempat tidur ganda dengan banyak noda dan kotoran di seprai, salah satunya adalah seprai bergambar "Hello Kitty." Pada awalnya kami menganggap kamar ini ditinggalkan oleh tamu sebelumnya yang memilikianak, karena kamarnya jelas tidak dibersihkan, tapi setelah melihat melalui jendela kamar lain (semua gelap dan kosong) setiap kamar memiliki hal yang sama. Tidak hanya itu, tapi tercium bau basah dan noda yang tampak pada dinding. Karena sudah malam, kami memutuskan untuk menghabiskan sedikit waktu di kamar, dan bersantai di balkon untuk minum Bintang yang telah kami beli saat makan malam. Sekitar pukul 10:00 malam kami lega karena menemukan beberapa wisatawan Jerman muncul di hotel, dan itu dapat menghilangkan cerita horor dari imajinasi kami yang berlebihan sejak awal. Dengan pikiran kami yang telah diistirahatkan dan bangun lebih awal keesokan harinya, kami memutuskan untuk mengubahnya. Tempat tidur yang keras, dan saya yakin penuh dengan serangga jahat. Karena kurangnya selimut, dan hanya dengan bulu hello kitty untuk melindunginya dari dinginnya malam di pegunungan, teman saya tidak tidur sama sekali. Kami dibangunkan pada pukul setengah dua pagi oleh seorang pria gunung menakutkan yang mengetuk jendela kami, dan memberitahu kami "waktunya untuk pergi, waktunya untuk pergi" kemudian kami sadar bahwa perjalanan kami tidak sampai pukul 4, kami tidur lagi, kemudian dia kembali lagi pada pukul 3 pagi bahkan dengan suara lebih keras, kami berpakaian, bersiap-siap, dan kami siap pada pukul 3.30. Perjalanan dari Gunung Bromo, kami akui, menakjubkan, dengan pemandangan matahari terbit yang indah, dan Jeep nyaman yang disediakan oleh hotel, sayangnya dengan sopir yang tidak memiliki kemampuan rem tangan sehingga saat menanjak dan merubah gigi dia membiarkan kami bergulung ke bawah sampai 5 meter! Sangat menakutkan saat Anda terjatuh 300m di sisi jalan. Kami kembali ke Hotel Nadia pada pukul 8:30 pagi untuk mandi dan berkemas. Kamar mandi itu tidak cukup kotor dari tipe kamar yang tersisa tapi di ubin putih terdapat kotoran yang membuatnya tampak cukup menjijikkan, tinggi kamar mandi itu sekitar lima kaki dari tanah sehingga tidak ada pria dengan tinggi normal seperti saya bisa menggunakannya, jadi saya mencoba untuk mandi menggunakan bak mandi, airnya menetes dan setelah hampir setengah jam bak mandi baru terisi kurang dari setengahnya, dan saya menyadari bahwa air panas telah habis karena air dingin mengalir dengan deras, tapi rasanya seperti laut Arktik. Ini adalah hal yang sangat buruk, jadi saya memilih untuk mencoba mandi dalam posisi jongkok dan dengan susahnya meletakkan pancuran di atas kepala dan menyalakannya, tidak ada termostat ataupun mixer, hanya sekali tekan sehingga membuat saya hampir beku dan perlahan-lahan menghangat setelah sekitar 2 menit dan itu benar-benar terlalu panas untuk menggunakannya secara aman. Saya menyerah dan mencuci rambut dan wajah saya ke dalam baskom kecil, mengeringkan badan dengan handuk kecil (jujur, tempat itu sepertinya hotel untuk orang cebol) dan saya tidak tahu bagaimana mengosongkan bak mandi dari air hangat karena tidak ada rantai atau kait yang dapat ditarik ke atas. Setelah itu kami buru-buru check out. Cerita horor kami berakhir, kami melaju pergi meninggalkan Hotel Nadia sejauh mungkin.
- 26 Jul 2012
Lihat review lainnya

Fasilitas hotel

Keterangan

Ketentuan hotel

  • Servis Hotel
    • Laundry
    • Jasa tur
    • Resepsionis 24 jam
  • Fasilitas Publik
    • Layanan kamar
    • Restoran
  • Transportasi
    • Penyewaan sepeda
    • Sewa mobil
  • Kegiatan Lainnya
    • Taman
  • Fasilitas Bisnis
    • Fasilitas rapat

    Check-in and Check-out Time

    Check-in: 14.00
    Check-out: 12.00

    Lokasi
    Hotel Nadia adalah hotel di lokasi yang baik, tepatnya berada di Sukapura.

    Selain letaknya yang strategis, Hotel Nadia juga merupakan hotel dekat Air Terjun Madakaripura berjarak sekitar 5,94 km dan Gunung Bromo berjarak sekitar 9,6 km..

    Tentang Hotel Nadia

    Menginap di Hotel Nadia tak hanya memberikan kemudahan untuk mengeksplorasi destinasi petualangan Anda, tapi juga menawarkan kenyamanan bagi istirahat Anda.

    Hotel Nadia merupakan hotel rekomendasi untuk Anda, seorang backpacker yang tak hanya mengutamakan bujet, tapi juga kenyamanan saat beristirahat setelah menempuh petualangan seharian penuh.

    Bagi Anda yang menginginkan kualitas pelayanan oke dengan harga yang ramah di kantong, Hotel Nadia adalah pilihan yang tepat. Karena meski murah, akomodasi ini menyediakan fasilitas memadai dan pelayanan yang tetap terjaga mutunya.

    Hotel Nadia adalah tempat bermalam yang tepat bagi Anda yang berlibur bersama keluarga. Nikmati segala fasilitas hiburan untuk Anda dan keluarga.

    Menikmati perjalanan sendiri adalah hal yang menyenangkan. Untuk menginap, Hotel Nadia adalah pilihan pas bagi Anda yang membutuhkan waktu sendiri setelah puas berkeliling kota.

    Hotel Nadia adalah pilihan cerdas bagi Anda yang ingin menginap di hotel dengan harga terjangkau, namun tetap memberikan pelayanan yang baik.

    Resepsionis siap 24 jam untuk melayani proses check-in, check-out dan kebutuhan Anda yang lain. Jangan ragu untuk menghubungi resepsionis, kami siap melayani Anda.

    Terdapat restoran yang menyajikan menu lezat ala Hotel Nadia khusus untuk Anda.

    Hotel Nadia adalah pilihan cerdas bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sukapura.

    Nadia Hotel is located at Ds. Sapi Kerep distance to Mt. bromo: approximately 17km and 27km to Sunrise point Pananjakan
    Going to Mt. Bromo, you may order Jeep. It takes about 90 - 120 minutes to Pananjakan Sunrise Point. There is entrance fee require entering National Park Mt.Bromo. We suggest to depart from hotel at 2pm, especially during high season, traffic and queuing at the entrance post sometimes happened.
    Pick up arrangement from airport in Surabaya or Train station in Probolinggo available upon request, please contact +6281353207888
    Disclaimer: Adalah tanggung jawab hotel untuk memastikan akurasi foto hotel. Traveloka.com tidak bertanggung jawab atas ketidak-akuratan foto hotel. Harga kamar yang ditampilkan adalah untuk tamu dewasa. Anak-anak mungkin akan dianggap sebagai tamu dewasa dan dikenakan biaya penuh kecuali jika tertera sebaliknya. Harga kamar belum termasuk sarapan dan sarapan akan dikenakan biaya oleh hotel kecuali jika tertera sebaliknya.
    evtbvsrwfq