peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya

Hotel dekat Kawah Ijen

Bondowoso, Indonesia · 2 hotel tersedia

Cari & booking hotel dengan harga termurah di sini!

Berlangganan Info Promo Traveloka

Daftarkan email Anda untuk info tiket pesawat dan hotel promo serta diskon spesial dari Traveloka, GRATIS!

Don't worry, be app-y!

Download GRATIS Traveloka - Aplikasi Booking Tiket Pesawat dan Hotel sekarang juga!

Hotel-hotel Populer Dekat Kawah Ijen

Hotel Catimor

Kalianyar, Sempol, Bondowoso, Indonesia, 68288

6.8 / 10

Lumayan

Hotel Arabica

Kebun Kalisat Jampit Sempol, Bondowoso, Indonesia, 68288

7.6 / 10

Baik

Ijen Resto and Guest House

jalan Kawaijen No.1 RT.02 / RW.04, Jambu, Taman sari, Licin, Banyuwangi, Indonesia, 68454

7.8 / 10

Baik

Grand Harvest Resort & Villas - Ijen

Tamansari, Licin, Banyuwangi, Indonesia, 68454

8.8 / 10

Sangat Baik

Randu Agung Maulida's Guest House

Desa Randu agung Licin, Banyuwangi, Indonesia

Ijen Asparin Homestay

Desa Randu Agung Licin, Banyuwangi, Indonesia, 68432

Herry's Guest House 1

Jalan Perkebunan kalibendo, dusun rejopuro, Banyuwangi, Indonesia, -

Kampoeng Joglo Ijen

Desa Banjar, Kecamatan Licin , Banyuwangi - Jawa Timur, Banyuwangi, Indonesia, 68432

8.6 / 10

Sangat Baik

Ijen Resort and Villas

Dusun Pesucen Randu Agung RT. 2 RW. 2 Desa Kluncing, Kec. Licin Banyuwangi, Banyuwangi, Indonesia, 68454

8.2 / 10

Sangat Baik

Kawah Ijen Inn

Dusun Glondok, RT.01 / RW.01 Licin, Banyuwangi, Indonesia, 68454

8.2 / 10

Sangat Baik

Ijen Homestay

Jl. Raya Licin No. 35, Dsn. Karangan, RT/RW 001/003 Ds. Licin, Kec. Licin, Banyuwangi, Indonesia, 68454

Harris Ijen Crater Homestay

Jln. Kenjo Glondok, Dusun Glondok, Desa Licin, Banyuwangi, Indonesia

Herry's Guest House 2

Jalan Raya Ijen, Dusun Glondok, Desa Licin, Banyuwangi, Indonesia, -

Mi Casa Guest House

Dusun Panggung RT/RW 002/002, Desa Banjar, Kecamatan Licin - Banyuwangi - Jawa Timur, Banyuwangi, Indonesia, 68454

Ijen Cliff Resort

Jelun Road, Ledok, Licin, Banyuwangi, Banyuwangi, Indonesia, 68454

8.0 / 10

Sangat Baik

Larosa Homestay Banyuwangi

Desa Kemiren, Dusun Krajan RT 04 RW03 Kec. Glagah, Banyuwangi, Banyuwangi, Indonesia, 68412

Grand Hill Hotel and Villa

Jalan Raya Situbondo, Selogiri, Ketapang, Banyuwangi, Indonesia, 68455

8.4 / 10

Sangat Baik

Bangsring Breeze

Jl. Raya Situbondo Km 17, Dusun Krajan Deze Bangsring, Banyuwangi, Indonesia, 68453

Homestay Rehati Adris 9 Kemiren

Dusun Krajan RT 2 RW 2, Kemiren, Glagah, Magelang, Indonesia, 68432

Homestay Rohaniah 10 Kemiren

Dusun Krajan RT 2 RW 2, Kemiren, Glagah, Magelang, Indonesia, 68432

Tentang

Gunung Ijen atau yang lebih dikenal dengan Kawah Ijen termasuk jejeran gunung aktif hingga saat ini. Lokasinya berada di antara tiga kabupaten, yaitu Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang yang mengindikasikan bahwa gunung ini masih tergolong aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka sambil menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya. Tidak heran jika gunung yang memiliki ketinggian 2.443 m di atas permukaan laut ini ditutup sewaktu-waktu ketika ada gejala gunung ini akan meletus.

Meski begitu, Kawah Ijen merupakan tempat yang indah dan mengagumkan. Tidak sedikit wisatawan yang berminat untuk menjadikan kawah ijen sebagai objek wisata. Bahkan telah menjadi objek wisata yang paling favorit karena memiliki pemandangan yang eksotis. Apalagi kawah ijen termasuk salah satu pusat danau kawah terbesar di dunia yang memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hydrogen klorida dengan luas kurang lebih 5.466 hektar.

Keeksotisan danau ini dikarenakan adanya sentuhan warna dari danau belerang yang berwarna hijau toska sehingga menarik perhatian pengunjung. Namun kawah ijen ini memiliki keasaman no (sangat asam) dan memiliki kedalaman berkisar 200 meter.

Di bagian barat Kawah Ijen ini terdapat sebuah bendungan atau dam yang dibuat pada masa penjajahan Belanda. Hal ini ditujukan untuk menghindari meluapnya air kawah tersebut. Bendungan yang kini sudah tidak difungsikan tersebut terbuat dari bahan beton dan bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata di Kawah Ijen, namun jalan untuk menuju ke sana terbilang sangat sulit untuk dilewati.

 

Sejarah

Sejarah Terbentuknya Gunung Ijen

Komplek Ijen terkenal dengan pusat aktivitas vulkanik di pulau Jawa yang berada di Jawa Timur dekat dengan Kota Banyuwangi. Kompleks ini termasuk sebuah kaldera yang begitu besar dengan beberapa bangunan-bangunan vulkanik lainnya. Di antaranya termasuk Gunung Ijen dan Gunung Raung yang paling terkenal aktifnya.

Di atas Gunung Ijen terdapat sebuah kawah yang memiliki derajat keasaman yang sangat tinggi dan terisi air yang telah mengalami mineralisasi vulkanik. Sehingga kawah tersebut dikenal dengan Kawah Ijen.

Selain itu terdapat sebuah solfatara permanen di area tepi danau yang terus-menerus menghasilkan belerang murni. Dmana penambang berasal dari pekerja lokal. Di kawasan tersebut juga tidak jarang terjadi ledakan akibat adanya kegiatan freatik yang terjadi di tengah danau. Adanya aktivitas freaktif ini dijadikan sebagai indikasi ancaman utama aktifasi gunung terebut.

Adanya Kaldera Ijen

Di zaman pra-kaldera, sebelum terbentuknya kaldera, diperkirakan bahwa telah terbentuk Stratovolcano tunggal (Paleo Ijen) dengan ketinggian kurang lebih 3.500 meter. Gunung yang berisi lava dan pyroclastics tersebut berada di atas endapan berupa batu gamping yang telah berumur Miosen (12,5 juta tahun).

Peresmian kaldera diduga berhubungan dengan letusan yang bervolume sangat besar dan menghasilkan endapan aliran piroklastik mencapai ketebalan 100 hingga 150 meter. Bagian utara lereng kompleks Gunung Ijen adalah kawasan yang paling luas. Sehingga disimpulkan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar 50.000 tahun yang lalu dan dianalisa bahwa umur dari pada K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung Blau yang dianggap sebagai unit pasca kaldera paling tua. Di saat itu pula lah diduga terbentuk danau kawah di lantai kaldera. Di mana danau tersebut merupakan danau sedimen yang terdiri dari serpih, pasir, dan saluran sungai endapan di dekat Blawan sebelah utara.

Danau Air Aki

Sempat dibangun sebuah bendungan untuk mengatur tingkat air tahun 1921, namun meski dibuat sebuah bendungan, terjadi rembesan air keluar melalui pori-pori dinding bendungan tersebut. Hal itu mengakibatkan sepanjang sungai menjadi asam sekitar 40 km. hal ini terjadi setelah adanya rekahan di dalam kaldera yang menyebabkan air menerobos tepi kaldera dan mencapai tempat tinggal warga di dataran uluvvial sebelum mencapai Laut Jawa. Hampir seluruh daerah yang air sungainya asam digunakan untuk irigasi. Di mana perkebunan kopi menutupi dataran tinggi yang ada di dalam kaldera.

Danau Kawah

Danau kawah berbentuk oval pada ketinggian 2200 mdpl. Belanda sempat membangun sebuah bendungan pada tahun 1921 yang difungsikan untuk mengatur ketinggian air dan mencegah limpahan bencana selama musim hujan. Mulanya danau ini menggunakan pintu air, namun saat ini sudah tidak dapat dioperasikan lagi dikarenakan danaunya bocor. Saat itu morfologi dasar danau kawah telah mengalami perubahan yang signifikan. Kedalamannya tercatat kedalaman maksimum sekitar 198 meter di tahun 1925. Kemudian, pada tahun 1938 titik terdalam berpindah ke arah barat dengan hasil yang lebih besar kedalamannya. Namun, pada tahun 1996 pengukuran kedalaman yang terbaru menunjukkan bahwa kedalaman maksimum sedikit berkurang.

Keasaman Danau Kawah Ijen

Keasaman kawah ini dikarenakan reaksi-reaksi yang diakibatkan adanya interaksi air dengan batuan panas hasil bekuan magma dan uap-uapnya dalam suhu yang cukup tinggi. Apalagi danau ini berperan sebagai kondensor karena bahan yang mudah menguap dan juga merupakan calorimeter yang dipasok oleh reservoir magmatic dangkal. Setelah itu dapat disuplai oleh sistem danau kawah berupa injeksi semburan uap magmatic melalui rekah-rekah. Hal ini berhubungan dengan dasar fumarol atau melalui air asin panas yang masuk di dasar danau. Dengan begitu interaksi antara air hujan, panas, kimiawi batuan, dan juga uap magma bercampur dan menjadikan air danaunya asam.

 

Cara Menuju Kawah Ijen

Akses menuju kawah ijen terbilang cukup mudah, namun tetap perlu berhati-hati karena terdapat jalanannya licin. Ada dua akses menuju ke sana. Yang pertama melalui jalur utara dan melalui jalur selatan. Jika Anda dari jalur arah utara, maka bisa melalui Situbondo menuju arah Sempol yang ada di Bondowoso. Setelah itu melewati Wonosari dan dilanjutkan ke Paltuding. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 93 km Situbondo - Paltuding, dan membutuhkan waktu sekitar 2 setengah jam.

Sedangkan jika Anda menggunakan arah selatan, maka bisa melalui Banyuwangi menuju kawasan Licin yang berjarak sekitar 15 km perjalanan. Lalu dari daerah Licin dilanjutkan menuju Paltuding sekitar 18 km, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Jeep atau mobil berat sekitar 6 km perjalanan. Dianjurkan menggunakan mobil Jeep karena jalanan menuju ke lokasi sangat berelok dan banyak tanjakan.

Dari Paltuding, Anda harus mendaki kurang lebih selama 2 jam untuk sampai ke atas kaldera yang merupakan lokasi terdekat untuk menyaksikan keindahan Kawah Ijen. Dari sini, Anda bisa melihat lautan kawah berwarna hijau toska yang menjadi daya tarik wisatawan dengan asap yang selalu mengepul.

 

Hal yang Menarik di Wisata Kawah Ijen

Api Biru Kawah Ijen

Kawah Ijen terkenal dengan Api Biru. Hal tersebut yang membuatnya sebagai daya tarik dari kawah tersebut. Blue Fire atau sering disebut dengan Api Biru Kawah Ijen ini terdapat di bawah kawah dan menjadi keunikan dan kekhasan dari kawah ijen. Pada mulanya banyak sekali yang mempertanyakan asal usul dari api biru tersebut. Ternyata api biru itu berasal dari cairan belerang yang mengering dan menjadi bahan tambang warga sekitar. Namun api biru tersebut hanya dapat dinikmati pada saat suasana alam masih gelap.

Salah satu dari dua lokasi penambangan belerang tradisional di Indonesia

Pada mulanya tidak ada yang menyangka bahwa Kawah Ijen dan Welirang termasuk dalam dua lokasi penambangan belerang tradisional. Namun, uniknya proses penambangan di kawah ijen ini dilakukan dengan sederhana tanpa menggunakan alat yang canggih. Para penambang akan turun mendekati kawah untuk menambang dan mengambil batangan belerang yang telah mengering dengan alat sederhana bahkan tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Bongkahan belerang yang telah membeku dan ditemukan tersebut dipotong dengan menggunakan linggis yang kemudian diangkut menggunakan keranjang dan dipikul di pundak. Berat beban yang dipikul penambang bisa mencapai 80-100 kg dan mereka harus membawanya sejauh 3 km perjalanan menuju bangunan tua peninggalan Belanda yang dijadikan sebagai tempat pengumpulan belerang berada. Karena alasan keselamatan para penambang, setiap penambang hanya diperbolehkan mengangkut maksimal dua kali penambangan setiap seharinya. Dan setiap keranjang masing-masing penambang akan ditimbang dan ditukar dengan uang sesuai dengan berat belerang.

 

Souvenir Khas Kawah Ijen

Tidak puas rasanya jika tidak membawa souvenir dari tempat wisata yang dikunjungi. Tentunya di Kawasan Kawah Ijen juga menyediakan souvenir untuk para wisatawan yang ingin membeli dan membawakan oleh-oleh untuk sanak saudaranya. Di pos Paltuding terdapat beberapa warung sederhana yang menjual berbagai makanan untuk para penambang, namun tidak sedikit para wisatawan yang ikut mampir dan menikmati minuman serta makanan hangat di sini. Selain itu, warung-warung di sini juga menjual berbagai souvenir khas Kawah Ijen. Souvenir yang dijual biasanya berupa bambu yang dibentuk menyerupai keranjang kecil seperti miniatur keranjang para penambang belerang. Miniatur keranjang tersebut dihiasi dengan serpihan kecil belerang berwarna kuning.

 

Agrowisata Kopi

Bagi Anda pecinta kopi, Anda dapat menemukan area perkebunan kopi Arabica saat berangkat melalui Bondowoso. Tidak ada ruginya jika hanya sekedar mampir ke agrowisata. Anda tidak hanya berkeliling perkebunan, tapi juga dapat melihat proses pemetikan sampai pengolahan agar menghasilkan kopi dengan aroma dan cita rasa yang terbaik.

 

Harga Tiket Masuk ke Taman Wisata

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik Kawah Ijen di hari biasa berkisar Rp5.000,00 sedangkan hari libur sekitar Rp7.500,00. Namun bagi wisatawan asing sekitar Rp100.000,00 di hari biasa dan Rp150.000,00 di hari libur.

Bagi pengunjung yang ingin bermalam dapat menyewa penginapan perhutani. Tentu saja di kawasan ini tidak ada hotel-hotel berbintang, kecuali sebelum mendaki mungkin Anda dapat menyewa hotel di daerah kota. Tarif yang berlaku untuk penginapan perhutani sekitar Rp150.000,00 per malam. Dan bagi yang ingin membangun tenda dikenakan tarif Rp15.000,00 per tenda.

Bagi wisatawan yang membawa video komersial atau snapshot film komersial akan dikenakan tarif kurang lebih Rp10.000.000,00 sedangkan yang membawa handycam dikenakan tarif Rp1.000.000,00 serta Photo kamera dikenakan Rp250.000,00

Namun tiket masuk tidak berlaku untuk para peneliti dan mahasiswa yang melakukan penelitian di ruang taman wisata alam. Mereka dapat masuk secara gratis dengan mengirim surat izin pemberitahuan kepada pengelola.

 

Tips Wisata ke Kawah Ijen

  • Perhatikan jalan dan berhati-hatilah karena danau kawah ijen memiliki kedalaman 200 m dan keasaman yang sangat tinggi yang dapat merusak bahkan melelehkan baju dan jari manusia.
  • Dianjurkan bagi Anda untuk memakai masker karena kawasan ini memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi.
  • Waktu yang paling cocok untuk menuju ke sana antara bulan Juli – September, yaitu pada saat musim kemarau.
  • Untuk mendapatkan pemandangan terbaik Kawah Ijen, maka Anda harus berangkat jam 4 dari Paltuding atau bahkan lebih pagi karena pemandangan terbaik antara jam 6 sampai jam 7.