Tempat wisata di Sukun

Lihat destinasi lain
9.6 (788) oleh pengguna Traveloka

Waktu berkunjung terbaik

Juni, September

Rekomendasi durasi

3 hari
Cari

Review asli dari tempat wisata di Sukun

Profile Picture
lilik l.
Diulas 157 minggu lalu
10,0
/10
sudah sering kali ke kayuputih dan selalu dapat yang terbaik di sini

Selengkapnya tentang Sukun

Tentang Sukun, Indonesia

Sukun, sebuah permata tersembunyi di Indonesia, menawarkan pengalaman yang jauh dari hiruk pikuk kota besar. Bayangkan diri Anda dikelilingi oleh keramahan penduduk lokal, aroma kopi yang baru diseduh, dan pemandangan alam yang menenangkan. Sukun bukan hanya sebuah tempat, ini adalah sebuah perasaan, sebuah pengalaman yang akan melekat di hati Anda lama setelah Anda pergi. Di sini, waktu terasa berjalan lebih lambat, memberikan Anda kesempatan untuk benar-benar terhubung dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Daya Tarik & Tempat Wajib Kunjungi di Sukun, Indonesia

Sukun memiliki banyak hal untuk ditawarkan, mulai dari keindahan alam yang memukau hingga kekayaan budaya yang otentik. Berikut beberapa tempat yang wajib Anda kunjungi:

  • Air Terjun Coban Rondo: Nikmati kesegaran air terjun yang menawan dan pemandangan alam yang asri.
  • Desa Wisata Pujon Kidul: Rasakan kehidupan pedesaan yang tenang dan nikmati berbagai aktivitas menarik seperti memerah susu sapi dan belajar bertani.
  • Alun-Alun Kota: Bersantai dan menikmati suasana kota yang ramai di alun-alun yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
  • Pasar Tradisional: Jelajahi pasar tradisional dan temukan berbagai produk lokal yang unik dan menarik.
  • Perkebunan Apel: Petik apel segar langsung dari pohonnya dan nikmati keindahan perkebunan yang luas.

Apa yang Membuat Sukun, Indonesia Tak Terlewatkan?

Sukun menawarkan pengalaman imersif yang sulit ditemukan di tempat lain. Di sini, Anda dapat berinteraksi langsung dengan penduduk lokal, belajar tentang tradisi mereka, dan merasakan kehangatan keramahan mereka. Kebiasaan budaya yang unik, seperti upacara adat dan pertunjukan seni tradisional, akan memberikan Anda wawasan yang mendalam tentang kehidupan masyarakat Sukun. Sukun istimewa karena mampu menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan penduduk lokal dalam satu paket yang tak terlupakan.

Daftar Impian Terbaik di Sukun, Indonesia

Berikut adalah daftar impian yang harus Anda wujudkan saat mengunjungi Sukun:

  1. Menyaksikan matahari terbit dari puncak bukit dengan pemandangan yang menakjubkan.
  2. Mencicipi kopi lokal yang terkenal dengan cita rasa yang khas.
  3. Belajar membuat kerajinan tangan tradisional dari pengrajin lokal.
  4. Mengunjungi rumah-rumah penduduk dan merasakan keramahan mereka.
  5. Menjelajahi hutan dan menemukan air terjun tersembunyi.

Zona & Area Terbaik untuk Dijelajahi di Sukun, Indonesia

Sukun memiliki beberapa area yang menawarkan pengalaman yang berbeda-beda. Berikut beberapa zona yang patut Anda jelajahi:

  • Pusat Kota: Nikmati suasana kota yang ramai dengan berbagai toko, restoran, dan tempat hiburan.
  • Area Pedesaan: Rasakan ketenangan dan keindahan alam pedesaan dengan sawah yang hijau dan udara yang segar.
  • Area Pegunungan: Jelajahi pegunungan yang menantang dengan pemandangan yang spektakuler.

Area Terbaik untuk Tipe Wisatawan Berbeda di Sukun, Indonesia

Sukun cocok untuk berbagai tipe wisatawan. Berikut rekomendasi tempat berdasarkan minat Anda:

  • Pelancong Solo: Area pedesaan menawarkan ketenangan dan kesempatan untuk merenung.
  • Keluarga: Desa wisata dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak.
  • Pencari Petualangan: Pegunungan dengan jalur pendakian yang menantang.
  • Pencinta Kemewahan: Hotel dan resort dengan fasilitas mewah dan pemandangan yang indah.

Makan Seperti Warga Lokal: Makanan Wajib Coba di Sukun, Indonesia

Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan lokal yang lezat dan autentik. Berikut beberapa makanan yang wajib Anda coba:

  • Rawon: Sup daging hitam yang kaya rempah.
  • Bakso Malang: Bakso dengan berbagai macam isian dan kuah yang gurih.
  • Sate Kelinci: Sate daging kelinci yang lembut dan lezat.
  • Tempe Mendol: Tempe goreng yang renyah dan gurih.

Temukan tempat makan lokal yang autentik di pasar tradisional atau warung-warung kecil di pinggir jalan. Jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk lokal tentang rekomendasi tempat makan terbaik.

Festival, Acara & Tradisi Lokal di Sukun, Indonesia

Sukun memiliki beberapa festival dan acara lokal yang menarik untuk disaksikan. Cari tahu tentang jadwal festival dan acara tersebut sebelum Anda berkunjung agar Anda dapat merasakan pengalaman budaya yang lebih mendalam.

Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Sukun, Indonesia

Waktu terbaik untuk mengunjungi Sukun adalah pada musim kemarau, yaitu antara bulan April hingga Oktober. Pada musim ini, cuaca cenderung cerah dan kering, sehingga ideal untuk melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan. Hindari mengunjungi Sukun pada musim hujan, karena hujan dapat mengganggu rencana perjalanan Anda.

Pilihan Transportasi di Sukun, Indonesia

Anda dapat berkeliling Sukun dengan menggunakan berbagai pilihan transportasi, seperti angkutan umum, ojek, atau menyewa kendaraan. Angkutan umum adalah pilihan yang paling ekonomis, tetapi mungkin kurang nyaman. Ojek adalah pilihan yang lebih cepat dan fleksibel, tetapi harganya bisa lebih mahal. Menyewa kendaraan adalah pilihan yang terbaik jika Anda ingin menjelajahi Sukun dengan lebih leluasa.

Traveloka sebagai platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara, menawarkan berbagai pilihan transportasi untuk memudahkan perjalanan Anda ke Sukun. Anda dapat memesan tiket pesawat murah, hotel murah, sewa mobil, dan antar-jemput bandara melalui Traveloka.

Rekomendasi Tempat Belanja

Sukun menawarkan berbagai tempat untuk berbelanja barang lokal, suvenir, atau fesyen. Berikut beberapa rekomendasi tempat belanja:

  • Pasar Tradisional: Temukan berbagai produk lokal seperti makanan, pakaian, dan kerajinan tangan.
  • Toko Oleh-Oleh: Beli suvenir khas Sukun untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
  • Butik Lokal: Temukan pakaian dan aksesoris dengan desain yang unik dan menarik.

Hidden Gems & Tempat Tak Biasa di Sukun, Indonesia

Selain tempat-tempat wisata yang populer, Sukun juga memiliki beberapa hidden gems yang patut Anda jelajahi. Cari tahu tentang tempat-tempat tersembunyi ini dari penduduk lokal atau melalui internet. Beberapa contoh hidden gems di Sukun adalah air terjun tersembunyi, desa adat yang masih mempertahankan tradisi kuno, dan tempat-tempat dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Konektivitas di Sukun, Indonesia

Konektivitas internet di Sukun cukup baik, terutama di area perkotaan. Anda dapat dengan mudah menemukan warung internet atau menggunakan paket data seluler untuk tetap terhubung dengan dunia luar. Namun, di area pedesaan, konektivitas internet mungkin kurang stabil.

Penutup: Apakah Sukun, Indonesia adalah Perjalananmu Berikutnya?

Sukun, Indonesia, adalah destinasi yang sempurna bagi Anda yang mencari pengalaman perjalanan yang autentik dan tak terlupakan. Dengan keindahan alamnya yang memukau, kekayaan budayanya yang otentik, dan keramahan penduduk lokalnya, Sukun akan membuat Anda jatuh cinta pada pandangan pertama. Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalanan Anda ke Sukun dan rasakan sendiri keajaibannya. Traveloka siap membantu Anda mewujudkan perjalanan impian Anda dengan berbagai pilihan transportasi dan akomodasi yang terjangkau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Di mana letak Sukun?
Kecamatan Sukun terletak di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, di bagian barat daya kota. Berbatasan dengan Kecamatan Klojen di utara, Kecamatan Lowokwaru di timur, Kecamatan Blimbing di timur laut, dan Kabupaten Malang di selatan dan barat. Kecamatan ini mencakup 11 kelurahan: Sukun, Bandungrejosari, Gadang, Karangbesuki, Mulyorejo, Pisangcandi, Tanjungrejo, Bakalankrajan, Bandulan, Ciptomulyo, dan Kebonsari. Dengan luas sekitar 12,5 km² dan populasi sekitar 90.000 jiwa (2023), Sukun dikenal sebagai kawasan pendidikan, perumahan, dan kuliner.
Apa sejarah Kecamatan Sukun?
Nama Sukun kemungkinan berasal dari nama pohon sukun yang banyak tumbuh di wilayah ini pada masa lalu. Sukun memiliki sejarah sebagai bagian dari perkembangan Kota Malang sejak era kolonial Belanda, ketika Malang menjadi pusat perdagangan dan perkebunan. Pada abad ke-20, Sukun berkembang sebagai kawasan permukiman dan pendidikan, dengan berdirinya sekolah-sekolah ternama seperti SMA Negeri 7 Malang. Kecamatan ini juga memiliki jejak budaya Jawa dan Madura, tercermin dalam tradisi seni seperti ludruk dan tari remo yang masih dilestarikan di beberapa kelurahan.
Bagaimana cara menuju Kecamatan Sukun dari pusat Kota Malang?
Sukun berjarak sekitar 4–6 km dari pusat Kota Malang (sekitar Alun-Alun Malang). Perjalanan dengan mobil atau motor melalui Jalan S. Parman atau Jalan Sukun memakan waktu 10–20 menit (biaya bahan bakar Rp5.000–Rp10.000). Angkutan kota (angkot) jalur ADL atau AG dari Alun-Alun ke Sukun tersedia (tarif Rp5.000, 15–25 menit). Ojek online juga populer (tarif Rp10.000–Rp20.000). Hindari jam sibuk (7–9 pagi, 4–6 sore) karena kemacetan di Jalan S. Parman. Gunakan aplikasi Google Maps untuk rute terbaik.
Apa yang terkenal dari Kecamatan Sukun?
Sukun terkenal sebagai kawasan pendidikan dengan keberadaan sekolah ternama seperti SMA Negeri 7 Malang dan Universitas Kanjuruhan Malang. Kecamatan ini juga dikenal dengan kuliner khas Malang seperti bakso Malang dan cwie mie di warung-warung lokal. Pasar Gadang, pasar tradisional di Kelurahan Gadang, adalah pusat perdagangan dengan produk segar dan jajanan tradisional. Sukun memiliki suasana permukiman yang nyaman dengan banyak kos-kosan untuk mahasiswa, serta taman kota seperti Taman Sukun yang menjadi tempat rekreasi warga.
Apa saja tempat wisata utama di Kecamatan Sukun?
Taman Sukun di Kelurahan Sukun menawarkan area rekreasi dengan jogging track dan taman bermain (gratis, buka 06.00–18.00). Pasar Gadang cocok untuk wisata kuliner dengan bakso, pecel, dan rujak cingur (Rp10.000–Rp25.000, buka 05.00–17.00). Masjid Tiban di Kelurahan Bandungrejosari, dibangun oleh komunitas santri, menarik dengan arsitektur unik (gratis, buka 24 jam). Untuk wisata alam, taman bunga di Kelurahan Karangbesuki memberikan suasana asri (gratis, terbaik pagi hari). Kunjungi April–Juni untuk cuaca sejuk (20–28°C) dan hindari musim hujan (Oktober–Maret).
Berapa jarak Kecamatan Sukun dari Bandara Abdul Rachman Saleh?
Sukun berjarak sekitar 15 km dari Bandara Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang. Perjalanan dengan mobil atau taksi melalui Jalan A. Yani memakan waktu 30–45 menit (biaya Rp50.000–Rp100.000). Ojek online juga tersedia (tarif Rp30.000–Rp50.000). Tidak ada angkutan umum langsung, tetapi bisa menggunakan angkot dari Terminal Arjosari ke Sukun setelah naik taksi dari bandara (total Rp20.000–Rp40.000, 1 jam). Perjalanan malam lebih cepat karena lalu lintas sepi. Gunakan aplikasi Traveloka untuk pemesanan transportasi.
Apakah Kecamatan Sukun memiliki bandara?
Tidak, Sukun tidak memiliki bandara. Bandara terdekat adalah Bandara Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang, 15 km ke timur laut (30–45 menit, taksi Rp50.000–Rp100.000). Bandara ini melayani penerbangan domestik ke Jakarta, Surabaya, dan Bali. Dari bandara, Sukun dapat dicapai dengan taksi, ojek online, atau kombinasi angkot. Periksa jadwal penerbangan melalui aplikasi seperti Traveloka untuk rute terbaik.
Makanan apa yang wajib dicoba di Kecamatan Sukun?
Di Pasar Gadang, coba bakso Malang dengan kuah gurih dan siomay (Rp15.000–Rp30.000). Warung lokal seperti Warung Makan Bu Sum di Kelurahan Sukun menyajikan cwie mie dan rawon (Rp15.000–Rp25.000). Jajanan tradisional seperti onde-onde dan kue putu tersedia di pasar (Rp5.000–Rp10.000). Untuk oleh-oleh, beli keripik tempe atau apel Malang di toko sekitar Jalan Sukun (Rp20.000–Rp50.000). Bawa uang tunai untuk pedagang kecil, meski banyak warung menerima pembayaran digital seperti QRIS.
Apakah Kecamatan Sukun cocok untuk liburan keluarga?
Ya, Sukun cocok untuk liburan keluarga. Taman Sukun menawarkan area bermain anak dan tempat piknik (gratis, buka 06.00–18.00). Pasar Gadang menyediakan kuliner ramah anak seperti bakso dan es campur (Rp10.000–Rp20.000). Masjid Tiban cocok untuk wisata edukasi religi (gratis). Penginapan seperti hotel budget atau homestay di Kelurahan Bandulan tersedia (Rp150.000–Rp400.000/malam). Wilayah ini aman, tetapi awasi anak-anak di pasar atau jalan ramai. Bawa tabir surya untuk suhu 20–28°C.
Bagaimana cara ke Taman Sukun dari pusat Kecamatan Sukun?
Taman Sukun terletak di Kelurahan Sukun, sekitar 1 km dari pusat kecamatan (sekitar Pasar Sukun). Dapat ditempuh dalam 5–10 menit berjalan kaki melalui Jalan S. Supriadi atau 3–5 menit dengan ojek (tarif Rp5.000–Rp10.000). Taman ini gratis, buka 06.00–18.00, dan cocok untuk jogging atau bersantai. Pagi hari ideal untuk udara sejuk (20–25°C). Bawa botol air dan hindari musim hujan (Oktober–Maret) karena area taman bisa becek. Awasi barang berharga di area ramai.
Apakah Kecamatan Sukun cocok untuk wisatawan solo?
Ya, Sukun aman dan cocok untuk wisatawan solo. Pasar Gadang menawarkan pengalaman kuliner lokal seperti pecel dan bakso (Rp10.000–Rp25.000). Warung kopi di Jalan Sukun cocok untuk bersantai (kopi Rp5.000–Rp15.000). Gunakan ojek online untuk transportasi malam (Rp10.000–Rp20.000). Homestay budget di Kelurahan Ciptomulyo mulai dari Rp100.000/malam. Berhati-hati dengan barang berharga di pasar. Bahasa Jawa dan Indonesia umum digunakan, dengan sedikit Inggris di kalangan muda.
Aktivitas luar ruangan apa yang bisa dilakukan di Kecamatan Sukun?
Jogging atau bersantai di Taman Sukun menawarkan udara segar (gratis, buka 06.00–18.00). Berjalan di taman bunga Kelurahan Karangbesuki cocok untuk fotografi (gratis). Pasar Gadang ideal untuk wisata kuliner dan belanja lokal (Rp5.000–Rp25.000, buka 05.00–17.00). Bersepeda di sekitar Kelurahan Bandungrejosari memberikan suasana permukiman yang tenang (sewa sepeda Rp20.000–Rp50.000/hari). Pagi (06.00–08.00) atau sore (16.00–18.00) terbaik untuk suhu sejuk (20–25°C). Hindari musim hujan (Oktober–Maret) karena jalan licin.
Oleh-oleh apa yang wajib dibeli di Kecamatan Sukun?
Di Pasar Gadang, beli keripik tempe, apel Malang, atau dodol (Rp20.000–Rp50.000). Sayuran segar seperti kol tersedia murah (Rp5.000–Rp15.000/kg). Kerajinan lokal seperti tas anyaman tersedia di toko sekitar Jalan Sukun (Rp30.000–Rp100.000). Bawa uang tunai untuk pedagang kecil, meski beberapa toko menerima QRIS. Untuk oleh-oleh premium, kunjungi toko di pusat Kota Malang seperti Tokoh Senggol (5 km, 15 menit).
Apakah ada destinasi alam tersembunyi di Kecamatan Sukun?
Sukun adalah kawasan urban, tetapi taman bunga di Kelurahan Karangbesuki menawarkan pemandangan hijau (gratis, buka 06.00–18.00). Sungai kecil di Kelurahan Gadang cocok untuk piknik sederhana (gratis). Untuk wisata alam yang lebih luas, kunjungi Coban Rais di Kabupaten Malang (20 km, 45 menit, tiket Rp20.000). Pagi hari ideal untuk udara segar (20–25°C). Hindari musim hujan (Oktober–Maret) karena jalan becek. Bawa sepatu nyaman untuk berjalan.
Tips perjalanan apa yang perlu diketahui sebelum ke Kecamatan Sukun?
Bawa uang tunai (Rp kecil) untuk angkot, ojek, atau pedagang pasar, meski banyak warung menerima QRIS. Gunakan Google Maps untuk navigasi di kelurahan seperti Mulyorejo. Suhu 20–28°C memerlukan topi atau payung untuk musim hujan (Oktober–Maret). Berhati-hati dengan barang berharga di Pasar Gadang. Hormati tradisi lokal saat mengunjungi Masjid Tiban. Pesan penginapan seperti homestay atau hotel di Sukun melalui Traveloka untuk harga terbaik.
Apa yang bisa dilakukan di Pasar Gadang?
Pasar Gadang di Kelurahan Gadang adalah pusat perdagangan lokal. Nikmati kuliner seperti bakso Malang, pecel, atau rujak cingur (Rp10.000–Rp25.000). Belanja sayuran segar, buah, atau kerajinan seperti tikar anyaman (Rp5.000–Rp100.000). Pasar buka 05.00–17.00, paling ramai pagi hari. Cocok untuk fotografi suasana lokal. Parkir motor Rp2.000, mobil Rp5.000. Gunakan ojek dari Taman Sukun (2 km, Rp10.000). Awasi barang berharga dan bawa tas belanja untuk kenyamanan.
Baca Lebih Lanjut

Siap bertualang bersama kami?

Traveloka dulu, travel the world kemudian. Download sekarang!