
Kabupaten Bojonegori menyimpan beragam destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi. Nah, salah satunya adalah Air Terjun Kedung Maor, sebuah kawasan alam yang menawarkan pemandangan aliran air, tebing batu kapur, dan suasana hutan yang masih terasa alami.
Air terjun ini berada di kawasan hutan RPH Tretes, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di bagian selatan Bojonegoro dan tidak terlalu jauh dari Waduk Pacal.
Destinasi ini cocok bagi kamu yang menyukai wisata alam, fotografi, dan wisatawan yang ingin mencari suasana berbeda dari keramaian kota.
Salah satu keunikan yang bisa kamu temukan di air terjun ini ialah aliran airnya yang jatuh menuju sungai lebar dengan latar bebatuan besar.
Bentuk alirannya memberikan pemandangan yang berbeda dari air terjun yang hanya memilih satu jatuhan sempit.
Namun, perlu diketahui bahwa debit air sangat memengaruhi penampilan dari kawasan ini. Ketika aliran meningkat, suara gemuruh dan jatuhan air dapat terlihat lebih kuat.
Sebaliknya, ketika musim kemarau, debit air bisa berkurang sehingga pemandangannya tidak selalu sama sepanjang tahun.
Sun, 25 Oct 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 724.300
Wed, 4 Nov 2026

Super Air Jet
Bali / Denpasar (DPS) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 914.700
Sat, 24 Oct 2026

Citilink
Balikpapan (BPN) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 1.101.100
Kawasan Kedung Maor memiliki formasi batuan kapur yang mengapit aliran sungai. Bentuk tebingnya dan bebatuannya menciptakan lanskap alam yang menarik untuk diamai maupun dijadikan latar fotografi.
Selain nilai visualnya, kawasan ini juga memiliki nilai geologi yang menarik. Formasi batuan di sekitar Kedung Maor menjadi salah satu alasan tempat ini diperhatikan sebagai bagian dari kekayaan alam dan warisan geologi Bojonegoro.
Namun, perlu diingat bahwa pengunjung sebaiknya menikmati pemandangan dari titik yang aman, karena permukaan batu di sekitar aliran air bisa menjadi sangat licin, terutama setelah hujan atau ketika terkena cipratan air.
Nama Kedung Maor sebenarnya memiliki cerita sejarah tersendiri. Kata “Kedung” merujuk pada cekungan atau kubangan air yang cukup dalam, sedangkan “Maor” dikaitkan dengan suara gemuruh atau menyerupai raungan hewan buas.
Nama tersebut bisa menggambarkan suara yang menghantam bebatuan, terutama ketika debit sungai sedang tinggi. Gemuruh air menjadi bagian dari karakter alam Kedung Maor yang membuatnya mudah dikenali oleh masyarakat setempat.
Kedung Maor berada di kawasan hutan yang memberikan suasana berbeda dari wisata perkotaan. Pepohonan dan lingkungan alami di sekitarnya membuat perjalanan menuju lokasi terasa seperti petualangan singkat.
Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati alam, mengambil foto lanskap, atau sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas. Meski begitu, tetap jaga kebersihan dan jangan merusak vegetasi di sekitar kawasan.
Kedung Maor bukan sekadar tempat untuk menikmati pemandangan air terjun. Kawasan ini juga dikenal memiliki nilai geologi, termasuk formasi batuan dan jejak alam yang menarik untuk dipelajari.
Bagi wisatawan yang tertarik pada bentang alam, kunjungan ke Kedung Maor dapat menjadi kesempatan untuk mengenal bagaimana aliran air membentuk lingkungan sungai dan bebatuan dari waktu ke waktu.
Air Terjun Kedung Maor terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam kawasan RPH Tretes.
Jika berangkat dari pusat Kota Bojonegoro, arahkan perjalanan menuju Kecamatan Temayang melalui jalur utama yang mengarah ke selatan. Setelah mendekati kawasan Desa Kedungsumber, ikuti petunjuk menuju Air Terjun Kedung Maor.
Jarak dari Alun-Alun Bojonegoro diperkirakan sekitar 27–35 kilometer, tergantung titik keberangkatan dan rute yang dipilih. Waktu tempuh dapat berkisar sekitar 45 menit hingga lebih dari satu jam, bergantung pada kondisi jalan, lalu lintas, dan cuaca
Kedung Maor berada tidak jauh dari kawasan Waduk Pacal, salah satu destinasi alam dan bangunan bersejarah di Bojonegoro. Jika ingin mengunjungi keduanya dalam satu perjalanan, kamu dapat menyusun rute berdasarkan kondisi jalan dan petunjuk navigasi terbaru.
Pastikan memeriksa peta sebelum berangkat karena jalan menuju kawasan hutan dapat memiliki kondisi berbeda dibandingkan jalan utama.
Setelah memarkir kendaraan, pengunjung perlu berjalan kaki melalui jalur setapak untuk mencapai area sungai dan air terjun. Pada sejumlah bagian, jalurnya menurun dan pengunjung perlu melewati bebatuan.
Oleh karena itu, pastikan kamu menggunakan alas kaki dengan daya cengkeram baik dan jangan terburu-buru ketika melewati permukaan yang licin. Jika debit air sedang tinggi atau hujan turun, hindari mendekati tepi sungai.
Tips perjalanan: Sebaiknya tiba pada pagi hingga siang hari agar memiliki cukup waktu untuk menikmati lokasi dan kembali sebelum sore. Hindari datang terlalu larut karena akses kembali melalui jalur alam dapat menjadi lebih sulit ketika pencahayaan berkurang.
Aktivitas utama di Kedung Maor tentu saja menikmati aliran air dan bentang sungai yang dikelilingi bebatuan. Pastikan memilih titik pengamatan yang aman dan ikuti jalur yang diperbolehkan.
Tebing batu kapur, aliran sungai, dan suasana hutan memberikan banyak objek menarik untuk fotografi. Pagi hari dengan pencahayaan yang baik bisa menjadi pilihan untuk mengambil foto, selama cuaca mendukung.
Perjalanan menuju air terjun merupakan bagian dari pengalaman berkunjung. Jalur ini memungkinkan pengunjung menikmati lingkungan sekitar, tetapi tetap memerlukan kehati-hatian karena permukaan tanah dan bebatuan bisa licin.
Bagi pengunjung yang ingin melepas penat, suara air dan suasana alami dapat menjadi pengalaman yang menyegarkan. Pilih tempat yang aman untuk duduk dan jangan mendekati tebing atau aliran air yang deras.
Air Terjun Kedung Maor bisa menjadi menarik bagi pengunjung yang menyukai geologi dan bentang alam. Amati formasi batuan dari jarak aman tanpa memanjat atau memindahkan bebatuan.
Jika memiliki waktu lebih, perjalanan ke Kedung Maor dapat dikombinasikan dengan kunjungan ke Waduk Pacal. Destinasi ini memiliki nilai sejarah karena dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan masih berperan penting bagi pengairan pertanian di sekitarnya.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Bojonegoro
Pilihan hotel dengan fasilitas lengkap umumnya berada di pusat Kota Bojonegoro. Karena air terjun Kedung Maor berada di kawasan hutan, maka kamu bisa mempertimbangkan menginap di kota dan berangkat ke lokasi pada pagi harinya.
Eastern Hotel Bojonegoro merupakan hotel modern yang terletak di pusat kota dengan fasilitas yang sangat lengkap. Karenanya, hotel ini cocok bukan hanya sebagai tempat menginap untuk mengunjungi air terjun Kedung Maor, melainkan juga untuk kamu yang ingin sekaligus staycation dan bersantai sejenak.
Selanjutnya ada Aston Bojonegoro City Hotel yang cocok untuk kamu yang mengutamakan kenyamanan dan fasilitas untuk beristirahat. Hotel ini juga terletak di lokasi yang cukup strategis, sehingga kamu bisa dengan mudah menjangkau berbagai destinasi wisata dan kuliner yang ada di Bojonegoro.
Dewarna Hotel & Convention bisa menjadi alternatif akomodasi di pusat Kota Bojonegoro yang bisa dipertimbangkan untuk kamu yang tengah melakukan perjalanan bersama pasangan, keluarga, atau rombongan kecil. Harganya juga relatif bersahabat dengan fasilitas yang cukup memadai.
Agar perjalanan lebih nyaman dan aman, perhatikan beberapa tips berikut ini:
1. Periksa kondisi cuaca sebelum berangkat. Debit sungai dapat berubah setelah hujan. Hindari turun ke area sungai ketika aliran terlihat deras atau kondisi cuaca tidak mendukung.
2. Datang pada pagi hingga siang hari. Waktu ini memberikan lebih banyak kesempatan untuk menikmati lokasi dan kembali sebelum sore.
3. Gunakan alas kaki antiselip. Jalur tanah dan bebatuan bisa licin, terutama setelah hujan.
4. Bawa bekal sendiri. Jangan mengandalkan warung atau fasilitas di sekitar lokasi selalu tersedia.
5. Jangan berenang jika kondisi tidak aman. Kedalaman cekungan dan kekuatan arus tidak selalu terlihat dari permukaan. Hindari berenang jika tidak memahami kondisi air atau tidak bisa berenang dengan baik.
6. Jangan berdiri terlalu dekat dengan tepi tebing. Bebatuan dapat licin dan tidak semuanya stabil untuk dipijak.
7. Gunakan kendaraan dalam kondisi prima. Periksa bahan bakar, rem, dan kondisi ban sebelum memasuki jalur menuju kawasan wisata.
8. Siapkan uang tunai. Biaya parkir atau kebutuhan kecil di lokasi mungkin hanya dapat dibayar secara langsung.
9. Jaga kebersihan. Bawa kembali sampah pribadi dan hindari merusak lingkungan.
10. Ikuti arahan pengelola atau warga. Jika jalur ditutup atau kondisi air berbahaya, tunda kunjungan ke area sungai.
Air Terjun Kedung Maor menjadi salah satu pilihan wisata alam di Bojonegoro bagi kamu yang ingin menikmati aliran sungai, tebing batu kapur, dan suasana hutan yang berbeda dari keseharian. Karakter aliran airnya yang dipengaruhi musim membuat pengalaman berkunjung dapat berubah, sehingga persiapan dan perhatian terhadap keselamatan menjadi hal penting.
Agar perjalanan lebih praktis, susun rute, transportasi, dan penginapan sebelum berangkat. Jika ingin menginap di pusat kota, kamu bisa membandingkan pilihan hotel di Bojonegoro melalui Traveloka, lalu menyesuaikan fasilitas dan harga dengan kebutuhan perjalanan.
Agar anggaran liburan makin terencana, jangan lewatkan juga Kode Kupon Traveloka untuk melihat promo yang tersedia. Yuk, siapkan itinerary-mu dan nikmati pengalaman menjelajahi Bojonegoro dengan lebih nyaman!










