
Bayangkan Anda berdiri di tengah hamparan padang rumput hijau yang luas di Canterbury, di mana udara pegunungan yang dingin membawa aroma harum daging yang dipanggang perlahan. Atau mungkin, Anda sedang berada di tepi pantai Marlborough Sounds, menghirup aroma asin laut yang segar berpadu dengan wangi lemon dan mentega dari kerang yang baru saja dimasak. Di New Zealand, atau yang dikenal dalam bahasa Māori sebagai Aotearoa, kuliner adalah sebuah perayaan atas kemurnian alam. Setiap suapan membawa cerita tentang tanah yang subur, air yang jernih, dan tradisi yang telah mengakar selama berabad-abad.
Secara geografis, New Zealand adalah negara kepulauan yang diberkati dengan garis pantai yang dramatis dan lahan pertanian yang sangat produktif. Letaknya yang terisolasi di Pasifik Selatan justru menjadi keunggulan; lautnya yang dingin menyediakan Green-lipped Mussels dan Crayfish dengan kualitas dunia, sementara padang rumputnya menghasilkan Daging Domba dan produk susu (dairy) yang menjadi standar emas gastronomi global. Kondisi ini menciptakan identitas makanan khas New Zealand yang berfokus pada kualitas bahan baku yang jujur—sering kali hanya membutuhkan sedikit bumbu karena rasa aslinya sudah begitu luar biasa.
Sejarah kuliner di sini adalah tarian antara tradisi pribumi Māori dan pengaruh pemukim Eropa (Pākehā). Sejarah mencatat bagaimana suku Māori memanfaatkan panas bumi untuk memasak, sebuah teknik yang melahirkan identitas bangsa melalui ritual Hangi. Seiring berjalannya waktu, imigrasi modern membawa pengaruh kuliner Pasifik, Asia, dan Mediterania, namun jantung dari makanan tradisional New Zealand tetaplah produk segar dari ladang dan laut mereka sendiri. Menjelajahi kuliner di sini bukan sekadar memuaskan rasa lapar, melainkan sebuah perjalanan sensorik untuk memahami hubungan mendalam antara manusia dan Bumi yang mereka huni.

New-zealand

Crowne Plaza QUEENSTOWN by IHG

8.8/10
•





Queenstown
Rp 5.623.630
Filosofi & Sejarah:
Hāngī bukan sekadar teknik memasak; ini adalah ritual sakral suku Māori yang telah dipraktikkan selama lebih dari 600 tahun. Secara filosofis, Hāngī melambangkan hubungan spiritual antara manusia dan tanah (Papatūānuku). Makanan ini biasanya disajikan dalam acara kumpul keluarga besar (Whānau) atau upacara di Marae (rumah pertemuan adat).
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Bahan utamanya adalah Daging Domba, ayam, dan sayuran akar seperti Kumara (ubi manis), wortel, dan labu. Rahasia kelezatannya terletak pada metode memasaknya: lubang digali di tanah, batu-batu panas diletakkan di dasar, dan keranjang berisi makanan yang dibungkus daun diletakkan di atasnya. Lubang kemudian ditutup tanah dan dibiarkan mengukus selama beberapa jam.
Profil Rasa:
Hasilnya adalah daging yang sangat empuk hingga lepas dari tulangnya, dengan aroma asap (smoky) yang lembut dan rasa tanah (earthy) yang meresap ke dalam setiap serat makanan. Kumara yang dimasak dengan cara ini akan memiliki rasa manis yang terkaramelisasi secara alami.
Cara Penyajian:
Disajikan panas dalam porsi besar, biasanya didampingi dengan isian (stuffing) dan roti goreng tradisional.
Filosofi & Sejarah:
New Zealand memiliki populasi domba yang jauh lebih banyak daripada manusia. Maka tak heran jika Daging Domba atau Lamb menjadi kebanggaan nasional. Hidangan ini mencerminkan pengaruh Inggris yang kuat namun diadaptasi dengan kualitas ternak lokal yang diberi makan rumput segar sepanjang tahun.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Kuncinya adalah penggunaan potongan leg of lamb (paha domba) yang masih muda. Bumbu klasiknya sangat sederhana: bawang putih, Rosemary segar, garam laut, dan merica hitam. Daging dipanggang dalam suhu rendah dalam waktu lama agar lemaknya meleleh dan meresap ke dalam daging.
Profil Rasa:
Dagingnya memiliki tekstur yang sangat halus dan rasa yang kaya namun tidak tajam (gamey). Lemak yang garing di bagian luar memberikan kontras tekstur yang memuaskan.
Cara Penyajian:
Wajib disajikan dengan sayuran panggang (kentang dan wortel), saus gravy yang kental, dan yang paling ikonik: Mint Sauce (saus mint) yang memberikan kesegaran asam-manis.
Filosofi & Sejarah:
Meskipun sering menjadi perdebatan dengan Australia, warga New Zealand sangat meyakini bahwa Pavlova diciptakan di Wellington untuk menghormati balerina Rusia, Anna Pavlova, saat ia berkunjung pada tahun 1920-an. Hidangan ini adalah lambang kegembiraan dan sering muncul saat perayaan Natal musim panas.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Terbuat dari putih telur yang dikocok kaku dengan gula dan sedikit cuka serta tepung maizena. Teknik pemanggangannya dilakukan perlahan agar bagian luar membentuk cangkang tipis yang rapuh namun bagian dalamnya tetap lembut.
Profil Rasa:
Teksturnya ajaib—garing di luar namun lembut seperti marshmallow di dalam. Rasanya sangat manis, namun diseimbangkan oleh lapisan krim kocok tawar dan buah-buahan asam di atasnya.
Cara Penyajian:
Dihias dengan potongan Kiwi, stroberi, atau passionfruit segar.
Filosofi & Sejarah:
Tidak ada yang lebih autentik daripada menikmati Fish and Chips di pinggir pelabuhan Auckland atau Wellington. Ini adalah makanan rakyat yang menghubungkan semua kelas sosial di New Zealand, biasanya dinikmati saat santai di hari Jumat malam atau akhir pekan.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan ikan lokal segar seperti Hoki, Terakihi, atau Snapper. Rahasianya ada pada adonan tepung (batter) yang ringan dan renyah, sering kali ditambahkan sedikit bir lokal untuk memberikan tekstur udara pada tepung saat digoreng.
Profil Rasa:
Ikan di dalamnya tetap juicy dan manis, terlindungi oleh cangkang tepung yang gurih dan renyah. Kentang gorengnya (chips) biasanya dipotong tebal dan digoreng dua kali agar garing di luar namun lembut di dalam.
Cara Penyajian:
Dibungkus dengan kertas (tradisionalnya kertas koran), ditaburi banyak garam dan cuka malat, serta saus tomat sebagai pendamping.
Filosofi & Sejarah:
Green-lipped Mussels adalah spesies kerang endemik yang hanya ditemukan di perairan New Zealand. Karena ukuran dan warna hijau di pinggiran cangkangnya yang unik, kerang ini telah menjadi ekspor kuliner paling prestisius dari kawasan Marlborough.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Kerang ini sangat besar dan berdaging tebal. Teknik memasaknya biasanya hanya dikukus sebentar dengan white wine, bawang putih, dan sedikit bawang bombay agar rasa manis lautnya tetap terjaga.
Profil Rasa:
Tekstur dagingnya sangat kenyal namun empuk, dengan rasa gurih laut yang intens dan sedikit sentuhan rasa manis mentega.
Cara Penyajian:
Disajikan dalam panci besar dengan kuah kaldu masaknya, didampingi potongan roti panggang untuk menyerap sisa kaldunya.
Filosofi & Sejarah:
Jika Anda bertanya pada warga lokal tentang rasa masa kecil mereka, jawabannya adalah Hokey Pokey. Ini adalah rasa es krim paling ikonik di New Zealand yang sudah mendunia.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Terbuat dari es krim vanila berbasis susu sapi segar New Zealand yang kaya, dicampur dengan butiran kecil honeycomb toffee (karamel madu yang padat dan berlubang).
Profil Rasa:
Kelembutan es krim vanila yang creamy bertemu dengan tekstur renyah dari butiran honeycomb yang memberikan sensasi rasa karamel terbakar yang manis dan sedikit pahit.
Cara Penyajian:
Dinikmati dalam cone sambil berjalan-jalan di tepi pantai atau sebagai hidangan penutup setelah makan malam keluarga.
Masyarakat New Zealand sangat menghargai konsep Manaakitanga—sebuah prinsip Māori tentang keramahan, kasih sayang, dan rasa hormat kepada tamu melalui penyajian makanan terbaik. Tradisi makan di sini sering kali bersifat santai namun sangat komunal.
Barbecue (BBQ) atau "Barbie"
Salah satu tradisi paling kental adalah BBQ di halaman belakang rumah. Saat musim panas tiba, warga akan berkumpul, memanggang sosis, steak, dan Snapper, sambil menikmati minuman dingin. Ini bukan sekadar makan, tapi momen sosial untuk mempererat hubungan antar tetangga dan teman.
Kai Māori
Tradisi makan bersama dalam budaya Māori biasanya dilakukan di Wharekai (ruang makan). Makanan disajikan secara prasmanan dan dalam jumlah yang melimpah. Tidak sopan bagi tuan rumah jika tamunya pulang dengan perut kosong. Penggunaan bahan-bahan hutan (foraged food) seperti daun Horopito (merica hutan) dan Kawakawa kini mulai kembali populer dalam masakan modern, menunjukkan kebangkitan kesadaran akan warisan gastronomi asli.
Hidangan berat seperti Roast Lamb sering kali menjadi hidangan utama pada hari Minggu, sebuah tradisi yang diwarisi dari pemukim Inggris yang tetap lestari hingga kini sebagai momen berkumpulnya keluarga inti.
Menjelajahi destinasi kuliner di New Zealand adalah tentang mengikuti peta kesegaran bahan baku. Setiap wilayah memiliki pahlawan kulinernya sendiri.
Tips Mencari Rumah Makan yang Otentik:
Oleh-oleh Khas yang Tahan Lama:
Sudah terbayang kelembutan Pavlova atau gurihnya Roast Lamb? Traveloka siap mewujudkan perjalanan gastronomi impian Anda ke Negeri Awan Putih Panjang. Pesan tiket pesawat menuju Auckland, Christchurch, atau Queenstown dengan penawaran terbaik di aplikasi Traveloka. Pilih hotel yang dekat dengan distrik kuliner atau penginapan farm-stay yang unik untuk merasakan pengalaman makan langsung dari kebun. Jangan lupa gunakan fitur Traveloka Xperience untuk memesan tur mencicipi wine di Waiheke Island atau paket makan malam tradisional Māori di Rotorua. Booking sekarang di Traveloka dan biarkan New Zealand memanjakan lidah Anda dengan kemurnian rasanya!
Fri, 11 Sep 2026

Qantas
Jakarta (CGK) ke Auckland (AKL)
Mulai dari Rp 6.948.500
Mon, 7 Sep 2026

Qantas
Bali / Denpasar (DPS) ke Auckland (AKL)
Mulai dari Rp 7.918.600
Wed, 2 Sep 2026

Air New Zealand
Queenstown (ZQN) ke Auckland (AKL)
Mulai dari Rp 2.371.641
1. Apakah makanan di New Zealand ramah untuk muslim (Halal)?
Ya, karena New Zealand adalah pengekspor besar Daging Domba ke negara-negara Timur Tengah, banyak tempat pemotongan hewan yang sudah tersertifikasi Halal. Restoran di kota besar seperti Auckland juga memiliki banyak pilihan Halal.
2. Berapa harga rata-rata makan di sana?
New Zealand memiliki rentang harga yang bervariasi. Fish and Chips adalah pilihan yang sangat terjangkau, sementara makan malam di restoran fine dining di Queenstown bisa cukup prestisius. Secara umum, harganya sebanding dengan kualitas bahan organiknya.
3. Apa perbedaan Pavlova New Zealand dengan Australia?
Meskipun bahan dasarnya sama, warga Kiwi biasanya menghiasnya lebih sederhana dengan buah Kiwi, sementara versi Australia sering kali lebih meriah dengan berbagai jenis beri.
4. Kapan waktu terbaik untuk berburu seafood?
Musim panas (Desember-Februari) adalah waktu terbaik karena cuaca yang mendukung nelayan dan festival-festival seafood banyak diadakan pada periode ini.
5. Apakah Manuka Honey aman dibawa di dalam bagasi pesawat?
Ya, selama segelnya masih utuh dan memenuhi aturan cairan/gel maskapai (biasanya harus dimasukkan ke bagasi tercatat jika ukurannya besar).
Siap mencicipi mahakarya alam di setiap piringnya? Yuk, segera cek promo tiket pesawat dan akomodasi di Traveloka dan mulailah petualangan kuliner Anda di New Zealand!










