Sedang mencari rekomendasi tempat wisata di Temanggung untuk liburan berikutnya? Puncak Botorono bisa menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Destinasi ini menawarkan panorama perbukitan dan pegunungan khas Jawa Tengah yang menarik untuk dinikmati bersama teman, pasangan, maupun keluarga. Agar perjalanan lebih nyaman, kenali terlebih dahulu daya tarik dan informasi penting seputar Puncak Botorono.
Lokasi Puncak Botorono
Puncak Botorono berada di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tepat di jalur utama Parakan–Wonosobo. Bukit di kaki Gunung Sumbing ini berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl. Dari alun-alun Temanggung, jaraknya sekitar 16 km atau 30–35 menit berkendara.
Tips navigasi: ketik "Puncak Botorono Petarangan" di Google Maps. Sebagian website menyebut nama desa lain, jadi pastikan pin tujuan berada di Petarangan, Kledung.
Discover Flights With Traveloka
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Hal Menarik di Puncak Botorono
Ada banyak daya tarik dan aktivitas yang bisa kamu lakukan di sini. Berikut di antaranya.
Panorama Sindoro dan Sumbing. Dua gunung ini tampak mengapit pemandangan, apalagi saat kabut tipis tersibak.
Sunrise, sunset, dan lampu malam. Malam hari, gemerlap lampu Parakan dan Temanggung terlihat dari atas.
Spot foto. Ada gardu pandang, tempat duduk berhias, dan kincir angin bergaya Belanda.
Kemping. Area kemah tersedia bagi yang ingin bermalam di ketinggian.
Kali anget. Menurut warga, ada mata air hangat di bagian bawah bukit yang tak pernah surut.
Bertemu monyet ekor panjang. Biarkan mereka tetap liar dan jangan diganggu.
Soal nama, cerita setempat mengaitkan "Botorono" dengan seorang petapa bernama Mbah Projo yang menata batu (boto) saat bencana terjadi di mana-mana (rono-rene).
Puncak Botorono cukup mudah ditemukan, meski jalannya lumayan menantang. Berikut opsi cara menuju ke sana.
Dengan Mobil atau Motor
Dari Temanggung/Parakan: ambil jalan Parakan–Wonosobo. Gapura Desa Petarangan ada di sisi kiri, sekitar 5 km dari Pasar Legi Parakan.
Dari Wonosobo: gapura berada sekitar 15,2 km dari Tugu Kertek (±26 menit), di sisi kanan, 2,6 km setelah Jembatan Sigandul.
Dari Magelang: lewati jalur Magelang–Temanggung menuju Parakan, lalu lanjut ke arah Wonosobo.
Dari gapura, ikuti jalan desa. Tanjakan terakhir cukup terjal, jadi motor lebih praktis. Pengendara mobil sebaiknya menanyakan titik parkir kepada warga.
Dengan Kendaraan Umum
Angkutan langsung ke lokasi belum tersedia. Opsi umum: naik bus atau elf rute Temanggung/Parakan–Wonosobo, minta turun di gapura Petarangan, lalu lanjut ojek setempat. Tanyakan dulu ke kondektur.
Alternatif lebih praktis: sewa mobil beserta sopir dari Temanggung, Magelang, atau Wonosobo.
Berapa Lama Trekking ke Puncak Botorono?
Jalan kaki dari area bawah ke puncak sekitar 1,5 km dengan jalur menanjak. Untuk pengunjung berkebugaran biasa, perkiraan waktunya 30–45 menit dengan langkah santai. Jika tidak ingin berkeringat, tersedia ojek dengan tarif sekitar Rp35.000.
Untuk mengejar sunrise, mulailah menanjak sekitar pukul 04.00–04.30 dan bawa senter.
Jam Operasional dan Tiket Masuk Puncak Botorono
Jam buka: sebagian besar sumber menyebut buka 24 jam. Ada pula catatan Senin–Jumat pukul 04.00–18.00 dan Sabtu–Minggu 24 jam. Jika berencana datang malam pada hari kerja, konfirmasi dulu ke pengelola atau warga.
Tiket masuk: Rp5.000-Rp10.000 per orang
Parkir: sekitar Rp2.000–Rp3.000.
Ojek ke puncak: sekitar Rp35.000.
Kemping: sewa lahan Rp35.000, sewa tenda dan matras Rp90.000, kompor nesting Rp30.000.
*Tarif dapat berubah sewaktu-waktu, jadi siapkan bujet lebih.
Tempat Wisata Lainnya Dekat Puncak Botorono
Embung Kledung. Embung di lereng Sindoro ini populer untuk berburu sunrise. Jaraknya sekitar 7 km dari Puncak Botorono.
Wisata Alam Posong. Gardu pandang di Desa Tlahab, Kledung, dengan panorama Sindoro–Sumbing dan hamparan sawah. Letaknya searah jalur Parakan–Wonosobo sehingga mudah digabung.
Basecamp pendakian Sindoro dan Sumbing. Kledung dikenal sebagai gerbang jalur pendakian kedua gunung ini. Pengunjung bisa menikmati suasana basecamp sambil menyusun rencana pendakian.
Kebun Teh Tambi. Perkebunan teh peninggalan 1865 ini sudah masuk wilayah Wonosobo. Cocok digabung dengan perjalanan ke Dieng.
Kuliner yang Wajib Dicoba
Sego Gono. Nasi khas Temanggung yang disajikan dengan olahan bahan lokal.
Lentho. Camilan sekaligus pelengkap nasi yang cocok jadi teman minum kopi.
Nasi goreng tembakau. Sajian unik yang jadi ikon daerah penghasil tembakau ini.
Ronde Parakan. Minuman hangat penawar dingin setelah turun dari puncak.
Kopi Temanggung. Mampirlah ke kedai kopi lokal untuk mencicipi kopi dari lereng gunung sekitar.
Rumah Makan Bu Carik. Warung masakan Jawa di Jalan Raya Wonosobo No. 224, Jetis Kidul, Parakan.
Mie ongklok. Kuliner khas Wonosobo yang gampang dijangkau dari jalur ini.
Tips Aman dan Nyaman Berkunjung
Datang sebelum pukul 05.00 untuk sunrise, atau sore hari untuk sunset.
Bawa jaket tebal, jas hujan, dan senter karena udara dingin dan kabut turun cepat.
Gunakan sepatu dengan sol bergerigi untuk tanjakan yang licin.
Cek prakiraan cuaca. Langit cerah memberi peluang besar melihat dua gunung.
Bawa sampah turun kembali dan jangan memberi makan monyet.
Berkendara hati-hati di jalur perbukitan saat malam hari.
Pesan penginapan lebih awal saat akhir pekan dan libur panjang.
Hotel dan Penginapan Terdekat
Kawasan Kledung belum memiliki hotel bintang 4 atau 5, tapi masih ada hotel sekelas bintang 3 dan hotel budget sebagai tempat menginap.
1. Jambu Klutuk Resort
Jambu Klutuk Resort bisa menjadi pilihan untuk keluarga karena memiliki kamar dengan kapasitas 4-6 orang. Jaraknya hanya sekitar 10 menit berkendara ke Puncak Botorono. Tersedia kolam renang, restoran, taman, Wi-Fi, dan parkir gratis. Tarif sekitar Rp800 ribuan hingga Rp2 jutaan per kamar per malam.
2. Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant
Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant berlokasi di Kledung Pass, sekitar 15 menit berkendara ke Puncak Botorono. Fasilitasnya meliputi restoran, sarapan, Wi-Fi, parkir gratis, dan balkon dengan pemandangan Sindoro–Sumbing. Tarif mulai sekitar Rp300 ribuan hingga Rp600 ribuan per kamar per malam.
3. Tree Love Temanggung Hotel
Tree Love Temanggung Hotel berlokasi di Parakan, sekitar 6 km atau 15 menit berkendara ke Puncak Botorono. Fasilitasnya ada layanan kamar, Wi-Fi, serta parkir berjaga. Tarif Rp200 ribuan per kamar per malam.
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu bergantung pada waktu pemesanan, ketersediaan kamar, musim, promo, dan kebijakan platform
Jelajahi Keindahan Puncak Botorono Bersama Traveloka
Puncak Botorono bisa menjadi pilihan jika kamu ingin liburan hemat dengan hasil yang memuaskan. Panorama dua gunung, sunrise atau sunset, mata air, hingga fauna bisa kamu temukan dalam satu tempat.
Sebelum berangkat, pesan dulu tiket kereta api atau tiket bus/travel dan hotel demi menghindari kehabisan tiket dan kamar jika pesan mendadak. Ada baiknya kamu juga sewa mobil jika pergi bersama keluarga atau teman untuk perjalanan yang nyaman dan menghemat waktu, apalagi jika itinerary-mu adalah berkunjung ke banyak tempat.
Jangan takut kantong kebobolan, karena ada promo yang bisa dicek dan digunakan. Jadi, tanggal berapa ke Puncak Botorono?