
Dalam bahasa Jawa, kenteng berarti batu dan songo berarti sembilan. Nama itu merujuk pada sembilan batu keramat yang dipercaya warga lereng Merbabu menjaga puncak ini sejak lama. Tidak heran, Puncak Kenteng Songo bukan sekadar salah satu titik tertinggi di peta, melainkan tempat yang terasa punya cerita.
Ada alasan praktis mengapa pendaki dari Selo menjadikannya tujuan favorit: Gunung Merapi tampil gagah tepat di hadapanmu saat matahari terbit. Sebelum mengemas ransel, simak dulu apa yang perlu disiapkan, dari tiket untuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara, kendaraan menuju basecamp, sampai tempat menginap yang hangat.
Baca Juga: 7 Hotel di Jogja dengan View Gunung Merapi
Puncak Kenteng Songo berada di Gunung Merbabu, kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu di perbatasan Kabupaten Boyolali, Magelang, dan Semarang, Jawa Tengah. Ketinggiannya tercatat sekitar 3.142 mdpl, sedikit di bawah Puncak Triangulasi (3.145 mdpl) yang hanya berjarak "selemparan batu" darinya. Bersama Puncak Syarif (3.119 mdpl), ketiganya disebut tiga puncak utama Merbabu.
Puncak ini bisa dijangkau lewat semua jalur resmi, tetapi yang paling langsung adalah jalur atau basecamp Selo, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali. Basecamp inilah yang dipakai sebagai gerbang masuk dalam panduan ini.
Mon, 9 Nov 2026

Garuda Indonesia
Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 999.800
Sat, 21 Nov 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 724.800
Sat, 7 Nov 2026

NAM Air
Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 804.259
Pesona utama Puncak Kenteng Songo adalah posisinya. Merapi berdiri persis di depan, sementara Sindoro dan Sumbing tampak di kejauhan. Pada akhir pekan, puncak ini ramai oleh pendaki yang mengejar sunrise. Di sekitarnya ada area datar yang kerap dipakai berkemah.
Jalur Selo melewati lima pos: Dok Malang, Pandean, Batu Tulis, Sabana 1, dan Sabana 2, sebelum tanjakan menuju puncak. Aktivitas yang bisa dilakukan:
1. Hiking tek-tok sejauh sekitar 11–13 km pergi-pulang dengan tanjakan sekitar 1.300 meter.
2. Kemping di sabana atau dekat puncak untuk menikmati langit malam.
3. Berburu foto sunrise dengan latar Merapi dan hamparan awan.
Waspadai tanjakan berbatu terjal menjelang puncak. Jalurnya licin saat basah dan cukup menantang bagi pemula.
Ada tiga cara untuk menuju lokasi, seperti dijabarkan berikut ini:
Mobil: Dari Solo, ambil arah Boyolali, lanjut ke Cepogo lalu Selo. Dari Yogyakarta, lewati Magelang dan Muntilan, kemudian menanjak ke Selo. Gunakan peta dengan kata kunci "Basecamp Merbabu via Selo". Waktu tempuh sekitar 1,5–2,5 jam dari pusat kota. Jalan berkelok dan menanjak, jadi jaga kondisi rem dan hindari berkendara saat kabut tebal.
Motor: Rute sama dan lebih lincah di tanjakan. Pastikan kondisi ban, rem, dan bahan bakar prima, serta bawa jas hujan karena cuaca lereng cepat berubah. Parkir tersedia di area basecamp.
Dari Solo atau Yogyakarta, naik kereta atau bus menuju Boyolali. Dari sana, sambung elf atau angkutan ke Selo, lalu ojek atau ojek online ke basecamp. Anggaran transportasi umum dari Yogya atau Solo sekitar Rp50.000–Rp100.000 per orang. Karena jadwal angkutan menuju Selo terbatas pada sore hari, usahakan tiba sebelum petang.
Dari Basecamp Selo, pendaki umumnya memerlukan sekitar 5 hingga 8 jam untuk naik ke Puncak Kenteng Songo. Waktunya hampir sama dengan ke Puncak Triangulasi karena letak keduanya berdekatan di area puncak.
Perjalanan turun lebih singkat, sekitar 4 hingga 5 jam, sehingga hiking tek-tok pulang-pergi memakan waktu kira-kira 9 hingga 13 jam, tergantung stamina individu, berat ransel, dan cuaca. Tanjakan berbatu di bagian akhir sering membuat laju melambat. Jika ingin menikmati sunrise tanpa terburu-buru, pertimbangkan kemping 2 hari 1 malam dan beri tambahan waktu bila jalur sedang basah.
Pendakian Merbabu tidak memakai jam buka-tutup tetap. Akses diatur lewat reservasi online di tngunungmerbabu.org berdasarkan tanggal dan kuota. Kuota jalur Selo sekitar 578 pendaki per hari, dan pada pantauan September 2026 banyak hari Sabtu tinggal puluhan slot. Registrasi ulang dilakukan di basecamp. Cek pengumuman resmi BTNGMb sebelum berangkat.
Tiket masuk: Rp20.000 (wisatawan domestik - hari kerja), Rp30.000 (akhir pekan/hari libur), Rp200.000 (wisatawan mancanegara, semua hari)
Tiket mendaki: Rp20.000
Tambahan jika berkemah: Rp5.000
Tarif mengacu pada PP No. 36 Tahun 2024 dan bisa berubah, jadi pastikan lagi di website resmi.
1. Puncak Triangulasi: Hanya sejauh perjalanan singkat dari Kenteng Songo, inilah titik tertinggi Merbabu sebenarnya. Sayang jika sudah sampai tetapi tidak mampir untuk berfoto di tugu batu penandanya dan menikmati sudut pandang yang sedikit berbeda.
2. Bukit Gancik: Perbukitan di kawasan Selo ini menyuguhkan lanskap Merapi dan Merbabu tanpa perlu mendaki jauh. Cocok untuk pagi santai dengan secangkir kopi sebelum atau sesudah pendakian.
3. New Selo: Gardu pandang populer dengan panorama dua gunung kembar. Banyak pengunjung datang pada sore hari untuk menikmati senja sambil mencicipi jajanan hangat dari warung sekitar.
4. Embung Manajar: Embung sejuk yang cocok untuk beristirahat dan mengendurkan otot setelah turun gunung. Udaranya segar dan suasananya tenang, ideal untuk piknik singkat.
5. Bukit Batur Violoncello: Bukit di Dusun Samiran dengan hamparan hijau dan latar pegunungan. Sering dipilih untuk foto keluarga atau sesi pemotretan ringan.
Buka dengan kopi lereng Selo yang kuat dan hangat. Boyolali adalah daerah penghasil susu, jadi cicipi susu segar, tahu susu, dodol susu, dan Keju Meneer khas Selo.
Untuk makan berat, pilih sate kambing atau nasi liwet, lalu tutup dengan wedang ronde. Olahan susu juga cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
1. Reservasi lebih awal, minimal H-1, apalagi untuk akhir pekan.
2. Bawa 3–4 liter air. Jalur Selo tidak punya sumber air.
3. Pakai pakaian berlapis. Suhu pada siang sekitar 15–21°C, sedangkan pada malam bisa merosot hingga 3–8°C.
4. Berhati-hati di tanjakan berbatu dekat puncak, terutama saat gelap atau hujan.
5. Hormati kearifan lokal di sekitar batu-batu keramat dan jangan memanjat atau memindahkan batu.
6. Pantau status jalur. Penutupan karena cuaca ekstrem atau bencana bisa terjadi.
7. Urus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) untuk foto atau video komersial.
8. Bawa turun semua sampah. Jangan pernah membuang sampah sembarangan di area konservasi dan sekitarnya.
Jarak hotel atau penginapan dalam daftar ini dihitung ke basecamp Selo.
Azana Essence Selo Boyolali berjarak sekitar 2 km dari basecamp. Konsepnya adalah vila dan glamping dengan kolam renang serta resepsionis 24 jam. Tarif mulai sekitar Rp500 ribu hingga Rp1,4 juta per malam.
MaxOneHotels @ Loji Kridanggo Boyolali berada di pusat kota, sekitar 20 km dari basecamp. Hotelnya memiliki 65 kamar ber-AC dengan TV layar datar, shower, Wi-Fi gratis, dan layanan spa. Tarif mulai sekitar Rp360+ ribu hingga Rp560+ ribu per malam.
3. The Great Villa Selo
The Great Villa Selo berjarak sekitar 2,5 km dari basecamp. Ini adalah vila mungil yang privat dengan suasana estetik. Tamu bisa menikmati sarapan jika menginap. Tarif mulai sekitar Rp510+ ribu hingga Rp1 juta lebih per malam.
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu bergantung pada waktu pemesanan, ketersediaan kamar, musim, promo, dan kebijakan platform
Sembilan batu penjaga, Merapi di depan mata, dan sunrise yang sulit dilupakan sedang menunggumu. Kuncinya adalah persiapan yang rapi, dari kuota pendakian hingga kamar yang nyaman untuk beristirahat.
Pesan penerbangan atau tiket kereta api terlebih dahulu, lalu cari hotel atau penginapan terdekat Puncak Kenteng Songo. Kamu juga bisa menyewa mobil untuk perjalanan yang lebih nyaman, plus bisa sekaligus berkeliling ke tempat-tempat wisata lainnya di sekitar Puncak Kenteng Songo.
Cek juga berbagai promo hotel, kereta api, pesawat, dan lainnya di Traveloka, layanan aplikasi pemesanan perjalanan dengan jumlah tertinggi. Wujudkan rencanamu ke Puncak Kenteng Songo sekarang juga!






