Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Markus Yohannes

03 Feb 2021 - 4 min read

Mengulik Fakta & Sejarah Perayaan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh - Perayaan Cap Go Meh di Indonesia merupakan perayaan yang tak lepas dari hari raya tahun baru Imlek serta kerap dirayakan dengan tak kalah meriah. Di Indonesia salah satu perayaan Cap Go Meh yang meriah bisa kamu temukan di berbagai daerah, salah satunya di Kota Singkawang.

Terkenal dengan dengan Festival Cap Go Meh, perayaan Cap Go Meh di Singkawang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Uniknya, penyebutan nama Cap Go Meh yang popular di Indonesia berbeda dengan negara lain seperti di China, Taiwan, dan Singapura. Berikut adalah fakta-fakta menarik dan sejarah dari Cap Go Meh di Indonesia!

Arti Nama Cap Go Meh

Cap Go Meh adalah perayaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa. Perayaan ini sudah dilakukan sekitar ratusan tahun yang lalu. Cap Go Meh sendiri berasal dari dialek Hokkian yang bermakna 15 hari atau lima belas malam setelah tahun baru Imlek. Kata “Cap” berarti sepuluh, kata “Go” berarti lima, dan kata “Meh” berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China. Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan dan di barat lebih dikenal dengan Lantern Festival (Festival Lampion) atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi Cina).

Perayaan Cap Go Meh

Sejarah Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh dilakukan sejak 206 Sebelum Masehi, sebagai bentuk penghormatan kepada Tahi Yi yang dianggap sebagai Dewa tertinggi pada Dinasti Han. Pada masa itu, para biksu harus membawa lentera untuk melakukan ritual dengan menerbangkan lentera sebagai simbol melepas nasib buruk di masa lalu dan menyambut nasib baik di masa depan.

Cap Go Meh sebagai penanda berakhirnya Tahun Baru Imlek

Setiap hari sebelum Cap Go Meh punya makna yang berbeda-beda.

Hari pertama adalah momen terpenting, di mana saudara tertua akan menjadi tuan rumah dan akan mengundang sanak keluarga untuk berkunjung dan silaturahmi, seperti umat Muslim merayakan Lebaran dan umat Nasrani merayakan Natal. Mereka akan kumpul untuk saling mengucapkan selamat tahun baru sambil membagikan angpao.

Hari ke-5 terdapat Festival Po Wu, yang diyakini sebagai ulang tahun Dewa Keberuntungan. Pada hari ini masyarakat Tionghoa akan mengadakan jamuan besar dan meriah serta akan menyalakan petasan sebagai tanda mengusir roh-roh jahat dari rumahnya. Mereka juga membuka pintu atau jendela sebagai simbol menyambut Dewa.

Hari ke-9, dalam kepercayaan masyarakat etnis Tionghoa dan penganut Taoisme, hari tersebut adalah perayaan ulang tahun Kaisar Giok atau Yu Huang Da Di. Mereka dipercaya sebagai penguasa surga.

Hari ke-15 adalah hari penutupan perayaan tahun baru Imlek. Bagi para pria dan perempuan single, momen ini menjadi momen yang tepat untuk mencari pendamping.

Warga Tionghoa bisa melanggar hal yang paling dianggap tabu

Di hari ke-15 perayaan Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa harus menjaga diri untuk tidak melakukan hal tabu atau yang bisa membawa dampak negatif. Beberapa contohnya adalah berkata kotor, membeli buku, membeli sepatu, menangis, menjahit, makan bubur, dan sebagainya.

Setiap hal tabu ini memiliki maknanya masing-masing. Misalnya, makan bubur dianggap menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan. Selain itu, membeli buku dalam bahasa Mandarin merupakan "shu” yang pelafalannya seperti dengan kata yang memiliki arti "kalah".

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Kota Singkawang menjadi pusat perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Di Tiongkok, Cap Go Meh dirayakan dengan parade lampion yang sangat meriah. Meskipun di Indonesia tidak semeriah di Tiongkok, kamu bisa menyaksikan perayaan Cap Go Meh terbaik versi Indonesia yang berada di Kota Singkawang, provinsi Kalimantan Barat. Selain lampion-lampion, replika naga, dan barongsai, Singkawang memiliki Pawai Tatung yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Tatung adalah orang-orang pilihan yang dimasuki roh baik dan menjadi kebal sementara. Hal ini merupakan ritual untuk tolak bala dan mengusir roh jahat. Bahkan, UNESCO sudah mengakui bahwa festival Cap Go Meh yang berada di Kota Singkawang patut dilestarikan.

Hotel & Penginapan Terbaik di Singkawang

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Singkawang dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Makan Onde-Onde

Lain dengan tahun baru Imlek yang identik dengan kue keranjang, Cap Go Meh juga punya makanan khas yaitu onde-onde. Tidak seperti onde-onde biasa berisi kacang hijau lalu digoreng, onde-onde Cap Go Meh berisi pasta wijen hitam dan disajikan dalam kuah jahe. Hidangan ini dikenal juga dengan sebutan yuan xiao dan tang yuan.

Demikian sejarah yang berhubungan dengan Cap Go Meh di Indonesia. Sebagai penentu berakhirnya Imlek, Cap Go Meh juga memiliki banyak makna yang berarti bagi masyarakat Tionghoa.

Kalau kamu mau ingin merayakan Cap Go Meh langsung di Kota Singkawang atau mengintip perayaan Cap Go Meh di berbagai kota lainnya di Indonesia, pastikan kamu pesan tiket pesawat serta booking hotel lewat aplikasi Traveloka untuk dapatkan penawaran harga terbaik serta berbagai promo hotel menarik, termasuk promo tahun baru Imlek!

Libura juga nggak perlu lagi khawatir karena dengan Traveloka Clean Partners kamu bisa memastikan hotel yang kamu booking sudah menerapkan protokol dan standar kesehatan sesuai anjuran ototiras setempat. Cukup temukan badge Traveloka CleanAccomodation pada saat memilih hotel, kamu sudah selangkah lebih maju untuk jadi smart and responsible traveler.