Jepang adalah surga bagi para pecinta kuliner, dan tidak ada hidangan yang lebih ikonik dari ramen. Mie berkuah ini bukan sekadar makanan sehari-hari warga Jepang, melainkan sebuah budaya kuliner yang terus berkembang selama ratusan tahun. Setiap prefektur punya versi ramannya sendiri, dari kuah yang bening dan ringan hingga yang kental dan creamy.
Kalau kamu berencana wisata ke Jepang, mencicipi ramen langsung di tempat asalnya adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Artikel ini merangkum 10 jenis ramen paling populer beserta 10 rekomendasi restoran ramen terbaik yang tersebar di berbagai kota Jepang, supaya perjalanan kulinermu makin terarah dan memuaskan.
Sebelum mulai berburu kuliner ramen, ada baiknya kamu mengenal dulu perbedaan tiap jenisnya. Ramen di Jepang diklasifikasikan terutama berdasarkan jenis kuahnya, dan masing-masing daerah memiliki identitas rasa yang sangat kuat. Berikut 10 jenis ramen yang paling terkenal dan paling banyak dicari wisatawan.
Shoyu ramen adalah salah satu jenis ramen paling klasik yang berasal dari Tokyo. Kuahnya berbasis kecap asin (shoyu) yang menghasilkan rasa ringan namun gurih, dengan aroma yang sedikit manis dan warna cokelat keemasan yang menggugah selera. Biasanya disajikan dengan mie tipis bergelombang, potongan daging chashu, daun bawang, dan menma (rebung).
Ramen ini cocok bagi kamu yang ingin merasakan cita rasa autentik Jepang tanpa rasa yang terlalu berat di lidah. Karena berasal dari Tokyo, mudah sekali menemukan warung shoyu ramen yang berkualitas di seluruh penjuru ibu kota Jepang.
Miso ramen berasal dari Hokkaido dan memiliki kuah yang lebih kental karena menggunakan pasta miso sebagai bahan dasarnya. Cita rasanya kaya dan penuh umami, sering kali dilengkapi dengan jagung manis, mentega, tauge, dan irisan daging babi untuk menghasilkan hidangan yang hangat dan mengenyangkan. Tekstur kuahnya yang lebih padat membuat setiap tegukan terasa sangat memuaskan.
Hokkaido yang terkenal dengan suhu dingin menjadikan miso ramen sebagai pilihan sempurna untuk menghangatkan tubuh di musim dingin. Tidak heran kalau Sapporo, ibu kota Hokkaido, dikenal sebagai salah satu kota ramen terbaik di Jepang.
Tonkotsu ramen berasal dari Fukuoka di wilayah Kyushu dan dikenal dengan kuahnya yang pekat, creamy, serta berwarna putih susu. Kuah istimewa ini dibuat dari rebusan tulang babi selama berjam-jam hingga kolagen dan lemaknya menyatu sempurna, menghasilkan tekstur yang kaya dan rasa yang sangat gurih. Biasanya disajikan dengan mie tipis lurus, irisan chashu, bawang putih cincang, dan terkadang ditambah minyak wijen atau jahe merah.
Tonkotsu ramen adalah salah satu jenis ramen yang paling banyak digemari wisatawan dari luar Jepang, dan Fukuoka adalah kota yang paling tepat untuk menikmatinya dalam versi paling otentik.
Shio ramen menggunakan garam (shio) sebagai dasar kuahnya, menghasilkan tampilan yang bening dan rasa yang lebih ringan dibandingkan jenis ramen lainnya. Meskipun terlihat sederhana, kuahnya tetap gurih dengan sentuhan kaldu seafood atau ayam yang elegan. Biasanya disajikan dengan mie lurus tipis, irisan ayam atau babi, daun bawang, dan rumput laut kering.
Shio ramen populer di berbagai wilayah Jepang bagian timur dan Hokkaido. Kesederhanaannya justru menjadi keistimewaan tersendiri karena menonjolkan kualitas bahan-bahan segar yang digunakan.
Tsukemen adalah jenis ramen yang cara makannya unik dan berbeda dari ramen pada umumnya. Mie dan kuah disajikan secara terpisah, dan cara menikmatinya adalah dengan mencelupkan mie ke dalam kuah yang pekat sebelum dimakan. Kuahnya jauh lebih kental dan intens dibanding ramen biasa, dengan rasa yang kuat dan penuh umami.
Konsep tsukemen populer di Tokyo dan sangat digemari kalangan muda Jepang yang suka pengalaman makan yang interaktif. Keunikan cara makannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari sajian ramen konvensional.
Kitakata ramen berasal dari Kota Kitakata di Fukushima dan dikenal dengan mie yang lebih tebal, pipih, serta bergelombang. Kuahnya berbasis shoyu yang lebih ringan, biasanya dibuat dari campuran kaldu babi dan ikan, menghasilkan rasa yang kaya namun tetap seimbang dan tidak terlalu berat. Topping khasnya meliputi chashu, daun bawang, dan narutomaki (fish cake bergaris merah-putih).
Kitakata memiliki jumlah warung ramen yang sangat tinggi dibandingkan jumlah penduduknya, menjadikan kota ini salah satu destinasi wisata kuliner ramen yang paling dicintai di Jepang. Tekstur mienya yang khas adalah elemen yang paling membedakannya dari jenis ramen lain.
Hakodate ramen adalah varian shio ramen dari Hokkaido dengan kuah yang lebih ringan dan bening, sering kali dibuat dari kaldu ayam atau seafood segar. Toppingnya cenderung minimalis, seperti chashu, daun bawang, dan narutomaki, sehingga fokus utama tetap pada cita rasa kuahnya yang bersih dan segar. Kesederhanaan presentasinya mencerminkan filosofi kuliner Hakodate yang mengedepankan kualitas bahan alami.
Kota Hakodate sendiri juga terkenal sebagai salah satu kota pelabuhan paling indah di Jepang, sehingga perjalanan ke sana sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lengkap antara kuliner dan pemandangan.
Ramen khas Wakayama memiliki kuah yang merupakan perpaduan unik antara shoyu dan tonkotsu, menghasilkan rasa yang kaya, gurih, dan kompleks dalam satu mangkuk. Mie yang digunakan cenderung lebih tipis, dan toppingnya biasanya terdiri dari chashu, telur rebus, dan daun bawang yang menyempurnakan setiap suapan. Perpaduan dua gaya kuah ini menciptakan profil rasa yang benar-benar unik dan tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Wakayama memang kurang sepopuler Tokyo atau Osaka di kalangan wisatawan, namun para pencinta ramen yang serius tahu bahwa kota ini menyimpan salah satu tradisi ramen paling autentik di Jepang.
Toyama Black Ramen adalah salah satu varian ramen paling berani dan mencolok secara visual, dengan kuah berwarna hitam pekat yang berasal dari penggunaan kecap asin yang sangat kuat. Rasanya dominan asin dengan tambahan lada hitam yang memberikan sensasi pedas dan hangat yang khas. Kombinasi ini menghasilkan pengalaman rasa yang bold dan berkesan, cocok bagi kamu yang suka tantangan kuliner.
Ramen ini lahir dari tradisi para pekerja keras di Toyama yang membutuhkan makanan berenergi tinggi, sehingga porsinya biasanya cukup besar dan mengenyangkan. Keunikannya menjadikan Toyama Black Ramen sebagai salah satu ikon kuliner regional yang paling sering dibicarakan.
Onomichi ramen berasal dari Kota Onomichi di Hiroshima dan memiliki identitas kuah yang sangat khas: kaldu babi dan ikan dengan tambahan lemak babi (seabura) yang mengambang di permukaan, menciptakan rasa gurih berlapis yang tidak dimiliki jenis ramen lain. Mienya cenderung pipih dan lurus, dengan topping sederhana seperti chashu, daun bawang, dan potongan bambu.
Onomichi adalah kota pelabuhan yang cantik dengan lanskap perbukitan yang indah, dan menikmati semangkuk Onomichi ramen di sana adalah pengalaman kuliner yang sangat berkesan, terutama setelah berjalan-jalan menyusuri lorong-lorong bersejarah kota ini.
Sambil merencanakan perjalanan kuliner ramen ke Jepang, kamu bisa mulai mencari tiket pesawat dengan harga terbaik ke Tokyo, Fukuoka, atau Hokkaido langsung dari aplikasi Traveloka.
Sun, 13 Sep 2026

VietJet Air
Jakarta (CGK) ke Tokyo (NRT)
Mulai dari Rp 3.179.837
Mon, 14 Sep 2026

Scoot
Bali / Denpasar (DPS) ke Tokyo (NRT)
Mulai dari Rp 4.612.200
Thu, 10 Sep 2026

Xiamen Air
Surabaya (SUB) ke Tokyo (NRT)
Mulai dari Rp 4.047.800
Setelah mengenal berbagai jenisnya, saatnya tahu ke mana harus pergi untuk menikmatinya. Berikut 10 restoran ramen yang paling direkomendasikan dan tersebar di berbagai kota besar Jepang.
Sebelum membahas daftar restorannya, pastikan tempat menginap kamu sudah terjamin nyaman. Berikut beberapa pilihan hotel di Jepang yang bisa kamu pertimbangkan untuk dijadikan basecamp selama wisata kuliner.
Ichiran Ramen adalah salah satu nama paling ikonik dalam dunia ramen Jepang, dengan cabang yang tersebar di Fukuoka, Tokyo, dan Osaka. Restoran ini terkenal dengan konsep makan di bilik pribadi (solo booth), di mana setiap pengunjung menikmati ramen dalam ruang kecil yang terisolasi untuk pengalaman yang lebih fokus dan intim. Spesialisasi utamanya adalah tonkotsu ramen dengan kuah yang kaya dan dapat dikustomisasi sesuai preferensi pribadi, mulai dari tingkat kekentalan kuah hingga jumlah bawang putih.
Sistem pemesanan melalui mesin otomatis dan lembar preferensi rasa membuat pengalaman di Ichiran terasa sangat personal. Bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang, Ichiran adalah titik awal yang sempurna untuk berkenalan dengan tonkotsu ramen versi terbaik.
Ippudo adalah salah satu jaringan restoran ramen premium asal Fukuoka yang kini memiliki cabang di Tokyo, Kyoto, dan bahkan berbagai kota di luar Jepang. Kuah tonkotsu-nya dikenal lebih lembut dan creamy dibanding banyak pesaingnya, dengan proses pembuatan yang menjaga keseimbangan antara kekayaan rasa dan kelembutan tekstur. Mie yang digunakan tipis dan kenyal, disajikan dengan chashu empuk serta topping pilihan yang bisa ditambahkan sesuai selera.
Suasana restorannya lebih modern dan nyaman dibanding warung ramen tradisional, menjadikannya pilihan yang tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati ramen berkualitas tinggi dalam ambiente yang menyenangkan. Ippudo juga menawarkan menu sampingan seperti gyoza dan nasi yang melengkapi pengalaman makan secara keseluruhan.
Ramen Jiro adalah legenda tersendiri di dunia kuliner ramen Tokyo, dikenal dengan porsinya yang sangat besar dan rasa shoyu ramen-nya yang kuat dan berani. Kuahnya dibuat dari campuran tulang babi dan kecap asin yang menghasilkan rasa gurih berlapis, disajikan dengan mie tebal dan tumpukan sayuran serta bawang putih cincang di atasnya. Konsep ""pilih topping sendiri"" yang diterapkan Ramen Jiro sudah menjadi kultus tersendiri di kalangan penggemar ramen Jepang.
Antrian panjang di depan Ramen Jiro adalah pemandangan biasa, terutama di lokasi aslinya di Mita, Tokyo. Pengalaman makan di sini terasa sangat autentik dan berbeda dari restoran ramen komersial manapun.
Santouka Ramen berasal dari Hokkaido dan terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati shio ramen yang gurih dan menyegarkan. Kuahnya dibuat dari kaldu babi yang dimasak perlahan, menghasilkan rasa yang bersih namun tetap kaya dengan umami alami tanpa tambahan bahan penyedap berlebihan. Restoran ini memiliki cabang di Hokkaido, Tokyo, dan Osaka, sehingga mudah dijangkau dari berbagai titik di Jepang.
Menu andalan Santouka adalah toroniku shio ramen, menggunakan potongan daging babi pipi yang lembut dan meleleh di mulut. Setiap mangkuknya disajikan dengan penuh perhatian terhadap detail, mencerminkan filosofi kuliner Hokkaido yang mengutamakan bahan berkualitas tinggi.
Mutekiya Ramen berlokasi di Ikebukuro, Tokyo, dan telah menjadi salah satu destinasi wajib bagi pencinta ramen yang mengunjungi ibu kota Jepang. Restoran ini menawarkan shoyu ramen dengan daging chashu yang sangat empuk, hampir meleleh begitu disentuh sumpit, dilengkapi dengan telur onsen yang kuningnya setengah matang sempurna. Kuahnya memiliki keseimbangan rasa yang luar biasa antara gurih, manis, dan asin.
Antrian di depan Mutekiya seringkali cukup panjang, namun para pengunjung setia tidak keberatan menunggu karena kualitas yang disajikan selalu konsisten. Ukuran porsinya juga cukup besar dan sangat mengenyangkan untuk bekal energi berwisata sepanjang hari di Tokyo.
Sapporo Ramen Kyowakoku adalah kompleks kuliner ramen yang terletak di Sapporo, Hokkaido, yang menghadirkan beberapa restoran ramen terbaik dari berbagai penjuru Hokkaido dalam satu atap. Surga bagi pencinta miso ramen ini menawarkan berbagai variasi kuah miso, mulai dari yang gurih ringan hingga yang kaya dan kental, dengan berbagai pilihan topping khas daerah. Setiap restoran di dalam kompleks ini memiliki resep kuah dan gaya penyajian yang berbeda, sehingga kamu bisa membandingkan langsung berbagai interpretasi miso ramen Hokkaido.
Lokasi yang berada di pusat kota Sapporo memudahkan wisatawan untuk mengunjunginya sebagai bagian dari itinerary wisata kota. Pengalaman kuliner di Sapporo Ramen Kyowakoku adalah cara terbaik untuk memahami keragaman tradisi ramen Hokkaido dalam satu kunjungan.
Rokurinsha adalah salah satu nama paling disegani dalam dunia tsukemen di Tokyo, berlokasi di dalam Tokyo Station sehingga sangat mudah diakses dari mana saja. Kuah tsukemen-nya terkenal sangat kental dan beraroma kuat, terbuat dari kaldu ikan dan babi yang dikombinasikan dengan sempurna untuk menghasilkan cita rasa yang intens dan menggugah selera. Mienya tebal dan kenyal, dirancang khusus untuk menahan kuah yang padat agar setiap gigitan terasa penuh rasa.
Antrian di Rokurinsha selalu panjang, terutama saat jam makan siang, namun hal ini justru menjadi tanda betapa dicintainya restoran ini. Bagi yang ingin merasakan pengalaman tsukemen di level tertinggi, Rokurinsha adalah pilihan yang tidak ada tandingannya.
Menya Musashi adalah jaringan restoran ramen premium yang memiliki cabang di Tokyo dan Osaka, dikenal karena menyajikan ramen dengan topping daging yang sangat melimpah dan berkualitas tinggi. Restoran ini terkenal dengan presentasinya yang dramatis dan porsi yang tidak tanggung-tanggung, menjadikannya favorit para penggemar ramen yang menyukai pengalaman makan yang berkesan secara visual maupun rasa. Variasi menu yang ditawarkan cukup beragam, mencakup ramen berbasis shoyu, shio, hingga kreasi fusion modern.
Suasana di Menya Musashi lebih casual dan bersemangat, cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati makan siang atau makan malam yang menyenangkan di tengah aktivitas wisata kota. Kualitasnya yang konsisten di berbagai cabang membuatnya menjadi pilihan andalan yang aman kapan pun kamu berkunjung.
Sugimoto Ramen adalah permata tersembunyi di Kyoto yang terkenal dengan ramen berbasis seafood-nya yang memiliki profil rasa unik dan berbeda dari kebanyakan restoran ramen di Jepang. Kuahnya menggunakan kaldu seafood pilihan yang diproses dengan teknik tradisional, menghasilkan rasa laut yang segar namun tetap kaya dan bertekstur. Sajiannya mencerminkan filosofi kuliner Kyoto yang mengutamakan kehalusan rasa dan keindahan presentasi.
Mengunjungi Sugimoto Ramen adalah cara yang menarik untuk melihat bagaimana tradisi kuliner Kyoto yang terkenal dengan keseimbangan dan kesederhanaan dapat diaplikasikan ke dalam semangkuk ramen. Bagi wisatawan yang sudah pernah mencoba berbagai jenis ramen populer, Sugimoto menawarkan perspektif baru yang menyegarkan.
Nakamoto Ramen di Tokyo adalah destinasi wajib bagi para pencinta ramen pedas yang mencari tantangan rasa yang sesungguhnya. Kuahnya berwarna merah menyala dari cabai yang digunakan dalam jumlah besar, menghasilkan sensasi pedas yang khas namun tetap mempertahankan kedalaman rasa kaldu yang kaya. Tingkat kepedasan dapat disesuaikan, mulai dari level ringan untuk pemula hingga level ekstrem bagi mereka yang ingin menguji batas toleransi pedasnya.
Pengalaman makan di Nakamoto adalah salah satu yang paling berkesan dan paling sering dibicarakan di antara komunitas penggemar ramen internasional. Kalau kamu seorang pencinta pedas sejati, melewatkan Nakamoto sama artinya dengan melewatkan salah satu highlight kuliner terbaik Jepang.
Selain berburu ramen, ada banyak tempat wisata dan aktivitas seru lainnya yang bisa kamu nikmati di Jepang. Mulai dari wisata budaya, tur kuliner, hingga pengalaman lokal yang autentik, semuanya bisa dipesan dengan mudah melalui Traveloka.
Jepang memiliki jaringan transportasi publik yang sangat canggih dan efisien, sehingga berpindah antarkota untuk mencicipi ramen dari berbagai daerah menjadi sangat mudah. Kamu bisa memanfaatkan tiket kereta untuk perjalanan jarak jauh antar kota besar, atau menggunakan tiket bus untuk rute yang lebih terjangkau. Untuk kenyamanan ekstra, terutama jika kamu membawa banyak barang bawaan atau bepergian bersama keluarga, layanan sewa mobil juga tersedia untuk perjalanan yang lebih fleksibel.
Sesampainya di bandara Jepang, kamu juga bisa memanfaatkan layanan Airport transfer untuk perjalanan dari dan ke bandara dengan nyaman dan tepat waktu. Perencanaan transportasi yang matang memastikan kamu bisa mengunjungi lebih banyak restoran ramen tanpa membuang waktu.
Sebelum berangkat, jangan lupa cek promo Traveloka untuk mendapatkan penawaran terbaik pada tiket pesawat, hotel, dan aktivitas wisata di Jepang. Dengan merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan berbagai promosi yang tersedia, kamu bisa mengalokasikan lebih banyak budget untuk petualangan kuliner ramen yang tak terlupakan. Traveloka secara rutin menghadirkan penawaran eksklusif yang sayang untuk dilewatkan.
Traveloka adalah aplikasi perjalanan terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya oleh lebih dari 100 juta pengguna untuk merencanakan perjalanan mereka. Untuk wisata kuliner ramen di Jepang, kamu bisa memesan semua kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi: tiket pesawat ke Tokyo, Fukuoka, atau Sapporo, hotel di lokasi strategis dekat kawasan kuliner favorit, hingga aktivitas wisata seru yang melengkapi pengalaman di Jepang.
Traveloka juga menyediakan layanan tiket kereta, tiket bus, dan sewa mobil untuk memudahkan mobilitas selama di Jepang. Kamu bahkan bisa menggunakan layanan eSIM langsung dari aplikasi agar tetap terhubung internet selama perjalanan tanpa perlu repot menukar kartu SIM setibanya di sana. Tersedia pula asuransi perjalanan yang memberikan ketenangan pikiran selama berada di luar negeri.
Dengan fitur Traveloka PayLater, kamu bisa memesan tiket pesawat dan hotel lebih awal untuk mendapatkan harga terbaik, lalu membayarnya nanti sesuai kemampuan finansialmu. Bayar menggunakan GoPay, OVO, transfer bank, dan dompet digital lokal lainnya, semuanya tersedia dalam satu aplikasi yang mudah digunakan kapan saja dan di mana saja. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dari Google Play Store atau Apple App Store dan mulai rencanakan petualangan kuliner ramen Jepang impianmu hari ini.






