Larantuka adalah sebuah kota kecil yang terletak di ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski tidak setenar Labuan Bajo, Larantuka memiliki daya tarik unik yang menggabungkan keindahan pesisir, kultur keagamaan, serta atmosfer kota lama yang tenang. Kota ini dikenal sebagai “Kota Reinha Rosari” karena tradisi keagamaannya yang kuat, terutama dalam pelaksanaan prosesi Semana Santa, sebuah ritual Paskah yang telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi daya tarik wisata religi berskala internasional.
Selain aspek budaya, Larantuka juga merupakan gerbang untuk mengunjungi berbagai destinasi pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Pulau Lembata yang menawarkan pantai jernih, spot snorkeling, dan pengalaman alam yang masih sangat alami. Kota ini adalah pilihan tepat bagi kamu yang mencari liburan yang lebih tenang, autentik, dan penuh makna.
Baca Juga: Daftar Bandara di NTT, Lokasi & Cara ke Sana
Secara geografis, Larantuka berada di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan menghadap langsung ke Laut Flores serta Selat Solor. Lokasinya berada di jalur pelayaran yang menghubungkan Flores dengan kepulauan di timur seperti Alor dan Lembata. Karena letaknya yang strategis, Larantuka juga menjadi bagian dari jalur perdagangan kuno sejak era kolonial Portugis.
Kota ini memiliki karakter yang berbeda dari kota-kota lain di NTT. Jika Maumere dikenal dengan pantainya, dan Labuan Bajo dengan wisata komodo, maka Larantuka adalah kota yang menonjolkan kehidupan religius, pesisir yang damai, dan jejak kolonial. Suasananya lebih slow-paced, cocok bagi kamu yang ingin berlibur tanpa keramaian.
Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk menuju Larantuka, baik melalui transportasi udara maupun transportasi laut.
Untuk perjalanan udara, kamu bisa terbang ke Bandara Gewayantana (Larantuka) dari kota-kota tertentu di NTT. Namun, penerbangan langsung dari kota besar seperti Jakarta atau Surabaya belum tersedia.
Rute umum:
Dari Bandara Kupang (El Tari), kamu dapat melanjutkan penerbangan sekitar 1 jam menuju Larantuka menggunakan pesawat perintis.
Sun, 15 Feb 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 1.971.095
Sun, 15 Feb 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 2.063.300
Tue, 17 Feb 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 2.063.300
Jika kamu ingin pengalaman perjalanan laut:
Jika kamu berada di Maumere, kamu bisa berkendara ke Larantuka dengan bus atau travel selama 3–4 jam. Rute darat ini cukup populer karena menawarkan pemandangan perbukitan dan pantai yang indah sepanjang perjalanan.
Baca Juga: 8 Gunung Tertinggi di NTT yang Penuh Pesona
Meski kota ini relatif kecil, pilihan wisatanya cukup lengkap, mulai dari wisata religi hingga wisata bahari.
Kapela Tuan Ma adalah pusat dari tradisi Semana Santa. Di tempat suci ini tersimpan patung Bunda Maria (Tuan Ma) yang dianggap sangat sakral bagi umat Katolik Larantuka. Bangunannya sederhana namun memiliki nilai spiritual yang mendalam.
Pantai dekat kawasan kota ini menyuguhkan suasana tenang dan air laut yang jernih. Cocok untuk relaksasi sore hari sambil menunggu matahari terbenam.
Hanya berjarak sekitar 30 menit dengan ferry, Pulau Adonara menawarkan pantai yang bersih serta pemandangan Gunung Ile Boleng yang gagah. Pulau ini masih sangat alami sehingga memberi sensasi eksplorasi petualangan.
Pulau Solor terkenal dengan Benteng Lohayong, peninggalan Portugis yang mengingatkan akan sejarah perdagangan rempah dan konversi agama pada masa kolonial. Selain itu, kamu bisa snorkeling di spot pantai sekitarnya.
Jika kamu punya waktu lebih, lanjutkan perjalanan ke Lembata, pulau tetangga yang terkenal dengan:
Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin belajar tradisi kuno yang masih bertahan hingga kini.
Selain menawarkan pemandangan pesisir yang indah dan suasana kota kecil yang tenang, Larantuka juga menyediakan banyak aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan selama berkunjung. Mulai dari wisata religi yang sarat makna, eksplorasi pulau-pulau eksotis di sekitarnya, hingga menikmati kuliner lokal yang autentik, setiap kegiatan di Larantuka memberikan pengalaman yang lebih personal dan berkesan. Ini dia beberapa aktivitas serunya!
Jika kamu datang pada pekan Paskah, kamu bisa menyaksikan langsung prosesi Semana Santa, ritual keagamaan bergengsi yang berlangsung selama beberapa hari. Jalan-jalan utama kota akan dipenuhi cahaya lilin dan arak-arakan patung suci.
Kamu bisa menyewa kapal kecil dari pelabuhan Larantuka dan melakukan island hopping. Setiap pulau menawarkan pengalaman yang berbeda—mulai dari pantai pasir putih, desa tradisional, hingga benteng bersejarah.
Air laut di sekitar Larantuka dan pulau-pulau tetangganya sangat jernih. Terumbu karang relatif terjaga dan ikan-ikan kecil mudah ditemui.
Salah satu aktivitas sederhana namun paling memuaskan. Langit Larantuka saat sunset berwarna lembut dan memantul di permukaan laut.
Beberapa makanan khas yang bisa kamu coba:
Kuliner di Larantuka cenderung sederhana, tetapi kaya rasa dan sangat fresh karena dekat dengan laut.
Selain keindahan alam dan kekayaan budaya, Larantuka juga memiliki ragam kuliner khas yang sederhana namun penuh cita rasa. Bahan-bahan makanan di sini banyak berasal dari hasil laut segar dan tanaman lokal, sehingga hidangannya terasa autentik dan memiliki karakter tersendiri. Berikut beberapa makanan khas Larantuka yang wajib kamu coba saat berkunjung:
Salah satu hidangan paling populer di Larantuka adalah ikan bakar yang disajikan dengan sambal lu’at, sambal khas Flores yang terbuat dari cabai, jeruk lokal, dan daun kemangi. Rasa pedas, asam, dan aroma herbalnya memberikan sensasi segar yang cocok dipadukan dengan ikan laut yang baru ditangkap.
Jagung bose adalah makanan pokok masyarakat Flores yang terbuat dari jagung putih yang direbus lama hingga lembut dan dicampur dengan sedikit santan. Teksturnya lembut dan gurih, biasanya disajikan bersama ikan bakar atau lauk berbumbu pedas untuk menyeimbangkan rasa.
Kolo adalah nasi yang dimasak dalam bambu, kemudian dipanggang di atas bara api. Teknik ini membuat aroma bambu meresap ke dalam nasi, menghasilkan rasa yang unik, harum, dan sedikit smoky. Kolo sering disajikan dalam acara adat atau kumpul keluarga.
Karena Larantuka berada di pesisir, sup ikan kuah asam menjadi hidangan yang sangat umum dan digemari. Kuahnya segar dengan perpaduan rasa asam, sedikit pedas, serta rempah ringan yang cocok dinikmati saat makan siang di dekat pantai.
Jagung titi adalah camilan khas Flores Timur yang dibuat dengan cara menumbuk jagung sangrai hingga pipih seperti keripik kecil. Rasanya gurih alami dan cocok disantap sebagai camilan perjalanan atau oleh-oleh.
Rumpu rampe adalah tumisan sayuran hijau, biasanya daun pepaya atau daun singkong yang dicampur bunga pepaya dan diberi bumbu pedas. Meski terasa sedikit pahit, hidangan ini sangat disukai karena sehat dan sering menjadi pendamping lauk ikan.
Agar perjalananmu ke Larantuka berjalan lancar dan pengalaman liburan terasa semakin berkesan, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum dan selama berada di kota ini. Mengingat karakter geografis serta tradisi lokal yang kuat, persiapan yang tepat akan membantumu beradaptasi dengan cuaca, budaya, hingga akses transportasi di kawasan pesisir timur Flores ini. Dengan mengikuti tips berikut, kamu bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman, aman, dan penuh makna.
Menjelajahi Larantuka akan menjadi pengalaman yang penuh kesan, baik bagi kamu yang menyukai wisata budaya, religi, maupun alam tropis. Untuk mempermudah perjalananmu, kamu bisa memesan tiket pesawat menuju NTT, memilih hotel yang sesuai dengan budget dan preferensimu, atau membeli tiket bus jika melanjutkan perjalanan darat antar kota, semuanya dapat dilakukan praktis melalui Traveloka.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan akses Tiket Atraksi dan aktivitas wisata dengan Traveloka Xperience, menjadikan liburanmu lebih efisien tanpa antre panjang. Dan jika kamu ingin liburan dulu, bayar belakangan, manfaatkan fasilitas TPayLater agar rencana perjalanan tetap fleksibel dan nyaman. Dengan Traveloka, liburan ke Larantuka jadi lebih mudah, terencana, dan bebas repot.












