Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0

Traveloka Team

10 Jan 2020 • 1 min read

Ingin Jadi Orang yang Lebih Baik? Traveling Caranya!

Berlibur saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Selain untuk melepas penat, liburan juga dipercaya mampu memberikan dampak positif bagi pelakunya.

Berlibur tak lagi sekadar menghamburkan uang ataupun bersenang-senang. Para traveler justru mendapat makna lebih dalam di setiap perjalanan yang telah dilalui. Mulai dari kondisi daerah, budaya setempat, hingga perilaku warga lokal adalah beberapa hal yang dianggap mampu membawa pandangan baru bagi mereka. Apa saja alasan orang untuk traveling dan manfaat yang mereka dapatkan? Yuk, simak hasil interview Traveloka dengan para travel expert berikut!

Makna Traveling Bagi Mereka

“To travel is to live”, kiranya kutipan itu sudah menjadi pedoman bagi para travel expert. Meski begitu, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa berlibur bukanlah hal yang penting dilakukan. Lalu, bagaimana tanggapan para travel expert?

Barry Kusuma, alambudaya.com
“Bagi saya traveling itu adalah investasi jiwa. Semakin banyak traveling, kita bisa punya banyak teman dan berpandangan luas.”
-
Andra Alodita, Alodita.com
“Traveling jadi salah satu cara untuk memperkaya diri, karena setiap manusia harus selalu bergerak bukan stuck di satu tempat saja. Traveling juga jadi bonding time dengan travel partner kita (teman atau keluarga). Kalau kata sebuah quote terkenal “collect moments, not things” – quote tersebut yang membuat saya jadi makin sering traveling. Karena selagi masih muda dan bisa, lebih baik memperkaya diri dengan pengalaman, bukan memenuhi rumah dengan barang.”
-
Firsta, discoveryourindonesia.com
“It depends on the person. Untuk saya sendiri, travelling adalah hal penting karena saya bisa melihat kebudayaan yang berbeda, bertemu dengan banyak orang-orang baru, saya juga semakin open minded and force me to be more adaptable (with various situations).”
-
Trinity, naked-traveler.com
“Penting! Karena banyak sekali manfaat traveling, mau dengan gaya apapun. Supaya kita tahu bahwa dunia tidak selebar daun kelor. Bisa bertoleransi karena bertemu dengan banyak orang. Bisa melihat banyak pemandangan bagus dan merasa diri kita jadi tidak ada apa-apanya dengan ciptaan tuhan yang lainnya. Bisa dapat banyak pengetahuan dan memperluas wawasan. Senang ketemu tempat baru, orang baru. Traveling juga membuat kita tidak terjebak sama rutinitas. Kalo ngelakuin hal sama terus-menerus, otak jadi kurang kreatif. Jadi, semacam perlu traveling untuk ganti scene dalam hidup.”
-
Ciptakan Pengalaman Lewat Traveling

Dalam hidup, setiap langkah yang kamu ambil tentu mendatangkan pengalaman baru. Begitu pula saat traveling, kamu memiliki jangkauan lebih luas untuk mendapat beragam pengalaman berharga. Yuk, cari tahu cerita mereka!

Eka Situmorang, ceritaeka.com
“Pada tahun 2012 saat saya berkunjung ke Auckland, New Zealand. Sekitar pukul 19:00, saya keluar hotel dan pengen window shopping. Namun resepsionis memberitahu bahwa toko-toko di sana tutup jam 17:00, demi meningkatkan family quality time. Hal itu cukup mencengangkan buat saya, pada saat negara-negara lain fokus pada pengembangan pendapatan dari sektor ekonomi, NZ dengan santai menerapkan hal tersebut. Filosofinya adalah happy family will raise happy individual and happy individual will be more productive. Dan sepulang dari sana saya jadi berusaha makan malam bersama keluarga, suatu kebiasaan yang sudah lama saya tinggalkan dan ternyata seru banget ngobrol pas makan malam bareng.”
-
Wiranurmansyah, wiranurmansyah.com
“Pertama kali naik gunung sih, waktu ke Rinjani. Baru tahu kalau Indonesia secantik itu dan ternyata orang baik itu banyak. Jadi tenang saja, traveling tidak menyeramkan seperti yang kamu bayangkan.”
-
Yosefine Yaputri, thejournale.com
“Aku salut sih sama warga Raja Ampat. Dari dulu sampai sekarang mereka sudah sadar akan pentingnya menjaga lingkungan mereka demi pariwisata juga demi kehidupan mereka sendiri. Mereka juga bahu-membahu sama pemerintah untuk menjaga Raja Ampat. Selain itu juga waktu aku mengajar Bahasa Inggris 2 bulan di Misool, Raja Ampat juga berkesan karena aku jadi paham gimana belajar sesuatu bener-bener enggak mengenal usia. Yang penting tekad dan niat. Kita enggak boleh berhenti belajar.”
-
Farchan Noor, efenerr.com
“Di Jepang. Perlakuan mereka terhadap orang lain sungguh luar biasa, orang Jepang sangat ramah dan menghormati orang lain. Jadi dari situ saya belajar hal yang sama.”
-
Haryadi Yansyah, omnduut.com
“Perjalanan yang (sedikit banyak) memengaruhi hidup saya ialah perjalanan backpacking ke India tahun 2015. Di sepanjang perjalanan, aku melihat ratusan atau bahkan ribuan gelandangan yang tidur tak hanya di pinggir jalan/ toko. Begitu pula dengan jumlah toilet yang enggak sepadan, makanya di sana kotoran manusia benar-benar berserakan hingga ada petugas khusus untuk membersihkannya. Karena itulah, saya merasa amat bersyukur saat sudah kembali ke Indonesia.”
-
Trinity, naked-traveler.com
“Pernah jalan-jalan ke luar negeri setahun gak balik-balik pada tahun 2013. Pada saat itu diberikan kemudahan untuk pergi selama setahun di negeri orang tanpa mengalami kesulitan dalam mengurus paspor dan visa. Tapi, kesempatan pergi ke luar negeri itu justru membuat aku merasa semakin cinta dengan Indonesia karena ternyata masih lebih cantik dan kaya negeri Indonesia sendiri. Enggak seindah yang orang gambarkan.”
-
Nurul Noe, nurulnoe.com
“Selama perjalanan kejadian unik atau berkesan yang mempengaruhi hidup, tentu ada. Salah satunya tentang kehidupan di Pulau Tinabo, Takabonerate. Pulau Tinabo adalah pulau kecil tanpa ada sumber air tawar. Berhari-hari saya di sana mandi pakai air asin alias air laut. Saya juga sempat menanam pohon cemara laut di sana. Harapannya, kalau pohon-pohon yang ditanam itu tumbuh besar, akar-akarnya akan membantu menghasilkan air tawar. Ya, semenjak itu saya jadi lebih menghargai dan lebih bijak menggunakan air.”
-
Firsta Yunida, discoveryourindonesia.com
“Jangan pernah terlalu khawatir dengan cerita yang kamu dengar dalam berita/ cerita orang lain. Karena biasanya saat kamu berkunjung ke satu tempat, tempat tersebut tidak seburuk yang kamu kira. Sebelum saya berkunjung ke Afrika, saya sedikit khawatir karena selalu mendengar berita kurang baik tentang Afrika. Tapi, ketika saya mendarat di Zanzibar (part of Tanzania), saya justru mendapatkan banyak pertolongan dari orang lokal saat harus berpindah-pindah bus untuk menuju hotel.”
-
Isnuansa Maharani, isnuansa.com
“Sewaktu di Gunung Kidul, saya benar-benar masih merasakan kesopanan dikalangan warganya. Saya yang menguasai bahasa Jawa ngoko (kasar) bertanya lokasi pantai dan dijawab dengan bahasa Jawa kromo (halus). Wah jadi malu sendiri. Hingga kini, saya selalu berusaha membantu semaksimal mungkin jika ada orang yang bertanya atau membutuhkan informasi dari saya.”
-
Andra Alodita, alodita.com
“Sewaktu di Carcassonne, Perancis, pernah hampir dijambret karena saya kurang berhati-hati dengan tas saya. Biasanya saya suka sebal kalau ibu saya bawel soal ‘hati-hati dengan barang bawaan’, bawelnya kadang suka keterlaluan. Sejak kejadian tersebut saya lebih hati-hati lagi dengan barang-barang saya saat traveling maupun saat ke mal. Pernah juga merasakan gempa di Tokyo, pengalamannya unik banget sih apalagi saat itu lagi traveling sendirian, hehe.”
-

***

Menarik sekali bukan pengalaman yang dialami para travel expert tersebut? Jika punya kesempatan, mulailah rencanakan liburanmu. Dengan begitu, kamu dapat merasakan sendiri makna dan manfaat traveling. Nah, apakah kamu punya pengalaman serupa? Yuk, berbagi kisah pengalaman unik liburanmu di kolom komentar!

***

Baca juga  Tips Berburu Kuliner ala Culinary Blogger
-

Simak artikel seri interview dengan travel expert lainnya:

7 Barang Wajib Saat Traveling Menurut Travel Expert

Kiat Survive Backpacking dari 8 Travel Expert Indonesia

Liburan ke Luar Negeri Bareng Si Kecil ala Travel Expert