
Paris bukan hanya ibu kota Prancis — kota ini adalah museum terbuka terbesar di dunia, dengan ratusan monumen yang masing-masing menyimpan lapisan sejarah yang dalam. Setiap sudut kota memancarkan cerita tentang revolusi, cinta, seni, dan kejayaan peradaban yang membentuk Eropa seperti yang kita kenal hari ini. Bagi wisatawan yang ingin memahami Paris lebih dari sekadar destinasi belanja atau kuliner, monumen-monumennya adalah titik awal yang paling kaya.
Dari lengkungan kemenangan megah di jantung Champs-Élysées hingga tembok kecil di Montmartre yang ditulis dalam 250 bahasa, Paris menawarkan pengalaman visual dan historis yang tidak tertandingi. Artikel ini memandu kamu menjelajahi 9 monumen paling berkesan di Paris, lengkap dengan fakta sejarah, harga tiket terkini, dan tips berkunjung agar setiap momen terasa maksimal.
Rencanakan perjalananmu lebih awal dengan memesan tiket pesawat ke Paris untuk mendapatkan harga terbaik sebelum musim liburan.
Mon, 27 Jul 2026

Batik Air Malaysia
Jakarta (CGK) ke Paris (CDG)
Mulai dari Rp 6.380.967
Tue, 28 Jul 2026

Etihad
Kuala Lumpur (KUL) ke Paris (CDG)
Mulai dari Rp 6.151.376
Tue, 21 Jul 2026

Aegean Airlines
Bali / Denpasar (DPS) ke Paris (CDG)
Mulai dari Rp 8.029.834
Arc de Triomphe adalah salah satu monumen paling terkenal di dunia, berdiri megah setinggi 50 meter di tengah Place Charles de Gaulle di ujung barat Champs-Élysées. Dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte pada tahun 1806 untuk merayakan kemenangan militernya, lengkungan besar ini baru selesai dibangun pada tahun 1836, jauh setelah Napoleon wafat. Dinding-dindingnya dihiasi relief batu yang menggambarkan pertempuran-pertempuran besar Prancis, dan di bawah lengkungan utamanya terdapat Makam Prajurit Tak Dikenal yang menjadi simbol penghormatan nasional hingga hari ini.
Wisatawan dapat menaiki 284 anak tangga menuju teras panoramik di puncak untuk menyaksikan pemandangan Paris 360 derajat yang menakjubkan. Dari atas, tampak jelas bagaimana 12 jalan besar menyebar seperti bintang dari Place de l'Étoile, menjadikannya salah satu tata kota paling dramatis di dunia. Tiket masuk reguler dibanderol €16 hingga €22 tergantung musim, dengan akses gratis bagi wisatawan di bawah 18 tahun serta warga negara Uni Eropa berusia 18 hingga 25 tahun. Arc de Triomphe buka setiap hari dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 23.00 malam, dan pembelian tiket online sangat dianjurkan untuk menghindari antrean panjang.
Berdiri di bukit Montagne Sainte-Geneviève di kawasan Quartier Latin, Panthéon adalah bangunan ikonik bergaya Neoklasik yang awalnya dibangun sebagai gereja pada abad ke-18, namun kemudian dialihfungsikan menjadi mausoleum untuk tokoh-tokoh besar Prancis. Di bawah kubah monumentalnya yang terinspirasi dari arsitektur Yunani dan Romawi, tersimpan makam para pemikir dan pejuang terbesar Prancis, termasuk Voltaire, Victor Hugo, Marie Curie, dan Jean-Paul Marat.
Arsitektur interiornya tidak kalah memukau — langit-langit tinggi dihiasi lukisan fresco yang menggambarkan kisah hidup Santo Genevieve, pelindung kota Paris. Dari teras luar Panthéon, tampak panorama atap-atap Paris yang bersejarah dengan latar depan Taman Luxembourg yang menghijau. Harga tiket masuk adalah €16, dengan akses gratis bagi wisatawan di bawah 18 tahun dan warga Uni Eropa berusia di bawah 26 tahun. Kunjungan pada hari kerja memberikan suasana yang lebih tenang dan leluasa untuk menjelajahi setiap sudutnya secara mendalam.
Obélisque de Louxor adalah obelisk Mesir kuno setinggi 23 meter yang berdiri tegak di tengah Place de la Concorde — alun-alun terbesar dan paling bersejarah di Paris. Obelisk ini merupakan hadiah dari Mesir kepada Prancis pada abad ke-19 dan dipasang di lokasi ini pada tahun 1836. Permukaannya diukir hieroglif yang memuji keagungan Firaun Ramses II, menjadikannya artefak Mesir kuno otentik yang berusia lebih dari 3.000 tahun.
Keindahan Obélisque de Louxor semakin terasa saat sore hingga malam hari, ketika pencahayaan kota memantulkan kilau emas dari puncaknya yang berlapis emas. Tidak diperlukan tiket untuk mengunjungi Place de la Concorde — monumen ini dapat dinikmati secara gratis kapan saja sepanjang hari. Alun-alun di sekitarnya juga menghadirkan panorama yang membentang ke arah Menara Eiffel di kejauhan, menjadikannya tempat yang sempurna untuk mengabadikan foto dengan latar kota Paris yang otentik dan dramatis.
Untuk berkeliling Paris dengan nyaman sejak tiba di bandara, manfaatkan layanan Airport transfer langsung ke pusat kota tanpa repot mencari transportasi sendiri.
Le Mur des Je t'aime, atau Tembok "Aku Mencintaimu", adalah instalasi seni publik yang terletak di Square Jehan-Rictus di kawasan Montmartre. Karya ini diciptakan oleh Frédéric Baron bersama seniman Claire Kito dan Daniel Boulogne, dan diresmikan pada tahun 2000. Tembok seluas 40 meter persegi ini tersusun dari 612 lempengan lava berglazur yang menampilkan ungkapan "je t'aime" dalam 250 bahasa dari seluruh penjuru dunia — sebuah perayaan universal atas cinta tanpa batas bahasa dan budaya.
Setiap tahun, lebih dari satu juta wisatawan datang untuk menyaksikan tembok yang sederhana namun penuh makna ini. Warna merah yang tersebar di seluruh permukaan tembok melambangkan serpihan hati yang retak — pengingat bahwa cinta tidak selalu mudah, namun selalu layak untuk diungkapkan. Tembok ini dapat dikunjungi secara gratis setiap hari sebagai bagian dari jalan-jalan di kawasan Montmartre yang kaya seni dan sejarah. Kombinasikan kunjungan ini dengan menjelajahi Place du Tertre dan Basilika Sacré-Cœur yang berada dalam kawasan yang sama untuk pengalaman Montmartre yang lengkap.
Di sudut yang lebih sunyi dari hiruk-pikuk Paris, Cimetière de Montmartre menyimpan salah satu makam paling dicintai di Prancis: makam Dalida, penyanyi legendaris yang menjadi ikon pop era 1950-an hingga 1980-an. Lahir di Kairo pada tahun 1933 dengan nama asli Iolanda Gigliotti, Dalida menghabiskan sebagian besar hidupnya di Paris dan menjadi salah satu artis musik paling laris di seluruh Eropa dan Timur Tengah.
Makamnya dihiasi patung marmer putih yang memperlihatkan wajahnya dengan ekspresi damai, dan tangan patung tersebut sering disentuh oleh para pengunjung hingga mengkilap sebagai bentuk penghormatan. Pemakaman Montmartre sendiri adalah kawasan bersejarah yang juga menyimpan makam tokoh-tokoh besar seperti penulis Alexandre Dumas (putra) dan komponis Hector Berlioz. Masuk ke area pemakaman ini gratis, menjadikannya kunjungan yang bermakna bagi siapa pun yang tertarik dengan sejarah budaya populer Prancis.
Temukan berbagai tempat wisata menarik di Paris dan pesan tiket aktivitasnya langsung melalui Traveloka untuk kemudahan perjalananmu.
Fontaine Saint-Michel adalah air mancur monumental yang berdiri di Place Saint-Michel di tepi kiri Sungai Seine, antara kawasan Quartier Latin dan Saint-Germain-des-Prés. Dibangun antara tahun 1858 dan 1860 oleh arsitek Gabriel Davioud dalam kerangka renovasi besar Paris di bawah Baron Haussmann, air mancur ini menampilkan patung Malaikat Mikhael yang sedang mengalahkan iblis — sebuah karya dramatis setinggi 15 meter dengan lebar 26 meter yang melibatkan sembilan pematung berbeda dalam proses pembuatannya.
Pahatan utama figur Saint Michael dikerjakan oleh Francisque-Joseph Duret dan memancarkan dinamisme yang luar biasa dengan sayap malaikat yang terentang dan ekspresi kemenangan yang kuat. Pada tahun 1944, Place Saint-Michel menjadi salah satu titik penting dalam perlawanan rakyat Paris saat pembebasan kota dari pendudukan, dan kenangan itu diabadikan dalam plakat-plakat peringatan di sekitar air mancur. Air mancur ini terdaftar sebagai monument historique sejak 1926 dan menjadi salah satu titik kumpul paling populer bagi wisatawan yang ingin bersantai di tepi air di tengah kota. Kunjungi pada malam hari untuk menyaksikan pancuran airnya yang diterangi cahaya dramatis menciptakan latar foto yang memukau.
Palais de Justice de Paris adalah kompleks bangunan peradilan bersejarah yang berdiri megah di Pulau Île de la Cité, jantung bersejarah kota Paris. Kompleks ini telah berfungsi sebagai pusat kekuasaan dan keadilan sejak masa pemerintahan raja-raja Prancis abad pertengahan, dan fasad neo-Gotiknya yang menghadap Sungai Seine menjadi salah satu pemandangan arsitektur paling mengesankan di kota ini. Sebagai gedung pengadilan yang masih aktif beroperasi, bagian dalamnya tidak terbuka untuk kunjungan umum secara bebas, namun tampilan eksteriornya sendiri sudah layak menjadi tujuan tersendiri.
Di dalam kompleks yang sama terdapat Sainte-Chapelle, kapel kerajaan dari abad ke-13 yang terkenal dengan jendela kaca patri setinggi 15 meter dalam perpaduan warna biru dan merah yang memikat mata. Kaca patri tersebut menggambarkan lebih dari 1.000 adegan dari Alkitab dan dianggap sebagai salah satu mahakarya seni Gotik paling utuh di dunia. Tiket masuk ke Sainte-Chapelle dapat dibeli secara terpisah dan sangat direkomendasikan sebagai pelengkap kunjungan ke kawasan ini. Lokasi kompleks ini juga berdekatan dengan Notre-Dame de Paris yang sedang menjalani proses pemulihan pasca kebakaran 2019.
Flamme de la Liberté adalah replika ukuran penuh dari obor yang dipegang Patung Liberty di New York, berdiri di atas Pont de l'Alma di arondisemen ke-16 Paris. Monumen ini merupakan hadiah dari Amerika Serikat kepada Prancis sebagai ungkapan terima kasih atas restorasi Patung Liberty pada peringatan seabad tahun 1986, dan diresmikan pada 10 Mei 1989. Awalnya, monumen ini dimaksudkan sebagai simbol persahabatan antara dua bangsa yang sama-sama menjunjung tinggi nilai kebebasan.
Lokasi monumen ini mendapatkan makna baru sejak 31 Agustus 1997, ketika Princess Diana meninggal dalam kecelakaan di terowongan Pont de l'Alma tepat di bawahnya. Sejak saat itu, tempat ini menjadi situs ziarah informal bagi jutaan penggemar dari seluruh dunia yang meletakkan bunga, surat, dan foto sebagai penghormatan. Flamme de la Liberté dapat dikunjungi secara gratis setiap saat, dengan pencahayaan dramatis pada malam hari yang membuat nyalanya tampak semakin hidup. Monumen ini menjadi salah satu pengingat paling kuat bahwa di Paris, setiap sudut kota menyimpan lebih dari satu lapisan cerita.
Le Passe-Muraille, atau "Si Pembus Dinding", adalah patung unik di Montmartre yang terinspirasi dari cerita pendek karya penulis Prancis Marcel Aymé berjudul "Le Passe-muraille" (1943). Cerita tersebut berkisah tentang seorang pria bernama Dutilleul yang memiliki kemampuan ajaib untuk menembus tembok, dan patung ini menggambarkannya secara harfiah: sosok setengah badan yang tampak sedang menerobos keluar dari sebuah tembok batu. Patung berbahan perunggu ini diciptakan oleh seniman Jean Marais dan dipasang di Place Marcel Aymé pada tahun 1989.
Lokasi patung ini berada tepat di depan bekas rumah tinggal Marcel Aymé di Montmartre, menjadikannya penghormatan yang sangat personal dari dunia seni kepada sang penulis. Ekspresinya yang seolah terkejut dan seolah terjebak di antara dua dunia membuat patung ini menjadi objek foto yang sangat menarik dengan latar batu-batu jalan Montmartre yang klasik. Tidak ada biaya masuk untuk melihat patung ini karena ia berdiri bebas di ruang publik dan dapat dikunjungi kapan saja. Kawasan sekitarnya dipenuhi galeri seni kecil, kafe bergaya Prancis, dan toko suvenir yang menjadikan jalan-jalan di sini pengalaman Montmartre yang sesungguhnya.
Sebagian besar monumen di Paris paling nyaman dikunjungi di luar musim ramai, yaitu antara bulan Oktober hingga Maret. Pada periode ini, antrean lebih pendek dan harga tiket untuk beberapa monumen seperti Arc de Triomphe juga lebih rendah. Untuk monumen yang gratis seperti Obélisque de Louxor, Flamme de la Liberté, dan Le Mur des Je t'aime, kunjungan di pagi hari memberikan ketenangan terbaik sebelum keramaian harian tiba. Gunakan jam-jam ini untuk mendapatkan foto yang bersih tanpa latar belakang penuh wisatawan.
Untuk monumen berbayar seperti Arc de Triomphe dan Panthéon, pembelian tiket secara online jauh lebih efisien dibandingkan membeli di lokasi. Beberapa platform tiket resmi juga menawarkan akses skip-the-line yang memungkinkan masuk langsung tanpa antrean panjang. Wisatawan yang merencanakan banyak kunjungan dalam beberapa hari dapat mempertimbangkan Paris Museum Pass yang mencakup akses ke sejumlah monumen dan museum sekaligus.
Montmartre saja sudah menawarkan tiga monumen dari daftar ini: Le Mur des Je t'aime, Tombe de Dalida, dan Le Passe-Muraille — semuanya dapat dijelajahi dalam satu sesi jalan kaki. Kawasan Île de la Cité memadukan Palais de Justice dengan Sainte-Chapelle, sementara Place de la Concorde berjarak singkat dari Arc de Triomphe melalui Champs-Élysées. Perencanaan rute berdasarkan kawasan akan menghemat waktu dan tenaga secara signifikan, terutama bagi wisatawan yang hanya punya beberapa hari di Paris.
Jaringan metro Paris adalah salah satu yang terbaik di dunia, dengan stasiun yang dekat ke hampir semua monumen utama. Arc de Triomphe dapat dicapai melalui stasiun metro Charles-de-Gaulle-Étoile, sementara Panthéon dan Fontaine Saint-Michel mudah dijangkau melalui jalur yang melayani kawasan Quartier Latin. Bagi wisatawan yang ingin eksplorasi lebih fleksibel, tersedia juga pilihan sewa mobil untuk pergerakan antarwilayah dengan kenyamanan penuh.
Temukan pilihan hotel terbaik di Paris untuk setiap anggaran, mulai dari penginapan boutique di Montmartre hingga properti bintang lima di tepi Sungai Seine.
Dari Indonesia, penerbangan ke Paris umumnya transit di kota-kota hub seperti Dubai, Doha, atau Singapura sebelum mendarat di Bandara Charles de Gaulle (CDG). Pilihan maskapai beragam dengan berbagai rentang harga, tergantung kelas penerbangan, durasi transit, dan waktu pemesanan. Membeli tiket jauh-jauh hari biasanya memberikan harga yang jauh lebih kompetitif, terutama untuk keberangkatan di musim liburan sekolah atau akhir tahun.
Setelah tiba di Paris, transportasi dari bandara ke pusat kota tersedia dalam berbagai pilihan — mulai dari kereta RER B yang cepat dan terjangkau hingga layanan shuttle atau taksi yang lebih privat. Untuk perjalanan antarmonumen di dalam kota, kartu harian metro memberikan fleksibilitas terbaik dan nilai yang sangat efisien. Pastikan untuk merencanakan akomodasi di lokasi yang strategis agar beberapa monumen dapat dijangkau dengan berjalan kaki, menghemat biaya dan waktu sekaligus.
Traveloka adalah aplikasi perjalanan terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya oleh lebih dari 100 juta pengguna untuk merencanakan dan memesan perjalanan ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Paris dan seluruh Eropa. Melalui satu aplikasi, kamu dapat membandingkan dan memesan tiket pesawat, hotel, hingga tiket aktivitas wisata dengan harga terbaik yang transparan tanpa biaya tersembunyi. Semua produk perjalanan tersedia dalam satu tempat sehingga perencanaan liburan menjadi jauh lebih mudah dan terorganisir.
Untuk perjalanan ke Paris, Traveloka menyediakan pilihan lengkap: dari pemesanan tiket pesawat ke Bandara Charles de Gaulle, ratusan pilihan hotel di seluruh arondisemen Paris, hingga tiket aktivitas wisata seperti kunjungan museum dan tur keliling kota yang langsung bisa dipesan dari genggaman tanganmu. Tersedia pula layanan Airport transfer dan sewa mobil untuk kenyamanan mobilitas selama di Paris, serta Traveloka eSIM agar kamu tetap terhubung tanpa biaya roaming yang membebani. Proteksi perjalanan internasional juga tersedia langsung melalui aplikasi untuk memberikan ketenangan pikiran selama liburan.
Nikmati kemudahan pembayaran dengan berbagai metode lokal termasuk transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya — atau manfaatkan Traveloka PayLater untuk memesan sekarang dan membayar nanti sesuai kemampuanmu. Sebelum keberangkatan, lengkapi juga kebutuhan perjalanan darat dalam negeri dengan memesan tiket bus dan tiket kereta dari berbagai kota di Indonesia. Jangan lewatkan pula promo Traveloka yang tersedia secara berkala untuk penghematan lebih besar di setiap aspek perjalananmu ke Paris. Unduh aplikasi Traveloka sekarang di Google Play Store maupun Apple App Store dan mulailah merencanakan petualangan menjelajahi monumen-monumen bersejarah Paris.
Tags:
paris
wisata paris







