Pulau Semau adalah sebuah pulau kecil di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yang terletak di perairan sebelah barat Kota Kupang. Secara geografis, pulau ini berada di luar pesisir Pulau Timor dan termasuk dalam jajaran Kepulauan Sunda Kecil.
Pulau ini memiliki luas daratan sekitar 143 km² dengan garis pantai yang panjang dan banyak spot pantai yang masih alami. Penduduknya sekitar delapan ribu jiwa, mayoritas berasal dari suku Helong, yang juga menjadi kelompok etnis asli daerah Kupang.
Pulau ini dikenal dengan suasana yang tenang, pantai berpasir putih, dan laut yang jernih. Meski infrastrukturnya berkembang lebih lambat dibandingkan destinasi wisata populer lain di Indonesia, justru itu yang menjadi daya tarik tersendiri: pengalaman liburan yang jauh dari keramaian turis.
Secara administratif, Pulau Semau masuk ke dalam wilayah Kabupaten Kupang, yang terbagi menjadi dua kecamatan: Semau Utara dan Semau Selatan. Nama asli pulau ini menurut beberapa sumber lokal adalah Nusa Bungtilu, yang memiliki nilai budaya dan simbolik dalam tradisi setempat.
Mayoritas penduduk lokal berbicara dalam bahasa Helong, dan kehidupan di pulau ini masih sangat berakar pada tradisi komunitas. Sementara banyak wisatawan datang untuk melihat keindahan alamnya, ada pula pendekatan ecotourism atau pariwisata berkelanjutan yang makin digalakkan oleh masyarakat lokal.
Pantai Liman adalah salah satu pantai paling dikenal di Pulau Semau dan sering disebut sebagai salah satu pantai berpasir putih terbaik di kawasan ini. Garis pantai yang panjang dan pasirnya yang bersih menjadikannya lokasi ideal untuk berjalan kaki, bersantai, atau sekadar menikmati pemandangan laut tanpa gangguan keramaian.
Liman juga sering disebut sebagai salah satu pantai “tenang dan terpencil”, cocok untuk mereka yang ingin menikmati suasana santai dan alami.
Pulau Semau punya beberapa pantai lain yang masing-masing punya karakter berbeda:
Keberadaan rangkaian pantai yang luas ini membuat Pulau Semau ideal sebagai destinasi eksplorasi alam bahari.
Rute umum menuju Pulau Semau dimulai dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur:
Kapal feri bisa membawa penumpang, sepeda motor, dan beberapa kendaraan kecil. Sebagai catatan, harga tiket feri terjangkau meski kerap berubah jika dibeli lewat calo. Harganya mulai dari Rp25.000.
Di sisi Pulau Semau, kapal biasanya berlabuh di Pelabuhan Hansisi. Dari sini, kamu dapat menggunakan kendaraan roda dua atau empat untuk menjelajah pulau karena transportasi publik sangat terbatas di sana.
Sedikit tips, sebaiknya kamu bawa kendaraan sendiri atau sewa dari Kupang karena penyewaan motor di pulau ini sangat terbatas.
Fri, 27 Feb 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 2.022.300
Mon, 16 Mar 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 1.323.848
Sat, 14 Mar 2026

Lion Air
Bali / Denpasar (DPS) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 1.309.723
Musim kemarau di Pulau Semau umumnya berlangsung antara April hingga Oktober. Pada periode ini cuaca lebih stabil, langit cerah, dan laut cenderung tenang — kondisi yang ideal untuk pantai, snorkeling, dan aktivitas luar ruang lainnya.
Karena pulau ini beriklim tropis dan relatif kering, musim hujan bisa membuat akses laut sedikit berisiko dan cuaca menjadi kurang bersahabat untuk aktivitas luar ruangan.
Berikut adalah aktivitas yang bisa dijadikan rencana utama saat liburan di Pulau Semau:
Air laut di sekitar Pulau Semau dikenal relatif jernih dan cocok untuk snorkeling atau sekadar berenang di perairan dangkal di sekitar pantai.
Beberapa titik pantai di pulau ini memungkinkan kamu menikmati sunset yang tenang tanpa kerumunan turis. Pagi hari pun menawarkan pemandangan sunrise dari sisi timur pulau.
Beberapa komunitas lokal mengelola area wisata tertentu seperti Camp Uiasa, di mana pengunjung dapat mendirikan tenda, meminjam alat snorkeling, dan berinteraksi langsung dengan warga lokal.
Pantai-pantai yang tersebar dengan latar pasir putih, laut biru, serta bukit kecil di beberapa area memberikan peluang foto yang baik tanpa banyak turis di latar.
Pulau Semau termasuk dalam kawasan Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang yang dikelola sebagai bagian konservasi alam laut. Kawasan ini mencakup wilayah laut yang lebih luas sepanjang garis pantai sekitar Kupang, termasuk Pulau Semau, untuk mendukung pelestarian ekosistem laut.
Itu berarti pengalaman wisata di sana juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan dan nilai budaya setempat yang kuat.
Sebelum berangkat ke Pulau Semau, berikut beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan:
Jika kamu sudah memahami gambaran umum, daya tarik alam, dan mekanisme akses ke Pulau Semau, sekarang saatnya memikirkan bagaimana merencanakan perjalananmu secara praktis. Untuk kenyamanan dan kemudahan booking transportasi, penginapan, atau aktivitas wisata, platform terpercaya bisa jadi solusi paling efisien.
Pulau Semau menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi pantai mainstream. Keindahan pantai berpasir putih, laut jernih, interaksi dengan komunitas lokal, serta suasana autentik membuat pulau ini layak dimasukkan ke rencana liburanmu ke Nusa Tenggara Timur.
Sumber daya alam yang masih relatif alami dan pilihan aktivitas yang sederhana tetapi memuaskan menjadikan Pulau Semau destinasi yang cocok untuk kamu yang ingin pengalaman eksplorasi, bukan sekadar picture spot. Dengan dukungan solusi booking modern seperti Traveloka, kamu bisa menata semua kebutuhan perjalananmu dari satu tempat tanpa ribet.
Ayo rencanakan kunjunganmu ke Pulau Semau bersama Traveloka — mulai dari tiket, transportasi, hingga aktivitas di destinasi!


















