Gangneung adalah kota pesisir di Provinsi Gangwon yang menghadap langsung Laut Timur, dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga Seoul untuk kabur dari hiruk-pikuk ibu kota. Kombinasi pantai berpasir panjang, kuil kuno di lereng pegunungan Odaesan, dan budaya kopi yang berkembang sejak akhir 1990-an membuat kota ini punya karakter yang jauh berbeda dari destinasi Korea Selatan lain yang lebih dikenal wisatawan Indonesia.
Ada 12 wisata Gangneung Korea Selatan yang wajib dikunjungi, mulai dari Gyeongpo Beach yang membentang 6 kilometer hingga lokasi syuting drama Goblin di Jumunjin Breakwater. Jika Anda sudah memesan Tiket Pesawat ke Seoul lewat Traveloka, Gangneung bisa jadi trip 1-2 hari yang menyegarkan sebelum kembali menjelajahi ibu kota.
Berikut daftar lengkap destinasi di Gangneung, mulai dari pantai ikonik, situs bersejarah, hingga lokasi syuting drama Korea populer.
Gyeongpo Beach adalah pantai berpasir putih halus yang membentang sepanjang 6 kilometer, salah satu yang terpanjang di pesisir timur Korea Selatan. Air lautnya tenang dengan ombak landai, membuatnya nyaman untuk berenang maupun sekadar bersantai, sementara Danau Gyeongpo yang terletak persis di baliknya menambah panorama tambahan berupa pantulan pegunungan di permukaan air yang tenang.
Pantai ini gratis dikunjungi dan jadi titik awal populer untuk menjelajahi destinasi Gangneung lain di sekitarnya, termasuk Gyeongpodae Pavilion yang berdiri di tepi danau sejak era Joseon.
Kawasan ini dulunya hanya pantai terpencil dengan restoran seafood sederhana, sebelum kabar tentang mesin kopi otomatis di sepanjang pantai menyebar pada 1980-90an. Titik baliknya terjadi pada 1998, ketika barista terlatih pertama membuka kedai kopi bata dan mortar di pantai Anmok. Sejak itu, lebih dari 30 kafe berjajar sepanjang lebih dari 500 meter tepi Laut Timur, menjadikan Gangneung dijuluki jantung budaya kopi Korea Selatan.
Festival Kopi Gangneung digelar setiap Oktober, menarik penggemar kopi dari seluruh negeri. Menikmati kopi sambil memandang laut di sini gratis, tinggal membayar harga menu kafe pilihan Anda.
Rumah tradisional hanok dari era Dinasti Joseon ini dikelilingi rumpun bambu dan menjadi tempat kelahiran Yi I (Yulgok), salah satu filsuf Konfusianisme paling berpengaruh dalam sejarah Korea, serta ibunya Shin Saimdang, seniman dan kaligrafer terkenal yang wajahnya tercetak di uang kertas 50.000 won. Perabotan periode aslinya masih terjaga, memberi gambaran nyata kehidupan bangsawan Korea di masa lalu.
Kompleks ini juga menaungi museum kecil yang memamerkan karya seni dan kaligrafi Shin Saimdang, menjadikannya destinasi edukatif sekaligus historis dalam satu kunjungan.
Desa terpencil ini berada di ketinggian 1.100 meter di lereng Gunung Goripogi, salah satu perkampungan tertinggi di Korea Selatan yang tetap berpenduduk padat meski wilayahnya kecil. Lanskapnya berubah total mengikuti musim, ladang sayuran hijau di musim panas, tanaman biji-bijian keemasan di musim semi dan gugur, hingga hamparan salju putih total saat musim dingin.
Karena posisinya yang tinggi dan terbuka, desa ini juga jadi titik favorit menyaksikan matahari terbit di atas lautan awan pada pagi-pagi tertentu.
Sun, 6 Sep 2026

T’way Air
Jakarta (CGK) ke Seoul (ICN)
Mulai dari Rp 2.592.300
Sun, 13 Sep 2026

Scoot
Surabaya (SUB) ke Seoul (ICN)
Mulai dari Rp 2.428.200
Sun, 13 Sep 2026

Scoot
Bali / Denpasar (DPS) ke Seoul (ICN)
Mulai dari Rp 3.364.800
Kompleks ini dibangun sebagai venue utama Olimpiade Musim Dingin 2018, kini beralih fungsi jadi taman olahraga publik dengan fasilitas kelas dunia yang masih terawat baik. Gangneung Olympic Museum di dalamnya memamerkan memorabilia dan layar interaktif yang mengisahkan perjalanan Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade.
Pengunjung juga bisa mencoba ice skating di arena bekas kompetisi resmi, pengalaman yang jarang ditawarkan destinasi Olimpiade lain yang sudah beralih fungsi total.
Jeongdongjin terkenal sebagai salah satu titik terbaik menyaksikan matahari terbit di Korea Selatan, dengan Sun Cruise Resort, bangunan hotel berbentuk kapal pesiar raksasa yang bertengger di tebing tepi pantai sebagai landmark paling mencolok di kawasan ini. Suasana pantainya tenang, cocok untuk jalan santai maupun berenang di air yang jernih.
Kawasan ini juga terhubung dengan Stasiun Jeongdongjin, salah satu stasiun kereta terdekat dengan garis pantai di dunia, menjadikannya spot foto tersendiri bagi penggemar kereta api.
Baca Juga: 10 Daftar Kota Terbesar di Korea Selatan
Didirikan sejak abad ke-9, kuil di dalam Taman Nasional Odaesan ini termasuk salah satu kuil terbesar dan tertua di Korea Selatan. Pagoda Batu Sembilan Tingkat di kompleksnya telah ditetapkan sebagai harta nasional (national treasure) Korea, berdiri kokoh di tengah aula-aula besar bergaya arsitektur Buddha klasik yang dikelilingi hutan pinus rimbun.
Suasana kuil ini jauh lebih tenang dibanding destinasi pantai Gangneung, cocok bagi yang ingin menyisipkan momen refleksi di tengah itinerary yang padat.
Pantai kecil yang lebih tersembunyi ini berada tepat di selatan Gyeongpo Beach, dikelilingi hutan pinus yang teduh untuk jalan santai serta Pelabuhan Gangmun yang menyajikan seafood segar hasil tangkapan nelayan setempat. Suasananya jauh lebih sepi dibanding Gyeongpo, menjadikannya favorit bagi wisatawan yang menghindari keramaian.
Perairan di sekitar pantai ini juga populer di kalangan penyelam scuba yang ingin menjelajahi pemandangan bawah laut pesisir timur Korea.
Dermaga beton di samping mercusuar merah menjulang di Jumunjin-eup ini menjadi lokasi ikonik pembuka drama "Goblin" (2016), tempat karakter Ji Eun-tak meniup lilin ulang tahun yang tanpa sengaja "memanggil" karakter utama Kim Shin. Struktur dermaga dan mercusuarnya nyaris tidak berubah selama lebih dari satu dekade sejak drama itu tayang, membuat penggemar masih bisa merekonstruksi adegan ikonik tersebut lengkap dengan properti syal merah.
Lokasi ini gratis dikunjungi dan tetap jadi tujuan "ziarah" penggemar K-drama dari berbagai negara hingga sekarang, termasuk mereka yang datang khusus untuk berfoto di titik yang sama persis dengan adegan serial tersebut.
Kompleks perumahan kelas atas dengan 99 kamar ini sudah berdiri sejak era Joseon, dengan nama yang merujuk pada jembatan perahu bersejarah yang dulu menghubungkan kawasan ini menyeberangi Danau Gyeongpo. Kompleksnya menampilkan arsitektur tradisional Korea yang luas, terdiri dari rumah-rumah terpisah untuk anggota keluarga berbeda serta area khusus nelayan, mencerminkan struktur sosial kelas atas Joseon.
Suasana klasiknya membuat tempat ini jadi lokasi foto favorit, terutama bagi pengunjung yang mengenakan hanbok sewaan untuk merasakan nuansa era kerajaan.
Kompleks seni ini memadukan galeri outdoor dan patung-patung seni kontemporer dengan kafe serta hotel tepi pantai yang menghadap langsung Jeongdongjin. Museum Pinocchio dan Museum Marionette di dalamnya jadi favorit pengunjung, menampilkan koleksi boneka dan karya seni interaktif yang jarang ditemukan di destinasi seni Korea lainnya.
Lokasinya yang menyatu dengan tebing pantai membuat setiap sudut kompleks ini juga berfungsi sebagai spot foto dengan latar laut lepas.
Museum swasta terbesar di Korea Selatan ini memamerkan lebih dari 3.500 penemuan Thomas Edison, termasuk gramofon, bola lampu, dan proyektor generasi awal, ditambah lebih dari 2.500 koleksi audio lain seperti kotak musik, radio, dan televisi kuno. Son Sung Mok Film Museum yang berada di kompleks yang sama menambah sisi budaya populer bagi pengunjung yang tertarik sejarah perfilman.
Koleksi selengkap ini jarang ditemukan di museum swasta manapun di Asia, menjadikannya destinasi wajib bagi penggemar sejarah teknologi dan musik.
Cara tercepat menuju Gangneung adalah naik KTX dari Stasiun Seoul atau Cheongnyangni, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 51 menit menembus kecepatan hingga 300 km/jam. Tarifnya mulai 27.600 won (sekitar Rp330.000) untuk kelas ekonomi, dengan sekitar 13 keberangkatan setiap hari kira-kira setiap 30-60 menit, sebaiknya pesan tiket lewat aplikasi atau situs Korail minimal tiga hari sebelumnya untuk perjalanan akhir pekan.
Alternatif lain adalah bus ekspres dari Terminal Seoul Express Bus, dengan waktu tempuh serupa namun harga umumnya lebih murah dibanding KTX, meski kenyamanan dan kecepatannya sedikit di bawah kereta cepat.
Dari pantai sepanjang 6 kilometer di Gyeongpo hingga lokasi syuting drama yang mendunia di Jumunjin Breakwater, 12 destinasi di atas menunjukkan bahwa Gangneung menawarkan jauh lebih banyak dari sekadar kota pesisir biasa. Kombinasi sejarah Joseon di Ojukheon dan Seongyojang, budaya kopi modern di Anmok, serta warisan Olimpiade 2018 membuat kota ini layak masuk itinerary Korea Selatan di luar rute Seoul-Busan yang biasa.
Menyusun kunjungan 1-2 hari dengan basis di dekat Gyeongpo atau Anmok akan memudahkan akses ke sebagian besar destinasi ini, mengingat jaraknya yang tersebar namun masih dalam radius perjalanan darat singkat dari pusat kota.
Merencanakan trip ke destinasi Korea Selatan yang lebih jarang dijelajahi seperti Gangneung jadi lebih mudah lewat satu aplikasi. Sebagai platform travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya lebih dari 100 juta pengguna, Traveloka memungkinkan Anda memesan Tiket Pesawat ke Seoul, Hotel di Gangwon, sekaligus Aktivitas di Gangwon tanpa harus berpindah-pindah situs atau aplikasi.
Untuk urusan pembayaran, Traveloka juga menyediakan opsi fleksibel seperti PayLater, transfer bank, hingga dompet digital seperti GoPay dan OVO, sehingga Anda bisa fokus menikmati suasana pantai dan kopi Gangneung tanpa pusing soal transaksi. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan petualangan Anda ke pesisir timur Korea Selatan, aplikasi ini juga masuk jajaran teratas aplikasi travel di Google Play Store dan App Store di kawasan Asia Tenggara.
Tags:
seoul
korea selatan










