Daftar Makanan Khas Austria yang Wajib Dicicipi

Mas Bellboy
Waktu baca 5 menit

Cita Rasa Sekilas: Makanan Khas Austria

Karakter Rasa Dominan: Gurih berlemak (creamy), manis elegan, dan sentuhan asam segar dari buah-buahan hutan.
Bahan Unik: Daging sapi muda (veal) kualitas premium, mentega (butter) artisan, biji poppy, dan cokelat hitam pekat.
Waktu Terbaik Menikmati: Paling sempurna dinikmati saat musim dingin di tengah pasar Natal yang bersalju, atau saat istirahat siang di coffee house klasik di Wina.

Pendahuluan

Membicarakan makanan khas Austria adalah tentang menyelami kemegahan Kekaisaran Habsburg dalam setiap suapan. Bayangkan Anda sedang duduk di sebuah kursi beludru di kafe abad ke-19 di pusat kota Wina. Udara di sekitar Anda dipenuhi oleh aroma kayu manis yang hangat, kepulan uap dari kopi melange yang lembut, dan wangi panggangan mentega yang memicu liur. Di depan Anda, sepotong kue cokelat berlapis emas tipis berkilau di bawah lampu gantung kristal. Inilah simfoni gastronomi Austria—sebuah perpaduan antara kemewahan istana dan kesederhanaan pegunungan Alpen yang kokoh.

Secara geografis, Austria adalah negara yang terkurung daratan, namun ia berada di jantung persimpangan budaya Eropa Tengah. Letak ini sangat memengaruhi warisan gastronomi mereka. Di bagian barat, pengaruh Pegunungan Alpen membawa budaya produk susu yang luar biasa—keju yang tajam dan krim yang kental. Sementara itu, di wilayah timur yang berbatasan dengan Hungaria dan Ceko, penggunaan rempah-rempah seperti paprika dan teknik mengolah daging menjadi lebih dominan. Hutan-hutan pinus yang luas juga menyumbangkan bahan baku berupa jamur liar dan buah beri yang sering menjadi penyeimbang rasa dalam hidangan berat mereka.

Konteks sejarah memainkan peran vital mengapa makanan ini menjadi identitas bangsa. Pada masa kejayaan Kekaisaran Austro-Hungaria, dapur-dapur di Wina menyerap tradisi masak dari berbagai wilayah taklukannya—Italia dengan pasta, Hungaria dengan gulai, dan Bohemia dengan teknik pastrinya. Hasilnya adalah sebuah destinasi kuliner yang sangat beragam namun memiliki benang merah yang sama: kenyamanan (comfort food). Makanan tradisional Austria bukan sekadar nutrisi, melainkan bentuk apresiasi terhadap waktu, di mana masakan dimasak perlahan dan dinikmati tanpa terburu-buru di tengah keindahan arsitektur Barok.

Gemeindebezirk Leopoldstadt

Hampton by Hilton Vienna Messe

8.8/10

Gemeindebezirk Leopoldstadt

Rp 3.071.445

Rp 2.303.584

Eksplorasi Mendalam Daftar Makanan Ikonik

1. Wiener Schnitzel: Sang Mahakarya Klasik

Wiener Schnitzel adalah ikon tak terbantahkan dari makanan khas Austria. Ini bukan sekadar daging goreng tepung biasa; ini adalah standar emas kuliner Wina.

Filosofi & Sejarah: Secara hukum di Austria, nama "Wiener Schnitzel" hanya boleh digunakan jika hidangan tersebut menggunakan daging sapi muda (veal). Asal-usulnya sering diperdebatkan dengan Italia, namun bagi warga Austria, ini adalah simbol kebanggaan nasional yang telah ada sejak abad ke-19.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Kunci kelezatannya terletak pada teknik butterfly cut sehingga daging menjadi sangat tipis. Daging kemudian dibalur tepung, telur, dan tepung roti artisan, lalu digoreng menggunakan mentega cair (clarified butter) atau lemak babi kualitas tinggi dengan teknik "berenang"—artinya daging harus terus digoyang di dalam wajan agar tepung roti tidak menempel rata, menciptakan efek "gelembung" udara yang renyah.
Profil Rasa: Renyah di luar dengan tekstur tepung roti yang ringan dan fluffy, namun daging di dalamnya tetap juicy dan lembut. Aroma menteganya sangat menonjol.
Cara Penyajian: Wajib disajikan dengan irisan lemon segar untuk diperas di atasnya, serta pendamping berupa Erdäpfelsalat (salad kentang khas Austria) yang asam-gurih.

2. Sachertorte: Elegansi dalam Cokelat

Jika Austria memiliki satu hidangan penutup yang paling terkenal di dunia, itu adalah Sachertorte.

Filosofi & Sejarah: Diciptakan oleh Franz Sacher pada tahun 1832 untuk Pangeran Metternich. Kue ini bahkan pernah menjadi subjek persengketaan hukum selama bertahun-tahun antara Hotel Sacher dan Toko Pastri Demel mengenai siapa yang berhak menyandang gelar "Original".
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Kue ini terdiri dari dua lapisan kue cokelat padat dengan lapisan tipis selai aprikot (apricot jam) di tengah dan di bawah lapisan glaze cokelatnya. Penggunaan cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi adalah mutlak.
Profil Rasa: Pahit-manis cokelat yang intens berpadu sempurna dengan keasaman lembut dari selai aprikot. Teksturnya padat namun meleleh di mulut.
Cara Penyajian: Secara tradisional harus disajikan dengan Schlagobers (krim kocok tawar) untuk menyeimbangkan kekayaan rasa cokelatnya.

3. Tafelspitz: Hidangan Favorit Sang Kaisar

Tafelspitz adalah hidangan daging sapi rebus yang menjadi favorit Kaisar Franz Joseph I. Ini adalah bukti bahwa teknik sederhana bisa menghasilkan rasa yang luar biasa mewah.

Filosofi & Sejarah: Kaisar menetapkan bahwa daging sapi rebus harus selalu ada di meja makan istana. Di Austria, bagian daging yang digunakan adalah bagian atas ekor sapi yang sangat spesifik.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Daging dimasak perlahan selama berjam-jam dalam kaldu bening bersama sayuran akar (wortel, seledri, daun bawang) dan bumbu rempah sederhana. Rahasianya adalah menjaga api tetap kecil agar kaldu tetap jernih.
Profil Rasa: Dagingnya sangat lembut hingga bisa dipotong dengan sendok. Kaldunya kaya akan umami alami daging tanpa rasa berminyak yang berlebih.
Cara Penyajian: Disajikan dengan saus Apfelkren (campuran apel dan lobak pedas) serta saus kucai, ditemani kentang panggang atau rösti.

4. Apfelstrudel: Warisan Bohemia di Meja Makan

Tidak ada yang menandingi kehangatan sepotong Apfelstrudel di sore hari yang dingin di Salzburg.

Filosofi & Sejarah: Teknik kulit strudel yang sangat tipis berasal dari pengaruh Kekaisaran Ottoman (mirip Baklava) yang masuk melalui Hungaria. Kulit strudel yang sempurna dikatakan harus cukup tipis sehingga Anda bisa membaca surat kabar melaluinya.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Isian utamanya adalah apel malang yang asam-manis, kismis, kayu manis, dan remahan roti yang digoreng mentega.
Profil Rasa: Perpaduan tekstur renyah dari kulit pastri dengan isian apel yang lembut dan aromatik.
Cara Penyajian: Disajikan hangat dengan taburan gula halus, seringkali ditambah dengan saus vanila kental (vanilla custard).

5. Kaiserschmarrn: "Reruntuhan" yang Manis

Nama hidangan ini berarti "Camilan Kaisar", namun penampilannya sengaja dibuat berantakan.

Filosofi & Sejarah: Konon, koki istana secara tidak sengaja merusak pancake pesanan kaisar. Untuk menutupinya, ia memotong-motongnya dan menambahkan gula halus serta selai. Ternyata, kaisar sangat menyukainya.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Adonan pancake yang sangat ringan karena putih telur dikocok hingga kaku (meringue) sebelum dicampur. Dimasak dengan banyak mentega dan dikaramelisasi dengan gula di akhir proses.
Profil Rasa: Manis, lembut seperti awan, dengan aroma karamel yang kuat.
Cara Penyajian: Disajikan dalam potongan kasar dengan Zwetschkenröster (selai buah plum khas Austria).

6. Tiroler Gröstl: Kehangatan dari Pegunungan Alpen

Berasal dari wilayah Tirol, ini adalah makanan para petani dan pendaki gunung yang kaya nutrisi.

Filosofi & Sejarah: Awalnya ini adalah hidangan untuk memanfaatkan sisa daging dari makan malam hari Minggu. Kini, ia menjadi menu wajib di setiap pondok ski di Pegunungan Alpen.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Tumisan kentang, potongan daging sapi atau babi, dan banyak bawang bombay. Bumbu utamanya adalah marjoram dan jintan (caraway seeds).
Profil Rasa: Sangat gurih, bertekstur, dan memberikan rasa hangat yang instan.
Cara Penyajian: Selalu disajikan dengan telur mata sapi di atasnya dan salad kol segar.

Budaya Makan & Tradisi

Budaya makan Austria adalah perpaduan antara formalitas aristokrat dan kehangatan pedesaan. Salah satu tradisi yang paling ikonik adalah Kaffeehauskultur (Budaya Rumah Kopi). Di Wina, rumah kopi bukan sekadar tempat minum kafein, melainkan "ruang tamu publik". Di sini, orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan memesan satu cangkir kopi, membaca koran, atau berdiskusi politik tanpa pernah diusir oleh pelayan. Tradisi ini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Selain itu, di daerah pedesaan, terdapat tradisi Heuriger, yaitu kedai wine musiman milik petani lokal. Di sini, masyarakat berkumpul secara informal untuk menikmati wine muda hasil panen tahun tersebut sambil menyantap makanan tradisional Austria yang sederhana seperti papan keju dan daging asap. Tradisi ini menunjukkan sisi komunal masyarakat Austria yang sangat menghargai produk lokal dan musim panen.

Makanan di Austria juga sangat terikat dengan kalender keagamaan dan musim. Misalnya, hidangan Gansl (angsa panggang) yang hanya muncul secara masif sekitar hari St. Martin di bulan November. Bagi masyarakat setempat, makan bersama adalah waktu untuk memperlambat ritme hidup, menghargai kualitas bahan makanan yang dikelola dengan resep turun temurun, dan merayakan kebersamaan yang mereka sebut sebagai Gemütlichkeit—sebuah rasa nyaman dan hangat yang sulit diterjemahkan.

Panduan Wisata Kuliner & Rekomendasi Tempat

Mencari pengalaman kuliner otentik di Austria memerlukan sedikit strategi. Untuk Wiener Schnitzel terbaik, cobalah mencari restoran legendaris yang sudah berdiri lebih dari seabad di distrik pertama Wina. Hindari tempat-tempat yang memajang foto makanan di depannya; carilah restoran dengan interior kayu tua yang dipenuhi warga lokal.

Oleh-oleh Khas Austria:

Jangan pulang tanpa membawa sebotol Minyak Biji Labu (Pumpkin Seed Oil) dari wilayah Styria yang berwarna hijau pekat dan beraroma kacang. Selain itu, Mozartkugeln (bola cokelat isi marzipan) dari Salzburg adalah buah tangan wajib yang tahan lama untuk dibawa ke Indonesia.

Apakah lidah Anda sudah mulai membayangkan renyahnya Wiener Schnitzel atau manisnya Sachertorte? Mulailah petualangan gastronomi Anda ke jantung Eropa sekarang juga! Dengan Traveloka, merencanakan perjalanan ke Austria menjadi lebih mudah. Anda bisa memesan tiket pesawat ke Wina dengan berbagai pilihan maskapai terbaik, menemukan hotel bernuansa klasik di dekat pusat kuliner, hingga memesan tiket masuk museum melalui Traveloka Xperience. Jangan tunda lagi, nikmati kemewahan cita rasa Austria bersama Traveloka!

Terbang Bersama Traveloka

Wed, 15 Apr 2026

Etihad

Jakarta (CGK) ke Vienna (VIE)

Mulai dari Rp 5.636.520

Sun, 26 Apr 2026

Etihad

Bali / Denpasar (DPS) ke Vienna (VIE)

Mulai dari Rp 6.794.190

Sat, 28 Mar 2026

KLM

Amsterdam (AMS) ke Vienna (VIE)

Mulai dari Rp 3.385.500

FAQ (Pertanyaan Umum)

1.
Apakah Wiener Schnitzel asli selalu menggunakan daging sapi? Ya, secara tradisional dan hukum di Austria, yang asli (Wiener Schnitzel) menggunakan daging sapi muda (veal). Jika menggunakan daging babi, namanya harus tertulis Schnitzel Wiener Art (Schnitzel gaya Wina).
2.
Apakah makanan Austria ramah untuk wisatawan muslim (halal)? Banyak hidangan utama tradisional menggunakan daging babi. Namun, hidangan populer seperti Tafelspitz (daging sapi) dan berbagai macam pastri seperti Apfelstrudel umumnya aman. Selalu pastikan bertanya apakah ada kandungan alkohol atau lemak babi dalam proses pembuatannya.
3.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan wisata kuliner di Austria? Musim dingin (Desember) sangat ajaib karena adanya Pasar Natal dengan banyak jajanan tradisional. Namun, musim gugur adalah waktu terbaik untuk festival panen dan wine.
4.
Berapa lama daya tahan Sachertorte jika dibawa sebagai oleh-oleh? Sachertorte asli memiliki daya tahan yang cukup baik, sekitar 2 minggu di suhu ruang karena lapisan gula dan selainya bertindak sebagai pengawet alami. Pastikan dikemas dalam kotak kayu aslinya.
5.
Apakah ada pilihan makanan vegetarian di Austria? Tentu! Hidangan seperti Kaspressknödel (pangsit keju goreng) atau Kärntner Kasnudeln (pasta isi keju) adalah pilihan vegetarian tradisional yang sangat lezat.

Dalam Artikel Ini

• Cita Rasa Sekilas: Makanan Khas Austria
• Pendahuluan
• Eksplorasi Mendalam Daftar Makanan Ikonik
• 1. Wiener Schnitzel: Sang Mahakarya Klasik
• 2. Sachertorte: Elegansi dalam Cokelat
• 3. Tafelspitz: Hidangan Favorit Sang Kaisar
• 4. Apfelstrudel: Warisan Bohemia di Meja Makan
• 5. Kaiserschmarrn: "Reruntuhan" yang Manis
• 6. Tiroler Gröstl: Kehangatan dari Pegunungan Alpen
• Budaya Makan & Tradisi
• Panduan Wisata Kuliner & Rekomendasi Tempat
• FAQ (Pertanyaan Umum)

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Wed, 15 Apr 2026
Etihad
Jakarta (CGK) ke Vienna (VIE)
Mulai dari Rp 5.636.520
Pesan Sekarang
Sun, 26 Apr 2026
Etihad
Bali / Denpasar (DPS) ke Vienna (VIE)
Mulai dari Rp 6.794.190
Pesan Sekarang
Sat, 28 Mar 2026
KLM
Amsterdam (AMS) ke Vienna (VIE)
Mulai dari Rp 3.385.500
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan