
Aceh dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan kuliner dengan karakter rasa kuat. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan pada masa lampau membuat budaya kuliner Aceh mendapat pengaruh dari berbagai tradisi, termasuk Melayu, India, dan Timur Tengah. Perpaduan tersebut melahirkan hidangan dengan racikan rempah yang khas, mulai dari makanan berat hingga kudapan tradisional.
Saat berkunjung ke Serambi Mekkah, mencicipi makanan khas Aceh bisa menjadi pengalaman wisata yang tidak boleh dilewatkan. Setiap hidangan memiliki keunikan, baik dari bahan, cara memasak, maupun sejarah yang menyertainya. Berikut sembilan kuliner Aceh yang menarik untuk dicoba saat berlibur.
Baca juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Aceh
Berbicara tentang kuliner Aceh, kopi Gayo menjadi salah satu sajian yang paling dikenal. Kopi ini berasal dari dataran tinggi Gayo, terutama kawasan Aceh Tengah dan sekitarnya, yang memiliki kondisi alam mendukung pertumbuhan tanaman kopi.
Kopi Gayo umumnya berasal dari jenis arabika dengan karakter rasa yang beragam, mulai dari aroma rempah, cokelat, hingga sentuhan rasa buah. Cita rasanya bergantung pada proses pengolahan dan metode penyeduhan.
Di Aceh, menikmati kopi bukan sekadar kegiatan untuk melepas dahaga. Warung kopi juga menjadi ruang berkumpul, berbincang, dan menjalin hubungan sosial. Tak heran jika menyeruput kopi Aceh di kedai lokal menjadi pengalaman yang menarik bagi wisatawan.
Sat, 31 Oct 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)
Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 705.494
Tue, 27 Oct 2026

Super Air Jet
Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.203.700
Wed, 28 Oct 2026

Lion Air
Pekanbaru (PKU) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.349.242
Mie Aceh
Mi Aceh merupakan hidangan populer yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini menggunakan mi kuning berukuran tebal yang dimasak bersama racikan rempah bercita rasa gurih dan pedas.
Mi Aceh biasanya disajikan dalam tiga variasi, yaitu mi goreng, mi tumis dengan sedikit kuah, dan mi kuah yang lebih berlimpah. Pilihan isiannya pun beragam, seperti daging sapi, kambing, udang, cumi, atau kepiting.
Perpaduan kapulaga, jintan, kunyit, cabai, dan rempah lainnya menghasilkan aroma yang menggugah selera. Hidangan ini umumnya dilengkapi acar bawang, emping, serta potongan jeruk nipis agar rasanya semakin segar.
Kue Timphan
Timphan adalah kudapan tradisional Aceh yang kerap hadir dalam berbagai acara keluarga maupun perayaan hari besar. Kue ini terbuat dari adonan tepung ketan dan pisang yang menghasilkan tekstur lembut serta sedikit kenyal.
Bagian dalam timphan biasanya diisi dengan srikaya, kelapa, atau bahan manis lainnya. Setelah dibentuk memanjang, adonan dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dikukus hingga matang.
Aroma daun pisang berpadu dengan rasa manis isiannya membuat timphan cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Kue tradisional ini juga kerap dijadikan sajian untuk menyambut tamu sebagai bentuk keramahan masyarakat Aceh.
Ayam tangkap merupakan salah satu hidangan khas Aceh yang terkenal dengan penyajiannya yang unik. Potongan ayam dimasak bersama bumbu rempah, lalu digoreng hingga bagian luarnya terasa gurih.
Keistimewaan hidangan ini terletak pada taburan daun kari, daun pandan, dan daun-daunan aromatik lainnya yang turut digoreng hingga renyah. Daun tersebut tidak hanya menjadi pelengkap tampilan, tetapi juga memberikan aroma khas pada ayam.
Ayam tangkap biasanya disajikan bersama nasi putih hangat dan sambal. Perpaduan ayam berbumbu dengan daun goreng yang renyah membuat hidangan ini memiliki sensasi rasa dan tekstur yang berbeda dari olahan ayam pada umumnya.
Sate Matang berasal dari kawasan Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kuliner ini menggunakan potongan daging sapi atau kambing yang dibumbui sebelum dibakar hingga matang.
Ciri khas sate Matang terletak pada penyajiannya yang kerap dilengkapi kuah kaldu berbumbu. Beberapa penjual juga menyajikannya bersama bumbu kacang dan nasi putih atau lontong.
Rasa gurih dari daging yang dibakar berpadu dengan bumbu kaya rempah, menciptakan sajian yang mengenyangkan. Sate Matang cocok dijadikan pilihan makan siang maupun makan malam saat menjelajahi wisata kuliner Aceh.
Sie reuboh merupakan makanan tradisional Aceh Besar yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat setempat. Nama sie reuboh secara sederhana merujuk pada daging yang direbus.
Hidangan ini umumnya menggunakan daging sapi atau bagian berlemak yang dimasak bersama cuka aren, cabai, kunyit, dan berbagai rempah. Proses memasaknya menghasilkan cita rasa gurih, asam, dan pedas yang khas.
Pada masa lalu, sie reuboh dikenal sebagai salah satu cara mengolah dan menyimpan daging agar dapat bertahan lebih lama. Kini, hidangan tersebut masih dijumpai sebagai sajian rumahan maupun kuliner tradisional yang dicari wisatawan.
Kuah Pliek U | Sumber gambar: Pemerintah Provinsi Aceh
Kuah pliek u adalah masakan khas Aceh yang menggunakan pliek u, yaitu ampas kelapa yang telah melalui proses fermentasi dan pengeringan. Bahan ini memberikan aroma serta cita rasa khas yang menjadi pembeda dari masakan bersantan lainnya.
Kuah pliek u biasanya berisi aneka sayuran, seperti daun melinjo, kacang panjang, nangka muda, dan bahan lain sesuai kebiasaan keluarga atau daerah. Semua bahan dimasak bersama bumbu rempah hingga menghasilkan kuah yang gurih dan kaya rasa.
Hidangan ini menjadi salah satu contoh kekayaan kuliner Aceh yang memanfaatkan bahan lokal. Kuah pliek u paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat dan sambal.
Eungkot Keumamah | Sumber gambar: Liputan 6
Eungkot keumamah atau ikan kayu merupakan makanan khas Aceh berbahan dasar ikan tongkol. Ikan diolah melalui proses perebusan, pengeringan, atau pengawetan hingga teksturnya menjadi lebih padat.
Sebelum disajikan, ikan biasanya dimasak kembali bersama bumbu khas Aceh, seperti cabai, kunyit, asam sunti, dan daun kari. Ada pula variasi yang menggunakan santan atau kentang sebagai pelengkap.
Keumamah memiliki nilai sejarah dalam kehidupan masyarakat Aceh. Ikan yang diawetkan membuatnya lebih praktis untuk disimpan dan dibawa sebagai bekal perjalanan. Kini, hidangan tersebut tetap digemari karena cita rasanya yang khas dan kaya rempah.
Kuah Beulangong
Kuah beulangong merupakan kuliner tradisional Aceh Besar yang erat kaitannya dengan tradisi kenduri atau perayaan bersama. Hidangan ini biasanya dimasak dalam belanga besar untuk dinikmati banyak orang.
Bahan utamanya berupa daging kambing atau sapi yang dipadukan dengan nangka muda serta racikan rempah khas Aceh. Proses memasak dalam jumlah besar membuat hidangan ini identik dengan kebersamaan dan gotong royong.
Kuah beulangong memiliki rasa gurih dengan aroma rempah yang kuat. Selain menjadi sajian istimewa dalam acara adat, makanan ini juga dapat ditemukan di sejumlah rumah makan khas Aceh.
Martabak Aceh
Sebelum mencicipi kuliner khas Aceh, perhatikan tingkat kepedasan dan kekuatan rempah dalam setiap hidangan. Tanyakan bahan makanan jika memiliki pantangan tertentu. Pilih tempat makan yang bersih dan ramai pengunjung. Jangan ragu mencoba makanan tradisional secara bertahap agar pengalaman wisata kulinermu semakin menyenangkan dan berkesan.
Setelah puas mencicipi beragam hidangan khas Aceh, kamu bisa beristirahat di hotel yang nyaman. Banda Aceh dapat menjadi pilihan tempat menginap karena memiliki beragam akomodasi dan akses ke pusat kuliner lokal.
Hotel Muraya Aceh dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menginap di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh. Lokasinya strategis untuk menjangkau berbagai tempat di pusat kota, termasuk kawasan kuliner dan sejumlah destinasi wisata populer.
Hotel ini menawarkan kamar nyaman, restoran, serta fasilitas penunjang untuk kebutuhan wisatawan maupun perjalanan bisnis. Kisaran harga kamar dapat berada di sekitar Rp800.000 per malam, bergantung pada tipe kamar, tanggal menginap, dan promo yang tersedia.

Indonesia

Muraya Hotel Banda Aceh

9.1/10
Kuta Alam
Rp 1.001.430
Hermes Palace Hotel Banda Aceh merupakan akomodasi yang bisa dipertimbangkan jika kamu menginginkan pengalaman menginap dengan fasilitas yang relatif lengkap. Hotel ini berada di kawasan Ulee Kareng dan menyediakan fasilitas seperti kolam renang, area bermain anak, serta fasilitas bisnis.
Pilihan ini cocok untuk wisatawan yang datang bersama keluarga maupun yang ingin menikmati liburan dengan lebih nyaman. Harga kamar yang ditampilkan di Traveloka dapat berada di kisaran Rp800.000 per malam, tetapi tarifnya bisa berubah mengikuti tanggal dan ketersediaan kamar.
Portola Arabia Hotel berlokasi di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh. Hotel ini dapat menjadi pilihan untuk wisatawan yang ingin menginap di area perkotaan dengan akses menuju berbagai tempat makan dan pusat aktivitas masyarakat.
Berdasarkan informasi di Traveloka, hotel ini memiliki fasilitas penunjang untuk kebutuhan menginap. Kisaran harga kamar yang ditampilkan berada di sekitar Rp330.000 per malam, meskipun harga dapat berubah sesuai periode pemesanan dan jenis kamar yang dipilih.

Indonesia

Portola Arabia Hotel

8.0/10
•



Kuta Alam
Rp 290.199
Roti Canai
Kuliner khas Aceh menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Setiap hidangan menyimpan cerita tentang tradisi, kekayaan rempah, dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kamu bisa jelajah nikmatnya wisata kuliner di Aceh dengan merencanakan perjalanan liburan bersama Traveloka. Dalam satu aplikasi, kamu bisa boking hotel, pesan tiket pesawat, tiket kereta, bus dan travel, serta menemukan berbagai atraksi seru melalui Traveloka Xperience.
Untuk mempersiapkan perjalanan, kamu dapat menggunakan Traveloka untuk mencari hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, atau tiket bus & shuttle. Sebelum melakukan pemesanan, jangan lupa cek promo Traveloka, termasuk Promo BCA, Kode Kupon Traveloka, dan Promo Bank Traveloka yang sedang berlaku untuk mendapatkan harga lebih hemat.






