14 Makanan Khas Solo yang Legendaris dan Kaya Sejarah

Mas Bellboy
Waktu baca 9 menit

Solo, atau dikenal juga sebagai Surakarta, bukan hanya terkenal dengan batiknya yang memukau dan istana kesultanan yang megah. Kota ini menyimpan warisan kuliner yang begitu kaya, lahir dari perpaduan budaya Jawa, pengaruh kolonial, hingga kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Setiap suapan makanan khas Solo adalah sebuah perjalanan ke dalam sejarah yang hidup dan terus dijaga.

Kuliner Solo bukan sekadar soal rasa. Di balik setiap hidangan tersimpan kisah tentang perpaduan budaya, perjuangan rakyat, dan kreativitas yang lahir dari keterbatasan. Dari sup yang terinspirasi masakan Eropa hingga jajanan pasar yang masih dijual dengan cara tradisional, Solo menawarkan pengalaman makan yang tidak akan mudah terlupakan.

Sebelum berangkat, pesan tiket pesawat ke Bandara Adi Soemarmo (SOC) lebih awal agar mendapat harga terbaik. Jadikan perjalanan kuliner ini sebagai alasan sempurna untuk akhirnya mengunjungi kota yang dijuluki Kota Batik ini.

Temukan pilihan akomodasi terbaik di Solo untuk mendukung perjalanan kuliner kamu — dari penginapan butik bergaya Jawa hingga hotel bintang lima di pusat kota, semua tersedia di hotel pilihan Traveloka.

1. Selat Solo

Selat Solo

Selat Solo adalah bukti nyata bagaimana dua budaya bisa berpadu menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hidangan ini lahir pada era kolonial Belanda, ketika pengaruh masakan Eropa masuk ke dapur-dapur Jawa dan menghasilkan perpaduan rasa yang unik. Nama "selat" sendiri merupakan adaptasi dari kata "salade" dalam bahasa Belanda.

Seporsi Selat Solo berisi daging sapi yang dipotong dadu, buncis rebus, telur matang, kentang, dan sayuran acar yang menyegarkan. Yang membedakannya dari hidangan lain adalah kuahnya — campuran kecap manis dan mayones yang menciptakan profil rasa manis-gurih yang tidak akan kamu temukan di tempat lain. Tekstur daging yang empuk berpadu sempurna dengan kesegaran sayuran acar di setiap suapan.

Hidangan ini mencerminkan keluwesan budaya Jawa dalam menyerap pengaruh luar tanpa kehilangan jati dirinya. Bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Solo, Selat Solo adalah hidangan yang paling tepat untuk membuka pengalaman kuliner di kota ini.

2. Nasi Liwet

Nasi liwet adalah salah satu kuliner paling ikonik dari Solo, yang sudah menjadi bagian dari keseharian warga kota ini selama berabad-abad. Nasi dimasak dengan santan kental hingga menghasilkan tekstur yang pulen dan aroma yang menggugah selera. Di Solo, nasi liwet secara tradisional adalah menu sarapan, meskipun kini bisa dinikmati sepanjang hari.

Sajian lengkap nasi liwet terdiri dari nasi santan yang gurih, telur rebus, labu siam, suwiran ayam, dan sambal goreng yang pedas meresap. Salah satu warung yang paling terkenal adalah Nasi Liwet Wongso Lemu, yang telah berdiri sejak tahun 1950. Warung ini menjadi saksi bisu perkembangan Solo selama lebih dari tujuh dekade, namun cita rasanya tetap konsisten dari generasi ke generasi.

Keistimewaan nasi liwet Solo terletak pada keseimbangan rasa gurih dari santan yang tidak berlebihan, sehingga tidak terasa berat meski disantap sebagai menu sarapan. Wisatawan yang datang ke Solo sebaiknya tidak melewatkan pengalaman sarapan nasi liwet di warung pinggir jalan yang masih menggunakan alas daun pisang.

3. Timlo

Timlo adalah sup bening berkuah jernih yang menjadi kebanggaan kuliner Solo. Berbeda dari sup kebanyakan, timlo menggunakan rempah-rempah yang dipilih dengan cermat sehingga menghasilkan kaldu yang aromatik namun tetap ringan di lidah. Hidangan hangat ini sangat cocok dinikmati di pagi hari sebagai menu sarapan yang mengenyangkan.

Isian timlo terdiri dari suwiran ayam, irisan sosis solo, hati dan ampela, serta telur pindang yang gurih dengan warna kecokelatan yang cantik. Setiap mangkuk timlo menghadirkan perpaduan tekstur yang beragam dalam satu sajian yang harmonis. Timlo Sastro di kawasan Pasar Gede adalah salah satu warung paling legendaris yang telah melayani pelanggan setia selama puluhan tahun.

Di Solo, timlo bukan sekadar makanan sehari-hari. Hidangan ini kerap hadir dalam berbagai acara keluarga dan perayaan sebagai simbol kebersamaan. Kuahnya yang bening dan bersih mencerminkan filosofi Jawa yang mengutamakan ketenangan dan kesederhanaan dalam setiap aspek kehidupan.

4. Sup Matahari

Sup Matahari adalah salah satu kuliner Solo yang paling jarang dikenal oleh wisatawan dari luar kota, namun memiliki tempat istimewa di hati warga Solo. Penampilannya yang unik menyerupai bunga matahari dengan warna kuning cerah menjadikannya hidangan yang langsung menarik perhatian begitu disajikan di meja makan. Di Solo, sup ini memiliki makna simbolis sebagai lambang harapan dan kasih sayang.

Keistimewaan sup ini tidak hanya pada tampilannya yang mencolok, tetapi juga pada kandungan isinya yang beragam: jagung, wortel, jamur, ayam, dan telur yang dikombinasikan dalam kuah yang kaya rasa. Sup Matahari kerap hadir dalam resepsi pernikahan dan acara-acara keluarga besar di Solo sebagai hidangan yang membawa doa kebahagiaan bagi pasangan pengantin. Menemukan sup ini di luar konteks acara keluarga Solo membutuhkan sedikit usaha, sehingga mencicipinya terasa seperti menemukan permata kuliner yang tersembunyi.

5. Tengkleng

Tengkleng - Makanan Khas Solo

Tengkleng adalah kuliner yang lahir dari masa-masa sulit dalam sejarah Solo. Hidangan berbahan dasar tulang kambing ini pertama kali diciptakan pada era penjajahan Jepang, ketika bahan makanan sangat terbatas dan rakyat harus memanfaatkan setiap bagian dari bahan yang ada. Dari keterbatasan itulah lahir sebuah kuliner yang kini menjadi salah satu yang paling dicari di Solo.

Tengkleng menggunakan bagian-bagian kambing yang selama ini tidak diperhitungkan: tulang dengan sedikit daging yang masih menempel, jeroan, telinga, pipi, hingga bagian kepala yang dimasak dengan bumbu rempah khas Jawa. Proses memasaknya yang panjang membuat bumbu meresap hingga ke sumsum tulang. Cara menikmatinya pun khas — dengan mengisap sumsum dari dalam tulang untuk mendapatkan sensasi rasa yang sesungguhnya.

Tengkleng adalah pengingat bahwa dari kondisi yang paling sulit sekalipun, kreativitas dan ketekunan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Hidangan ini kini telah berevolusi menjadi simbol ketangguhan budaya kuliner Solo yang tidak pernah padam meski zaman terus berubah.

6. Brambang Asem

Brambang asem adalah hidangan sayur yang menawarkan cita rasa berbeda dari pecel pada umumnya. Dasar hidangan ini adalah daun ubi jalar yang direbus hingga lunak, kemudian disiram dengan sambal yang terbuat dari bawang merah bakar, asam jawa, terasi, cabai, dan gula merah yang diulek kasar. Perpaduan rasa asam, pedas, dan manis dalam satu sajian itulah yang membuat brambang asem begitu addictif.

Hidangan ini biasa disajikan di atas daun pisang, lengkap dengan gembus — sejenis tempe yang terbuat dari ampas tahu dan memiliki tekstur yang lebih ringan dari tempe biasa. Brambang asem adalah contoh nyata bagaimana masakan Solo memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan mengolahnya menjadi hidangan yang memiliki kedalaman rasa. Makanan ini mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional Solo di pagi hari.

7. Sate Kere

Sate kere memiliki nama yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "miskin" atau "tidak punya uang." Hidangan ini lahir sebagai jawaban bagi warga berpenghasilan rendah yang ingin menikmati sate namun tidak mampu membeli daging. Dari kreativitas itulah tercipta sate yang menggunakan ampas tahu atau jeroan sapi yang dibumbui bacem lalu dibakar di atas arang.

Hasilnya adalah sate dengan tekstur yang lembut dan cita rasa gurih-manis yang khas bumbu bacem Jawa. Disajikan bersama saus kacang yang kental dan lontong, sate kere justru memiliki karakter rasa yang tidak kalah dengan sate daging pada umumnya. Sate kere kini tidak lagi identik dengan kemiskinan, melainkan menjadi kuliner yang digemari oleh semua kalangan sebagai bagian dari identitas kuliner Solo yang autentik.

Kisah di balik sate kere mengajarkan bahwa nilai sebuah makanan tidak ditentukan oleh harga bahannya, melainkan oleh rasa dan cerita yang dibawanya. Di Solo, sate kere adalah bukti bahwa makanan rakyat pun bisa menjadi warisan budaya yang membanggakan.

8. Tahu Kupat

Tahu kupat adalah hidangan sederhana yang menjadi favorit warga Solo untuk santap siang atau makan ringan di sore hari. Kombinasi tahu goreng, ketupat, kol segar, mi kuning, tauge, dan bakwan disatukan oleh kuah kecap manis yang dibumbui bawang putih — menghasilkan perpaduan rasa yang mengenyangkan namun tidak berat. Taburan bawang goreng renyah dan kerupuk di atasnya menambah dimensi tekstur yang menyenangkan.

Beberapa penjual tahu kupat yang sudah memiliki nama di Solo antara lain Tahu Kupat Pak Gombloh dan Tahu Kupat Bu Siti, yang masing-masing memiliki pelanggan setia dengan selera yang sudah terbiasa dengan cita rasa khas warung mereka. Harganya yang terjangkau membuat tahu kupat bisa dinikmati oleh semua kalangan. Mencicipi tahu kupat di Solo adalah pengalaman yang menghubungkan wisatawan dengan keseharian warga kota ini secara langsung.

9. Tahok

Tahok adalah kuliner unik yang tampilannya menyerupai pudding namun memiliki asal-usul yang berbeda. Terbuat dari kedelai yang digiling halus lalu dipadatkan, tahok memiliki tekstur yang lembut dan sangat halus di lidah. Yang membedakannya dari makanan berbahan kedelai lainnya adalah kuah jahe yang menjadi pelengkapnya.

Kuah tahok dibuat dari rebusan jahe, serai, daun pandan, garam, dan daun jeruk purut yang menghasilkan minuman hangat dengan efek menyehatkan. Kombinasi antara lembutnya tahok dan hangatnya kuah rempah menciptakan pengalaman makan yang menenangkan, terutama di pagi hari yang sejuk. Wisatawan yang berkunjung ke Solo pada musim hujan akan menemukan tahok sebagai pilihan sarapan yang paling sempurna untuk menghangatkan tubuh.

10. Sate Buntel

Sate buntel adalah varian sate yang benar-benar khas Solo dan tidak mudah ditemukan di kota lain. Berbeda dari sate pada umumnya yang menggunakan potongan daging utuh, sate buntel dibuat dari daging kambing yang dicincang halus, dicampur bumbu, lalu dibungkus dengan lapisan lemak tipis sebelum ditusuk dan dibakar di atas arang. Teknik inilah yang membuat sate buntel memiliki tekstur yang lebih lembut dan juicy dibanding sate biasa.

Proses pembakaran di atas arang menghasilkan aroma khas yang menguar jauh sebelum sate sampai ke meja makan. Disajikan dengan sambal kecap atau sambal cabai, setiap gigitan sate buntel melepaskan cita rasa daging kambing yang kaya dengan sentuhan rempah yang meresap. Warung Sate Buntel Mbok Galak dan Sate Kambing Hj. Bejo adalah dua nama yang paling sering disebut oleh pecinta kuliner saat membicarakan hidangan ini di Solo.

Selain menjelajahi kuliner, Solo juga punya banyak tempat wisata dan aktivitas seru yang bisa kamu reservasi langsung melalui Traveloka — dari tur keraton hingga kelas membatik yang autentik.

11. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman adalah ikon kuliner Solo yang telah berdiri sejak tahun 1923. Lebih dari satu abad bertahan, serabi ini telah menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional yang dibuat dengan ketulusan dan konsistensi akan selalu menemukan penggemarnya. Nama "Notosuman" berasal dari nama jalan tempat warung ini pertama kali berdiri, yang kini bernama Jalan Mohammad Yamin.

Bahan dasarnya hanya tepung beras dan santan segar, dimasak di atas tungku arang tradisional yang menghasilkan panas merata. Hasilnya adalah serabi dengan bagian tengah yang lembut, tepi yang sedikit renyah kecokelatan, dan aroma santan yang menggugah. Tersedia dalam dua varian — original dan cokelat — keduanya memiliki penggemarnya masing-masing.

Antrean panjang di depan warung Serabi Notosuman adalah pemandangan biasa, terutama di akhir pekan dan hari libur. Wisatawan yang datang ke Solo tanpa mampir ke sini akan merasa ada yang kurang dari pengalaman kuliner mereka. Serabi yang baru matang dan masih mengepul adalah bentuk kesempurnaan kuliner Solo yang paling sederhana namun paling membekas.

12. Soto Gading

Soto Gading adalah warung soto yang namanya sudah melegenda di Solo, bahkan menarik perhatian mantan Presiden Joko Widodo yang dikenal sebagai pelanggan setia warung ini. Soto Solo berbeda dari soto di daerah lain karena kuahnya yang bening dengan rasa umami yang dalam, dihasilkan dari proses memasak kaldu ayam dengan rempah-rempah pilihan tanpa tambahan santan.

Seporsi soto gading terdiri dari suwiran ayam yang lembut, nasi hangat, seledri segar, dan bawang goreng renyah. Pelengkap seperti tempe goreng, sate jeroan, dan perkedel bisa ditambahkan sesuai selera. Lokasi Soto Gading yang berada tidak jauh dari Keraton Surakarta menjadikannya pilihan sempurna untuk wisatawan yang ingin mengombinasikan wisata budaya dengan pengalaman kuliner autentik Solo.

13. Cabuk Rambak

Cabuk rambak adalah jajanan pasar Solo yang mungkin belum banyak dikenal di luar kota, namun memiliki status legenda di kalangan warga Solo sendiri. Sajian ini terdiri dari irisan ketupat yang disiram saus wijen (cabuk) yang kaya rasa, dilengkapi dengan kerupuk kulit (rambak) yang renyah sebagai pelengkap. Perpaduan tekstur antara ketupat yang kenyal dan rambak yang garing menciptakan pengalaman makan yang sederhana namun sangat memuaskan.

Cabuk rambak biasa dijajakan oleh pedagang kaki lima dan di pasar-pasar tradisional Solo, terutama pada pagi hari. Harganya yang sangat terjangkau membuatnya menjadi sarapan favorit warga Solo dari berbagai kalangan. Bagi wisatawan yang ingin merasakan kuliner Solo yang paling autentik dan jauh dari sorotan media, cabuk rambak adalah pilihan yang tepat untuk dijelajahi.

14. Lenjongan

Lenjongan adalah kumpulan jajanan pasar tradisional Solo yang disajikan bersama dalam satu porsi, menjadikannya cara paling efisien untuk mencicipi berbagai kuliner manis khas Solo sekaligus. Dalam satu sajian lenjongan, kamu akan menemukan getuk, ketan hitam, tiwul, cenil, dan berbagai kue tradisional lainnya yang dibungkus dalam daun pisang yang harum.

Semua komponen lenjongan disiram dengan kelapa parut segar dan lelehan gula merah yang memberi rasa manis alami. Perpaduan warna-warni dari berbagai jajanan tradisional ini menciptakan tampilan yang meriah dan mengundang. Lenjongan paling mudah ditemukan di Pasar Gede dan Pasar Klewer Solo, dua pasar tradisional yang menjadi jantung kehidupan ekonomi dan kuliner kota ini.

Menghabiskan pagi di Pasar Gede sembari menikmati lenjongan adalah salah satu pengalaman Solo yang paling murni dan tak tergantikan oleh restoran mana pun. Jajanan pasar ini adalah cerminan kekayaan kuliner Solo yang terus dijaga dan dilestarikan oleh para penjaja tradisional yang masih setia berjualan dengan cara nenek moyang mereka.

Tips Menjelajahi Kuliner Solo

Waktu Terbaik untuk Berburu Kuliner

Solo adalah surga bagi wisatawan yang suka sarapan, karena banyak kuliner terbaiknya justru tersedia di pagi hari. Nasi liwet, timlo, tahok, dan cabuk rambak adalah hidangan yang paling nikmat dicicipi sebelum pukul sembilan pagi. Pasar Gede buka sejak dini hari dan menjadi titik awal yang sempurna untuk memulai tur kuliner Solo.

Cara Berkeliling Solo

Solo adalah kota yang relatif kompak dan ramah bagi wisatawan kuliner. Untuk kenyamanan maksimal, menggunakan sewa mobil adalah pilihan terbaik agar bisa berpindah dari satu warung ke warung lain tanpa khawatir soal transportasi. Jika datang dari Bandara Adi Soemarmo, gunakan Airport transfer yang bisa dipesan terlebih dahulu untuk perjalanan yang lebih praktis dan terencana.

Anggaran Kuliner di Solo

Solo dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup paling terjangkau di Jawa Tengah. Sebagian besar kuliner legendaris di kota ini dapat dinikmati dengan harga yang sangat bersahabat di kantong. Manfaatkan promo Traveloka untuk mendapatkan penawaran terbaik pada tiket dan akomodasi, sehingga anggaran perjalanan kuliner kamu bisa lebih optimal.

Pilihan Transportasi ke Solo

Selain pesawat, Solo sangat mudah dijangkau dengan tiket kereta dari berbagai kota di Jawa karena Stasiun Balapan Solo merupakan salah satu stasiun kereta tersibuk di Jawa Tengah. Bagi wisatawan yang ingin perjalanan lebih santai dari kota-kota terdekat, tiket bus tersedia dengan berbagai pilihan kelas dan jadwal keberangkatan.

Terbang Bersama Traveloka

Sun, 23 Aug 2026

Citilink

Jakarta (CGK) ke Solo (SOC)

Mulai dari Rp 875.200

Sat, 22 Aug 2026

Super Air Jet

Bali / Denpasar (DPS) ke Solo (SOC)

Mulai dari Rp 1.189.400

Sun, 23 Aug 2026

Lion Air

Medan (KNO) ke Solo (SOC)

Mulai dari Rp 2.238.400

Bandara Adi Soemarmo (SOC) melayani penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Indonesia. Cek jadwal dan harga tiket terbaru untuk Solo melalui Traveloka dan dapatkan penawaran terbaik untuk perjalanan kuliner impianmu.

Rencanakan Perjalananmu dengan Traveloka

Traveloka adalah aplikasi perjalanan online terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya lebih dari 100 juta pengguna untuk merencanakan setiap perjalanan mereka. Untuk perjalanan kuliner ke Solo, semua kebutuhan wisatawan tersedia dalam satu aplikasi: mulai dari tiket pesawat, hotel, aktivitas wisata, tiket kereta, tiket bus, sewa mobil, hingga layanan tambahan seperti PayLater, eSIM, dan asuransi perjalanan. Tidak perlu membuka banyak aplikasi atau situs web berbeda untuk merencanakan satu perjalanan.

Keunggulan Traveloka yang paling relevan untuk wisata kuliner di Solo adalah fitur aktivitas yang memungkinkan wisatawan memesan pengalaman lokal secara langsung — seperti tur batik, kunjungan keraton, atau kelas memasak kuliner Jawa — semuanya dapat direservasi jauh-jauh hari dengan harga transparan dan proses yang mudah. Ini memastikan kamu tidak kehabisan slot untuk aktivitas-aktivitas terpopuler di Solo, terutama saat musim liburan. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan perjalanan kuliner Solo yang tak terlupakan.

Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan