Tiong Bahru adalah salah satu kawasan tertua di Singapura yang kini bertransformasi menjadi surga tersembunyi bagi para wisatawan. Kawasan ini memadukan arsitektur kolonial bergaya art deco dengan kehidupan urban modern yang dinamis. Berbeda dengan distrik wisata utama Singapura yang selalu ramai, Tiong Bahru menawarkan pengalaman lebih personal dan autentik. Tidak heran jika kawasan ini semakin banyak masuk dalam daftar destinasi favorit para wisatawan yang ingin menjelajahi sisi lain Singapura.
Dari warung makan dengan pengakuan Michelin hingga mural jalanan karya seniman ternama, Tiong Bahru menyimpan banyak kejutan yang tidak akan kamu temukan di brosur wisata biasa. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi toko-toko butik independen yang menjual produk unik hasil karya desainer lokal. Untuk kamu yang berencana menjelajahi Singapura lebih dalam, Tiong Bahru adalah destinasi yang wajib masuk dalam itinerary. Pesan tiket pesawat ke Singapura sekarang dan siapkan dirimu untuk pengalaman yang tak terlupakan.
Sat, 3 Oct 2026

Scoot
Jakarta (CGK) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 1.050.900
Fri, 9 Oct 2026

AirAsia Indonesia
Surabaya (SUB) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 1.701.986
Thu, 15 Oct 2026

Scoot
Bali / Denpasar (DPS) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 1.757.505
Tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai hari di Tiong Bahru selain mengunjungi pasar kuliner ikonik ini. Tiong Bahru Market adalah pusat jajanan hawker yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan menjadi jantung kehidupan kuliner kawasan ini. Di sinilah kamu bisa merasakan cita rasa asli masakan Singapura dengan harga yang sangat terjangkau. Pasar ini terdiri dari dua lantai, dengan lantai bawah untuk produk segar dan lantai atas khusus untuk berbagai gerai makanan.
Salah satu gerai paling legendaris di sini adalah Tiong Bahru Hainanese Boneless Chicken Rice, yang telah mendapatkan penghargaan Bib Gourmand dari Michelin Guide, sebuah pengakuan bergengsi untuk hidangan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Gerai lain yang wajib dicoba adalah Jian Bo Shui Kueh, yang menyajikan shui kueh atau kue lobak tradisional yang lembut dan gurih. Min Nan Prawn Noodles juga menjadi favorit warga lokal dengan kuah udang pekat yang kaya rasa. Datanglah pagi hari sebelum pukul 09.00 untuk menghindari antrean panjang yang kerap mengular di gerai-gerai terpopuler.
Tiong Bahru Market berlokasi di pusat kawasan sehingga mudah dijangkau dengan transportasi umum. Suasana pagi di pasar ini sangat khas: riuh rendah percakapan dalam berbagai bahasa, aroma masakan yang menggugah selera, dan para warga lokal yang memulai hari mereka dengan sarapan favorit. Ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang sosial yang mencerminkan keragaman budaya Singapura. Pengalaman makan di sini akan memberikan gambaran nyata tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Singapura.
Tiong Bahru adalah salah satu kawasan di Singapura yang kaya akan seni mural berkualitas tinggi. Seniman terkemuka Singapura, Yip Yew Chong, menciptakan beberapa karya mural terbaiknya di kawasan ini. Karya-karya ini bukan sekadar dekorasi dinding, melainkan narasi visual yang mengabadikan kehidupan dan sejarah Tiong Bahru dari masa ke masa. Setiap mural dibuat dengan detail luar biasa sehingga terasa seperti jendela yang membuka kenangan masa lalu kawasan ini.
Ada tiga mural utama yang wajib kamu cari: ""Bird Singing Corner"" yang menggambarkan tradisi warga lokal berkumpul untuk memamerkan burung peliharaan mereka, ""Pasar and Fortune Teller"" yang merekam kehidupan pasar tradisional tempo dulu, dan ""Home"" yang mengangkat suasana kehangatan rumah tangga di kawasan perumahan art deco Tiong Bahru. Setiap mural bisa dijadikan titik foto yang memukau sekaligus kesempatan untuk belajar sejarah kawasan ini. Berburu mural ini juga menjadi aktivitas berjalan kaki yang menyenangkan karena lokasinya tersebar di berbagai sudut kawasan.
Yip Yew Chong dikenal karena kemampuannya merekam memori kolektif masyarakat Singapura dalam kanvas dinding kota. Gaya lukisannya yang realistis dan penuh warna membuat setiap mural terasa hidup. Jika kamu beruntung, seniman ini kadang terlihat di kawasan Tiong Bahru untuk memperbarui atau membuat karya baru. Jangan lupa membawa kamera karena pencahayaan alami di pagi hari menghasilkan foto terbaik di lokasi-lokasi mural ini.
Setelah puas berburu mural, manfaatkan waktu untuk menjelajahi tempat wisata menarik lainnya di Singapura yang bisa kamu pesan dengan mudah.
Kawasan Tiong Bahru adalah surga bagi para pencinta belanja yang menginginkan sesuatu di luar produk merek besar. Di sini, deretan toko butik independen menawarkan produk-produk unik yang tidak akan kamu temukan di mal-mal besar Singapura. Setiap toko memiliki karakter dan estetika tersendiri yang mencerminkan visi sang pemilik. Berbelanja di sini terasa lebih personal dan intim dibandingkan pengalaman belanja di pusat perbelanjaan konvensional.
Nana & Bird adalah toko concept store yang menggabungkan aksesori, parfum, dan pakaian dari desainer lokal maupun internasional yang belum banyak dikenal. Kurasi produknya sangat selektif sehingga setiap item yang tersedia merupakan pilihan yang cermat. Toko ini menjadi favorit warga Singapura yang menginginkan gaya berpakaian berbeda dari mainstream. Suasana tokonya pun nyaman dan estetik, menjadikannya pengalaman belanja yang menyenangkan dari awal hingga akhir.
First Stitch berfokus pada pakaian yang dirancang khusus untuk iklim tropis Singapura yang panas dan lembap. Material yang digunakan ringan, bernapas, dan tetap tampak elegan dipakai sepanjang hari. Toko ini adalah jawaban bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh pakaian fungsional sekaligus bergaya khas Singapura. Setiap koleksinya mencerminkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan berpakaian di negara tropis.
Toko buku independen ini adalah tempat yang sempurna untuk melambatkan langkah dan menikmati suasana Tiong Bahru. Selain buku-buku pilihan yang dikurasi dengan cermat, Woods in the Books juga menjual aksesori imut, barang-barang vintage, dan mainan unik. Toko ini sangat populer di kalangan keluarga dengan anak-anak kecil maupun para pecinta buku dewasa. Habiskan waktu di sini sambil menikmati secangkir kopi dari kafe terdekat.
Di tengah modernitas Tiong Bahru, berdiri kokoh sebuah kuil Taois yang telah menjadi bagian dari kehidupan kawasan ini selama hampir satu abad. Qi Tian Kong Temple didedikasikan untuk Sun Wukong atau Kera Sakti, tokoh legendaris dalam mitologi Tionghoa yang dikenal dari kisah Journey to the West. Desain kuil ini sangat mencolok dengan warna-warna cerah merah, emas, dan hijau yang khas arsitektur kuil tradisional Tionghoa. Keberadaannya di tengah kawasan perumahan art deco menciptakan kontras visual yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
Kuil ini bukan sekadar objek wisata tetapi juga tempat ibadah aktif yang dikunjungi warga lokal secara rutin. Kamu bisa menyaksikan ritual-ritual tradisional yang masih dijalankan dengan penuh khidmat oleh komunitas Tionghoa setempat. Arsitektur kulitnya yang detail, dengan ukiran-ukiran halus pada setiap sudut bangunan, mencerminkan keahlian pengrajin tradisional yang membangunnya. Kunjungi kuil ini pada pagi hari untuk suasana yang lebih tenang dan kesempatan menyaksikan ritual harian yang autentik.
Meluangkan waktu di Qi Tian Kong Temple juga memberikan konteks sejarah yang lebih kaya tentang komunitas Tionghoa yang membangun Tiong Bahru. Kawasan ini dulunya merupakan salah satu permukiman pertama yang dibangun untuk warga kelas menengah Singapura pada era 1930-an. Kuil ini menjadi salah satu saksi bisu perkembangan kawasan dari permukiman sederhana menjadi distrik lifestyle bergaya. Bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah dan budaya, tempat ini adalah harta karun yang sesungguhnya.
Salah satu peninggalan sejarah paling unik di Tiong Bahru adalah bunker perlindungan udara yang dibangun pada tahun 1939 dengan luas mencapai 1.500 meter persegi. Struktur bawah tanah ini dibangun oleh pemerintah kolonial untuk melindungi warga sipil dari ancaman serangan udara. Keberadaannya menjadi pengingat nyata bahwa kawasan yang kini tampak tenang dan modern ini pernah menjadi bagian dari lembaran sejarah yang penuh ketegangan. Bunker ini menjadi salah satu dari sedikit situs peninggalan Perang Dunia II yang masih bisa ditemukan di Singapura.
Meskipun bagian dalam bunker saat ini tidak dibuka untuk umum, terdapat papan informasi di sekitar lokasi yang menjelaskan sejarah dan fungsi bangunan ini secara lengkap. Bagi wisatawan yang penasaran dengan sejarah militer Singapura, lokasi ini tetap menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari napak tilas sejarah. Lokasinya yang berada di dalam kawasan perumahan Tiong Bahru juga memberikan suasana berbeda dibandingkan situs sejarah lainnya di Singapura. Gabungkan kunjungan ke sini dengan eksplorasi arsitektur art deco di sekitarnya untuk pengalaman wisata sejarah yang lengkap.
Tiong Bahru menyimpan lapisan sejarah yang kaya, mulai dari era kolonial, masa pendudukan, hingga kebangkitan sebagai kawasan urban modern. Mengunjungi Air Raid Shelter memberikan dimensi berbeda dalam menikmati kawasan ini. Ini bukan hanya tentang kopi dan mural, tetapi juga tentang memahami perjalanan panjang sebuah kawasan dalam membentuk identitasnya. Wisatawan yang menyempatkan diri menjelajahi sisi historis Tiong Bahru akan pulang dengan pemahaman yang jauh lebih dalam tentang Singapura.
Untuk perjalanan yang semakin mudah, gunakan Airport transfer dari Bandara Changi langsung menuju kawasan Tiong Bahru agar kamu bisa segera mulai menjelajah tanpa repot.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Tiong Bahru adalah pada hari kerja di pagi hingga siang hari, antara pukul 08.00 hingga 13.00. Pada saat ini, pasar dan warung makan beroperasi penuh dan suasana kawasan masih segar sebelum panas terik siang hari. Akhir pekan cenderung lebih ramai karena warga lokal dan wisatawan sama-sama memadati kawasan ini. Kunjungan di hari kerja memberikan pengalaman yang lebih autentik dan tenang.
Tiong Bahru sangat mudah dijangkau menggunakan Mass Rapid Transit (MRT) Singapura. Turun di Stasiun MRT Tiong Bahru yang dilayani jalur lingkar, kemudian berjalan kaki sekitar 5 hingga 10 menit menuju pusat kawasan. Dari Bandara Changi, kamu bisa menggunakan MRT langsung tanpa perlu berganti kendaraan. Pilihan sewa mobil juga tersedia jika kamu ingin lebih fleksibel dalam menjelajahi berbagai sudut Singapura.
Tiong Bahru adalah kawasan yang ramah di kantong, terutama untuk kuliner. Sarapan di Tiong Bahru Market bisa dinikmati dengan anggaran mulai dari SGD 3 hingga SGD 8 per orang. Untuk belanja di butik independen, tentu saja anggaran akan lebih bervariasi tergantung produk yang kamu pilih. Aktivitas seperti berburu mural dan mengunjungi kuil sepenuhnya gratis sehingga kawasan ini cocok untuk semua kalangan wisatawan.
Traveloka adalah platform perjalanan terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 100 juta pengguna yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada layanan ini. Untuk kamu yang berencana mengunjungi Tiong Bahru dan menjelajahi Singapura secara lebih luas, Traveloka menyediakan semua kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi yang mudah digunakan. Mulai dari pemesanan tiket pesawat ke Singapura, pencarian hotel terbaik di berbagai area, hingga pemesanan tempat wisata dan aktivitas seru selama di sana.
Tidak hanya itu, Traveloka juga memudahkan perjalananmu dengan layanan Airport transfer, sewa mobil, tiket bus, dan tiket kereta yang bisa dipesan kapan saja dan di mana saja. Fitur pembayaran yang beragam, termasuk PayLater, membuat perencanaan perjalanan semakin fleksibel tanpa harus khawatir soal anggaran di awal. Jangan lewatkan juga berbagai promo Traveloka yang hadir secara rutin untuk menghemat biaya perjalananmu. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan rasakan kemudahan merencanakan perjalanan impianmu ke Singapura dari genggaman tanganmu.
Tags:
aktivitas seru di tiong bahru
tiong bahru singapura
tiong bahru






