
Singapura punya reputasi sebagai kota yang mahal — dan untuk hotel dan makan di restoran, reputasi itu sebagian memang benar. Tapi Singapura ala backpacker adalah proposisi yang berbeda. Hostel di sini dikelola dengan baik, konsisten bersih, dan terkonsentrasi di dua kawasan paling berkarakter dan ramah pejalan kaki di kota. Makan di hawker centre mulai dari SGD 3–5 untuk sepiring nasi ayam Hainanese atau char kway teow yang penuh. MRT murah dan menjangkau ke mana saja. Dan sebagian besar pengalaman terbaik kota — pertunjukan cahaya Garden Rhapsody, jalan-jalan tepi air Marina Bay, jalan kuil Chinatown, Botanic Gardens — tidak biaya sama sekali. Panduan ini mencakup di mana backpacker Indonesia sebaiknya menginap, dan mengapa.
Pesan tiket pesawat ke Singapura dan rencanakan perjalanan yang hemat biaya. Temukan akomodasi budget terbaik di kawasan backpacker terbaik Singapura.
Sun, 4 Oct 2026

Scoot
Jakarta (CGK) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 912.345
Thu, 24 Sep 2026

AirAsia Indonesia
Surabaya (SUB) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 1.567.370
Thu, 17 Sep 2026

Scoot
Bali / Denpasar (DPS) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 1.800.893
| Little India | Chinatown | |
| Suasana | Berwarna-warni, penuh sensori, banyak pasar, hidup siang dan malam | Heritage, kultural, energi lebih bervariasi per blok |
| Harga hostel | Terendah di Singapura — kasur dorm dari SGD 20–35 | Sedikit lebih tinggi — kasur dorm dari SGD 25–45 |
| Akses makanan | Tekka Centre, Mustafa Cafe 24 jam, hawker India dan multikultural | Maxwell Food Centre, Chinatown Complex, hawker Tanjong Pagar |
| MRT | Little India MRT (NE7/DT12) | Chinatown MRT (NE4/DT19) |
| Terbaik untuk | Backpacker yang utamakan budget, imersi kultural, akses 24 jam | Keseimbangan budaya + nightlife; dekat ke Clarke Quay |
| Tingkat kebisingan | Tinggi — terutama dekat Serangoon Road saat festival | Sedang — lebih tenang di gang-gang kecil jauh dari pasar |
Little India adalah konsensus kawasan paling value-for-money untuk backpacker di Singapura, dan alasannya struktural bukan kebetulan. Kepadatan hostel budget di sini paling tinggi, secara konsisten menjaga harga dorm di ujung terendah pasar Singapura. Stall hawker Tekka Centre buka dari pagi hingga malam, dengan beberapa biryani, roti prata, dan makanan fusion India-Chinese terbaik di kota dengan harga yang membuat makan di hawker benar-benar berkelanjutan untuk backpacker. Mustafa Centre — department store 24 jam enam lantai dua blok dari sebagian besar hostel Little India — menangani apa pun yang lupa dibawa.
Kawasan itu sendiri benar-benar imersif: Kuil Sri Veeramakaliamman, wajah toko berwarna-warni Serangoon Road, penjual karangan bunga, toko rempah-rempah. Little India memiliki kepadatan sensoris yang sedikit kawasan di Singapura bisa menandingi. Bagi wisatawan Indonesia Muslim, perlu dicatat bahwa Little India banyak menjual daging babi dan alkohol — periksa label halal saat memilih makanan di Tekka Centre, di mana banyak stall memang halal tetapi berdampingan dengan yang tidak.
Chinatown berada di posisi lebih sentral di pulau dari Little India — jarak jalan kaki singkat ke strip nightlife Clarke Quay, 10 menit MRT dari Marina Bay, dan terhubung baik ke CBD dan adegan restoran Tanjong Pagar. Adegan hostel di sini sedikit lebih mahal dari Little India tapi masih benar-benar di wilayah budget, dan standar hostelnya cenderung sedikit lebih tinggi.
Untuk backpacker Indonesia yang ingin menyeimbangkan akomodasi budget dengan akses kultural yang kuat — Buddha Tooth Relic Temple, Sri Mariamman Temple, pasar Pagoda Street, dan Maxwell Food Centre semuanya dalam jarak jalan kaki singkat — Chinatown memberikan pengalaman basis tunggal paling lengkap di Singapura. Penting untuk wisatawan Indonesia: banyak stall hawker di kawasan Chinatown menjual babi — Maxwell Food Centre memiliki pilihan ayam dan seafood yang halal, tapi selalu verifikasi terlebih dahulu.
Kampong Glam (kawasan Bugis/Arab Quarter) adalah pilihan ketiga yang kuat untuk backpacker yang menginginkan basis yang lebih kreatif dan lebih berkarakter. Hostel di sini sedikit lebih mahal dari Little India tapi masih terjangkau, dan identitas kawasan — butik Haji Lane, Masjid Sultan, kuliner halal yang sangat baik, mural di mana-mana — memberikan lingkungan yang lebih berkarakter dan lebih rewarding secara visual dari kawasan pure-budget. MRT Bugis terhubung mudah ke seluruh pulau.
Ini juga menjadi pilihan paling direkomendasikan untuk backpacker Indonesia Muslim — karena akses kuliner halal di Kampong Glam adalah yang terbaik di seluruh Singapura, dari warung Melayu dan nasi padang hingga restoran Turki dan Arab yang tersebar di sekitar Bussorah Street dan Arab Street.
Jelajahi aktivitas gratis dan terjangkau terbaik di Singapura. Atur airport transfer dari Changi. Cek promo Traveloka terbaru untuk penawaran hotel dan akomodasi, dan temukan basis budget Singapura sempurnamu di Traveloka.






