
Jatiluwih selama ini identik dengan sawah teraseringnya yang sudah dinobatkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa di sudut kawasan ini ada air terjun yang layak dikunjungi, Air Terjun Yeh Hoo, atau yang juga dikenal sebagai Air Terjun Giri Kusuma. Letaknya tidak jauh dari area persawahan utama, tapi karena berada di balik tegalan penduduk, kebanyakan wisatawan yang datang ke Jatiluwih melewatkannya begitu saja.
Tempatnya sepi, tiket masuknya murah, dan airnya dingin langsung dari pegunungan. Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Tabanan, ini salah satu destinasi yang sayang dilewatkan.
Air Terjun Yeh Hoo berlokasi di Jalan Batu Lueih Kanan, Banjar Gunung Sari Umah Kayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Kawasan ini berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, dengan latar belakang Gunung Batukaru yang terlihat jelas dari jalur menuju air terjun. Dari pusat Kota Tabanan, jaraknya sekitar 26 km, dan dari Denpasar sekitar 46 km.
Dari Denpasar, perjalanan ke Yeh Hoo memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Ambil arah Tabanan, lanjut ke Kecamatan Penebel, lalu masuk ke kawasan wisata Jatiluwih. Setelah melewati loket tiket Jatiluwih, ikuti jalan utama dan perhatikan papan penunjuk bertuliskan "Air Terjun Yeh Hoo" di sisi kanan jalan. Dari area parkir, jalan setapak menuju air terjun hanya sekitar 250 meter.
Jalan menuju parkiran cukup sempit, hanya muat satu mobil. Jadi, sebaiknya kamu berkendara pelan dan hati-hati, terutama setelah hujan. Pilihan paling nyaman adalah menyewa mobil atau motor dari Denpasar, Seminyak, atau kota terdekat lainnya. Beberapa operator wisata lokal juga menawarkan paket tur seharian ke Jatiluwih yang sudah mencakup kunjungan ke Yeh Hoo, praktis kalau kamu tidak ingin repot navigasi sendiri.
Tiket masuk Air Terjun Yeh Hoo sangat terjangkau. Wisatawan lokal dewasa membayar Rp5.000 dan anak-anak Rp3.000. Untuk wisatawan mancanegara, tarifnya Rp10.000 per dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Dana ini dikelola langsung oleh keluarga pengelola untuk perawatan jalur setapak dan kebersihan area sekitar.
Perlu diingat, tiket masuk kawasan Jatiluwih dikenakan terpisah di loket utama sebelum kamu sampai ke titik parkir Yeh Hoo. Air terjun ini bisa dikunjungi setiap hari dari pagi hingga sore. Tidak ada jam operasional resmi yang terpampang, tapi datang lebih pagi selalu lebih baik jalur setapak lebih kering, suasana lebih tenang, dan kamu bisa berendam lebih lama sebelum pengunjung lain mulai berdatangan.
Yeh Hoo bukan jenis air terjun yang mengagumkan karena ketinggiannya sekitar 6 hingga 8 meter saja. Tapi ada beberapa hal yang membuat tempat ini punya daya tarik tersendiri dan berbeda dari banyak air terjun lain di Bali.
Tidak ada bus wisata, tidak ada pedagang yang berjajar, tidak ada kerumunan yang mengantre untuk foto. Perjalanan menuju Yeh Hoo melewati ladang penduduk dengan pohon pisang, bambu, dan berbagai tanaman tropis di kanan-kiri jalan setapak. Suara yang menemanimu adalah serangga, burung, dan gesekan daun bambu saat ada angin—bukan klakson atau kebisingan khas kawasan wisata ramai. Bagi banyak orang, justru itu yang dicari.
Debit air di Yeh Hoo cukup deras untuk ukurannya. Sumbernya dari mata air pegunungan di kawasan Batukaru sehingga jernih dan dingin. Kolam alami di bawah air terjun cukup lebar untuk berendam, dan bebatuan di dasarnya memberi sensasi pijat ringan di telapak kaki. Setelah berjalan turun melewati jalur setapak, nyemplung ke kolam ini terasa sangat menyegarkan.
Salah satu bagian yang sering dilewatkan dalam ulasan tentang Yeh Hoo adalah pemandangan selama perjalanan menuju air terjun itu sendiri. Dari jalur setapak, Gunung Batukaru terlihat jelas di latar belakang, berpadu dengan lembah hijau di bawahnya. Berbagai jenis kupu-kupu dan capung juga sering melintas di sekitar jalur—menjadikan perjalanan turun sekitar 10 menit itu tidak terasa membosankan sama sekali.
Karena jaraknya kurang dari 2 km dari area persawahan utama Jatiluwih, Yeh Hoo sangat mudah dimasukkan ke dalam satu itinerary hari yang sama. Kamu bisa mulai dengan menyusuri sawah terasering seluas 636 hektar yang sudah mendunia itu, lalu mampir ke Yeh Hoo untuk berendam sebelum pulang. Dua pengalaman yang karakternya berbeda jauh, tapi bisa diselesaikan dalam satu hari tanpa terburu-buru.
Karena pengunjungnya tidak pernah terlalu banyak, kamu punya lebih banyak ruang untuk mengambil foto dengan tenang. Bebatuan sungai berdiameter besar, aliran air jernih, dan vegetasi tropis yang rapat di sekelilingnya membentuk latar yang cukup fotogenik secara alami—tanpa perlu banyak pengaturan. Pelangi kecil juga kerap muncul di sekitar air terjun saat sinar matahari masuk dari celah pohon di siang hari.
Sun, 3 May 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 1.281.500
Sun, 3 May 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 698.500
Sun, 3 May 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 1.545.800
Kalau kamu berencana bermalam di sekitar Jatiluwih atau Tabanan agar punya lebih banyak waktu untuk menjelajah, berikut beberapa pilihan akomodasi yang bisa dipesan lewat Traveloka.
Berlokasi di Jalan Raya Jatiluwih, Penebel, Tabanan, villa ini berdiri langsung di hadapan sawah terasering Jatiluwih, satu-satunya properti di kawasan ini yang punya posisi semepet itu. Tersedia empat tipe kamar: Superior Room, Superior Twin, Deluxe Room, dan Suite Room. Fasilitas yang tersedia meliputi kolam renang outdoor, restoran dengan menu Asia yang variatif, WiFi gratis, area parkir, dan sarapan prasmanan. Harga mulai sekitar Rp578.000 per malam.

Jatiluwih

Bhuana Agung Villa & Restaurant Jatiluwih

8.8/10
Jatiluwih
Rp 589.681
Rp 501.347
Resort bintang 4 yang berlokasi di Wongaya Gede, Penebel, sekitar 2,8 mil dari Air Terjun Yeh Hoo. Properti ini punya 14 kamar berupa bungalo bergaya tradisional Bali yang dibangun di tengah taman tropis yang luas. Setiap kamar dilengkapi dengan sitting area, meja kerja, kamar mandi dengan walk-in shower, dan pemandangan ke arah pegunungan atau taman. Fasilitas yang tersedia: kolam renang outdoor (menggunakan air pegunungan), restoran dengan menu Indonesia, Asia, dan internasional termasuk pilihan vegetarian dan vegan, WiFi, teras, parkir gratis, sewa mobil, yoga, hiking, dan mountain biking. Sarapan sudah termasuk dalam harga. Harga mulai sekitar Rp900.000 per malam.
Villa yang jaraknya hanya 1,7 km dari Air Terjun Yeh Hoo, berlokasi di kawasan Jatiluwih dengan pemandangan ke arah sawah, gunung, dan sungai. Tersedia tiga tipe kamar: BR Double, BR Double Plus, dan BR Double Premium, masing-masing dengan satu kamar mandi pribadi.
Setiap kamar dilengkapi AC, LED TV, meja kerja, lemari, coffee maker, air mineral, shower dengan water heater, perlengkapan mandi, dan WiFi. Ada juga teras terbuka, open-air bath, dan area parkir. Keamanan 24 jam, layanan kamar, dan sarapan bisa dipesan langsung ke kamar. Hewan peliharaan diperbolehkan dengan biaya tambahan. Harga mulai sekitar Rp600.000 per malam.

Jatiluwih

Keuma Villa & Resto Jatiluwih by The Lavana

9.1/10
Jatiluwih
Rp 662.563
Rp 590.344
Villa privat di Jalan Jatiluwih Kawan yang cocok untuk kamu yang ingin benar-benar jauh dari keramaian. Tersedia kolam renang outdoor, taman, WiFi, dan area parkir. Kamarnya dilengkapi AC, TV LED 40 inci, dapur kecil, kulkas, minibar, brankas, dan balkon pribadi dengan pemandangan sawah atau pegunungan. Sarapan Asia tersedia setiap pagi. Lokasinya hanya 2 menit berkendara dari Air Terjun Yeh Hoo dan 5 menit dari kawasan persawahan Jatiluwih. Harga mulai sekitar Rp500.000 per malam.

Jatiluwih

Dukuh Baturan Villa

2.0/10
•



Jatiluwih
Rp 1.157.025
Rp 859.130
Penginapan bintang 3 yang berbeda dari kebanyakan. Berlokasi di Banjar Gunungsari, Jatiluwih, di lereng Gunung Batukaru, properti ini berdiri di atas perkebunan kopi organik seluas 10 hektar dengan pemandangan lembah Jatiluwih dan laut di kejauhan. Setiap kamar dibangun dengan bahan-bahan alami dan daur ulang, masing-masing punya karakter tersendiri, dari kamar glamping hingga kamar dengan kolam renang pribadi.
Fasilitas yang tersedia: restoran dengan menu farm-to-table (semua organik dan vegan), WiFi, teras, outdoor fireplace, yoga shala, kelas memasak, sewa sepeda, pijat, parkir gratis, dan antar-jemput bandara berbayar. Tidak ada AC karena suhu di ketinggian ini sudah cukup sejuk. Khusus tamu dewasa, anak-anak tidak diperbolehkan. Harga mulai sekitar Rp700.000 per malam.

Jatiluwih

Batukaru Coffee Estate

9.2/10
•



Jatiluwih
Rp 1.401.310
Rp 991.006
Air Terjun Yeh Hoo membuktikan bahwa Jatiluwih lebih dari sekadar hamparan sawah. Buat kamu yang ingin wisata alam yang tidak penuh sesak dan punya karakter lebih personal, tempat ini layak masuk daftar.
Semua kebutuhan perjalananmu bisa diatur lewat Traveloka dari pesan hotel di sekitar Jatiluwih dan Tabanan, booking tiket pesawat ke Bandara Ngurah Rai Bali, sampai sewa mobil agar kamu bisa menjelajah Tabanan dengan lebih leluasa. Cek promo yang tersedia sebelum memesan agar perjalanan lebih hemat.

Nusa Penida

Tur Nusa Penida Timur & Barat

9.1/10
Nusa Penida
Rp 350.000
Rp 238.830







