15 Alat Musik Kalimantan Uraea yang Wajib Diketahui

Mas Bellboy
Waktu baca 6 menit

Kedutaan Bunyi dari Jantung Borneo: Harmoni Alam Kalimantan Utara

alat musik Kalimantan Utara - Sebagai provinsi termuda, Kalimantan Utara adalah permata budaya yang menyimpan narasi kuno di tengah rimbunnya hutan tropis dan aliran sungai besar. Lanskap sosiokulturalnya dibentuk oleh perpaduan tradisi Dayak serta budaya pesisir Tidung dan Bulungan, menciptakan identitas musikal yang menjadi media komunikasi antara manusia, leluhur, dan semesta. Harmoni unik ini menjadikan alat musik Kalimantan Utara jauh lebih bermakna daripada sekadar bebunyian estetis.

Dominasi hutan primer menyediakan material organik tak terbatas, seperti kayu adau, bambu endemik, dan rotan, yang berevolusi menjadi instrumen berkualitas tinggi. Penggunaan kulit kijang sebagai membran perkusi dan bulu enggang sebagai penghias menegaskan bahwa musik merupakan manifestasi langsung dari ekosistem Borneo. Setiap getaran dawai dan dentum perkusi secara teknis merepresentasikan ritme alam, mulai dari desau angin hingga riak nadi sungai-sungai besar.

Bagi masyarakat lokal, alat musik daerah Kalimantan Utara adalah identitas sakral yang menjadi ruh dalam ritual pengobatan hingga perayaan panen Irau. Memahami instrumen ini berarti menyelami kearifan lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan, keberanian, dan penghormatan terhadap roh penjaga hutan. Di tangan para maestro, material kayu dan bambu bertransformasi menjadi "diplomat budaya" yang menyuarakan keagungan peradaban Borneo ke panggung dunia.

15 Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Berikut adalah bedah organologi dan sosiokultural komprehensif mengenai kekayaan instrumen yang menjadi pilar kebudayaan di Kalimantan Utara:

1. Jatung Utane (Idiofon)

Jatung Utane adalah instrumen perkusi melodis yang sering dianggap sebagai "Xylofon" khas suku Dayak Kenyah di Kalimantan Utara.

Nama & Klasifikasi Organologi: Idiofon (bunyi berasal dari badan alat itu sendiri).
Konstruksi & Material: Terdiri dari deretan bilah kayu yang panjangnya bertingkat. Kayu yang digunakan biasanya adalah kayu pilihan dari hutan yang telah dikeringkan agar menghasilkan resonansi yang jernih. Bilah-bilah ini diletakkan di atas sebuah rak atau bantalan yang terkadang dihiasi ukiran asoka atau motif Dayak lainnya.
Teknik Permainan: Pemain duduk bersila dan memukul bilah kayu menggunakan dua buah pemukul kayu pendek. Tekniknya membutuhkan koordinasi tangan yang cepat untuk menghasilkan melodi yang saling bersahutan (interlocking).
Konteks Sosio-Kultural: Sering dimainkan untuk mengiringi tari-tarian tradisional atau saat pesta panen padi sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.

2. Babun (Membranofon)

Babun adalah instrumen perkusi sejenis kendang yang memiliki peran sentral dalam menentukan tempo musik di pesisir Kalimantan Utara, khususnya budaya Tidung.

Nama & Klasifikasi Organologi: Membranofon (bunyi berasal dari selaput kulit).
Konstruksi & Material: Berbentuk bulat pendek dengan rongga di tengahnya. Terbuat dari kayu nangka atau kayu keras lainnya. Kedua sisinya ditutup dengan kulit kambing yang dikencangkan menggunakan ikatan tali rotan yang sangat kuat.
Teknik Permainan: Dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan secara langsung. Pemain biasanya memosisikan Babun secara horizontal dan memukul kedua sisinya dengan teknik tepukan yang bervariasi untuk menghasilkan suara rendah dan tinggi.
Konteks Sosio-Kultural: Menjadi pengiring utama dalam musik Jepin di daerah Bulungan dan Tidung. Digunakan dalam acara pernikahan adat dan penyambutan tamu-tamu kehormatan daerah.

Terbang Bersama Traveloka

Mon, 25 May 2026

Super Air Jet

Balikpapan (BPN) ke Tarakan (TRK)

Mulai dari Rp 958.400

Fri, 22 May 2026

Citilink

Surabaya (SUB) ke Tarakan (TRK)

Mulai dari Rp 2.090.000

Sat, 23 May 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Tarakan (TRK)

Mulai dari Rp 2.540.400

3. Sampe (Kordofon)

Inilah instrumen yang paling ikonik dari Kalimantan Utara, melambangkan kedamaian dan kedalaman rasa suku Dayak.

Nama & Klasifikasi Organologi: Kordofon (bunyi berasal dari dawai/senar).
Konstruksi & Material: Badan Sampe dibuat dari satu batang kayu adau atau kayu marang utuh yang dipahat. Bagian tengahnya dilubangi sebagai kotak resonansi. Dawainya dahulu menggunakan serat pohon enau, namun kini telah berganti menjadi kawat baja tipis. Bagian atasnya sering dihiasi ukiran kepala burung enggang yang sangat detail.
Teknik Permainan: Dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari tangan. Berbeda dengan gitar, Sampe hanya menggunakan satu atau dua dawai untuk melodi, sementara dawai lainnya berfungsi sebagai drone (nada dasar yang konstan).
Konteks Sosio-Kultural: Digunakan untuk menyatakan perasaan, baik itu kegembiraan maupun duka. Dahulu, Sampe juga digunakan sebagai media pengobatan tradisional dan musik pengiring di dalam rumah panjang (Lamin).

4. Sluding (Idiofon)

Sluding adalah alat musik perkusi kayu yang memiliki kesamaan fungsi dengan Jatung Utane namun dengan struktur nada yang berbeda.

Nama & Klasifikasi Organologi: Idiofon.
Konstruksi & Material: Terbuat dari kayu keras endemik Borneo. Bilah-bilah kayunya disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan tangga nada yang khas (pentatonik lokal).
Teknik Permainan: Dipukul menggunakan tongkat kayu kecil. Pemain harus memiliki kepekaan ritme yang kuat karena Sluding biasanya dimainkan dalam tempo yang cepat dan dinamis.
Konteks Sosio-Kultural: Digunakan dalam upacara adat masyarakat Dayak di pedalaman Kaltara, khususnya untuk membangkitkan semangat dalam ritual-ritual tertentu atau merayakan kemenangan.

5. Gambang (Idiofon)

Gambang di Kalimantan Utara memiliki pengaruh dari budaya Melayu-Pesisir yang berakulturasi dengan budaya lokal.

Nama & Klasifikasi Organologi: Idiofon.
Konstruksi & Material: Terdiri dari 18 hingga 20 bilah kayu (kayu jati atau kayu nangka) yang diletakkan di atas kotak resonator kayu berbentuk perahu.
Teknik Permainan: Dimainkan dengan dua pemukul kayu yang ujungnya dibalut kain atau karet agar suara yang dihasilkan lebih lembut dan tidak "pecah".
Konteks Sosio-Kultural: Sering ditemukan dalam ansambel musik pesisir di Bulungan, mengiringi lagu-lagu daerah dalam acara-acara formal kesultanan atau perayaan kemasyarakatan.

6. Kelentangan (Idiofon)

Kelentangan merupakan satu set gong kecil yang memiliki kemiripan dengan Bonang dalam gamelan, namun dengan karakter suara yang lebih nyaring.

Nama & Klasifikasi Organologi: Idiofon (logam pencon).
Konstruksi & Material: Terbuat dari logam perunggu atau kuningan. Terdiri dari 5 hingga 7 gong kecil yang diletakkan pada rak kayu panjang.
Teknik Permainan: Dipukul dengan dua kayu pemukul yang tidak dilapisi kain, sehingga menghasilkan suara logam yang tajam dan dominan.
Konteks Sosio-Kultural: Menjadi penanda kemeriahan dalam ritual Irau (pesta besar) di Kalimantan Utara. Musiknya dianggap sebagai pemanggil energi positif bagi komunitas.

7. Rebana Tidung (Membranofon)

Rebana ini adalah bukti sejarah masuknya pengaruh Islam di wilayah Kalimantan Utara melalui jalur perdagangan maritim.

Nama & Klasifikasi Organologi: Membranofon.
Konstruksi & Material: Bingkai kayu bundar yang dibuat dari kayu keras, dilapisi kulit kambing pada satu sisi, dan diperkuat dengan pasak-pasak kayu kecil untuk mengatur ketegangan suara.
Teknik Permainan: Dipukul dengan telapak tangan sambil diputar atau digetarkan untuk memberikan efek suara tertentu. Biasanya dimainkan secara berkelompok dalam pola tanya-jawab (responsorial).
Konteks Sosio-Kultural: Digunakan untuk mengiringi pembacaan syair-syair Islami, zikir, serta upacara cukuran rambut bayi dalam tradisi suku Tidung.

8. Engkerumong (Idiofon)

Engkerumong adalah instrumen pencon yang menjadi tulang punggung melodi dalam ansambel musik Dayak di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Konstruksi & Material: Terdiri dari 5 hingga 8 gong kecil berbahan perunggu atau kuningan yang diletakkan berjajar di atas tali dalam sebuah rak kayu. Setiap pencon memiliki ukuran yang berbeda untuk menghasilkan tangga nada yang presisi.
Teknik Permainan: Dipukul menggunakan dua tongkat kayu pendek. Pemain biasanya menggunakan teknik interlocking atau saling mengisi nada dengan pemain instrumen lain untuk menciptakan ritme yang kompleks dan repetitif.
Konteks Sosio-Kultural: Dimainkan dalam upacara gawai atau pesta panen raya. Suara Engkerumong dipercaya dapat mengumpulkan semangat para petani dan memberikan energi kegembiraan bagi seluruh warga desa.

9. Lulung (Kordofon)

Lulung adalah instrumen dawai tradisional yang unik karena menggunakan bambu sebagai badan sekaligus sumber suaranya.

Konstruksi & Material: Terbuat dari sebatang bambu betung berukuran besar. Dawainya bukan berasal dari kawat, melainkan dari sembilu (kulit luar bambu) yang disayat tipis namun tidak putus, lalu diganjal dengan kayu kecil untuk mengatur tegangan nada.
Teknik Permainan: Dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari tangan. Karena dawainya berasal dari serat bambu itu sendiri, suara yang dihasilkan sangat organik, lembut, dan memiliki resonansi yang pendek.
Kordofon Konteks Sosio-Kultural: Dahulu instrumen ini dimainkan oleh para wanita suku Dayak di Kalimantan Utara saat waktu luang di dalam rumah panjang atau sambil menunggu padi menguning di ladang.

10. Kedire/Keledi (Aerofon)

Kedire adalah organ mulut tradisional yang sangat kompleks dan menjadi simbol kecerdasan musikal suku Dayak pedalaman.

Konstruksi & Material: Terbuat dari buah labu hutan yang dikeringkan sebagai ruang resonansi, yang kemudian dihubungkan dengan 6 hingga 8 pipa bambu berukuran kecil. Di dalam pipa bambu terdapat lidah getar (reed) yang terbuat dari logam atau sayatan bambu tipis.
Teknik Permainan: Ditiup melalui bagian batang labu sambil lubang-lubang pada pipa bambu ditutup-buka oleh jari pemain. Keunikan Kedire adalah suara dapat dihasilkan baik saat pemain meniup maupun menghirup udara.
Konteks Sosio-Kultural: Digunakan untuk mengiringi tarian kancet lasan (tari burung enggang) dan sering dimainkan dalam suasana sakral untuk berkomunikasi dengan arwah leluhur.

11. Jatung Adau (Membranofon)

Jika Babun adalah kendang pesisir, maka Jatung Adau adalah perkusi perkasa milik suku Dayak Kenyah di Kaltara.

Konstruksi & Material: Berbentuk silinder panjang dengan badan terbuat dari kayu adau yang kuat. Membran menggunakan kulit kijang atau rusa yang dikencangkan dengan jalinan rotan sejati.
Teknik Permainan: Dipukul menggunakan tongkat pemukul kayu pada satu sisi membran, sementara tangan yang lain mengatur tekanan suara. Suaranya sangat berat dan mampu menjangkau jarak yang jauh di dalam hutan.
Konteks Sosio-Kultural: Berfungsi sebagai pemberi komando dalam tarian perang dan sering digunakan sebagai alat komunikasi antar desa untuk menandakan adanya bahaya atau berita duka.

Terbang Bersama Traveloka

Mon, 25 May 2026

Super Air Jet

Balikpapan (BPN) ke Tarakan (TRK)

Mulai dari Rp 958.400

Fri, 22 May 2026

Citilink

Surabaya (SUB) ke Tarakan (TRK)

Mulai dari Rp 2.090.000

Sat, 23 May 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Tarakan (TRK)

Mulai dari Rp 2.540.400

12. Keroncong Tidung (Hybrid/Kordofon)

Sebuah bentuk adaptasi budaya pesisir yang menggabungkan elemen musik lokal dengan pengaruh musik kolonial dan Melayu.

Konstruksi & Material: Menyerupai gitar kecil atau ukulele, terbuat dari kayu lokal dengan dawai nilon atau kawat.
Teknik Permainan: Dipetik dengan teknik strumming (keroncongan) yang cepat dan dinamis.
Konteks Sosio-Kultural: Menjadi bagian tak terpisahkan dari kesenian Jepin dan seni bertutur pantun masyarakat Tidung di Tarakan dan Nunukan.

13. Suling Lembang (Aerofon)

Suling khas Kalimantan Utara yang memiliki ukuran sangat panjang, sering kali mencapai satu meter.

Konstruksi & Material: Terbuat dari bambu tipis yang memiliki ruas panjang. Bagian ujungnya diberi hiasan dari tanduk kerbau atau ukiran kayu sebagai corong suara.
Teknik Permainan: Ditiup secara vertikal. Karena ukurannya yang panjang, pemain harus memiliki napas yang kuat dan jangkauan jari yang lebar untuk menutup lubang nada.
Konteks Sosio-Kultural: Dimainkan dalam suasana hening di pegunungan, sering kali berkaitan dengan ritual duka atau pengiring lagu-lagu ratapan (dirge).

Panduan Wisata Budaya: Menyaksikan Melodi Kalimantan Utara

Ingin mendengar langsung dentuman Jatung Adau atau petikan Sampe yang menghanyutkan? Berikut adalah lokasi dan momen terbaik di Kaltara:

Festival Irau Malinau: Event dua tahunan terbesar di Malinau di mana ribuan musisi dan penari dari berbagai sub-suku Dayak berkumpul. Anda bisa melihat ansambel musik bambu kolosal di sini.
Pesta Adat Dumud (Nunukan): Perayaan pasca-panen suku Dayak Tahol yang menonjolkan permainan musik bambu dan tarian tradisional yang enerjik.
Kawasan Wisata Budaya Tarakan: Di sini Anda bisa menyaksikan pagelaran musik pesisir suku Tidung yang menggunakan Babun dan Rebana dalam suasana yang meriah.

Jelajahi Keajaiban Kalimantan Utara Bersama Traveloka

Menyaksikan langsung kepiawaian para maestro memainkan alat musik Kalimantan Utara di tengah hutan Borneo adalah pengalaman yang akan mengubah perspektif Anda tentang Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan energi murni dari Bumi Benuanta.

Rencanakan petualangan Anda sekarang melalui Traveloka. Pesan Tiket Pesawat menuju Bandara Internasional Juwata (Tarakan) atau Bandara Kolonel RA Bessing (Malinau) dengan berbagai pilihan maskapai terbaik. Untuk kenyamanan maksimal, pilih Hotel dan Akomodasi melalui Traveloka yang menawarkan beragam opsi, mulai dari hotel bisnis di pusat kota hingga penginapan yang dekat dengan desa adat.

Nikmati fitur Easy Reschedule yang fleksibel dan berbagai metode pembayaran aman, termasuk PayLater untuk Anda yang ingin berangkat lebih dulu. Jangan lupa cek promo khusus pengguna baru untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Dalam Artikel Ini

• Kedutaan Bunyi dari Jantung Borneo: Harmoni Alam Kalimantan Utara
• 15 Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara
• 1. Jatung Utane (Idiofon)
• 2. Babun (Membranofon)
• 3. Sampe (Kordofon)
• 4. Sluding (Idiofon)
• 5. Gambang (Idiofon)
• 6. Kelentangan (Idiofon)
• 7. Rebana Tidung (Membranofon)
• 8. Engkerumong (Idiofon)
• 9. Lulung (Kordofon)
• 10. Kedire/Keledi (Aerofon)
• 11. Jatung Adau (Membranofon)
• 12. Keroncong Tidung (Hybrid/Kordofon)
• 13. Suling Lembang (Aerofon)
• Panduan Wisata Budaya: Menyaksikan Melodi Kalimantan Utara
• Jelajahi Keajaiban Kalimantan Utara Bersama Traveloka

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Mon, 25 May 2026
Super Air Jet
Balikpapan (BPN) ke Tarakan (TRK)
Mulai dari Rp 958.400
Pesan Sekarang
Fri, 22 May 2026
Citilink
Surabaya (SUB) ke Tarakan (TRK)
Mulai dari Rp 2.090.000
Pesan Sekarang
Sat, 23 May 2026
Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Tarakan (TRK)
Mulai dari Rp 2.540.400
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan