
Di tengah hiruk pikuk Kota Surabaya yang terus berkembang, sebuah patung batu berusia lebih dari tujuh abad berdiri tenang di Taman Apsari — menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Nusantara. Arca Joko Dolog bukan sekadar objek seni atau peninggalan arkeologi biasa; ia adalah perwujudan simbolis Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singhasari yang dikenal sebagai pemimpin visioner dengan gagasan besar tentang penyatuan kepulauan. Dibuat pada tahun 1289 Masehi, arca ini telah melewati berbagai era kekuasaan, perpindahan lokasi, dan perubahan kota, namun tetap berdiri kokoh dan terus menarik perhatian siapapun yang melintas di depannya. Bagi kamu yang tertarik menyelami kekayaan sejarah Indonesia melalui peninggalan nyata, Arca Joko Dolog adalah salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Surabaya.
Wed, 8 Jul 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 872.400
Wed, 15 Jul 2026

Lion Air
Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 723.900
Mon, 6 Jul 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 1.112.100
Temukan hotel terbaik di Surabaya untuk mendukung perjalanan sejarahmu bersama Traveloka.
Arca Joko Dolog dipercaya sebagai perwujudan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari yang memerintah antara tahun 1268 hingga 1292 Masehi. Kertanegara dikenal sebagai sosok penguasa yang ambisius dan berpikiran jauh ke depan — dialah yang menggagas konsep Cakrawala Mandala Dwipantara, sebuah visi penyatuan Nusantara yang mendahului zamannya. Arca ini awalnya ditemukan di Desa Kandang Gajah, Trowulan, yang merupakan kawasan bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1817, arca ini dipindahkan ke Surabaya dan ditempatkan di taman kota yang kini dikenal sebagai Taman Apsari. Perpindahan ini menyelamatkan arca dari potensi kerusakan yang mungkin terjadi jika dibiarkan di lokasi asalnya, namun juga memisahkannya dari konteks historis tempatnya ditemukan.
Nama "Joko Dolog" dalam bahasa Jawa berarti "pemuda gemuk" — sebuah sebutan informal yang diberikan warga lokal berdasarkan penampilan fisik arca yang menggambarkan sosok besar dan bersila. Di balik nama tersebut, arca ini menyimpan prasasti penting yang terukir di bagian dasarnya, memuat informasi mengenai tahun pembuatan dan konteks historisnya dalam tradisi keagamaan Siwa-Buddha yang berkembang pada masa Kerajaan Singhasari.
Arca Joko Dolog berlokasi di Taman Apsari, tepat di Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Lokasi ini sangat strategis dan mudah dijangkau — berada di pusat kota, berdekatan dengan Gedung Grahadi (Kantor Gubernur Jawa Timur) dan tidak jauh dari kawasan Tunjungan Plaza. Dari stasiun kereta Surabaya Gubeng, taman ini bisa dicapai dalam sekitar 15 menit berjalan kaki. Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi Taman Apsari — arca ini bisa dinikmati secara bebas oleh siapapun yang datang ke taman kota ini. Pesan tiket pesawat ke Surabaya melalui Traveloka untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Selain nilai historisnya yang tidak ternilai, Arca Joko Dolog memiliki beberapa daya tarik yang membuatnya layak dikunjungi. Pertama adalah ukurannya yang monumental — arca ini memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dengan lebar alas yang cukup besar, menjadikannya salah satu arca batu peninggalan Hindu-Buddha terbesar yang masih dapat ditemui di wilayah Jawa Timur. Kedua adalah detail pahatan yang masih terlihat meski telah berusia ratusan tahun — ekspresi wajah, lipatan kain, dan ornamen di sekitar tubuh arca menunjukkan tingkat kemampuan seni pahat yang tinggi dari para pengrajin masa Singhasari. Ketiga, keberadaannya di tengah taman kota yang teduh menciptakan kontras yang menarik antara peninggalan masa lalu dan kehidupan urban modern Surabaya yang ada di sekitarnya.
Lengkapi kunjunganmu ke situs bersejarah Surabaya dengan memesan aktivitas wisata terbaik di kota ini melalui Traveloka.
Mengunjungi Arca Joko Dolog bisa digabungkan dengan eksplorasi beberapa situs bersejarah lain di sekitar kawasan pusat kota Surabaya. Gedung Grahadi yang berada tepat di sebelah taman adalah bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda yang kini berfungsi sebagai Kantor Gubernur Jawa Timur. Monumen Kapal Selam (Monkasel) di kawasan Embong Kaliasin menjadi destinasi edukasi yang menarik, terutama untuk keluarga dengan anak-anak. Museum Sampoerna di kawasan Kota Lama Surabaya menawarkan wawasan tentang sejarah industri tembakau Indonesia. Semua destinasi ini bisa dirangkai dalam satu hari penuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan sewaan.
Kunjungi Taman Apsari di pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 untuk mendapatkan suasana yang lebih tenang dan cahaya pagi yang ideal untuk berfoto. Bawa air minum sendiri karena cuaca Surabaya bisa sangat panas, terutama pada musim kemarau. Jika berkunjung bersama rombongan yang tertarik pada sejarah mendalam, pertimbangkan untuk menyewa pemandu wisata lokal yang bisa menjelaskan konteks historis arca dan prasasti yang terukir di dasarnya. Taman Apsari buka setiap hari dan tidak memungut biaya masuk, sehingga kamu bisa mengunjunginya kapan saja sesuai itinerary perjalananmu.
Surabaya adalah kota yang kaya sejarah dan terus berkembang menjadi destinasi wisata yang semakin menarik — dan menjelajahi situs bersejarah seperti Arca Joko Dolog paling nyaman ketika kamu tidak perlu pusing mengurus logistik satu per satu. Traveloka menyediakan tiket pesawat ke Surabaya dari berbagai kota di Indonesia, pilihan hotel terbaik mulai dari budget hingga bintang lima dengan lokasi strategis dekat pusat kota, serta atraksi dan aktivitas yang bisa dipesan sebelum keberangkatan — semua dalam satu platform, sehingga lebih banyak budget dan energi yang bisa dialokasikan untuk pengalaman wisata sejarah yang lebih mendalam. Mulai dari sini: buka halaman promo Traveloka dan cari tahu berapa harga tiket ke Surabaya minggu depan — mungkin lebih murah dari yang kamu kira.






