6 Buah Khas Aceh yang Wajib Dicoba dan Kian Sulit Ditemukan

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Aceh bukan hanya dikenal lewat rempah dan kuliner pedasnya, tapi juga menyimpan kekayaan buah-buahan lokal yang jarang ditemukan di pasar-pasar besar Indonesia. Dari hutan pegunungan Aceh Besar hingga kebun pala di Aceh Selatan, provinsi paling barat Indonesia ini menyimpan buah-buah unik yang sebagian bahkan mulai sulit dijumpai akibat perubahan lahan dan minimnya pembudidayaan.

Buah khas Aceh yang paling dikenal antara lain rumbia, keranji, pala, dan jamblang, masing-masing punya rasa dan cerita tersendiri yang jarang diketahui wisatawan luar daerah. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Banda Aceh lewat Traveloka, sempatkan mampir ke pasar tradisional untuk berburu buah-buah langka ini sebelum semakin sulit ditemukan.

6 Buah Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Berikut deretan buah khas Aceh yang punya cita rasa unik dan nilai budaya tersendiri bagi masyarakat setempat.

1. Rumbia (Boh Meuria)

Rumbia adalah buah yang tumbuh dari pohon sagu (Metroxylon sagu), dan tergolong sangat langka karena pohonnya baru berbuah setelah sekitar 20 tahun tumbuh, lalu mati setelah sekali panen. Rasanya kelat dan sedikit sepat, sehingga masyarakat Aceh biasa menyantapnya bersama garam atau pliek u, sambal fermentasi khas Aceh, untuk menyeimbangkan rasa. Selain sebagai camilan, rumbia juga dipercaya turun-temurun membantu meredakan masalah asam lambung dan diare.

2. Keranji

Buah keranji berukuran sebesar anggur dengan kulit keras dan daging buah yang padat, umumnya hanya ditemukan di kawasan hutan Lhoong, Aceh Besar, dan pegunungan Gunung Gerutee, Aceh Jaya. Rasanya perpaduan asam dan sedikit manis, menjadikannya camilan favorit warga sekitar hutan saat musim panen tiba. Karena habitatnya terbatas pada kawasan hutan tertentu, keranji kini semakin jarang dijual di pasar-pasar kota besar Aceh.

3. Pala Aceh Selatan

Aceh Selatan, khususnya kawasan Tapaktuan, dikenal sebagai salah satu sentra pala terbesar di Sumatra, dan buah pala mudanya kerap diolah menjadi manisan pala yang manis-asam dengan aroma rempah khas cengkeh dan kayu manis. Prosesnya diawali dengan merendam buah dalam larutan kapur agar teksturnya tetap renyah, lalu direbus bersama gula hingga meresap. Selain dijadikan manisan basah maupun kering, pala Aceh juga menjadi komoditas ekonomi penting bagi warga Tapaktuan turun-temurun.

4. Jamblang

Dikenal juga dengan nama duwet, buah berwarna ungu kehitaman yang menyerupai anggur ini punya rasa asam-manis dengan sedikit sepat di lidah. Masyarakat Aceh biasa menyantapnya bersama pliek u dan garam, kombinasi yang dipercaya mampu menetralkan rasa sepatnya sekaligus menambah cita rasa gurih. Jamblang biasanya berbuah pada musim kemarau dan mudah ditemukan tumbuh liar di pekarangan rumah warga di pedesaan Aceh.

5. Sentul (Kecapi)

Sentul, yang juga dikenal sebagai kecapi, memiliki kulit buah tebal berwarna kuning kecokelatan dengan daging buah asam yang menyegarkan. Di Aceh, buah ini kerap diolah menjadi manisan dengan kuah manis-asin-pedas yang dijajakan pedagang kaki lima, terutama di sekitar area sekolah sebagai camilan favorit anak-anak. Rasa unik dari perpaduan bumbu tersebut membuat sentul olahan Aceh terasa berbeda dari sentul di daerah lain.

6. Cermai (Ceureumoe)

Disebut ceureumoe dalam bahasa Aceh, cermai adalah buah kecil berwarna kuning pucat dengan rasa sangat asam yang menyengat bila dimakan langsung. Karena rasanya yang ekstrem, cermai lebih sering diolah menjadi manisan basah maupun kering agar lebih nikmat disantap. Pohon cermai mudah tumbuh di pekarangan rumah, menjadikannya salah satu buah paling akrab dalam keseharian masyarakat Aceh sejak dulu.

Mengapa Sebagian Buah Khas Aceh Semakin Sulit Ditemukan?

Sebagian buah dalam daftar ini, seperti rumbia dan keranji, memang tergolong langka bahkan bagi masyarakat Aceh sendiri. Berikut beberapa alasan di baliknya.

1. Habitat Terbatas di Kawasan Hutan Tertentu

Buah seperti keranji dan rumbia hanya tumbuh di kawasan hutan atau pegunungan spesifik seperti Lhoong dan Gunung Gerutee, sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada kondisi ekosistem setempat yang belum tentu dibudidayakan secara luas.

2. Siklus Berbuah yang Sangat Lama

Pohon rumbia (sagu) baru mulai berbuah setelah sekitar 20 tahun, dan uniknya pohon tersebut akan mati setelah sekali berbuah, membuat regenerasinya jauh lebih lambat dibanding buah-buahan budidaya pada umumnya.

3. Minimnya Pembudidayaan Komersial

Berbeda dari pala yang sudah menjadi komoditas ekonomi warga Aceh Selatan, buah-buah seperti jamblang, sentul, dan cermai kebanyakan tumbuh liar di pekarangan tanpa budi daya khusus, sehingga jumlahnya makin berkurang seiring alih fungsi lahan pemukiman.

Di Mana Bisa Menemukan Buah Khas Aceh?

Jika ingin berburu buah-buah khas ini secara langsung, berikut beberapa lokasi yang bisa dijadikan tujuan.

1. Pasar Tradisional Peunayong, Banda Aceh

Kawasan Peunayong yang dikenal sebagai kawasan Pecinan Banda Aceh memiliki pasar tradisional yang menjual aneka buah musiman khas Aceh, termasuk jamblang dan cermai saat musimnya tiba.

2. Kawasan Hutan Lhoong dan Gunung Gerutee, Aceh Besar-Aceh Jaya

Untuk buah keranji, wisatawan yang tertarik menjelajah langsung ke habitat aslinya bisa mengunjungi kawasan hutan Lhoong di Aceh Besar atau lereng Gunung Gerutee di Aceh Jaya saat musim panen, biasanya dengan bantuan warga lokal sebagai pemandu.

3. Tapaktuan, Aceh Selatan

Sebagai sentra pala terbesar di Aceh, Tapaktuan menjadi tempat terbaik membeli pala segar maupun manisan pala langsung dari pengrajin rumahan di sepanjang jalan utama kota.

4. Pasar Kaget dan Pedagang Kaki Lima Sekitar Sekolah

Sentul olahan dan buah musiman lain juga kerap dijajakan pedagang kaki lima di sekitar area sekolah maupun pasar kaget yang muncul pada sore hari di berbagai sudut kota di Aceh.

Buah-buah khas Aceh ini bukan sekadar camilan, tapi juga cerminan kekayaan hayati dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, mulai dari rumbia yang butuh puluhan tahun untuk berbuah hingga pala yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Tapaktuan. Menjelajahi rasa-rasa ini adalah cara lain untuk mengenal Aceh lebih dekat, di luar kuliner pedas dan sejarahnya yang kental.

Beberapa di antaranya memang semakin sulit ditemukan, jadi tak ada salahnya menjadikan perburuan buah khas ini sebagai bagian dari itinerary saat berkunjung ke Aceh, sembari menjelajahi pasar tradisional dan kawasan penghasilnya langsung.

Rasakan Kekayaan Kuliner Aceh Bersama Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara

Traveloka merupakan aplikasi travel ternama di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke seluruh penjuru Indonesia, termasuk Tiket Pesawat ke Banda Aceh, Hotel di Banda Aceh, hingga Aktivitas di Banda Aceh yang bisa dipesan langsung dalam satu aplikasi. Traveloka juga menyediakan layanan lain seperti sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan, jadi seluruh kebutuhan liburan kuliner Anda ke Aceh bisa disiapkan tanpa perlu berpindah platform.

Nikmati kemudahan pembayaran lewat Traveloka PayLater maupun metode lokal seperti transfer bank, GoPay, atau OVO untuk transaksi yang lebih fleksibel. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan perjalanan kuliner Anda ke Aceh, mengingat Traveloka juga dikenal sebagai salah satu aplikasi travel dengan rating tertinggi di Google Play Store dan App Store se-Asia Tenggara.

Dalam Artikel Ini

• 6 Buah Khas Aceh yang Wajib Dicoba
• 1. Rumbia (Boh Meuria)
• 2. Keranji
• 3. Pala Aceh Selatan
• 4. Jamblang
• 5. Sentul (Kecapi)
• 6. Cermai (Ceureumoe)
• Mengapa Sebagian Buah Khas Aceh Semakin Sulit Ditemukan?
• 1. Habitat Terbatas di Kawasan Hutan Tertentu
• 2. Siklus Berbuah yang Sangat Lama
• 3. Minimnya Pembudidayaan Komersial
• Di Mana Bisa Menemukan Buah Khas Aceh?
• 1. Pasar Tradisional Peunayong, Banda Aceh
• 2. Kawasan Hutan Lhoong dan Gunung Gerutee, Aceh Besar-Aceh Jaya
• 3. Tapaktuan, Aceh Selatan
• 4. Pasar Kaget dan Pedagang Kaki Lima Sekitar Sekolah
• Rasakan Kekayaan Kuliner Aceh Bersama Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan