Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Traveloka Accomodation

17 Feb 2021 - 5 min read

7 Cagar Alam di Indonesia

7 Cagar Alam di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Bahkan, banyak flora dan fauna tersebut yang tergolong langka atau hampir punah. Sehingga, terdapat beberapa daerah yang merupakan tempat konservasi dari flora dan fauna tersebut yang dinamakan cagar alam. Cagar alam merupakan suaka alam yang karena keadaan alam mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangan berlangsung secara alami.

Selain itu, cagar alam memberikan fungsi perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa serta jenis endemik lainnya. Terdapat dua jenis cagar alam, yaitu daratan dan laut. Berikut 7 cagar alam yang tersebar di hampir seluruh pulau di Indonesia.

Cagar Alam Di Indonesia
Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar

Hutan Pinus Jantho

Cagar alam ini terletak di Kota Jantho, Aceh Besar, Aceh. Cagar alam yang memiliki luas 8.000 hektare ini berfungsi sebagai paru-paru dunia. Dengan demikian, udara di cagar alam ini sangatlah sejuk dan alami dan tidak tercampur dengan polusi. Sebagai cagar alam, kawasan ini merupakan habitat dari berbagai macam flora dan fauna langka yang dilindungi. Salah satu fauna langka dan dilindungi yang terdapat di cagar alam ini adalah orang utan.

Tempat ini merupakan tempat yang ideal sebagai pelepasliaran orangutan sumatera karena akan membentuk populasi orangutan baru yang mandiri. Selain itu, fauna langka lainnya adalah kucing hutan, siamang, harimau, dan rusa. Seperti namanya, cagar alam ini memiliki hutan pinus yang tumbuh secara rapi sehingga dapat dikatakan sebagai panorama yang sangat indah.

Hotel & Penginapan Terbaik di Aceh Besar

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Aceh Besar dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Cagar Alam Maninjau, Agam, Sumatera Barat

Maninjau

Luas Cagar Alam Maninjau adalah 21.891 hektare dan berlokasi di wilayah Kabupaten Agam dan Padang Pariaman. Cagar alam ini merupakan habitat dari berbagai hewan buas (meliputi harimau Sumatera dan beruang madu), hewan langka (harimau dahan, trenggiling, dan burung kuau) serta bunga langka. Salah satu bunga langka yang terdapat di Cagar Alam Maninjau adalah bunga rafflesia terbesar di Indonesia, yaitu memiliki diameter sebesar 111 cm. Cagar alam ini memiliki daya tarik lain yaitu Danau Maninjau yang luasnya mencapai 99.5 kilometer. Danau ini juga merupakan salah satu faktor hutan suaka alam wisata ini diubah menjadi cagar alam, karena dibutuhkannya perlakuan khusus untuk perlindungan ekologi.

Hotel & Penginapan Terbaik di Padang Pariaman

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Padang Pariaman dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Cagar Alam Gunung Simpang, Jawa Barat

Gunung Simpang

Cagar alam yang terletak di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Cianjur dan Bandung, Jawa Barat ini memiliki luas sebesar 14.756 hektare. Kawasan ini merupakan daerah pegunungan tinggi dan berbukit-bukit. Cagar alam ini memiliki hutan lindung yang masih utuh dan alami, serta memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Sehingga, sirkulasi rantai makanan bagi makhluk hidup di cagar alam ini terjaga baik dan keseimbangan ekosistem di kawasan hutannya juga tergolong baik.

Daerah cagar alam ini termasuk dalam kawasan hutan konservasi dan kawasan suaka alam. Cagar alam ini adalah rumah bagi flora yang meliputi rasamala, anggrek bulan, dan kadaka, sementara faunanya meliputi kera ekor panjang, lutung, surili, manintin, dan elang jawa. Salah satu potensi hidrologi yang terdapat di Cagar Alam Gunung Simpang adalah sungai yang mengalir di area ini, yaitu Sungai Cipandak, Cidaun, Ciogong, Cimadar, dan Cimaragang dan beberapa air terjun seperti Cisabung, Cijeunjing, Curug Perak, Suling, Sawer, Sinden, Datar Pari, Cicadas, dan Cisalak.

Hotel & Penginapan Terbaik di Cianjur

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Cianjur dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Cagar Alam Waigeo Barat, Papua Barat

Waigeo

Waigeo merupakan pulau seluas 301.127 hektare yang berada di utara Raja Ampat, Papua Barat. Sebenarnya, terdapat 2 cagar alam di Waigeo yang terpisahkan oleh Teluk Mayalibit, yaitu di Waigeo Barat dengan luasan 95.200 hektare dan Waigeo Timur dengan luasan 119.500 hektare. Satwa yang khas hanya terdapat di cagar alam Waigeo adalah Maleo Waigeo. Maleo Waigeo ini merupakan burung jenis Maleo yang sangat sensitif terhadap suara dan sulit ditemukan, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 980 individu dewasa. Sehingga, burung ini dimasukkan ke dalam status Genting (Endangered) dalam red list IUCN (International Union for Conservation of Nature). Kegiatan konservasi berupa perlindungan kawasan ini perlu dilakukan untuk menjaga flora dan fauna yang terdapat di cagar alam.

Hotel & Penginapan Terbaik di Waigeo

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Waigeo dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Cagar Alam Kawah Ijen, Banyuwangi

Kawah Ijen

Kawasan Gunung atau Kawah Ijen merupakan objek wisata yang digemari masyarakat karena udaranya yang dingin serta keindahan panorama di puncak gunungnya. Namun, luas wilayah yang merupakan wisata alam Kawah Ijen hanya sekitar 92 hektar, sementara sisanya merupakan cagar alam. Cagar Alam Kawah Ijen memiliki luas sebesar 2.468 hektar.

Cagar alam ini terletak di antara 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Keanekaragaman hayati di cagar alam ini dikategorikan berdasarkan ketinggiannya di atas permukaan laut. Daerah dengan ketinggian 700-1.000 mdpl disebut dengan Hutan Hujan Pegunungan yang meliputi kawasan hutan lindung.

Sementara daerah dengan ketinggian 1.000-2.500 mdpl disebut dengan Hutan Hujan Pegunungan Tinggi yang memiliki jenis vegetasi dominan berupa edelweiss. Daerah dengan ketinggian 2.500-4.000 mdpl disebut dengan Hutan Hujan Sub Alpin yang didominasi oleh vegetasi semak dan perdu. Selain itu, jenis satwa yang terdapat di cagar alam ini berupa macan kumbang, luwak, kucing hutan, lutung jawa, dan 107 jenis burung yang meliputi 21 jenis burung endemik (seperti cucak gunung dan cekakak jawa).

Hotel & Penginapan Terbaik di Kawah Ijen

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Kawah Ijen dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Cagar Alam Anak Krakatau, Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau

Kawasan pegunungan krakatau seluas 13 ribu hektare ini dianggap sebagai laboratorium alam terbesar (11.200 hektare merupakan cagar alam laut dan 2.535 hektare merupakan cagar alam darat). Cagar alam ini terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatera, tepatnya berlokasi di Selat Sunda, Indonesia. Daerah pegunungan yang masih gundul ini diakibatkan oleh tingginya suhu dan kurangnya air pada lokasi ini.

Meski demikian, terdapat berbagai jenis keanekaragaman hayati di lokasi ini, yaitu 257 jenis Spermatophyta, 206 jenis jamur, 61 jenis paku-pakuan (Pteridophyta), dan 13 jenis lichenes. Sementara, jenis satwa yang terdapat di kawasan ini adalah sebanyak 154 spesies termasuk kadal, biawak, penyu, ular, tikus, dan kalong yang berukuran kecil hingga besar. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Cagar Alam Anak Krakatau sebagai warisan alam dunia yang terintegrasi. Kawasan ini terbuka untuk para ilmuwan dan peneliti, tetapi tidak untuk kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersial.

Hotel & Penginapan Terbaik dekat Pantai Krakatau

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan dekat Pantai Krakatau dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Cagar Alam Morowali, Sulawesi Tengah

Morowali

Cagar Alam Morowali terletak di Kabupaten Morowali dan Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Potensi yang terdapat di cagar alam ini adalah tipe ekosistem yang lengkap, mulai dari tipe hutan pantai, hutan mangrove, hutan alluvial dataran rendah, hutan lumut, hingga hutan pegunungan. Kawasan yang paling luas di daerah yang dilindungi ini adalah hutan hujan dataran rendah, sehingga memiliki nilai pelestarian yang sangat tinggi. Cagar alam ini diperuntukkan sebagai tempat perlindungan ekosistem hutan tropis yang kompleks dan berfungsi pula sebagai perlindungan sejumlah spesies mamalia dan burung endemik.

Cagar Alam Morowali merupakan habitat hewan-hewan menyusui khas Sulawesi, seperti anoa, kram kuskus beruang, musang abu-abu, dll. Cagar alam ini merupakan cagar alam terluas di Sulawesi, yaitu dengan luasan sebesar 225.000 hektare. Namun luasan ini kini telah berkurang banyak karena adanya degradasi hutan yang diakibatkan oleh eksploitasi dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan lahan dan kekayaan alam di Morowali.

Hotel & Penginapan Terbaik di Sulawesi Tengah

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Sulawesi Tengah dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Demikian 7 macam cagar alam yang membentang dari Sabang sampai ke Merauke. Berdasarkan kegunaan atau manfaat dari cagar alam itu sendiri, alangkah baiknya apabila kita tidak menjadikannya sebagai objek wisata. Namun, apabila kamu ada keperluan mendesak untuk ke cagar alam manapun di Indonesia, jangan lupa untuk tidak merusak flora atau fauna di area tersebut, tidak membuang sampah sembarangan, dan tetap berhati-hati, dan mengikuti petunjuk dari pemandu.