
Candi Arjuna merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang paling dikenal di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.
Kompleks candi ini menawarkan perpaduan bangunan candi Hindu yang bersejarah, udara pegunungan yang sejuk, dan lanskap Dieng yang memanjakan mata.
Candi-candi di Dieng dinamai dengan tokoh pewayangan dari kisah Mahabharata, seperti Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, dan Sembadra.
Nama-nama inilah yang membuat kompleks ini terasa akrab bagi banyak orang Indonesia.
Bagi kamu yang ingin liburan dengan nuansa berbeda dari wisata alam semata, Candi Arjuna bisa menjadi pilihan untuk belajar sejarah sambil menikmati suasana negeri di atas awan.
Kompleks Candi Arjuna berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk menuju Dieng, wisatawan dapat memulai perjalanan dari kota-kota besar di Jawa Tengah dan sekitarnya, kemudian melanjutkan perjalanan darat.
Perkiraan waktu tempuh dari Yogyakarta sekitar 3-4 jam melalui Magelang dan Wonosobo, dari Semarang sekitar 3-4 jam, dan dari Purwokerto sekitar 3 jam melalui Banjarnegara.
Waktu tempuh dapat berubah bergantung pada kondisi lalu lintas, cuaca, dan moda transportasi yang kamu gunakan.
Bagi wisatawan yang datang dari luar daerah, perjalanan dapat direncanakan melalui jalur udara menuju kawasan Kotabaru, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat.
Wed, 4 Nov 2026

Citilink
Batam (BTH) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 1.176.300
Sun, 8 Nov 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 684.400
Sun, 8 Nov 2026

Batik Air
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 784.500

Source: Indonesia Kaya
Sejarah, arsitektur, dan suasana pegunungan menjadi alasan Candi Arjuna menarik untuk dikunjungi. Berikut beberapa daya tarik yang dapat kamu nikmati.
Candi Arjuna berada di tengah kompleks yang terdiri atas lima bangunan candi.
Candi-candi Dieng bercorak Hindu Siwa dan diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-8, meski asal-usul pendiri dan waktu pembangunannya masih menyisakan misteri bagi para peneliti.
Candi ini menjadi salah satu bukti awal perkembangan agama Hindu di Jawa. Bentuk atap dan gaya bangunannya dinilai memiliki kemiripan dengan candi di India, sehingga menarik bagi pencinta sejarah dan arsitektur.
Kompleks Candi Arjuna terdiri atas Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.
Candi Semar berdiri berhadapan dengan Candi Arjuna dan berfungsi sebagai candi pendamping.
Candi lainnya berjajar di sekitarnya dengan ukuran yang relatif kecil, tetapi tampil kokoh di tengah hamparan rumput. Kamu bisa menyusuri area candi sambil mengamati detail bangunan, pintu candi, dan relung-relungnya.
Kompleks candi berada di area terbuka dengan latar perbukitan khas Dieng.
Pada pagi hari, kabut tipis sering menambah kesan tenang pada kawasan ini.
Suasana ini cocok bagi pencinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati liburan santai sambil mengabadikan momen di situs bersejarah.
Sebagai kawasan wisata yang sudah dikelola, area sekitar Candi Arjuna umumnya didukung fasilitas dasar bagi pengunjung.
Ketersediaan fasilitas dapat berbeda dari waktu ke waktu. Fasilitas yang dapat kamu cari saat berkunjung antara lain:
Area parkir kendaraan
Toilet
Warung makan dan minuman, termasuk kuliner khas Dieng
Pusat informasi atau petugas pengelola kawasan
Museum Kailasa di dekat kompleks candi
Toko suvenir dan oleh-oleh khas Dieng
Penginapan dan homestay di sekitar kawasan Dieng
Sebaiknya cek kembali fasilitas yang tersedia sebelum berangkat, terutama jika kamu datang pada musim liburan.
Kawasan wisata Dieng umumnya buka setiap hari sekitar pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Beberapa sumber mencatat harga tiket masuk Kompleks Candi Arjuna berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp25.000 per orang.
Perbedaan ini dapat terjadi karena tarif yang berubah dari waktu ke waktu atau karena tiket yang digabung dengan objek wisata lain di sekitar kawasan.
Karena tarif dapat berubah sewaktu-waktu, pastikan kamu mengonfirmasi harga terbaru kepada pengelola di lokasi sebelum berkunjung.
Agar kunjungan ke Candi Arjuna lebih nyaman, perhatikan beberapa tips berikut:
Suhu di Dieng bisa terasa sangat dingin, terutama pagi dan malam hari. Siapkan jaket tebal, kaus kaki, dan sarung tangan agar tetap nyaman saat menjelajah.
Musim kemarau, sekitar Juni hingga Agustus, umumnya menghadirkan cuaca yang lebih cerah. Pada periode ini, Dieng juga dikenal dengan fenomena embun beku yang unik.
Berkunjung pagi hari membuat suasana candi lebih sepi dan cahaya untuk foto lebih lembut.
Dieng berada di dataran tinggi. Jika kamu sensitif terhadap udara dingin atau perubahan ketinggian, istirahat secukupnya dan jangan memaksakan diri.
Candi Arjuna merupakan cagar budaya. Hindari memanjat bangunan, mencoret-coret, atau mengambil benda dari area candi. Ikuti arahan petugas selama berada di kawasan.
Jika memiliki waktu lebih panjang, kamu bisa menjelajahi beberapa destinasi lain di sekitar Dieng.
Kawah Sikidang adalah salah satu kawah aktif yang paling terkenal di Dieng dan letaknya relatif dekat dengan kawasan percandian.
Kamu dapat melihat uap belerang dan aktivitas kawah dari jalur yang tersedia. Ikuti rambu keselamatan dan jangan mendekati area berbahaya.
Telaga Warna dikenal karena air telaganya yang dapat tampak berubah warna. Kawasan ini cocok untuk berjalan santai dan menikmati panorama alam Dieng.
Candi Gatotkaca berada di dekat kompleks utama, sedangkan Candi Bima terletak sekitar 500 meter dari Kompleks Candi Arjuna.
Candi Bima disebut sebagai salah satu candi tertua di Dieng dan cenderung lebih sepi pengunjung.
Menginap di sekitar Dieng membuat kamu bisa menikmati pagi hari yang tenang tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Tani Jiwo Hostel Dieng dapat menjadi opsi bagi wisatawan yang mencari penginapan dengan anggaran lebih ramah, misalnya saat bepergian bersama teman.
Hostel ini menawarkan kamar dengan fasilitas standar yakni kasur, kamar mandi dengan air panas, televisi, dan Wi-Fi gratis.
Sikembar Hostel Dieng menawarkan interior warna-warni yang terasa homey dan fotogenik.
Lokasinya berada dekat basecamp pendakian Gunung Prau via Patak Banteng, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata candi dengan pendakian.
Homestay Cahaya Sikunir ini dikenal dengan pemandangan matahari pagi yang indah.
Fasilitas yang tercantum meliputi Wi Fi, dapur, garasi, katering, kamar mandi dalam, serta penyewaan motor atau mobil yang memudahkan kamu menjelajah Dieng.
Candi Arjuna menawarkan perpaduan sejarah candi Hindu, udara pegunungan yang sejuk, dan lanskap Dieng yang memikat, menjadikannya salah satu destinasi menarik di Jawa Tengah.
Mulai dari menyusuri kompleks candi, mencicipi kuliner khas seperti mie ongklok dan carica, hingga menikmati panorama telaga dan kawah, ada banyak cara untuk menikmati Dieng sesuai minat perjalananmu.
Rencanakan perjalananmu di aplikasi Traveloka, mulai dari tiket kereta api, tiket pesawat, tiket bus, pesan hotel, hingga aktivitas wisata di Jawa Tengah.
Gunakan Promo Traveloka agar biaya liburan lebih hemat, dan manfaatkan layanan sewa mobil untuk menempuh perjalanan darat menuju Dieng.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan ke Candi Arjuna bisa menjadi kesempatan untuk mengenal jejak sejarah Nusantara sekaligus beristirahat dari rutinitas.






