
Tak seperti candi lain yang mudah ditemukan di Google Maps, lokasi Candi Kagenengan, tempat pendharmaan Ken Arok, masih menjadi teka-teki bagi para sejarawan. Ketidakjelasan lokasi Candi Kagenengan di Malang ini justru menawarkan pengalaman wisata sejarah layaknya ekspedisi arkeologi yang penuh misteri.
Kisah kematian Ken Arok pada tahun 1227 Masehi akibat terbunuh oleh Anusapati tercatat dalam naskah Pararaton dan Negarakertagama. Sepeninggalnya, pendiri Kerajaan Singasari ini didharmakan di Kagenengan dalam bangunan suci bercorak Siwa-Buddha. Namun, lokasi pasti pendharmaan tersebut masih misterius karena petunjuk Negarakertagama yang menyebut lokasinya di selatan Singhasari memicu banyak spekulasi.
Beberapa kandidat lokasi di Malang telah diteliti, mulai dari Dusun Genengan di Karangploso hingga Desa Genengan di Pakisaji. Meski ditemukan berbagai temuan artefak seperti arca Nandi dan umpak, bukti di situs-situs tersebut belum cukup kuat. Teori lain mengarah ke Gunung Katu di Wagir karena kemiripan karakteristiknya, sementara dugaan lama yang mengaitkannya dengan Candi Kalicilik di Blitar dinilai bertentangan dengan catatan sejarah.
Hingga kini, belum ada satu pun struktur candi yang disepakati secara pasti sebagai Candi Kagenengan, baik karena telah runtuh total maupun tertutup permukiman modern. Meski lokasinya belum terungkap, teka-teki keberadaan situs ini justru mempertegas nilai penting legitimasi kekuasaan raja-raja Singasari yang menjadi cikal bakal Majapahit.
Baca Juga: Tempat Piknik Di Malang
Karena lokasi pastinya belum dipastikan, titik yang paling sering dijadikan rujukan untuk napak tilas adalah kawasan Gunung Katu di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, sekitar 20 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Malang. Dari pusat kota, kamu bisa mengarahkan kendaraan menuju Kecamatan Wagir melalui jalur Karangploso atau Dau, lalu mengikuti petunjuk arah menuju Desa Sumbersuko.
Karena ini merupakan kawasan penelitian dan belum dikelola sebagai objek wisata resmi, disarankan untuk berkoordinasi dengan komunitas pegiat sejarah Malang atau dinas kebudayaan setempat sebelum berangkat, sekaligus menanyakan titik-titik yang selama ini menjadi fokus penelusuran arkeolog.
Sat, 17 Oct 2026

Batik Air
Jakarta (CGK) ke Malang (MLG)
Mulai dari Rp 1.119.100
Sun, 18 Oct 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Malang (MLG)
Mulai dari Rp 1.128.700
Wed, 21 Oct 2026

Batik Air
Pekanbaru (PKU) ke Malang (MLG)
Mulai dari Rp 2.042.900
Karena statusnya masih berupa kawasan pencarian dan penelitian, bukan objek wisata resmi, tidak ada jam operasional maupun tiket masuk yang berlaku di kawasan Gunung Katu maupun titik-titik lain yang diduga sebagai lokasi Candi Kagenengan. Kamu bisa datang kapan saja pada jam-jam terang, namun karena belum ada pengelolaan resmi, tidak ada jaminan keamanan maupun pemandu yang siap sedia di lokasi, sehingga kunjungan sepenuhnya bersifat mandiri.

Indonesia

Tiket Dino Park (Jatim Park 3)

9.1/10
Junrejo
Rp 138.600
Menyusuri kawasan yang diduga menjadi lokasi Candi Kagenengan membawamu lebih dekat pada kisah Ken Arok, sosok kontroversial yang jadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Singasari dan pada akhirnya Majapahit. Perjalanan ini terasa seperti membaca ulang legenda Pararaton secara langsung di lapangan.
Kawasan Desa Sumbersuko dan sekitarnya menawarkan suasana pedesaan yang asri di kaki gunung, jauh dari hiruk-pikuk Kota Malang. Cocok untuk kamu yang ingin menggabungkan wisata sejarah dengan udara sejuk pegunungan.
Supaya perjalanan lebih lengkap, kamu bisa menggabungkan penelusuran ini dengan kunjungan ke candi-candi peninggalan Singasari yang sudah pasti lokasinya, seperti Candi Kidal di Kecamatan Tumpang, Candi Jago yang juga berkaitan erat dengan silsilah raja-raja Singasari, atau Candi Singosari di Kecamatan Singosari yang jadi ikon utama wisata sejarah Malang.
Selain menyusuri kawasan Gunung Katu, kamu bisa merancang itinerary napak tilas Kerajaan Singasari dalam satu hari penuh, dimulai dari Candi Singosari, dilanjutkan ke Candi Jago dan Candi Kidal, lalu ditutup dengan eksplorasi kawasan Wagir yang diduga menyimpan jejak Candi Kagenengan. Kombinasi ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana dinasti Rajasa membangun legitimasi kekuasaannya lewat berbagai situs pendharmaan di seantero Malang.
● Ajak pemandu lokal atau komunitas sejarah Malang yang familiar dengan teori-teori lokasi Kagenengan.
● Jangan berharap menemukan bangunan candi utuh, karena tujuan utamanya adalah eksplorasi dan pembelajaran sejarah.
● Gabungkan perjalanan dengan candi-candi Singasari lain yang sudah pasti lokasinya agar liburanmu tetap maksimal.
● Bawa bekal dan air minum secukupnya karena fasilitas di kawasan pedesaan Wagir masih terbatas.
● Hormati situs dan masyarakat setempat, terutama jika ada makam atau area yang dianggap keramat oleh warga.
Karena kawasan pencarian Candi Kagenengan berada di pinggiran Kabupaten Malang, kamu bisa memilih menginap di pusat Kota Malang yang jaraknya sekitar 30-40 menit berkendara. Berikut beberapa rekomendasi hotel yang bisa kamu pesan lewat Traveloka.
Baca Juga: Wisata Alam di Sekitar Jembatan Suhat Malang
Riche Heritage Hotel merupakan salah satu hotel tertua di Malang yang berdiri sejak 1933 dengan arsitektur kolonial Belanda. Lokasinya strategis dan persis di jantung kota, dekat Alun-Alun dan Kayutangan Heritage.

Indonesia

Riche Heritage Hotel Kayutangan Malang

8.4/10
•


Klojen
Rp 171.652
Berbeda dengan ibis Styles Malang, hotel ini bergaya modern dan colorful, yang berada di kawasan Blimbing, dekat dengan berbagai pusat kuliner dan perbelanjaan Kota Malang.

Indonesia

ibis Styles Malang

8.5/10
•



Blimbing
Rp 424.580
Lain lagi dengan Savana Hotel and Convention, yang merupakan hotel bintang empat di Jalan Letjen Sutoyo. Hotel ini cocok buat kamu yang menginginkan fasilitas lengkap sekaligus lokasi strategis menuju berbagai destinasi Malang Raya.

Indonesia

Savana Hotel and Convention Malang

8.7/10
•




Klojen
Rp 448.310
Grand Cakra Hotel Malang memiliki fasilitas lengkap seperti kolam renang, restoran, dan area BBQ. Penginapan ini cocok untuk perjalanan keluarga sekaligus basecamp menjelajah situs-situs Singasari.

Indonesia

Grand Cakra Hotel Malang

8.5/10
•




Blimbing
Rp 481.194
Walau hanya hotel bintang tiga, SAME Hotel Malang berada di lokasi yang strategis. Tepatnya hanya berjalak 700 meter dari Stasiun Malang, ini tentu bisa menjadi opsi yang tepat buat kamu yang datang menggunakan kereta api.

Indonesia

SAME Hotel Malang

8.6/10
•



Klojen
Rp 243.866
*Perlu diketahui bahwa seluruh harga yang tertera di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim, ketersediaan kamar, dan kebijakan masing-masing hotel.
Mencari Candi Kagenengan memang tidak akan memberimu jawaban pasti, tapi justru di situlah keseruannya, kamu ikut menjadi bagian dari teka-teki sejarah yang belum terpecahkan. Supaya perjalanan napak tilas Kerajaan Singasari di Malang makin lancar, siapkan transportasi dan penginapanmu dari sekarang.
Yuk, wujudkan keinginan eksplorasi sejarahmu dengan Traveloka. Kamu bisa langsung mencari tiket kereta api menuju Stasiun Malang, pesan hotel di pusat kota, atau bandingkan tiket pesawat menuju Bandara Abdul Rachman Saleh. Jangan lupa selalu pantau deals yang tersedia, seperti Promo BCA agar ekspedisi sejarahmu ke Malang makin hemat.






