
Berdiri di tengah pemukiman warga, Candi Sumur Gantung menyuguhkan keunikan berupa gundukan bata merah yang dikelilingi pelataran hijau. Situs ini menjadi saksi bisu jejak peradaban lama sekaligus membawa kisah tradisi lisan yang melekat kuat di tengah masyarakat setempat.
Menurut legenda warga Desa Berat Wetan, candi ini berkaitan dengan keberadaan Kerajaan Bulu Ketigo yang menjadi salah satu pintu masuk menuju ibu kota Majapahit. Pejabat Majapahit yang memikat hati putri Raja Bulu Ketigo diberi syarat untuk membuat sumur yang airnya lebih tinggi dari sungai sekitar. Candi dan sumur tersebut kemudian dibangun dengan dukungan pohon-pohon besar untuk menyerap air, hingga syarat tersebut berhasil dipenuhi.
Seiring berjalannya waktu, perakaran pohon-pohon besar di sekitarnya merusak struktur bata hingga bangunan tersebut runtuh dan menutup keberadaan sumur. Bukti historis pendukung menunjukkan bahwa sisi utara candi dulunya berbatasan dengan aliran sungai kuno, terbukti dari penemuan endapan pasir sungai di kedalaman tanah pekarangan warga. Situs ini diresmikan oleh BPCB pada tahun 1990 setelah ditemukan kembali secara teknis pada tahun 1989.
Secara fisik, Candi Sumur Gantung memiliki denah seluas 17 x 14 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter dari permukaan tanah. Susunan batu batanya memiliki ketebalan antara 5 hingga 8 sentimeter. Meski bagian depan situs telah runtuh, susunan bata pada bagian belakang masih menunjukkan kerapian struktur aslinya.
Thu, 1 Oct 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 876.800
Wed, 28 Oct 2026

Garuda Indonesia
Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 655.497
Sat, 17 Oct 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 964.200
Candi Sumur Gantung terletak di Dusun/Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berada di tengah permukiman padat penduduk. Sisi barat dan seberang jalan situs ini berupa rumah-rumah warga, sementara di sisi timur terdapat masjid dan di bagian utara terdapat rimbunan bambu.
Dari pusat Kota Mojokerto, kamu bisa mengarahkan kendaraan menuju Kecamatan Gedeg, kemudian mengikuti petunjuk arah menuju Desa Berat Wetan. Karena situs ini berada di bawah naungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur dan sudah cukup dikenal warga sekitar, kamu bisa dengan mudah bertanya arah begitu sudah memasuki kawasan desa.
Candi Sumur Gantung terbuka untuk dikunjungi setiap hari pada jam-jam wajar tanpa tiket masuk resmi. Karena situs ini kerap menjadi jujukan pelajar untuk media edukasi arkeologi dan kebudayaan, suasana di sekitar candi cukup ramah bagi pengunjung dari berbagai kalangan usia.
Pelataran situs berupa tatanan batu bata yang menggunung sekilas menyerupai taman kecil, dengan rumput layaknya lapangan sepak bola serta tanaman yang dibentuk menjadi pagar hidup, ditambah beberapa pohon perindang tinggi yang menambah keteduhan. Meski begitu, fasilitas khusus wisatawan seperti toilet umum dan area parkir resmi masih terbatas karena candi ini berada di tengah permukiman padat.
Area inti Candi Sumur Gantung berupa tumpukan batu bata merah yang sudah berlumut, membentuk gundukan menyerupai bukit kecil. Meski separuh sisi depan sudah berantakan, struktur di bagian belakang masih menampilkan tatanan bata yang cukup jelas.
Di tengah-tengah gundukan, kamu bisa melihat semacam lubang yang menjadi sisa dari sumur legendaris yang menjadi asal-usul nama candi ini, meski kini sudah tertimbun dan tidak lagi berfungsi seperti dulu.
Berbeda dari kebanyakan situs candi yang dibiarkan alami, pelataran Candi Sumur Gantung ditata dengan rumput dan pagar hidup, menciptakan suasana taman kecil yang nyaman untuk dijadikan lokasi belajar sejarah bagi pelajar maupun wisatawan umum.
● Datang pada jam-jam wajar dan hormati warga sekitar karena situs ini berada di tengah permukiman padat.
● Ajak juru pelihara setempat untuk mendengar cerita lengkap legenda Candi Sumur Gantung.
● Jangan memanjat atau merusak struktur bata yang sudah rapuh di beberapa bagian.
● Gabungkan kunjungan dengan destinasi Majapahit lain di Mojokerto seperti Trowulan yang tidak terlalu jauh.
● Bawa kamera untuk mengabadikan pelataran situs yang tertata seperti taman kecil.
Karena Candi Sumur Gantung berada di Kecamatan Gedeg, kamu bisa memilih menginap di pusat Kota Mojokerto yang jaraknya cukup dekat dan menawarkan lebih banyak pilihan akomodasi. Berikut beberapa rekomendasi hotel yang bisa kamu pesan lewat Traveloka.
Aston Mojokerto Hotel & Conference Center, hotel bintang empat dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang dan spa. Lokasinya strategis dekat berbagai tempat wisata terkenal di Mojokerto.
Sunrise Hotel Mojokerto, hotel yang cocok untuk liburan keluarga maupun bulan madu, menawarkan fasilitas lengkap dengan review positif dari para tamu.
De Resort Hotel merupakan hotel dengan rating tinggi di Jalan Raya By Pass. Penginapan ini menawarkan kenyamanan dan pelayanan ramah dengan sarapan yang enak.
Lynn Hotel Mojokerto berlokasi sangat dekat dengan Stasiun Mojokerto dan Alun-Alun Mojokerto. Penginapan ini sangat cocok buat kamu yang datang menggunakan kereta api, dan langsung eksplor tempat wisata.
Raden Wijaya Hotel & Convention, hotel dengan nama yang terinspirasi dari raja pertama Majapahit. Lokasinya ada di Prajurit Kulon, cocok untuk melengkapi tema perjalanan sejarahmu di Mojokerto.
*Perlu diketahui bahwa seluruh harga yang tertera di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim, ketersediaan kamar, dan kebijakan masing-masing hotel.
Candi Sumur Gantung mengingatkan kita bahwa di balik kejayaan sebuah kerajaan besar, selalu ada kisah-kisah personal yang menyentuh, termasuk perjuangan cinta yang berujung pada sebuah bangunan bersejarah. Supaya perjalanan napak tilas Majapahit di Mojokerto makin lengkap, rencanakan dari sekarang lewat Traveloka.
Yup, segera buka aplikasi Traveloka untuk mencari tiket kereta api menuju Stasiun Mojokerto, pesan hotel terdekat dari Candi Sumur Gantung, atau cek tiket pesawat menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya. Jangan lupa manfaatkan Promo Bank agar liburan sejarahmu ke Mojokerto makin hemat.






