
China adalah negara dengan luas wilayah terbesar keempat di dunia yang menyimpan kekayaan destinasi wisata luar biasa — dari Tembok Besar yang megah hingga karst Guilin yang memesona. Bagi wisatawan yang berencana menjelajahi China dengan kendaraan sendiri, hal pertama yang perlu dipahami adalah China menggunakan sistem setir kiri, artinya posisi kemudi berada di sisi kiri dan kendaraan melaju di lajur kanan jalan, sama seperti Indonesia. Pesan tiket pesawat ke Beijing, Shanghai, atau Guangzhou melalui Traveloka dan gunakan layanan airport transfer yang tersedia untuk memulai perjalananmu dari bandara dengan lancar.
Tue, 28 Jul 2026

VietJet Air
Jakarta (CGK) ke Shanghai (PVG)
Mulai dari Rp 2.615.600
Wed, 5 Aug 2026

9 Air
Surabaya (SUB) ke Shanghai (PVG)
Mulai dari Rp 3.511.581
Tue, 28 Jul 2026

Spring Airlines
Singapore (SIN) ke Shanghai (PVG)
Mulai dari Rp 2.624.486
China menerapkan sistem setir kiri dengan lajur kanan, mengikuti konvensi berkendara yang berlaku di sebagian besar negara di dunia. Infrastruktur jalan di China berkembang sangat pesat dalam dua dekade terakhir, dengan jaringan jalan tol modern yang menghubungkan hampir seluruh kota besar di negara ini. Batas kecepatan di jalan tol umumnya 120 km/jam, di jalan nasional 100 km/jam, dan di dalam kota berkisar antara 60–80 km/jam. Sistem pengawasan lalu lintas di China sangat canggih dengan kamera CCTV dan tilang elektronik yang tersebar di hampir setiap persimpangan kota besar.
Satu hal penting yang perlu diketahui wisatawan asing adalah SIM dari negara lain — termasuk SIM Internasional — tidak diakui untuk berkendara di daratan China. Wisatawan asing yang ingin menyetir sendiri wajib mengurus konversi SIM melalui prosedur khusus yang cukup panjang, sehingga menggunakan pengemudi lokal atau transportasi publik jauh lebih praktis.
China memiliki salah satu jaringan transportasi publik paling canggih dan ekstensif di dunia yang sangat memudahkan perjalanan wisatawan. Kereta cepat (High Speed Rail/HSR) China adalah yang terpanjang dan termodern di dunia, menghubungkan ratusan kota besar dengan kecepatan hingga 350 km/jam. Rute populer seperti Beijing–Shanghai yang berjarak lebih dari 1.300 km bisa ditempuh hanya dalam 4–5 jam — lebih efisien dibanding penerbangan jika mempertimbangkan waktu di bandara.
Sistem metro di kota-kota besar China seperti Beijing, Shanghai, Shenzhen, dan Guangzhou juga sangat modern, bersih, dan terjangkau. Aplikasi seperti DiDi (setara Grab di China) memudahkan pemesanan taksi atau mobil pribadi, meski membutuhkan nomor telepon lokal China untuk registrasi awal.
Bagi wisatawan yang tetap ingin menjelajahi China dengan kendaraan, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Rencanakan liburan China yang tak terlupakan dengan memesan sewa mobil beserta pengemudi berpengalaman yang mengenal medan dengan baik. Eksplorasi berbagai tempat wisata menakjubkan dari Tembok Besar di Beijing hingga West Lake di Hangzhou, dan pilih hotel terbaik yang nyaman di setiap kota yang kamu singgahi. Manfaatkan juga tiket bus dan tiket kereta untuk pengalaman perjalanan darat yang autentik di China. Cek promo Traveloka sekarang dan wujudkan liburan China impianmu dengan penawaran terbaik.
China setir kanan atau kiri? China menggunakan sistem setir kiri dengan lajur berkendara di kanan jalan, sama seperti Indonesia.
Apakah SIM Internasional berlaku di China? Tidak. SIM Internasional tidak diakui di daratan China. Wisatawan asing yang ingin menyetir sendiri perlu mengikuti prosedur konversi SIM resmi yang cukup panjang.
Apa transportasi terbaik untuk keliling China antar kota? Kereta cepat (HSR) adalah pilihan terbaik — cepat, tepat waktu, nyaman, dan menjangkau hampir seluruh kota besar di China dengan harga yang sangat kompetitif.
Apakah Google Maps bisa digunakan di China? Tidak, Google Maps tidak tersedia di China. Gunakan Baidu Maps atau Amap (Gaode) sebagai alternatif navigasi yang akurat dan lengkap.






