Menjelajahi Cita Rasa Nusantara: Daftar Makanan Khas Bima yang Wajib Dicicipi

Mas Bellboy
Waktu baca 5 menit

Cita Rasa Sekilas: Makanan Khas Bima

Karakter Rasa Dominan: Gurih segar, asam pedas yang menggigit, dan aroma rempah dedaunan yang kuat.
Bahan Unik yang Digunakan: Daging Rusa (kini sering diganti Sapi), Ikan Bandeng (Ikan Bolu), Manga Muda, Kemangi, dan Santan Kental.
Waktu Terbaik Menikmati: Paling nikmat disantap sebagai makan siang setelah berkeliling cagar budaya atau dinikmati hangat saat malam hari.

Pendahuluan: Simfoni Rasa dari Ujung Timur Sumbawa

Bayangkan Anda melangkah di tanah Dana Mbojo, sebuah wilayah di ujung timur Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di bawah terik matahari yang menyapu sabana, aroma tajam dari rempah-rempah yang sedang ditumis mulai merayap masuk ke indra penciuman. Ada aroma khas yang menyegarkan—perpaduan antara asam jeruk nipis, harumnya daun kemangi yang layu terkena panas, dan gurihnya ikan yang baru saja diangkat dari perairan Teluk Bima. Inilah sambutan pertama dari makanan khas Bima, sebuah perayaan rasa yang merepresentasikan karakter masyarakatnya yang tangguh, ramah, dan memegang teguh tradisi.

Secara geografis, Kota Bima dan Kabupaten Bima dianugerahi garis pantai yang panjang dan daratan pegunungan yang subur. Kedekatannya dengan laut menjadikan ikan sebagai aktor utama dalam dapur Suku Mbojo (Suku asli Bima). Namun, sisi daratnya pun tak kalah berkontribusi; sapi-sapi liar yang dilepas di padang rumput menghasilkan daging yang berkualitas tinggi. Uniknya, berbeda dengan tetangganya di Lombok yang menyukai rasa pedas membakar, makanan tradisional Bima lebih menonjolkan profil rasa "asam-gurih" yang segar, yang berfungsi untuk membangkitkan selera makan di tengah iklim tropis yang kering.

Sejarah gastronomi Bima tidak lepas dari pengaruh Kesultanan Bima yang kuat. Masakan di sini adalah identitas yang menyatukan strata sosial; dari meja makan istana hingga dapur rakyat jelata, bahan baku seperti Ikan Bolu (Bandeng) dan Uta Mbeche selalu hadir. Penggunaan bahan-bahan alami seperti asam muda dan buah manga sebagai agen pengasam alami membuktikan betapa masyarakat Bima sangat sinkron dengan hasil alam sekitarnya. Setiap suapan kuliner Bima bukan sekadar rasa, melainkan narasi panjang tentang warisan gastronomi yang terjaga dari generasi ke generasi.

Rasanae Barat

Hotel Marina Bima

8.2/10

Rasanae Barat

Rp 528.433

Rp 396.325

Eksplorasi Mendalam Daftar Makanan Ikonik

1. Uta Mbeche (Daging Kuah Santan)

Jika Anda mencari definisi kenyamanan dalam semangkuk makanan, Uta Mbeche adalah jawabannya. Ini adalah salah satu hidangan paling bergengsi dalam khazanah kuliner Mbojo.

Filosofi & Sejarah: Secara harfiah, "Uta" berarti sayur atau lauk, dan "Mbeche" berarti basah atau berkuah. Dahulu, hidangan ini menggunakan daging rusa hasil buruan di hutan-hutan Sumbawa. Kini, seiring dilindunginya rusa, daging sapi kualitas terbaik menjadi pengganti utamanya.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Rahasia kelezatan Uta Mbeche terletak pada penggunaan Santan Kental yang diperas dari kelapa tua. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, dan kunyit yang ditumis hingga harum. Teknik memasaknya dilakukan secara perlahan (slow-cooked) agar bumbu meresap ke serat daging yang paling dalam.
Profil Rasa: Tekstur dagingnya sangat empuk, hampir terurai saat menyentuh lidah. Kuahnya gurih pekat namun memiliki aftertaste segar dari tambahan daun kemangi di akhir proses memasak.
Cara Penyajian: Wajib disajikan panas dengan nasi putih dan sering kali didampingi oleh potongan mentimun segar.

2. Uta Palumara Londo (Bandeng Kuah Asam)

Ini adalah primadona bagi para pecinta hidangan laut. Uta Palumara adalah bukti kecerdasan Suku Mbojo dalam mengolah ikan tanpa bau amis sedikitpun.

Filosofi & Sejarah: Kata "Palumara" merujuk pada teknik memasak kuah asam. Ikan Bandeng atau Ikan Bolu adalah ikan kebanggaan masyarakat Bima karena ukurannya yang besar dan rasa dagingnya yang manis karena hidup di perairan payau yang kaya mineral.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Bahan pengasamnya bukan cuka kimia, melainkan Asam Muda atau irisan Tomat Hijau. Bumbu lainnya melibatkan bawang, kunyit, dan cabai rawit utuh. Ikan dimasak tidak terlalu lama untuk menjaga tekstur daging agar tidak hancur.
Profil Rasa: Kuahnya berwarna kuning bening yang sangat menggugah selera. Rasanya merupakan perpaduan harmonis antara asam yang tajam, gurih alami ikan, dan pedas dari cabai rawit yang pecah di mulut.
Cara Penyajian: Biasanya disajikan dalam mangkuk besar bersama siraman kuah yang melimpah.

3. Pangaha Sinci (Kue Cincin)

Beralih ke kudapan, Pangaha Sinci adalah camilan tradisional yang wajib ada dalam setiap hajatan di Bima.

Filosofi & Sejarah: Berbentuk cincin, kue ini melambangkan ikatan silaturahmi yang tidak pernah putus. Kue ini adalah simbol keramah-tamahan masyarakat Bima saat menyambut tamu.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Terbuat dari campuran Tepung Beras, Gula Merah (Gula Puan), dan sedikit garam. Adonan ini kemudian digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.
Profil Rasa: Teksturnya renyah di luar namun kenyal dan lembut di dalam. Rasa manisnya sangat khas—legit namun tidak meninggalkan rasa getir di tenggorokan.
Cara Penyajian: Sempurna dinikmati bersama secangkir kopi hitam panas di sore hari.

4. Uta Maju Puru (Daging Rusa Bakar)

Meskipun kini semakin langka, Uta Maju Puru tetap menjadi legenda kuliner yang dicari oleh para kolektor rasa.

Filosofi & Sejarah: Tradisi memburu rusa adalah bagian dari sejarah ksatria Bima di masa lalu. Daging rusa dianggap memiliki khasiat untuk meningkatkan vitalitas.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Daging rusa diiris tipis, dimarinasi dengan garam dan asam, lalu diasapi atau dibakar di atas bara kayu hingga kering. Teknik ini bertujuan agar daging awet disimpan dalam waktu lama.
Profil Rasa: Memiliki aroma smoky yang sangat kuat. Tekstur dagingnya lebih padat dan berserat dibandingkan daging sapi, dengan rasa gurih yang "liar" dan khas.
Cara Penyajian: Dimakan dengan sambal tomat atau sambal mangga muda (Syiraja) yang asam pedas.

5. Bingka Dolo (Bingka Bima)

Berbeda dengan Bingka dari daerah lain, Bingka Dolo memiliki karakteristik tekstur yang lebih padat dan legit.

Filosofi & Sejarah: Merupakan kue bangsawan yang dahulu hanya disajikan di istana Kesultanan Bima pada acara-acara adat sakral.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu: Menggunakan campuran Telur Bebek, santan, dan gula pasir. Adonannya dipanggang dengan api atas dan bawah hingga permukaannya berwarna cokelat gelap namun bagian dalamnya tetap lembut.
Profil Rasa: Sangat creamy dan manis. Telur bebek memberikan rasa gurih yang lebih tajam dibandingkan telur ayam.
Cara Penyajian: Dipotong dalam bentuk persegi kecil, biasanya disajikan dalam piring keramik cantik.

6. Syiraja (Sambal Mangga Muda)

Tidak lengkap membahas makanan khas Bima tanpa menyebut pelengkap magis ini. Syiraja adalah nyawa dari setiap hidangan utama di Bima.

Rahasia Bahan: Menggunakan Mangga Muda yang diserut kasar, dicampur dengan terasi bakar, cabai rawit, dan garam.
Profil Rasa: Pedas yang meledak diiringi rasa asam segar yang membuat liur menetes. Syiraja berfungsi memotong rasa lemak pada daging dan memberikan dimensi rasa baru pada ikan.

Budaya Makan & Tradisi: Mbolo Ro Dopa

Di Bima, kegiatan makan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, melainkan medium komunikasi sosial yang sangat kuat. Salah satu tradisi yang paling otoritatif adalah Mbolo Ro Dopa atau musyawarah sambil makan bersama. Tradisi ini biasanya dilakukan dalam rangka persiapan hajatan besar seperti pernikahan (Macoa).

Dalam tradisi makan bersama ini, hidangan disajikan dalam talam besar yang dinikmati oleh 4 hingga 6 orang secara melingkar. Cara makan ini disebut sebagai bentuk kesetaraan; tidak ada perbedaan status sosial saat semua tangan menjangkau talam yang sama. Menu yang wajib ada dalam tradisi ini adalah Uta Mbeche dan nasi putih yang pulen. Tradisi makan ini dilakukan baik sebagai rutinitas harian keluarga besar maupun pada hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, di mana rumah-rumah warga terbuka bagi siapa saja untuk mencicipi makanan tradisional Bima.

Panduan Wisata Kuliner & Rekomendasi Tempat

Menjelajahi destinasi kuliner di Bima membutuhkan sedikit riset agar Anda mendapatkan rasa yang paling otentik. Berikut tips dari kami:

Tips Mencari Warung Otentik: Di Kota Bima, carilah rumah makan di sekitar area pelabuhan atau pasar tradisional yang ramai dikunjungi warga lokal saat jam makan siang. Warung yang menyajikan Uta Palumara biasanya memasak ikan secara mendadak begitu dipesan untuk menjaga kesegaran.
Oleh-oleh Khas: Pastikan Anda membawa pulang Susu Kuda Liar, Madu Sumbawa, dan camilan Pangaha Sinci yang kering dan tahan lama untuk perjalanan jauh. Kopi Bima (Kopi Maria) juga menjadi buruan para pecinta kafein karena aroma tanahnya yang kuat.

Rencanakan Petualangan Kuliner Anda dengan Traveloka!

Sudah terbayang kesegaran kuah kuning Palumara atau legitnya Bingka Dolo? Jangan biarkan lidah Anda hanya bermimpi. Buka aplikasi Traveloka sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik tiket pesawat menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima. Anda juga bisa memesan hotel yang berdekatan dengan pusat wisata kuliner di tepian Pantai Amahami.

Ingin pengalaman yang lebih mendalam? Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk memesan tur lokal yang akan membawa Anda ke desa adat untuk melihat langsung proses pembuatan resep turun temurun khas Suku Mbojo. Bersama Traveloka, eksplorasi kuliner Anda di ujung Sumbawa akan menjadi perjalanan yang nyaman dan penuh cerita!

Terbang Bersama Traveloka

Sat, 28 Mar 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.980.600

Fri, 27 Mar 2026

Wings Air

Lombok (LOP) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.016.848

Sat, 28 Mar 2026

TransNusa

Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 953.800

FAQ (Pertanyaan Umum)

1.
Apakah makanan khas Bima halal? Ya, mayoritas masyarakat Bima adalah Muslim yang taat, sehingga hampir seluruh makanan tradisional Bima dijamin kehalalannya.
2.
Apa perbedaan utama kuliner Bima dengan kuliner Lombok? Kuliner Bima lebih menonjolkan rasa asam segar dan gurih santan, sedangkan kuliner Lombok lebih dominan pedas cabai yang intens dan penggunaan terasi yang lebih tajam.
3.
Di mana tempat terbaik mencicipi Uta Palumara? Kawasan Pantai Amahami di Kota Bima memiliki deretan warung yang terkenal dengan Palumara-nya yang segar dengan pemandangan teluk yang indah.
4.
Apakah Pangaha Sinci tahan lama jika dibawa ke luar kota? Ya, jika disimpan dalam wadah kedap udara, kue ini bisa bertahan hingga 1-2 minggu tanpa mengubah rasa secara drastis.
5.
Mengapa banyak masakan Bima menggunakan kemangi? Daun kemangi berfungsi sebagai penghilang aroma amis pada ikan dan memberikan efek aromaterapi yang menyegarkan pada hidangan bersantan seperti Uta Mbeche.

Dalam Artikel Ini

• Cita Rasa Sekilas: Makanan Khas Bima
• Pendahuluan: Simfoni Rasa dari Ujung Timur Sumbawa
• Eksplorasi Mendalam Daftar Makanan Ikonik
• 1. Uta Mbeche (Daging Kuah Santan)
• 2. Uta Palumara Londo (Bandeng Kuah Asam)
• 3. Pangaha Sinci (Kue Cincin)
• 4. Uta Maju Puru (Daging Rusa Bakar)
• 5. Bingka Dolo (Bingka Bima)
• 6. Syiraja (Sambal Mangga Muda)
• Budaya Makan & Tradisi: Mbolo Ro Dopa
• Panduan Wisata Kuliner & Rekomendasi Tempat
• FAQ (Pertanyaan Umum)

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Sat, 28 Mar 2026
Lion Air
Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.980.600
Pesan Sekarang
Fri, 27 Mar 2026
Wings Air
Lombok (LOP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.016.848
Pesan Sekarang
Sat, 28 Mar 2026
TransNusa
Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 953.800
Pesan Sekarang

Jelajahi Keindahan Bima

Bima

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan