
Melangkah kaki di Kota Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, Anda akan disambut oleh harmoni aroma yang menari-nari di udara. Ada wangi tajam kacang tanah yang disangrai, kepulan uap kaldu daging yang dimasak perlahan dalam kuali tanah liat (korongtigi), hingga aroma manis pisang yang dibakar di atas bara api. Di setiap sudut jalan, dari pesisir Pantai Losari hingga gang-gang sempit di Gowa, makanan bukan sekadar pengisi perut; ia adalah narasi tentang kejayaan maritim dan kekayaan bumi yang melimpah.
Secara geografis, Sulawesi Selatan adalah wilayah yang diberkati. Letak pesisirnya yang menghadap Selat Makassar menjadikannya pusat hasil laut yang luar biasa, sementara dataran tingginya seperti di Tana Toraja dan Enrekang menghasilkan rempah-rempah gunung serta kopi kualitas dunia. Geografi ini menciptakan dikotomi kuliner yang unik: masakan pesisir yang kaya akan ikan segar dan masakan daratan yang didominasi oleh olahan daging sapi, kerbau, serta penggunaan rempah kering yang kompleks.
Sejarah gastronomi di sini adalah warisan dari kerajaan-kerajaan besar seperti Gowa dan Tallo. Teknik memasak tradisional yang dipertahankan selama berabad-abad mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah sumber daya alam. Penggunaan kacang tanah sebagai pengental kuah atau kluwak sebagai bumbu hitam legam adalah bukti kreativitas masyarakat Bugis-Makassar dalam menciptakan makanan tradisional Sulawesi Selatan yang otoritatif. Menjelajahi makanan khas Sulawesi Selatan berarti Anda sedang mencecap sari pati sejarah Nusantara yang berani, jujur, dan sarat akan bumbu rempah.

Indonesia

CLARO Makassar

8.5/10
•




Makassar
Rp 722.649
Rp 592.856
Filosofi & Sejarah:
Dahulu, Coto Makassar adalah hidangan istana Kerajaan Gowa yang sudah ada sejak abad ke-16. Bagian daging sapi pilihan disajikan untuk para bangsawan, sementara bagian jeroan diberikan kepada masyarakat umum. Kini, perbedaan itu melebur menjadi satu mangkuk yang dicintai semua kalangan.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Kekuatan utama Coto terletak pada kuahnya yang mengandung sekitar 40 jenis rempah (Rempah Patang Pulo). Rahasia otentiknya adalah penggunaan Kacang Tanah goreng yang dihaluskan sebagai pengental kaldu dan penggunaan air cucian beras (tajin) untuk memberikan tekstur kuah yang gurih nan kental.
Profil Rasa:
Begitu sesapan pertama menyentuh lidah, Anda akan merasakan ledakan rasa gurih yang mendalam dengan aroma jinten dan ketumbar yang hangat. Tekstur dagingnya empuk, berpadu sempurna dengan butiran kacang halus di dalam kaldu.
Cara Penyajian:
Wajib disandingkan dengan Ketupat atau Burasa dan sambal tauco yang memberikan aksen rasa fermentasi yang unik.
Filosofi & Sejarah:
Konro awalnya adalah sup tulang iga sapi dengan kuah hitam yang kaya rempah. Seiring perkembangan kuliner, muncul variasi Konro Bakar. Hidangan ini melambangkan kemakmuran, seringkali disajikan dalam acara keluarga besar atau hajatan penting.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Warna hitam legam pada kuahnya bukan berasal dari kecap, melainkan dari Buah Kluwak (Pammarrasan). Iga sapi dimasak perlahan dengan kayu manis, cengkeh, dan pala hingga dagingnya hampir lepas dari tulang.
Profil Rasa:
Rasa supnya sangat earthy dan nutty berkat kluwak. Jika Anda memilih versi bakar, Anda akan mendapatkan tambahan aroma karamel dari bumbu kacang yang dioleskan di atas iga yang berasap.
Cara Penyajian:
Disajikan di piring besar untuk Konro Bakar atau mangkuk lebar untuk sup, didampingi nasi putih hangat dan perasan jeruk nipis.
Filosofi & Sejarah:
Sekilas mirip dengan Coto, namun Pallubasa memiliki identitas yang sangat berbeda. Jika Coto dimakan dengan ketupat, Pallubasa dimakan dengan nasi putih. Ini adalah hidangan harian yang populer di kalangan pekerja pelabuhan karena kandungan energinya yang tinggi.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Yang membedakan Pallubasa adalah penambahan Kelapa Parut Sangrai (serundeng) yang dihaluskan ke dalam kuahnya. Selain itu, ada tradisi menambahkan telur ayam kampung mentah yang disebut "Alas" ke dalam kuah panas.
Profil Rasa:
Jauh lebih gurih dan bertekstur kasar dibandingkan Coto. Ada sensasi creamy dari kuning telur yang meleleh dan aroma kelapa sangrai yang harum semerbak.
Cara Penyajian:
Mangkuk kecil berisi daging dan jeroan, nasi putih, dan sambal kuning yang sangat pedas.
Filosofi & Sejarah:
Berasal dari daerah Pangkajene Kepulauan (Pangkep), nama "Saudara" merupakan singkatan dari "Saya Datang Raosnya Amat" (Saya datang, rasanya sangat nikmat), atau juga bermakna filosofis agar sesama penikmat merasa seperti saudara.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Sop ini menggunakan bihun, perkedel kentang, dan jeroan sapi. Bumbunya didominasi oleh lengkuas, jahe, dan serai, memberikan karakteristik kuah yang lebih jernih dan segar dibandingkan Coto.
Profil Rasa:
Segar dan rempahnya lebih terasa di tenggorokan. Kehadiran perkedel kentang memberikan tekstur lembut yang menyerap kaldu daging.
Cara Penyajian:
Wajib dinikmati bersama ikan bandeng bakar (Ikan Bolu) dan nasi putih.
Filosofi & Sejarah:
Jika wilayah selatan identik dengan daging, wilayah utara seperti Palopo dan Luwu memiliki Kapurung. Ini adalah makanan pokok tradisional berbasis Sagu yang mencerminkan kekayaan vegetasi hutan Sulawesi.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Sagu dilarutkan dalam air mendidih hingga mengental dan dibentuk bulat-bulat kecil. Bumbunya menggunakan pasta kacang tanah, terasi, dan asam patikala (kecombrang). Isiannya sangat sehat: sayuran hijau, jagung manis, dan potongan ikan atau udang.
Profil Rasa:
Sangat menyegarkan dengan dominasi rasa asam dan pedas. Tekstur sagu yang kenyal memberikan sensasi makan yang unik dan menyenangkan.
Cara Penyajian:
Disajikan dalam mangkuk besar berisi kuah sayuran yang melimpah.
Filosofi & Sejarah:
Pisang Epe adalah camilan wajib saat Anda berkunjung ke Pantai Losari. Nama "Epe" dalam bahasa Makassar berarti "jepit", merujuk pada proses pembuatannya.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan Pisang Kepok yang belum terlalu matang. Pisang dibakar di atas arang, lalu dijepit hingga pipih. Sausnya terbuat dari lelehan gula merah (gula aren) yang kental.
Profil Rasa:
Manis legit dengan aroma gosong yang harum dari pisang bakar. Tekstur pisangnya padat namun lembut di dalam. Kini tersedia berbagai topping modern seperti keju dan cokelat.
Cara Penyajian:
Disajikan di piring kecil dengan guyuran saus gula merah yang melimpah.
Filosofi & Sejarah:
Inilah hidangan penutup paling tersohor dari Sulawesi Selatan. Warna hijau pada kulit pisang melambangkan kesuburan dan harapan.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Pisang Raja dibalut adonan tepung berwarna hijau dari air perasan daun pandan dan suji. Rahasia kelezatannya ada pada bubur sumsum yang sangat lembut dan penggunaan Sirup DHT (sirup lokal Makassar) yang beraroma pisang ambon.
Profil Rasa:
Manis, dingin, gurih (dari santan bubur sumsum), dan aromatik. Kombinasi tekstur pisang yang padat dan bubur sumsum yang lumer di mulut sangatlah sempurna.
Cara Penyajian:
Disajikan dalam mangkuk dengan es serut dan kucuran susu kental manis.
Budaya makan di Sulawesi Selatan sangat kental dengan nilai kebersamaan. Salah satu tradisi yang paling agung adalah Ma'paccing atau jamuan makan dalam upacara adat, namun yang paling relevan dengan kuliner adalah tradisi Tudang Sipulung. Secara harfiah berarti "duduk berkumpul", tradisi ini sering melibatkan penyajian makanan dalam porsi besar sebagai sarana bermusyawarah.
Di Tana Toraja, terdapat tradisi makan bersama setelah upacara Rambu Solo, di mana hidangan seperti Pa'piong (masakan dalam bambu) disajikan. Masakan di Sulawesi Selatan umumnya adalah hidangan harian, namun pengolahannya menjadi sangat detail dan istimewa saat perayaan Idul Fitri atau pesta pernikahan. Misalnya, kehadiran Nasu Likku (ayam lengkuas) dan Burasa adalah wajib hukumnya di meja makan keluarga Bugis saat hari raya. Keramahan masyarakat lokal tercermin dari cara mereka menjamu tamu; meja makan tidak boleh kosong, dan tamu seringkali dianggap sebagai saudara sendiri yang harus dijamu dengan hidangan terbaik.

Tamalate

Trans Snow World Makassar

9.1/10
Tamalate
Rp 225.000
Rp 98.000
Menikmati makanan khas Sulawesi Selatan memerlukan strategi agar Anda mendapatkan rasa yang paling otentik:
Rencanakan Petualangan Kuliner Anda Bersama Traveloka!
Sudah terbayang gurihnya kaldu Konro atau segarnya Es Pisang Ijo di tenggorokan Anda? Traveloka siap mewujudkan perjalanan gastronomi impian Anda ke Sulawesi Selatan. Pesan tiket pesawat menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekarang juga melalui aplikasi Traveloka untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Temukan juga berbagai pilihan hotel di Makassar yang dekat dengan pusat kuliner ikonik agar Anda bisa berburu sarapan Coto dengan mudah. Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk memesan tur kuliner eksklusif atau tiket masuk ke destinasi wisata budaya di Toraja. Mari buat perjalanan Anda menjadi cerita rasa yang tak terlupakan bersama Traveloka!
Thu, 3 Sep 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Makassar (UPG)
Mulai dari Rp 1.314.400
Fri, 4 Sep 2026

Sriwijaya Air
Surabaya (SUB) ke Makassar (UPG)
Mulai dari Rp 1.066.043
Wed, 2 Sep 2026

Lion Air
Kendari (KDI) ke Makassar (UPG)
Mulai dari Rp 774.900










