
Pakaian adat Aceh bukan sekadar busana tradisional yang digunakan dalam acara tertentu. Di balik tampilannya yang khas dan elegan, pakaian ini menyimpan jejak sejarah masyarakat Aceh serta pengaruh budaya yang berkembang dari masa ke masa, termasuk pengaruh nilai-nilai Islam yang kuat dalam keseharian.
Menariknya, hampir setiap bagian pakaian adat Aceh punya cerita dan filosofi tersendiri. Selain menunjukkan identitas, busana tradisional Aceh mencerminkan nilai kesopanan, melambangkan kewibawaan, bahkan menggambarkan status dan peran sosial. Mengenakan pakaian adat juga merupakan salah satu bentuk melestarikan tradisi.
Baca Juga: Mengenal 7 Ragam Upacara Adat Aceh
Shutterstock.com
Baju adat Aceh dikenal dengan nama ulee balang. Pada masa Kesultanan Aceh, pakaian ini hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan atau kalangan bangsawan dan menjadi penanda status sosial pemakainya. Seiring perubahan zaman, penggunaannya sudah umum di kalangan masyarakat biasa.
Baju adat ulee balang terdiri atas dua jenis, yaitu pakaian adat untuk pria dan pakaian adat untuk wanita. Berikut penjelasan lengkapnya.
Linto baro adalah pakaian adat yang umum digunakan oleh pria di Aceh. Meski sering dikaitkan dengan busana pengantin pria, pakaian ini juga bisa dikenakan saat upacara adat maupun kegiatan seremonial.
Linto baro terdiri atas beberapa bagian yang harus dipakai secara lengkap, yaitu meukasah, sileuweu, ija krong, meukeutop, dan rencong atau siwah. Bentuk dan perlengkapan linto baro bisa berbeda menurut daerah dan konteks penggunaannya. Variasi tersebut bisa terlihat dari baju, celana, penutup kepala, maupun senjata tradisional.
Linto baro adalah busana yang membawa simbol kehormatan, kebesaran, dan identitas laki-laki Aceh. Selain warna hitam dan emas pada pakaian yang melambangkan kebesaran dan kemegahan, ada pula makna penting dari lima warna pada meukeutop yaitu melambangkan kepahlawanan, kesultanan, agama, ketegasan, dan kesucian.
Wed, 21 Oct 2026

Batik Air Malaysia
Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.584.587
Thu, 8 Oct 2026

Super Air Jet
Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.203.700
Wed, 28 Oct 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)
Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 695.430
Daro baro adalah busana adat wanita Aceh yang dikenal juga sebagai busana pengantin wanita dan merupakan pasangan linto baro yang dikenakan pengantin pria. Ciri khas daro baro adalah baju yang sopan dan tertutup, biasanya dipadukan dengan kain songket atau kain tradisional sebagai bawahan.
Daro baro sebagai pakaian adat Aceh untuk wanita terdiri atas beberapa bagian, yaitu baju kurung, kain sarung atau songket, ija krong, penutup kepala, perhiasan kepala, subang, kalung, serta gelang dan cincin. Berbagai unsur ini melengkapi penggunaan pakaian adat, terutama dalam upacara pernikahan.
Shutterstock.com
Baju adat Aceh merupakan bagian dari kebudayaan Aceh yang menarik untuk dibahas. Selain jenis baju adat, ternyata ada sejumlah fakta yang berkaitan dengan tradisi berpakaian di daerah ini, yaitu:
Salah satu pelengkap yang menarik dalam pakaian adat Aceh adalah rencong, senjata tradisional yang sudah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh. Bentuknya khas dengan bilah yang sedikit melengkung dan gagang yang memiliki desain tersendiri.
Dalam busana adat laki-laki atau Linto Baro, rencong biasanya diselipkan di bagian pinggang. Tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, rencong juga menjadi simbol keberanian, kehormatan, dan jati diri laki-laki Aceh.
Meukeutop merupakan penutup kepala tradisional yang menjadi salah satu ciri paling khas dalam pakaian adat laki-laki Aceh. Bentuknya menyerupai kopiah atau topi yang dibuat dengan perpaduan kain dan motif khas Aceh.
Selain memperkuat karakter busana, penutup kepala ini juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh. Lima warna yang umum ditemukan pada meukeutop, yaitu merah, kuning, hijau, hitam, dan putih, kerap dikaitkan dengan nilai seperti keberanian, kesultanan, agama, keteguhan, dan kesucian.
Daro baro adalah busana wanita Aceh yang dipengaruhi oleh kebudayaan lain, di antaranya Arab dan Melayu. Perpaduan tersebut dapat terlihat dari bentuk pakaian, detail kerah, penggunaan kain, hingga beragam aksesori yang melengkapinya.
Meski mendapat sentuhan dari berbagai budaya, busana perempuan Aceh tetap memiliki ciri khas dan nilai budaya Aceh tetap menjadi bagian penting di dalamnya. Potongan yang tertutup dan penggunaan berbagai aksesori mencerminkan norma kesopanan serta kuatnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Shutterstock.com
Pada linto baro, warna gelap dan sulaman emas merupakan ciri khasnya. Warna gelap atau hitam dikaitkan dengan keagungan dan kewibawaan, sedangkan hiasan emas membuat tampilannya makin mewah.
Sementara itu, daro baro sebagai busana adat wanita Aceh cenderung tampil lebih meriah dan berwarna. Pakaian ini dapat berwarna hijau, kuning, merah, maupun ungu. Daro baro lebih menonjolkan nilai kesopanan, keanggunan, serta kekayaan aksesori.
Kamu bisa menyaksikan pakaian adat Aceh pada acara-acara adat maupun acara resmi, acara pernikahan, dan pertunjukan budaya. Selain itu, kamu juga bisa datang ke museum yang memiliki koleksi baju adat.
Nah, bagi kamu yang ingin berkunjung ke Aceh dalam waktu dekat, berikut rekomendasi penginapan yang bisa dipertimbangkan.
Portola Grand Arabia Hotel adalah akomodasi di Banda Aceh yang berjarak sekitar 700 meter dari Masjid Raya Baiturrahman. Karena lokasinya strategis, kamu dapat menjangkau berbagai destinasi lain saat menginap di hotel ini.
Portola Grand Arabia Hotel merupakan hotel bergaya modern dengan harga kamar yang lumayan terjangkau. Fasilitas yang tersedia di dalam kamar maupun area hotel bisa jadi pertimbangan, termasuk pemandangan indah dari jendela kamar.

Indonesia

Portola Grand Arabia Hotel

8.6/10
•



Meuraksa
Rp 519.190
Hip Hope Hotel berada di pusat kota sehingga nyaman bagi kamu yang ingin bepergian ke mana pun, termasuk museum atau menonton pertunjukan budaya. Akomodasi ini menawarkan kesan baik dari pertama dilihat karena tampilan luarnya yang modern dan menarik.
Hip Hope Hotel memiliki sekitar 82 kamar dan fasilitas lain seperti meeting room dan ballroom. Setiap kamarnya pun didesain dengan gaya minimalis dan natural sehingga membuat tamu merasa betah. Karena harganya terjangkau, hotel ini bisa jadi pilihan menarik saat liburan di Aceh.

Indonesia

Hip Hope Hotel

8.8/10
•



Baiturrahman
Rp 364.733
Hermes Palace Hotel Banda Aceh adalah akomodasi berikutnya yang menarik untuk kamu pilih sebagai tempat menginap saat berkunjung ke Aceh. Desain hotel ini terlihat seperti istana yang megah dengan interior mewah karena ada sentuhan berwarna emas.
Dari segi fasilitas, kamu pasti puas dan nyaman menginap di Hermes Palace Hotel. Tersedia kolam renang dan pusat kebugaran bagi kamu yang mencari kegiatan di sela-sela waktu liburan untuk menjaga vitalitas.

Indonesia

Hermes Palace Hotel Banda Aceh

8.3/10
•





Ulee Kareng
Rp 827.555
Berada di ujung Pulau Sumatera, Aceh menyimpan banyak hal menarik untuk dijelajahi. Bagi kamu yang ingin berlibur ke kota ini, termasuk untuk mempelajari kebudayaannya, jangan lupa merancang rencana perjalanan bersama Traveloka. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk membeli tiket pesawat, booking hotel, bahkan sewa mobil dengan praktis.
Kamu juga dapat memanfaatkan promo yang tersedia di Traveloka agar biaya perjalanan lebih hemat. Ada promo diskon WOW yang berlaku saat weekend, cashback dari Member Rewards Day untuk transaksi pada tanggal 24-26 setiap bulan, hingga promo liburan hemat dengan TPayLater. Yuk, atur liburan paling seru dan menyenangkan bersama Traveloka!






