Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Markus Yohannes

12 Jan 2021 - 6 min read

Satwa-satwa Ikonik Khas Indonesia

Hewan Endemik Khas Indonesia

Satwa Khas Indonesia - Indonesia memang memiliki banyak hal istimewa: mulai dari kebudayaan, kekayaan alam, dan juga kekayaan flora dan fauna yang tersebar di Nusantara. Beberapa satwa khas Indonesia bahkan sangat ikonik hingga terkenal hingga tingkat Internasional.

Ingin tahu lebih banyak hewan khas Indonesia yang ikonik? Nah, di bawah ini adalah beberapa hewan khas Indonesia yang perlu kamu ketahui:

Satwa Khas Indonesia
1. Jalak Bali

Burung Jalak Bali

Sesuai dengan namanya, Jalak Bali merupakan hewan endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di pulau Bali tepatnya pada bagian barat pulau Bali. Buruk encemik yang khas dengan warna putih dengan sedikit corak hitam pada ujung ekor dan sayap serta warna kebiruan disekitaran matanya ini merupakan salah satu satwa khas Indonesia yang langka dan dilindungi.

Hingga kini, jumlah Jalak Bali di alam liar sangatlah langka dan terancam. Salah satu tempat dimana Jalak Bali ini masih bisa ditemukana dalah di Taman Nasional Bali Barat.

Hotel & Penginapan Terbaik dekat Taman Nasional Bali Barat

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan dekat Taman Nasional Bali Barat dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

2. Elang Flores

Elang Flores | Sumber gambar: Portal Informasi Indonesia

Elang Flores merupakan salah satu jenis burung pemangsa endemik yang menjadi hewan khas Indonesia. Burung ini termasuk dalam Keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus. Hewan endemik Indonesia ini tergolong burung yang berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 60 cm sampai 79 cm. Karakteristiknya adalah berkepala putih dengan garis-garis coklat kehitaman, dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jantan atau betina dan dewasa atau muda.

Hewan khas Indonesia satu ini terkenal dengan bulunya yang sangat halus dan hal ini yang membuat burung ini sangat diburu. Sayangnya, burung pemangsa spesies burung predator ini terancam punah dan populasinya saat ini diperkirakan tidak melebihi 250 ekor sehingga masuk ke dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Persebaran populasi hewan endemik asli Indonesai ini tidak hanya ada di Flores, tetapi meliputi Pulau Lombok, Sumbawa, Pulau Satonda, Rinca dan Flores. Jika kamu ingin berkesempatan bertemu dengan hewan ikonik asal Indonesia ini, Taman Nasional Gunung Rinjani bisa jadi destinasi yang kamu kunjungi.

Hotel & Penginapan Terbaik dekat Taman Nasional Gunung Rinjani

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan dekat Taman Nasional Gunung Rinjani dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

3. Badak Bercula Satu

Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Babak bercula satu atau dikenal juga dengan nama badak jawa merupakan hewan endemik Indonesia yang menjadi ikon dari Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi habitat dari hewan yang kini populasinya kian terancam ini. Hewan khas Indonesia ini dahulu kala persebarannya tak hanya ada di pulau Jawa saja melainkan tersebar di seluruh Nusantara dan beberapa daratan di negara Asia Tenggara lainnya. Namun, kini di alam liar hewan ini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon dan juga Taman Nasional Cat Tien, Vietnam.

Hotel & Penginapan Terbaik dekat Taman Nasional Ujung Kulon

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan dekat Taman Nasional Ujung Kulon dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

4. Maleo

Burung Maleo

Hewan khas Indonesia selanjutnya adalah Maleo yang berhabitat di hutan-hutan dataran rendah serta perbukitan di pulau Sulawesi. Hewan endemik Indonesia ini merupakan Megapode besar merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia.

Burung yang memiliki warna bulu didominasi hitam dan putih ini merupakan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Keunikan lainnya dari hewan khas Indonesia ini adalah anak burung Maleo yang baru menetas bisa langsung terbang, lho!

5. Beruk Mentawai

Beruk Mentawai (Bokoi) | Sumber gambar: Wikipedia

Beruk Mentawai atau yang biasa dipanggil dengan Bokkoi adalah sejenis monyet endemik yang tersebar di Kepulauan Mentawai. Sebutan Beruk Mentawai diberikan oleh penduduk Kepulauan Mentawai. Secara umum, bokoi mirip dengan beruk pada umumnya, yang menjadi perbedaannya ialah pada bagian rambut dan bagian pipi serta mahkotanya. Bagian pipi bokkoi berwarna lebih gelap daripada beruk lainnya sedangkan mahkota bokkoi berwarna cokelat serta rambut pada dahi kepala yang lebih panjang.

Satwa khas Indonesia satu ini adalah hewan diurnal atau hewan yang aktif di siang hari. Mereka hidup secara berkelompok yang terdiri dari lima hingga dua puluh ekor. Selain di daerah Kepulauan Mentawai, habitat hewan ini juga tersebar di hutan bakau, hutan pantai, dan hutan lainnya di sekitar Kepulauan Mentawai.

Hotel & Penginapan Terbaik di Kepulauan Mentawai

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Kepulauan Mentawai dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

6. Burung Bidadari Halmahera

Burung Bidadari Halmahera | Sumber gambar: Portal Informasi Indonesia

Hewan endemik khas Indonesia selanjutnya ini adalah jenis cendrawasih berukuran sedang yang berukuran sekitar 28cm. Burung ini adalah burung endemik dari Kepulauan Maluku dengan 2 subspesies. Cendrawasih merupakan satu-satunya anggota genus Semioptera.

Burung Bidadari Halmahera jantan memiliki mahkota berwarna ungu pucat dan mengkilat dan pada bagian dada berwarna hijau zamrud. Ciri yang mencolok dari jantan adalah dua pasang bulu putih yang panjang yang keluar menekuk dari sayapnya.

Salah satu kawasan yang menjadi habitat hewan khas Indonesia ini adalah Taman Nasional Aketajawe-Lolobata yang berada di Halmahera, Maluku Utara.

7. Burung Cendrawasih Botak

Burung Cendrawasih Botak | Sumber gambar: Wikipedia

Burung yang merupakan endemik Pulau Papua dan memiliki sebutan Birds of Paradise ini merupakan jenis cendrawasih yang cukup unik. Pasalnya, cendrawasih botak jantan memiliki kepala dengan warna biru cerah tanpa bulu. Pada bagian ekor cendrawasih ini tidaklah begitu panjang, tetapi yang membuat menarik adalah bentuknya yang melengkung menjadi dua lingkaran.

Hewan khas Indonesia ini hanya dapat ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Burung dengan bulunya yang cantik sempat dijadikan komoditas perdagangan pada akhir abad 19 dan awal abad 20 karena menjadi tren untuk menghias topi oleh wanita di Eropa.

Hotel & Penginapan Terbaik di Raja Ampat

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Raja Ampat dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

8. Kura-kura Leher Ular Rote

Kura-kura Leher Ular Rote | Sumber gambar: Wikipedia

Kura-kura ini adalah jenis yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Habitat asli mereka berada di perairan dekat pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sesuai namanya, kura-kura ini memiliki leher yang panjang menyerupai tubuh ular. Sayangnya, pada tanggal 11 Agustus 2020 kemarin, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam menyatakan bahwa kura-kura leher ular telah punah di habitat aslinya. Namun, saat ini pemerintah Provinsi Nusa tenggara Timur sedang berusaha untuk memulangkan kura-kura jenis ini dari kebun binatang yang berada di Singapura.

9. Anoa Pegunungan

Anoa Pegunungan

Anoa adalah hewan yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan terdapat dua spesies, yaitu Anoa Pegunungan dan Anoa Dataran Rendah. Hewan ini termasuk ke dalam golongan lembu kecil. Panjang tubuh anoa ini berkisar 122-153 cm dengan tinggi sekitar 75 cm. Bulu dari tubuh anoa pegunungan berwarna coklat gelap hingga hitam.

Umumnya, bulu pada pejantan lebih gelap dibanding betina. Baik pada anoa jantan maupun betina memiliki tanduk yang sudutnya mengarah ke belakang. Bayi anoa yang dilahirkan pada sekali reproduksi hanya satu ekor, sehingga inilah salah satu penyebab hewan endemik khas Indonesia ini menjadi spesies yang langka dan dilindungi.

10. Komodo

Komodo

Komodo atau biasa disebut dengan Komodo Dragon atau biawak Komodo adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur dan pulau-pulau di sekitarnya. Hewan endemik khas Indonesia ini juga sebagai kadal terbesar yang ada di dunia dengan panjang rata-rata 2-3 meter dan beratnya hingga 100 kilogram. Komodo merupakan pemangsa di puncak rantai makanan di habitatnya. Satwa khas Indonesia ini memiliki liur yang mengandung bakteri mematikan. Komodo adalah hewan berdarah dingin, mereka suka berteduh di bawah pohon atau goa di sekitar pulau Komodo.

Hotel & Penginapan Terbaik di Pulau Komodo

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Komodo dengan penawaran harga terbaik di Traveloka

Itulah berbagai satwa endemik di Indonesia yang menjadikan kekayaan hayati di Indonesia semakin khas dan dikenal dunia. Sayangnya kebanyakan hewan endemik Indonesia tersebut mulai terancam kepunahan sehingga sebagai traveler, kamu juga perlu berperan untuk meningkatkan kesadaran menjaga alam dan habitat ketika melakukan perjalanan ke berbagai destinasi wisata alam yang ada di Indonesia, ya!