Jembatan Kahayan: Ikon Megah Palangka Raya yang Menghubungkan Sungai dan Kota

Travel Bestie
Waktu baca 3 menit

Jembatan Kahayan adalah landmark paling terkenal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sekaligus simbol modernitas kota yang tetap berpadu dengan kekayaan budaya dan alam. Membentang di atas Sungai Kahayan yang luas, jembatan ini tidak hanya menjadi jalur transportasi penting, tetapi juga destinasi wisata yang menghadirkan pemandangan menakjubkan, aktivitas sungai yang dinamis, serta suasana sore yang begitu menenangkan.

Dengan panjang mencapai sekitar 300 meter dan struktur baja kokoh yang berdiri di atas sungai gambut terbesar di Palangka Raya, Jembatan Kahayan menjadi tempat favorit wisatawan dan penduduk lokal. Banyak yang datang sekadar menikmati angin sore, memotret panorama sungai, atau melihat aktivitas perahu klotok khas Kalimantan. Jembatan ini menjadi representasi kuat bagaimana Palangka Raya berkembang sebagai kota modern tanpa kehilangan sentuhan sungai yang menjadi identitas masyarakat Dayak sejak ratusan tahun lalu.

Terbang Bersama Traveloka

Fri, 6 Feb 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)

Mulai dari Rp 1.270.900

Thu, 19 Feb 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)

Mulai dari Rp 1.270.900

Tue, 24 Feb 2026

Garuda Indonesia

Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)

Mulai dari Rp 1.323.631

Sejarah Pembangunan Jembatan Kahayan

Jembatan Kahayan dibangun sebagai proyek strategis pemerintah untuk menyambungkan dua wilayah utama yang dipisahkan Sungai Kahayan. Sungai ini merupakan salah satu sungai terpanjang di Kalimantan Tengah dan menjadi jalur utama transportasi masyarakat Dayak Ngaju sejak masa lampau. Sebelum jembatan ada, aktivitas perpindahan mengandalkan kapal kecil atau klotok yang memakan waktu dan kurang efisien bagi mobilitas harian.

Seiring bertambahnya penduduk dan aktivitas ekonomi di Palangka Raya, kebutuhan akses yang lebih cepat dan aman menjadi sangat mendesak. Jembatan Kahayan pun akhirnya dibangun dan diresmikan pada awal 2000-an sebagai infrastruktur modern pertama di Kalimantan Tengah yang memiliki desain ikonik.

Sejak saat itu, jembatan ini menjadi penghubung vital antara pusat kota dengan kawasan seberang sungai, termasuk area pemukiman, pusat budaya, dan kawasan wisata lain di dekat pelabuhan. Kehadiran Jembatan Kahayan bukan hanya mempermudah pergerakan, tetapi juga memperkuat citra Palangka Raya sebagai kota layak huni dan berkembang.

Arsitektur Jembatan Kahayan: Kokoh, Modern, dan Ikonik

Keindahan estetika Jembatan Kahayan menjadi alasan utama mengapa jembatan ini sering tampil dalam foto-foto wisata Palangka Raya. Jembatan Kahayan memiliki desain lengkung baja berwarna kuning emas yang kontras dengan latar langit dan aliran sungai kecokelatan. Struktur lengkung ini menjadi ciri khas yang membedakan jembatan ini dari jembatan lain di Kalimantan Tengah. Material baja dipilih karena kekuatannya yang mampu menahan beban besar dan kondisi lingkungan sungai gambut yang dinamis.

Pada malam hari, lampu-lampu jembatan memancarkan cahaya keemasan yang memantul di permukaan Sungai Kahayan, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik. Banyak fotografer memanfaatkan waktu senja untuk menangkap siluet jembatan dengan latar langit jingga atau ungu.

Reling jembatan dibuat tinggi dan kokoh demi keamanan pengguna jalan. Meskipun didesain terutama untuk kendaraan, Jembatan Kahayan tetap menyediakan jalur untuk pejalan kaki yang ingin menikmati pemandangan dari titik tertinggi.

Kesan modern dan elegan dari jembatan ini membuatnya menjadi landmark visual kota. Hampir semua materi promosi wisata Palangka Raya menggunakan siluet Jembatan Kahayan sebagai gambar utama.


Pemandangan Sungai Kahayan dari Atas Jembatan

Daya tarik paling memikat dari Jembatan Kahayan adalah pemandangan tepi sungai yang luas dan eksotis. Dari atas jembatan, Sungai Kahayan tampak membentang panjang dengan warna air khas kecokelatan yang berasal dari tanah gambut. Warna ini bukan tanda pencemaran, melainkan karakter alami sungai-sungai di Kalimantan Tengah. Aliran air tenang dan permukaan sungai yang luas memberikan suasana damai yang sulit ditemukan di kota-kota besar.

Perahu klotok sering terlihat berlayar melintasi sungai, membawa penduduk lokal atau wisatawan yang sedang mengikuti tur susur sungai. Aktivitas ini memberikan gambaran kehidupan masyarakat tepian sungai yang masih mempertahankan budaya tradisional.

Pada pagi hari, kabut tipis sering menggantung di permukaan air, menciptakan pemandangan yang sangat dramatis. Sementara pada senja, cahaya matahari memantul indah di antara permukaan sungai dan lengkung baja jembatan.

Jembatan Kahayan dalam Perspektif Budaya dan Kehidupan Lokal

Keberadaan Jembatan Kahayan tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga kehidupan masyarakat. Jembatan ini adalah bagian penting dari keseharian warga Palangka Raya. Aktivitas jual beli, penghubung sekolah, akses kerja, serta hubungan sosial masyarakat banyak bergantung pada keberadaan jembatan ini.

Bagi masyarakat Dayak Ngaju, sungai Kahayan adalah bagian dari identitas budaya. Kehadiran jembatan di atas sungai membawa simbol transformasi: perjalanan Palangka Raya menuju modernitas tanpa meninggalkan nilai lokal. Banyak tradisi lokal seperti upacara adat, ritual sungai, dan festival budaya berlangsung di sekitar kawasan ini, menjadikannya ruang budaya yang terus hidup.

Tips Berkunjung ke Jembatan Kahayan

Supaya kunjungan lebih nyaman, beberapa tips berikut dapat membantu memaksimalkan pengalaman di Jembatan Kahayan.

Kenakan alas kaki yang nyaman jika ingin berjalan di sekitar jembatan. Siapkan kamera atau ponsel untuk memotret panorama sungai yang sangat fotogenik. Jika ingin mengikuti tur susur sungai, datanglah sebelum sore agar perjalanan lebih aman. Pada malam hari, tetap waspada karena beberapa area bisa lebih sepi.

Bagi pecinta fotografi, waktu terbaik adalah pukul 17.00-18.00 WITA ketika cahaya senja memantul di permukaan air. Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lokal, pagi hari adalah waktu terbaik melihat aktivitas warga di tepi sungai.

Kamu juga bisa menikmati Jembatan Kahayan di malam hari dengan menginap di kawasan sekitar jembatan. Yuk, booking hotel pakai Traveloka dan nikmati penawaran terbaiknya!


Sebagai ikon utama kota Palangka Raya, Jembatan Kahayan tidak hanya berdiri sebagai infrastruktur, tetapi sebagai ruang publik penuh makna dengan pemandangan Sungai Kahayan yang menawan. Keindahan arsitektur, aktivitas masyarakat tepi sungai, spot foto yang fotogenik, kemudahan akses, serta keberadaannya sebagai penghubung penting menjadikan jembatan ini destinasi yang wajib dikunjungi.

Kamu bisa mengeksplorasi Kota Palangka Raya dengan menggunakan Traveloka! Mulai dari pesan tiket pesawat, tiket kereta api, shuttle bus, hingga booking hotel bisa kamu lakukan hanya dengan satu aplikasi saja! Kamu juga bisa pesan tiket atraksi wisata di Palangka Raya dengan cepat dan praktis!

Dalam Artikel Ini

• Sejarah Pembangunan Jembatan Kahayan
• Arsitektur Jembatan Kahayan: Kokoh, Modern, dan Ikonik
• Pemandangan Sungai Kahayan dari Atas Jembatan
• Jembatan Kahayan dalam Perspektif Budaya dan Kehidupan Lokal
• Tips Berkunjung ke Jembatan Kahayan

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Fri, 6 Feb 2026
Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)
Mulai dari Rp 1.270.900
Pesan Sekarang
Thu, 19 Feb 2026
Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)
Mulai dari Rp 1.270.900
Pesan Sekarang
Tue, 24 Feb 2026
Garuda Indonesia
Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)
Mulai dari Rp 1.323.631
Pesan Sekarang

Jelajahi Keindahan Palangka Raya

Palangka Raya

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan