
Ada landmark yang keberadaannya melampaui fungsi infrastruktur — ia menjadi simbol, identitas, bahkan kebanggaan sebuah kota. Jembatan Kahayan adalah salah satunya. Membentang dengan kokoh di atas Sungai Kahayan yang lebar dan berwarna kecoklatan khas sungai gambut Kalimantan, jembatan ini bukan sekadar jalur penghubung dua sisi kota Palangkaraya. Ia adalah wajah modernitas Kalimantan Tengah yang tetap berakar pada kekayaan budaya Sungai Dayak — tempat di mana perahu klotok masih berlalu-lalang di bawahnya setiap hari, dan di mana sore hari selalu menjadi momen yang paling dinantikan warga dan wisatawan untuk menikmati pemandangan langit yang berubah warna di atas air. Dengan panjang sekitar 300 meter dan struktur baja yang megah, Jembatan Kahayan telah menjadi destinasi wisata tersendiri yang layak masuk dalam setiap itinerary perjalanan ke Palangkaraya.
Mulai rencanakan perjalananmu ke Palangkaraya dengan pilihan hotel terbaik dari Traveloka.
Jembatan Kahayan dibangun sebagai proyek infrastruktur strategis pemerintah untuk menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh Sungai Kahayan — sungai terbesar di Kalimantan Tengah yang membelah kota Palangkaraya menjadi dua bagian. Sebelum jembatan ini berdiri, penyeberangan antara kedua sisi kota hanya bisa dilakukan menggunakan perahu, yang tentu saja membatasi mobilitas warga dan perkembangan ekonomi kota.
Pembangunan jembatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah modern Palangkaraya — sebuah langkah konkret yang mendorong pertumbuhan kota sekaligus mempertahankan karakter sungai yang telah lama menjadi nadi kehidupan masyarakat Dayak. Hingga hari ini, jembatan ini tetap menjadi salah satu struktur paling ikonik di Kalimantan Tengah dan sering dijadikan latar belakang foto oleh siapapun yang berkunjung ke Palangkaraya.
Daya tarik utama Jembatan Kahayan bukan hanya pada strukturnya yang megah, tetapi pada totalitas pengalaman yang ditawarkan dari dan di sekitarnya. Berdiri di atas jembatan memberikan sudut pandang unik atas Sungai Kahayan yang luas — perahu klotok tradisional yang melintas di bawah, anak-anak yang berenang di tepi sungai, dan aktivitas sehari-hari masyarakat bantaran sungai yang berlangsung alami tanpa gangguan.
Pada sore hari menjelang matahari terbenam, jembatan ini menjadi salah satu spot terbaik di Palangkaraya untuk menyaksikan langit yang berubah dari biru menjadi jingga dan merah — pantulannya di permukaan Sungai Kahayan yang tenang menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik. Di malam hari, lampu-lampu jembatan yang menyala menciptakan refleksi indah di atas air, menjadikan kawasan ini memiliki pesona yang sama sekali berbeda dari siang harinya. Jelajahi lebih banyak aktivitas wisata di Palangkaraya melalui Traveloka.
Mengunjungi Jembatan Kahayan bisa dipadukan dengan berbagai aktivitas menarik di kawasan Sungai Kahayan. Wisata perahu klotok adalah salah satu pengalaman yang paling direkomendasikan — menyusuri sungai menggunakan perahu kayu bermesin khas Kalimantan memberi perspektif yang sangat berbeda atas jembatan dan kehidupan di tepi sungai. Beberapa operator wisata lokal menawarkan paket sunset cruise di Sungai Kahayan yang sangat populer di kalangan wisatawan.
Di sekitar area jembatan juga terdapat pusat kuliner pinggir sungai yang menyajikan masakan khas Kalimantan Tengah — ikan patin bakar, wadi, dan berbagai hidangan berbahan dasar hasil sungai — yang patut dicoba sambil menikmati suasana tepi air. Kawasan Flamboyan, pasar terapung lokal di tepi Sungai Kahayan yang tidak jauh dari jembatan, juga merupakan destinasi yang menarik untuk dikunjungi di pagi hari saat aktivitas perdagangan berlangsung paling ramai.
Jembatan Kahayan terletak di pusat Kota Palangkaraya dan mudah dijangkau dari berbagai titik di kota. Dari Bandara Tjilik Riwut yang melayani penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya, jarak ke Jembatan Kahayan hanya sekitar 5 hingga 10 kilometer dengan waktu tempuh 15 hingga 25 menit menggunakan kendaraan bermotor. Jembatan ini beroperasi 24 jam dan tidak memungut biaya masuk untuk pejalan kaki yang ingin menyebrang atau sekadar menikmati pemandangan dari atas jembatan. Pesan tiket pesawat ke Palangkaraya melalui Traveloka untuk memulai perjalananmu ke kota ini.
Thu, 9 Jul 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Palangkaraya (PKY)
Mulai dari Rp 1.463.900
Tue, 7 Jul 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Palangkaraya (PKY)
Mulai dari Rp 994.600
Wed, 8 Jul 2026

Super Air Jet
Semarang (SRG) ke Palangkaraya (PKY)
Mulai dari Rp 1.634.800
Datanglah sore hari antara pukul 16.00 hingga 18.00 untuk mendapatkan momen sunset terbaik dari atas jembatan — ini adalah waktu paling ramai sekaligus paling fotogenik sepanjang hari. Bawa kamera atau pastikan baterai ponselmu penuh karena pemandangan langit senja di atas Sungai Kahayan sangat layak diabadikan. Jika ingin pengalaman yang lebih mendalam, sewa perahu klotok dan nikmati pemandangan jembatan dari bawah — sudut pandang ini menghadirkan kesan yang berbeda dan tidak kalah memukau. Cuaca Palangkaraya bisa sangat panas siang hari, jadi bawa air minum yang cukup dan kenakan pakaian yang nyaman.
Palangkaraya adalah kota yang sering dilewatkan dalam peta wisata Indonesia, padahal ia menyimpan pesona budaya Dayak, ekosistem sungai gambut yang unik, dan ketenangan yang sulit ditemukan di kota-kota besar — dan tidak ada cara lebih mudah untuk sampai ke sana selain dengan memesan semuanya dari satu platform. Traveloka menyediakan tiket pesawat ke Palangkaraya dari Jakarta dan berbagai kota lainnya, pilihan hotel terbaik di kota ini, serta atraksi dan aktivitas wisata yang bisa dipesan sebelum berangkat. Buka promo Traveloka sekarang — mungkin ada penawaran tiket ke Palangkaraya yang selama ini kamu tunggu.







