
Indonesia adalah surga bahari yang sesungguhnya. Dengan lebih dari 17.000 pulau, garis pantai yang membentang lebih dari 99.000 kilometer, dan kekayaan bawah laut yang tak tertandingi, tidak ada cara yang lebih tepat untuk menjelajahi negeri ini selain dari atas air. Kapal wisata di Indonesia hadir dalam berbagai bentuk — dari kapal pesiar internasional megah yang singgah di pelabuhan-pelabuhan utama, hingga kapal pinisi tradisional yang berlayar tenang menyusuri kepulauan terpencil. Berikut panduan lengkap jenis kapal wisata yang bisa kamu nikmati di Indonesia.
Mon, 8 Jun 2026

Lion Air
Medan (KNO) ke Jakarta (CGK)
Mulai dari Rp 1.573.400
Tue, 9 Jun 2026

Lion Air
Bali / Denpasar (DPS) ke Jakarta (CGK)
Mulai dari Rp 1.437.900
Tue, 9 Jun 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Jakarta (CGK)
Mulai dari Rp 1.065.900
Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi kapal pesiar global. Pada 2025, tercatat lebih dari 215 kunjungan kapal pesiar ke seluruh pelabuhan Indonesia, dan pada 2026 angka ini diproyeksikan terus meningkat. Di Pelabuhan Benoa saja — yang kini telah menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dengan kapasitas dermaga diperpanjang hingga 500 meter — sebanyak 73 kapal pesiar mewah telah mendaftar untuk singgah sepanjang 2026.
Pelabuhan Gili Mas di Lombok juga mencatatkan 25 kapal pesiar yang dijadwalkan singgah pada 2026, membawa lebih dari 85.000 wisatawan. Bahkan Ovation of the Seas, salah satu kapal pesiar terbesar yang pernah masuk Indonesia, menjadi kapal pertama yang bersandar di Gili Mas pada awal 2026.
Kapal pesiar internasional yang rutin singgah di Indonesia antara lain Norwegian Spirit, Anthem of the Seas (Royal Caribbean), serta berbagai kapal dari Holland America Line, Princess Cruises, dan Celebrity Cruises. Pelabuhan-pelabuhan utama yang menjadi port of call meliputi:
Pinisi adalah warisan budaya maritim Indonesia yang telah berlayar selama ratusan tahun. Kapal layar tradisional khas Sulawesi ini diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2017. Pinisi tradisional dibangun menggunakan teknik pembuatan kapal leluhur oleh para pengrajin kapal di Sulawesi Selatan, dan saat ini menjadi salah satu ikon wisata bahari Indonesia yang paling dicari.
Pelayaran dengan pinisi tradisional biasanya berlangsung selama 7–14 hari, menjelajahi rute-rute terpencil yang tidak bisa dijangkau kapal pesiar besar — seperti kepulauan Spermonde, pesisir Sulawesi, atau perairan Nusa Tenggara.
Bagi yang menginginkan pengalaman berlayar ala pinisi namun dengan kenyamanan modern, kapal pinisi modern atau luxury liveaboard adalah jawabannya. Kapal-kapal ini mempertahankan estetika dan keanggunan desain pinisi tradisional, namun dilengkapi dengan kabin ber-AC, kamar mandi pribadi, restoran, bar, ruang hiburan, dek berjemur, dan peralatan lengkap untuk snorkeling, diving, dan kayaking.
Destinasi favorit untuk luxury liveaboard di Indonesia antara lain:
Indonesia memiliki jaringan ferry yang luas yang menghubungkan pulau-pulau di seluruh nusantara. Meski bukan kapal pesiar mewah, perjalanan ferry antarpulau memiliki pesonanya sendiri — dari feri yang menghubungkan Bali dan Lombok, rute legendaris Pelni yang melintasi berbagai kepulauan Indonesia Timur, hingga kapal cepat menuju Gili Islands dan Nusa Penida.
PT PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) mengoperasikan jaringan kapal penumpang yang melayani lebih dari 95 pelabuhan di seluruh Indonesia, menjadikannya tulang punggung konektivitas maritim nasional.
Bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman paling eksklusif dan personal, menyewa yacht atau kapal charter pribadi memungkinkan kamu menentukan rute sendiri, memilih destinasi yang tidak ada dalam paket wisata standar, dan menikmati keindahan laut Indonesia secara privat bersama keluarga atau kelompok kecil. Pelabuhan marina di Bali, Lombok, dan Jakarta menjadi titik tolak untuk pengalaman ini.
Pemerintah Indonesia dan Pelindo terus mengembangkan infrastruktur pelabuhan untuk mendukung pertumbuhan wisata kapal pesiar. BMTH di Benoa kini mampu menampung tiga kapal pesiar jumbo secara bersamaan dan akan dilengkapi marina untuk 180 kapal yacht. Pengembangan infrastruktur ini diharapkan menjadikan Indonesia semakin kompetitif sebagai destinasi kapal pesiar dunia, sejajar dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Sebelum berangkat menjelajahi keindahan bahari Indonesia dengan kapal wisata, rencanakan perjalananmu secara menyeluruh. Pesan tiket pesawat menuju kota keberangkatan, cari hotel yang nyaman sebelum berlayar, dan atur airport transfer menuju pelabuhan dengan mudah. Jelajahi juga berbagai tempat wisata di destinasi yang akan kamu singgahi, dan manfaatkan promo Traveloka untuk mendapatkan penawaran terbaik dalam setiap perjalanan. Semua bisa kamu rencanakan dalam satu platform di Traveloka.
Tags:
kapal wisata










