
Melintasi Jalan Slamet Riyadi di pusat Kota Sukoharjo, mata langsung tertuju pada bangunan dengan enam menara menjulang dan dua kubah hijau-kuning yang berkilau di bawah matahari. Itulah Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo, wajah baru masjid utama kabupaten yang kini menjelma jadi salah satu bangunan ibadah termegah di wilayah Solo Raya.
Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo dibangun ulang dengan arsitektur bergaya Timur Tengah dan resmi dibuka untuk umum pada 4 April 2018, menggantikan bangunan lama yang posisi kiblatnya tidak akurat. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Solo lewat Traveloka, masjid megah ini hanya berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Adi Soemarmo.
Sebelum wujudnya yang sekarang, Masjid Agung Sukoharjo lama berdiri dengan gaya arsitektur Jawa yang lebih sederhana. Masalah muncul ketika diketahui posisi kiblat masjid lama ternyata menyerong ke kanan dan tidak menghadap arah kiblat yang sesungguhnya, sebuah persoalan teknis yang cukup serius untuk masjid sebesar dan sepenting ini.
Menjawab persoalan tersebut, pemerintah Kabupaten Sukoharjo memutuskan membangun ulang masjid dari nol di lahan yang sama, kali ini dengan perhitungan arah kiblat yang akurat sejak awal perencanaan. Proses pembangunan rampung pada Desember 2017.
Masjid baru ini resmi dibuka untuk umum pada Jumat, 4 April 2018, dengan peresmian yang dilakukan langsung oleh Bupati Sukoharjo saat itu, Wardoyo Wijaya. Sejak saat itu, Masjid Agung Baiturrahman menjadi pusat ibadah dan syiar Islam utama sekaligus kebanggaan baru warga Sukoharjo.

Indonesia

Tiket Saloka Theme Park

8.9/10
Tuntang
Rp 102.000
Berbeda dari bangunan lamanya yang bergaya Jawa, masjid baru ini tampil dengan wajah arsitektur yang jauh lebih megah dan berbeda dari kebanyakan masjid di Jawa Tengah.
Masjid ini memiliki total enam menara, dengan empat menara besar yang menjulang tinggi mengapit bangunan utama, menciptakan siluet yang mudah dikenali dari kejauhan.
Dua kubah bercat kombinasi hijau dan kuning terpasang di atap masjid, satu di atap utama dan satu lagi di atap beranda, memberi sentuhan warna yang mencolok namun tetap elegan.
Detail lengkungan, ornamen, dan proporsi bangunan mengadopsi gaya Timur Tengah, menjadikan masjid ini tampil kontras sekaligus melengkapi lanskap kota yang sebelumnya didominasi arsitektur Jawa.
Berdiri di lahan seluas 7.713 meter persegi dengan luas bangunan 2.805 meter persegi, masjid dua lantai ini dirancang untuk menampung ribuan jemaah sekaligus, jauh lebih besar dari kapasitas bangunan lama.
Selain menjadi tempat ibadah, ada beberapa alasan konkret yang membuat masjid ini layak dikunjungi saat berada di Sukoharjo.
Statusnya sebagai masjid terbesar di Sukoharjo membuat bangunan ini jadi tolok ukur baru arsitektur religi di wilayah tersebut, dengan skala dan kemewahan yang belum pernah dimiliki masjid sebelumnya di kota ini.
Halaman masjid yang luas ditata dengan taman yang rindang, menjadikannya tempat yang nyaman untuk duduk sejenak sambil menikmati suasana kota sebelum atau sesudah beribadah.
Kelengkapan seperti perpustakaan dan lift jarang ditemukan di masjid kabupaten seukuran Sukoharjo, menjadikan bangunan ini setara dengan masjid-masjid agung di kota besar.
Kompleks masjid ini menawarkan lebih dari sekadar ruang salat bagi pengunjung yang datang.
Masjid ini aktif menggelar kajian keagamaan, kegiatan Ramadan, hingga salat Jumat dan hari besar Islam yang selalu ramai dihadiri warga Sukoharjo dan sekitarnya.
Fasilitas perpustakaan yang tersedia memungkinkan pengunjung memperdalam wawasan keislaman sekaligus bersantai di sela waktu istirahat.
Taman yang luas dan teduh cocok untuk melepas lelah sejenak, terutama bagi musafir yang singgah dalam perjalanan lintas Solo-Sukoharjo-Wonogiri.
Fasilitas di masjid ini terbilang lengkap, bahkan menyediakan layanan yang jarang ada di masjid kabupaten pada umumnya.
Tersedia lima kamar penginapan musafir bagi pengunjung yang membutuhkan tempat istirahat, lengkap dengan ruang khusus untuk imam dan ruang bagi marbot serta takmir masjid.
Sebagai masjid dua lantai, fasilitas lift memudahkan akses bagi jemaah lanjut usia atau berkebutuhan khusus menuju lantai atas.
Lahan parkir yang luas serta tempat wudu dan toilet yang terpisah untuk jemaah pria dan wanita melengkapi kenyamanan beribadah di sini.
Sun, 29 Nov 2026

Garuda Indonesia
Jakarta (CGK) ke Solo (SOC)
Mulai dari Rp 1.238.442
Mon, 9 Nov 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Solo (SOC)
Mulai dari Rp 875.200
Tue, 10 Nov 2026

Super Air Jet
Bali / Denpasar (DPS) ke Solo (SOC)
Mulai dari Rp 1.281.900
Berlokasi di Jalan Brigadir Jenderal Slamet Riyadi 47, Johosari, masjid ini mudah dijangkau dari berbagai titik di Solo Raya.
Dari Bandara Internasional Adi Soemarmo di Solo, perjalanan darat menuju masjid ini memakan waktu sekitar 30-40 menit, tergantung kondisi lalu lintas kota.
Bagi yang datang dari Jakarta, Surabaya, atau kota lain di Jawa, Anda bisa memesan Tiket Kereta ke Solo turun di Stasiun Purwosari, lalu melanjutkan perjalanan sekitar 20 menit ke Sukoharjo dengan taksi atau ojek daring.
Jalur Solo-Sukoharjo sudah beraspal mulus dan mudah dilalui. Untuk fleksibilitas lebih, Anda bisa memanfaatkan sewa mobil di Solo untuk menjelajahi Sukoharjo dan sekitarnya dalam satu hari.
Setelah berkunjung ke masjid, beberapa destinasi berikut bisa melengkapi perjalanan Anda di Sukoharjo.
Tak jauh dari masjid, alun-alun ini punya menara jam raksasa yang jadi ikon foto favorit, dilengkapi area pejalan kaki luas, taman bermain anak, dan air mancur menari yang ramai dikunjungi sore hari.
Berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota, waduk seluas puluhan hektare ini menawarkan panorama matahari terbenam yang memantul indah di permukaan air tenangnya.
Sebagai sentra jamu tradisional terkenal di Indonesia, pasar ini menjual aneka ramuan herbal dari puluhan pedagang, cocok untuk pengalaman budaya sekaligus berburu oleh-oleh khas Sukoharjo.
Beberapa tips berikut membantu kunjungan Anda berjalan lebih lancar dan nyaman.
Sebagai masjid aktif, pastikan berpakaian sopan terutama saat berkeliling menikmati arsitektur bangunan di luar jam ibadah.
Agar tidak mengganggu kekhusyukan jemaah, jadwalkan sesi foto di sela-sela waktu salat, terutama menjelang salat Jumat yang biasanya paling ramai.
Cahaya sore memberi efek dramatis pada kubah hijau-kuning dan menara masjid, waktu terbaik untuk mengabadikan kemegahan arsitektur bangunan ini.
Karena jaraknya berdekatan, rencanakan kunjungan masjid sekaligus dengan menikmati suasana Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo di hari yang sama.

Indonesia

Sarila Hotel Sukoharjo

7.7/10
•


Bendosari
Rp 150.094
Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo adalah bukti bagaimana sebuah masjid kabupaten bisa tumbuh menjadi landmark arsitektur yang membanggakan, lahir dari koreksi arah kiblat yang justru melahirkan bangunan jauh lebih megah dari sebelumnya. Enam menara dan dua kubah hijau-kuningnya kini jadi penanda visual utama Kota Sukoharjo.
Dipadukan dengan Alun-Alun Satya Negara, Waduk Mulur, dan Pasar Jamu Nguter yang berjarak dekat, kunjungan ke masjid ini bisa jadi awal dari perjalanan singkat menjelajahi sisi religi, alam, dan budaya khas Sukoharjo yang masih jarang dijamah wisatawan luar kota.
Traveloka adalah aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke berbagai penjuru Solo Raya, termasuk Sukoharjo. Pesan Tiket Pesawat ke Solo atau Tiket Kereta ke Solo, lengkapi dengan Hotel di Sukoharjo, lalu tambahkan Aktivitas di Solo untuk melengkapi perjalanan Anda ke Solo Raya.
Nikmati kemudahan memesan semua kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi, mulai dari sewa mobil hingga eSIM dan asuransi perjalanan, dengan opsi pembayaran fleksibel seperti Traveloka PayLater atau metode lokal seperti transfer bank, GoPay, dan OVO. Unduh aplikasi Traveloka sekarang, salah satu aplikasi travel dengan rating terbaik di Google Play Store dan App Store di Asia Tenggara, dan mulai rencanakan perjalanan religi Anda ke Sukoharjo.






