
Di antara deretan air terjun Bali Utara, Kroya Waterfall menawarkan sesuatu yang berbeda. Air terjun ini memiliki seluncuran alami dari batu yang bisa kamu naiki langsung menuju kolam di bawahnya.
Kroya Waterfall tersembunyi di desa pegunungan Sambangan, Buleleng, dan berada di kawasan yang sama dengan Aling-Aling Waterfall.
Tebing batu hitam, hutan tropis, dan udara yang sejuk membuat suasananya terasa jauh dari keramaian. Berikut ulasan lengkap tentang lokasi, daya tarik, fasilitas, tiket masuk, hingga tips berkunjung ke Kroya Waterfall.
Kroya Waterfall berada di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Air terjun ini termasuk dalam rangkaian jalur Secret Garden Sambangan. Dari Denpasar, perjalanan sekitar 90 kilometer atau 2 sampai 3 jam, sedangkan dari Singaraja atau Lovina hanya sekitar 30 hingga 45 menit.
Dari area parkir, kamu masih harus berjalan kaki menuruni jalur. Sebagian sumber menyebutnya sekitar 170 anak tangga, dengan waktu tempuh yang dilaporkan antara 8 menit hingga satu jam tergantung kecepatan.
Kroya sendiri dekat dengan Aling-Aling Waterfall, sehingga keduanya sering dikunjungi sekaligus.
Sun, 25 Oct 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 666.400
Thu, 19 Nov 2026

Wings Air
Lombok (LOP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 736.000
Sat, 31 Oct 2026

AirAsia Indonesia
Labuan Bajo (LBJ) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 749.000
Walau tidak sebesar air terjun terkenal lain, tempat ini punya beberapa hal yang membuatnya seru:
Aliran air selama bertahun-tahun membentuk permukaan batu yang halus dan landai. Pengunjung bisa meluncur dari atas ke kolam, biasanya dengan pendampingan pemandu.
Bagi yang ingin sensasi lebih, tersedia titik lompat sekitar 5 meter di atas kolam. Selalu cek kondisi air dan ikuti arahan pemandu sebelum melompat.
Air terjun setinggi sekitar 12 meter jatuh ke kolam dengan kedalaman sekitar 3 meter. Alirannya dilaporkan tidak terlalu deras sehingga cukup aman untuk berenang di kondisi normal.
Dinding batu gelap yang mengapit air terjun kontras dengan hijau hutan dan putihnya aliran air. Cahaya pagi membuat suasananya terlihat paling indah untuk berfoto.
Fasilitasnya cukup memadai untuk kawasan wisata alam yang dikelola warga. Beberapa yang bisa kamu temukan:
Kamu perlu membawa baju ganti jika ingin berenang atau meluncur. Gunakan tas atau kantong tahan air untuk menyimpan ponsel dan barang berharga.
Tiket masuk Kroya Waterfall dilaporkan sekitar Rp20.000 per orang. Pemandu lokal tersedia di lokasi dengan tarif sekitar Rp70.000 hingga Rp125.000 per orang, dan paket pemandu di loket biasanya dimulai dari sekitar Rp125.000. Karena paket dan harga bisa berubah, tanyakan rincian terbaru di loket sebelum membayar.
Air terjun ini dilaporkan buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Siapkan uang tunai secukupnya karena sinyal di area pegunungan tidak selalu stabil.
Agar kunjunganmu aman dan menyenangkan, perhatikan hal berikut:
Musim terbaik adalah April hingga September, saat jalur lebih kering dan tidak terlalu licin. Pagi hari juga memberi suasana lebih tenang dan cahaya yang lebih bagus.
Jalurnya tidak rata dan kadang licin. Sepatu trekking atau sandal gunung akan jauh lebih aman daripada sandal jepit.
Pemandu tahu kondisi air dan batu yang aman. Jangan mencoba lompat tebing atau meluncur tanpa arahan, terutama setelah hujan.
Kolam dan seluncuran pasti membuat pakaianmu basah. Bawa kembali sampah milikmu agar kawasan ini tetap bersih.
Karena berada di Sambangan, kamu bisa menggabungkan kunjungan ini dengan beberapa tempat berikut:
Aling-Aling Waterfall adalah air terjun terbesar di jalur Secret Garden Sambangan, dengan tinggi sekitar 35 meter. Letaknya hanya sekitar 5 menit berjalan dari Kroya. Karena dianggap sakral, area ini biasanya tidak dipakai untuk lompat atau meluncur.
Kembar dan Pucuk Waterfall berada di jalur yang sama dan dapat dijangkau lewat jalur samping dari rute utama. Pucuk dilaporkan agak sulit dicapai. Cocok untuk kamu yang ingin menuntaskan keempat air terjun dalam satu tiket.
Gitgit Waterfall adalah salah satu air terjun paling mudah diakses di Bali Utara. Jalannya relatif sederhana sehingga cocok untuk pengunjung yang ingin kunjungan lebih santai. Lokasinya sekitar 20 menit berkendara dari kawasan Aling-Aling.
Penginapan di sekitar Sambangan tidak terlalu banyak. Berikut beberapa pilihan di sekitar Aling-Aling dan Munduk yang bisa kamu pertimbangkan:
Uma Nirmala Aling-Aling berada di Desa Sambangan. Terdapat 7 villa non-smoking dengan taman, WiFi gratis, dan parkir gratis. Resepsionis juga membantu mengatur tiket tur, cocok untuk kamu yang ingin dekat dengan jalur air terjun.
Puri Saron Baruna Beach Cottages berada di Desa Pemaron, Lovina, Buleleng, Bali. Hotel ini menyediakan fasilitas mewah untuk para tamu, termasuk layanan spa nomor satu.
Kalau kamu berniat menginap dalam jangka waktu yang lama, Puri Saron Baruna Beach Cottages adalah pilihan tepat.
Berbagai fasilitas yang tersedia dan kualitas pelayanan yang baik akan membuat Anda merasa sedang berada di rumah sendiri.
Munduk Cabins by Desa Hay, penginapan bergaya kabin, berada di dekat Pura Puseh, Munduk. Tersedia restoran, kolam renang outdoor, dan bar.
Cocok untuk kamu yang ingin menginap dengan suasana santai di dataran tinggi sebelum atau sesudah menjelajah air terjun Buleleng.
Kroya Waterfall adalah tempat untuk kamu yang ingin air terjun yang bisa dimainkan, bukan hanya dipandangi. Seluncuran batu, kolam jernih, dan tebing hitam membuat petualangan di Sambangan terasa seru dari awal hingga akhir.
Rencanakan liburan mulai dari pesan hotel, tiket pesawat, hingga cari aktivitas wisata air terjun lainnya di Bali, semuanya bisa dilakukan dalam satu aplikasi di Traveloka.
Untuk perjalanan darat, kamu bisa sewa mobil atau beli tiket bus & travel, dan manfaatkan Promo Traveloka agar biaya liburan lebih hemat.
Jadi, siapkan baju ganti dan sepatu yang kuat, lalu rasakan sendiri serunya meluncur di Kroya Waterfall!






