25 Makanan Khas Yogyakarta yang Wajib Dicoba, dari Gudeg hingga Wedang Ronde!

Mas Bellboy
Waktu baca 8 menit

Yogyakarta bukan hanya kota seni dan budaya — kota ini juga merupakan surga kuliner yang menyimpan kekayaan cita rasa tak tertandingi. Dari makanan berat berbumbu rempah yang kaya hingga camilan tradisional yang manis, setiap sudut Jogja menawarkan pengalaman makan yang tak mudah dilupakan. Jika kamu berencana berkunjung, siapkan dirimu untuk petualangan rasa yang sesungguhnya.

Berikut adalah 25 makanan khas Yogyakarta yang wajib masuk dalam daftar cicimanmu. Pesan tiket pesawat ke Yogyakarta sekarang dan mulailah merencanakan perjalanan kuliner terbaikmu!

1. Gudeg

Makanan Khas Jawa - Gudeg

Tidak ada yang lebih ikonik dari gudeg ketika membicarakan makanan khas Yogyakarta. Hidangan ini terbuat dari nangka muda yang dimasak perlahan bersama santan dan rempah-rempah pilihan hingga berwarna cokelat gelap yang menggoda. Rasanya manis dan kaya akan bumbu Jawa, disajikan lengkap dengan nasi, ayam kampung, telur, tahu, dan sambal krecek yang pedas. Mengunjungi Jogja tanpa mencicipi gudeg rasanya memang benar-benar belum lengkap.

2. Krecek

Krecek adalah pendamping setia gudeg yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau yang dimasak dalam santan bercampur sambal. Cita rasanya pedas dan gurih dengan tekstur yang unik — kenyal di dalam namun sedikit renyah di luar. Perpaduan krecek dan gudeg menciptakan harmoni rasa manis-pedas yang khas dan adiktif. Keduanya hampir selalu hadir bersama di piring yang sama.

3. Oseng-oseng Mercon

Bagi para pencinta pedas sejati, oseng-oseng mercon adalah tantangan kuliner yang wajib dicoba. Hidangan legendaris ini menggabungkan daging sapi, lemak sapi (koyor), dan cabai rawit dalam jumlah yang tidak tanggung-tanggung. Namanya yang mengacu pada mercon bukan tanpa alasan — sensasi pedasnya benar-benar terasa seperti ledakan di mulut. Ini adalah salah satu kuliner Jogja yang paling berkesan bagi siapa saja yang berani mencobanya.

4. Bakmi Jawa

Bakmi Jawa adalah mie rebus yang dimasak dengan bumbu Jawa khas, tersedia dalam dua variasi populer: bakmi rebus dan bakmi godog. Teksturnya lembut dengan kuah gurih yang meresap sempurna ke dalam setiap helai mie. Proses memasaknya yang masih menggunakan arang memberikan aroma dan cita rasa yang sulit ditiru. Semangkuk bakmi Jawa hangat cocok dinikmati di malam hari sambil menikmati suasana Jogja.

5. Sate Klatak

Sate Klatak - Makanan khas Yogyakarta

Sate Klatak memiliki keunikan yang langsung mencolok sejak pertama kali dilihat: daging kambing pilihan ditusuk menggunakan batang besi, bukan tusuk bambu biasa. Bumbunya sederhana — hanya garam dan ketumbar — namun justru kesederhanaan ini yang membuat cita rasa asli daging kambing semakin menonjol. Disajikan bersama nasi putih, kuah kari, dan cabai rawit, sate ini memiliki karakter rasa yang benar-benar berbeda dari sate kambing lainnya. Wajib dicoba bagi penikmat sate sejati.

6. Tiwul

Tiwul adalah pengganti nasi tradisional yang terbuat dari singkong kering (gaplek) yang digiling hingga halus. Tampilannya berwarna cokelat dengan tekstur bergerindil yang khas, dan bisa disajikan dengan rasa manis maupun gurih tergantung selera. Kandungan karbohidratnya yang tinggi menjadikan tiwul sebagai makanan mengenyangkan yang sudah menemani masyarakat Jogja selama berabad-abad. Mencicipi tiwul berarti merasakan sepotong sejarah kuliner Jawa yang autentik.

7. Tengkleng

Tengkleng adalah hidangan berbasis daging dan tulang kambing yang disajikan dalam kuah ringan namun kaya rasa, mirip gulai namun lebih segar. Potongan tulang kambing — kadang termasuk jeroan — dimasak hingga empuk dengan bumbu yang meresap sempurna. Kuahnya yang gurih dan menyegarkan membuat hidangan ini berbeda dari olahan kambing lainnya. Satu mangkuk tengkleng sudah cukup untuk membuat siapapun ketagihan.

8. Bakpia Pathok

Bakpia Pathok adalah souvenir kuliner paling populer dari Yogyakarta, berbentuk bulat kecil dengan berbagai pilihan isian seperti kacang hijau, cokelat, keju, hingga durian. Kulitnya lembut dengan tekstur yang meleleh di mulut, sementara isiannya padat dan manis. Nama "Pathok" merujuk pada daerah Patuk tempat bakpia ini pertama kali dipopulerkan. Hampir tidak ada wisatawan yang pulang dari Jogja tanpa membawa kotak bakpia untuk keluarga di rumah.

9. Brongkos

Brongkos adalah hidangan khas Jawa yang memadukan potongan daging sapi, kacang hijau, tempe, dan keluak dalam saus santan kental yang kaya bumbu. Warna hitam pekat dari keluak menciptakan tampilan dan aroma yang khas, mengingatkan pada rawon namun dengan karakter rasa tersendiri. Setiap suapan menawarkan kedalaman rasa yang berlapis — gurih, sedikit pahit dari keluak, dan manis dari santan. Ini adalah salah satu hidangan Jawa yang paling otentik dan patut dicari.

Sambil menjelajahi kuliner Jogja, kamu bisa sekalikan mengunjungi berbagai tempat wisata menarik di sekitarnya. Untuk kemudahan berpindah dari satu sudut kota ke sudut lainnya, pertimbangkan sewa mobil agar perjalanan kulinermu semakin leluasa.

Temukan penginapan terbaik di Yogyakarta untuk melengkapi pengalaman kulinermu yang tak terlupakan.

10. Ayam Geprek

Ayam geprek adalah inovasi kuliner modern yang lahir di Yogyakarta dan kini telah menaklukkan seluruh Indonesia. Konsepnya sederhana namun brilliant: ayam goreng tepung yang renyah dihancurkan (geprek) lalu dilapisi sambal bawang putih yang sangat pedas. Perpaduan tekstur renyah ayam dengan sambal yang menggigit menciptakan pengalaman makan yang memuaskan. Tak heran jika ayam geprek kini menjadi salah satu makanan paling digemari di nusantara.

11. Tongseng Kambing

Tongseng Kambing - Makanan khas Yogyakarta

Tongseng kambing menawarkan perpaduan rasa manis, pedas, dan gurih dalam satu mangkuk yang harmonis. Kuah santannya lebih ringan dibandingkan gulai, diperkaya dengan kecap manis, kol segar, dan potongan tomat yang memberikan sentuhan segar. Daging kambingnya empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. Ini adalah comfort food sejati yang menghangatkan perut dan hati sekaligus.

12. Sayur Lodeh

Sayur lodeh adalah masakan rumahan Jawa yang paling klasik — kuah santan kental yang memeluk beragam sayuran seperti labu siam, terong, kacang panjang, tahu, dan tempe. Bumbu-bumbunya meliputi bawang merah, bawang putih, kemiri, dan lengkuas yang ditumis hingga harum sebelum dicampur dengan santan. Rasanya creamy, gurih, dan sangat mengenyangkan, cocok disantap dengan nasi putih hangat. Sajian sederhana ini adalah representasi sempurna dari kekayaan masakan Jawa sehari-hari.

13. Nasi Kucing

Nasi kucing — atau sego kucing dalam bahasa Jawa — adalah ikon kuliner angkringan yang paling dicintai. Dinamai sesuai ukuran porsinya yang sekecil porsi makan kucing, nasi ini dibungkus dengan daun pisang dan kertas cokelat bersama lauk sederhana seperti sambal ikan teri atau tempe goreng. Justru kesederhanaannya yang membuat nasi kucing memiliki daya tarik tersendiri. Duduk di angkringan pinggir jalan sambil menikmati nasi kucing adalah pengalaman Jogja yang paling autentik.

14. Mangut Lele

Mangut lele adalah hidangan yang menonjolkan lele asap sebagai bintang utamanya, dimasak dalam kuah santan pedas yang kaya rempah. Proses pengasapan memberikan aroma dan cita rasa yang dalam pada daging lele sebelum direbus bersama kuah santannya. Disajikan dengan nasi panas dan sambal, mangut lele adalah perpaduan sempurna antara teknik memasak tradisional dan cita rasa yang memanjakan lidah. Ini adalah hidangan yang membuktikan betapa kayanya khazanah kuliner Jogja.

15. Yangko

Yangko adalah camilan tradisional Yogyakarta yang tampilannya langsung menarik perhatian dengan warna-warninya yang cerah. Terbuat dari tepung ketan dan gula, teksturnya kenyal mirip mochi dengan rasa manis yang lembut. Camilan ini sangat populer sebagai souvenir khas Jogja yang praktis dibawa pulang. Setiap gigitan yangko menghadirkan kelezatan tradisional yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.

16. Ayam Kalasan

Ayam Kalasan berasal dari Kecamatan Kalasan, Sleman, dan terkenal dengan bumbu khasnya yang terdiri dari bawang putih, ketumbar, dan kemiri yang diresapkan sempurna ke dalam daging ayam. Proses marinasi yang panjang memastikan setiap serat daging menyerap bumbu secara merata sebelum digoreng hingga keemasan. Disajikan dengan kerupuk rambak dan sambal, ayam ini memiliki cita rasa yang berbeda dari ayam goreng pada umumnya. Kelezatan ayam Kalasan sudah diakui dan dicintai selama puluhan tahun.

17. Geplak

Geplak adalah camilan manis tradisional yang terbuat dari kelapa parut dan gula yang ditekan menjadi bentuk bulat atau persegi dengan warna-warna cerah seperti merah muda, putih, dan hijau. Rasanya sangat manis dengan tekstur yang padat dan sedikit kenyal, memberikan sensasi makan yang unik. Kehadirannya yang berwarna-warni membuat geplak selalu menarik perhatian di toko oleh-oleh Jogja. Camilan ini adalah contoh indah bagaimana kesenian dan kuliner berpadu dalam tradisi Jawa.

18. Gudeg Manggar

Gudeg manggar adalah variasi unik dari gudeg konvensional yang menggunakan bunga kelapa muda (manggar) sebagai pengganti nangka. Teksturnya sedikit berserat namun rasanya lebih gurih dibandingkan gudeg nangka biasa, memberikan dimensi rasa yang berbeda namun sama-sama memanjakan. Disajikan lengkap dengan kari ayam, sambal krecek, dan nasi panas, gudeg manggar adalah pilihan bagi mereka yang ingin mengeksplorasi variasi gudeg Jogja lebih dalam. Tidak banyak warung yang menyajikannya, sehingga menemukannya sudah menjadi petualangan tersendiri.

Jangan lewatkan berbagai aktivitas seru selama di Yogyakarta — mulai dari wisata budaya hingga kuliner malam yang tak pernah sepi.

19. Mie Lethek

Mie lethek adalah mie tradisional dari Bantul yang dibuat dari tepung singkong tanpa pewarna buatan maupun pengawet, sehingga menghasilkan warna abu-abu kecokelatan yang membuatnya disebut "lethek" atau kusam dalam bahasa Jawa. Di balik penampilannya yang sederhana, mie ini menyimpan cita rasa yang kaya dan tekstur yang kenyal alami. Bisa diolah menjadi mie goreng, sup, maupun nyemek (setengah berkuah), pilihan penyajiannya pun beragam. Mie lethek adalah bukti bahwa kesederhanaan bahan tidak pernah menghalangi kelezatan yang luar biasa.

20. Kue Kipo

Kue kipo adalah kue kecil yang berasal dari Kotagede, terbuat dari tepung ketan berisi kelapa parut manis yang dipanggang di atas daun pisang. Warna hijaunya yang alami berasal dari pandan, sementara aromanya yang khas langsung menggugah selera begitu kue ini dikeluarkan dari panggangan. Ukurannya yang mungil membuat kue ini cocok dijadikan camilan atau souvenir kuliner yang unik. Cita rasa manis dan aroma pandannya menjadikan kue kipo sebagai salah satu kue tradisional Jogja yang paling berkesan.

21. Wajik

Wajik adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan dan gula merah hingga mengental dan berwarna cokelat mengkilap. Selain lezat, wajik memiliki makna simbolis yang dalam dalam budaya Jawa — ia kerap hadir dalam perayaan pernikahan dan berbagai upacara keluarga sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan. Teksturnya lengket dengan rasa manis yang kaya, menjadikannya paduan sempurna antara makanan dan tradisi. Mencicipi wajik berarti merasakan sepotong kearifan budaya Jawa yang masih hidup hingga hari ini.

22. Apem

Apem adalah kue tradisional Jawa yang sarat makna, biasanya dibuat menjelang Ramadan sebagai simbol permohonan maaf dan rasa syukur. Terbuat dari tepung beras, gula, kelapa muda, santan, telur, dan ragi, apem memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang tidak berlebihan. Kehadirannya dalam berbagai upacara adat menjadikan apem lebih dari sekadar makanan — ia adalah media ekspresi nilai-nilai luhur budaya Jawa. Mencicipinya di Jogja memberikan konteks budaya yang memperkaya setiap suapan.

23. Jadah Tempe

Jadah tempe adalah kombinasi kuliner yang mungkin terdengar sederhana namun ternyata sangat memanjakan lidah: pasta kedelai fermentasi (tempe) yang disajikan bersama beras ketan yang dipadatkan. Perpaduan rasa gurih tempe dan sedikit manisnya jadah menciptakan kontras yang menarik, sering dinikmati layaknya sandwich dengan tambahan cabai rawit untuk sensasi pedas. Makanan ini adalah contoh sempurna bagaimana bahan-bahan sederhana bisa menghasilkan cita rasa yang luar biasa. Jadah tempe adalah kuliner autentik Jogja yang belum banyak diketahui wisatawan luar daerah.

24. Wedang Ronde

Wedang ronde adalah minuman penghangat yang sempurna untuk dinikmati di malam hari Jogja — bola-bola ketan berisi kacang yang kenyal disajikan dalam kaldu jahe hangat yang menenangkan. Meski asal-usulnya dapat ditelusuri ke tradisi Tiongkok (tangyuan), wedang ronde sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner malam Yogyakarta selama berabad-abad. Rasa jahenya yang hangat mengalir lembut ke seluruh tubuh, menjadikannya pilihan favorit di musim hujan maupun malam yang sejuk. Semangkuk wedang ronde adalah penutup sempurna untuk satu hari penuh berpetualangan kuliner di Jogja.

25. Mie Rebus Jawa (Bakmi Godog)

Sebagai variasi dari bakmi Jawa yang perlu dikenal secara tersendiri, bakmi godog adalah sajian mie kuah yang dimasak di atas bara arang dengan bumbu Jawa yang khas. Kuahnya bening namun dalam rasanya, dengan mie yang lembut dan tambahan sayuran serta protein yang lengkap. Proses memasaknya yang lambat dan telaten menggunakan arang menghasilkan cita rasa yang tidak bisa ditiru oleh kompor modern. Di tangan penjual bakmi Jawa yang berpengalaman, semangkuk bakmi godog bisa menjadi salah satu momen makan paling berkesan dalam perjalananmu ke Jogja.

Tips Perjalanan Kuliner ke Yogyakarta

Merencanakan perjalanan kuliner ke Yogyakarta akan jauh lebih menyenangkan dengan persiapan yang matang. Kamu bisa memilih moda transportasi sesuai preferensi — naik tiket kereta adalah pilihan populer yang nyaman, atau bisa juga menggunakan tiket bus dari berbagai kota besar di Jawa. Setibanya di Yogyakarta, Airport transfer tersedia untuk menjemputmu langsung dari Bandara YIA menuju pusat kota dengan nyaman.

Untuk urusan akomodasi, pilihlah hotel yang berlokasi strategis agar mudah mengakses berbagai warung dan restoran legendaris. Jangan lupa pantau promo Traveloka — kamu bisa mendapatkan diskon signifikan untuk berbagai kebutuhan perjalananmu. Kode promo GUDEG misalnya, memberikan diskon hingga Rp2 juta untuk pemesanan melalui Traveloka.

Sebelum berangkat, pastikan kamu sudah memesan tiket penerbangan ke Yogyakarta agar perjalananmu dimulai dengan sempurna.

Discover Flights With Traveloka

Mon, 28 Sep 2026

FlyJaya

Jakarta (HLP) ke Yogyakarta (JOG)

Mulai dari Rp 1.192.770

Tue, 29 Sep 2026

Citilink

Jakarta (HLP) ke Yogyakarta (JOG)

Mulai dari Rp 1.403.900

Mon, 14 Sep 2026

Citilink

Banjarmasin (BDJ) ke Yogyakarta (JOG)

Mulai dari Rp 3.510.745

Pesan Perjalananmu dengan Traveloka

Traveloka adalah aplikasi perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya oleh lebih dari 100 juta pengguna untuk merencanakan setiap aspek perjalanan mereka. Dengan Traveloka, kamu bisa bandingkan ratusan pilihan tiket pesawat dan hotel dalam satu pencarian, lalu bayar dengan GoPay, OVO, transfer bank, atau Traveloka PayLater yang fleksibel — semua tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Mulai dari pesan tiket pesawat ke Yogyakarta, cari hotel dekat kawasan kuliner legendaris, hingga booking aktivitas wisata, semuanya bisa dilakukan dalam genggaman tanganmu.

Keunggulan Traveloka tidak berhenti di sana. Fitur perbandingan harga yang canggih memastikan kamu selalu mendapatkan penawaran terbaik, sementara berbagai pilihan pembayaran membuatnya mudah diakses oleh semua kalangan. Asuransi perjalanan juga tersedia langsung di aplikasi untuk memberikan ketenangan pikiran selama di perjalanan. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan rencanakan petualangan kuliner Yogyakartamu — karena 25 makanan khas yang sudah dibahas di atas hanya menunggu untuk kamu cicipi sendiri!

Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan