IDR
Pay
Log In
Daftar
traveloka
Explore
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Reno Nismara

18 Sep 2019 - 5 min read

Membuka Gerbang Flores di Labuan Bajo

Bersama Rikas Harsa

Labuan Bajo terus berkembang. Berawal dari kelurahan, tempat ini kemudian dikembangkan menjadi kota seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang hadir. Ragam keseruan yang ditawarkan, antara lain aktivitas-aktivitas alam dengan keindahan Flores sebagai latar, mendorong Labuan Bajo jadi destinasi incaran.

Kondisi geografis Flores yang mayoritas perairan membuat kawasan-kawasannya harus ditelusuri dengan kapal, dan ini semakin mendongkrak pesona Labuan Bajo. Sebagai kota pelabuhan, banyak yang menjadikan Labuan Bajo titik keberangkatan mengitari pulau-pulau di Flores — Komodo dan sekitarnya — dalam satu hari, alias island-hopping.

Bersama Rikas Harsa yang dikenal sebagai pembawa acara My Trip My Adventure Trans TV, Traveloka menjelajahi Labuan Bajo beserta sekitarannya dan menyajikan keindahan yang kami temukan di sana ke hadapan Anda.

Satu Hari, Empat Pulau Disinggahi

Dari hamparan hijau sabana, pasir putih bersih, laut biru jernih, hingga warna-warni terumbu karang, wilayah kepulauan di Flores dikenal atas panorama yang menakjubkan. Pesonanya semakin bertambah dengan deretan fauna yang ada, terutama komodo yang sudah melegenda. Khusus untuk Anda, Rikas Harsa mencoba petualangan island-hopping di sana dan menemukan ekosistem bahari yang menawan di pulau-pulau berikut.

Lokasi: 1 jam dengan perahu motor dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Aktivitas yang bisa dilakukan: diving, snorkeling, trekking, bersampan, memancing.

Info:

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp5.000/orang pada hari biasa dan Rp7.500/orang tiap Minggu dan hari libur nasional. Sementara wisatawan asing Rp150.000/orang pada hari biasa dan Rp225.000/orang tiap Minggu dan hari libur nasional.
Dikenal sebagai habitat komodo, pulau ini memiliki Taman Nasional Komodo Pulau Rinca.
Pulau ini juga memiliki sabana luas yang menjadi tempat tinggal kerbau dan rusa.
Perjalanan dari gapura Taman Nasional Komodo Pulau Rinca ke perbukitan pulau membutuhkan trekking 30 menit.
"Melihat komodo di sini rasanya seperti traveling ke masa lampau."
- Rikas Harsa

Lokasi: 2 jam dengan perahu motor dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Aktivitas yang bisa dilakukan: diving, snorkeling, trekking, bersampan.

Info:

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp5.000/orang pada hari biasa dan Rp7.500/orang tiap Minggu dan hari libur nasional. Sementara wisatawan asing Rp150.000/orang pada hari biasa dan Rp225.000/orang tiap Minggu dan hari libur nasional.
Pulau ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991.
Dari puncak bukit, Anda bisa melihat "pelana" yang menghubungkan dua bagian pulau.
Perbukitan di sini diselimuti warna hijau pada Februari – Juni, namun bila Anda lebih suka bukit dengan warna kekuningan maka datanglah pada Juli – Desember.
"Walau sudah berkali-kali ke sini, saya selalu punya niat untuk balik lagi. Ada spot andalan saya di puncak bukit untuk mendapatkan foto berlatar pemandangan menakjubkan."
- Rikas Harsa

Lokasi: 2,5 jam dengan perahu motor dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Aktivitas yang bisa dilakukan: diving, snorkeling, trekking, bersampan, memancing.

Info:

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp5.000/orang pada hari biasa dan Rp7.500/orang tiap Minggu dan hari libur nasional. Sementara wisatawan asing Rp150.000/orang pada hari biasa dan Rp225.000/orang tiap Minggu dan hari libur nasional.
Sesuai namanya, inilah pulau yang ditinggali oleh ribuan komodo. Berkeliaran pula rusa dan babi hutan yang menjadi buruan komodo untuk disantap.
Pulau Komodo juga dikenal atas panorama bawah laut yang berhias warna-warni batu karang.
Pulau ini dijadikan sebagai Cagar Manusia dan Biosfer pada 1977 dan kemudian ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991. National Geographic juga pernah mencantumkan Pulau Komodo dalam daftar 10 destinasi terbaik dunia pada 2017.
"Banyaknya komodo yang berkeliaran di sini membuat saya seolah ada di film Jurassic Park. Tidak pernah membosankan!"
- Rikas Harsa

Lokasi: 2,5 jam dengan perahu motor dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Aktivitas yang bisa dilakukan: diving, snorkeling.

Info:

Pantai ini bisa didatangi secara gratis, tidak ada loket pembelian tiket masuk.
Pink Beach memiliki warna pasir merah muda yang disebabkan oleh koral, pecahan karang, dan kalsium karbonat dari hewan laut.
Sediakan perbekalan konsumsi karena pantai ini tidak memiliki tempat atau pedagang makanan.
Pastikan untuk mewaspadai sekitar karena ada saja komodo yang menyeberang dari Pulau Komodo dan Pulau Rinca ke Pink Beach.
"Pantai yang bikin sejuk di mata dan hati. Kalau mampir ke sini, mohon untuk menjaga kebersihan dan jangan usil membawa pulang pasir, koral, serta karangnya."
- Rikas Harsa
Lengkapi Pengalaman dengan Wisata Alam Pilihan

Selain menjadi pengantar menuju gugusan pulau yang indah, Labuan Bajo juga dikelilingi oleh berbagai wisata alam, ada yang memacu adrenalin serta ada pula yang menjamin ketenangan.

Lokasi: 45 menit dengan perahu motor dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Aktivitas yang bisa dilakukan: diving, snorkeling, trekking.

Info:

Harga tiket masuk Rp100.000. Lebih baik pergi secara rombongan, karena perorangan maupun rombongan akan diberi harga yang sama.
Semua kapal yang menuju Pulau Komodo pasti melewati pulau ini.
Nama Pulau Kanawa sendiri diambil dari pepohonan kanawa yang ada di dekat dermaga, namun sayangnya kini hanya tersisa sedikit.
Laut di Pulau Kanawa terkenal jernih, Anda sudah bisa melihat ikan dan terumbu karang walau masih berdiri di dermaga.
Tiap kali air di Pulau Kanawa surut pada sore hari, muncul deretan bintang laut yang biasanya terendam.
Bila ingin menginap di sini, ada Kanawa Beach Resort, penginapan berupa bungalo yang terbuat dari bambu.
"Cobalah ke puncak bukit pada siang hari, Anda bisa melihat pemandangan gradasi laut Pulau Kanawa yang spektakuler. Sorenya, Anda juga bisa menikmati sunset di sini."
- Rikas Harsa

Lokasi: Desa Wesawe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (35 menit dengan mobil dari Pelabuhan Labuan Bajo).

Aktivitas yang bisa dilakukan: cliff-jumping, trekking.

Info:

Harga tiket masuk Rp25.000 per orang.
Tempat ini disebut sebagai "surga tersembunyi Flores" karena masih belum banyak orang yang mengetahui keberadaannya.
Aliran lembah sungai ini dikelilingi tebing, membuat Air Terjun Cunca Wulang dijuluki “miniatur Grand Canyon”.
Dengan tinggi 9 meter, tebing di sini sering dimanfaatkan menjadi tempat cliff jump.
Perjalanan dari pintu masuk area Cunca Wulang ke air terjun membutuhkan trekking 30 menit.
Tidak dianjurkan datang saat musim hujan karena jalur trekking dan bebatuannya cenderung licin.
"Anda harus mencoba cliff jump di sini, paling tidak satu kali dalam seumur hidup!"
- Rikas Harsa

Lokasi: Desa Wae Rebo, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai

Aktivitas yang bisa dilakukan: hiking, homestay.

Info:

Berada di ketinggian 1.200 mdpl, Wae Rebo adalah salah satu desa tertinggi di Indonesia.
Rumah penduduk di sini dinamakan Mbaru Niang, berbentuk kerucut dengan ketinggian 5 lantai dan atap dari daun lontar yang kemudian ditutup ijuk.
Ada 7 Mbaru Niang di Wae Rebo, salah satunya bisa dijadikan penginapan bagi wisatawan.
Kebiasaan sehari-hari warga Wae Rebo: menenun, menjemur biji kopi, dan memanen buah markisa.
Jalur untuk mencapai desa ini cukup menantang: sewa mobil terlebih dahulu untuk ke Desa Dintor selama 6 jam, lalu sewa ojek menuju pos pendakian, dan terakhir hiking selama 2 – 4 jam (tergantung kecepatan mendaki) hingga tiba di Wae Rebo. Gunakan tongkat yang ada di pos untuk memudahkan perjalanan mendaki.
"Mengeksplorasi Labuan Bajo belum lengkap kalau tidak ke Wae Rebo, desa di atas awan yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan."
- Rikas Harsa
Menginap di Mana?
Green Hill Bed Station

Dengan konsep hostel, penginapan ini cocok untuk Anda yang ingin menjelajahi Labuan Bajo dan sekitarnya secara rombongan.

Green Hill Bed Station
9

Jl. Soekarno Hatta, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat

Mulai dari Rp166.250/malam
The Jayakarta Suites Komodo

Hotel bintang lima pertama di Labuan Bajo ini dikelilingi oleh pemandangan laut dan perbukitan yang memesona.

The Jayakarta Suites Komodo
9

Jl. Pantai Pede KM 5, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat

Mulai dari Rp1.175.850/malam
AYANA Komodo Resort

Belum lama dibuka, resor ini lekas menjadi incaran karena desain modern dengan pemandangan lautan yang bisa dilihat langsung melalui jendela kamar.

AYANA Komodo Resort
8.9

Pantai Waecicu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat

Mulai dari Rp4.712.219/malam
Plataran Komodo Beach Resort

Resor ini menawarkan ketenangan lewat lokasinya yang jauh dari ingar bingar kota dan vila yang menghadap pantai.

Plataran Komodo Beach Resort
9.1

Pantai Waecicu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat

Mulai dari Rp5.390.550/malam
Live on Board Komodo

Bagi yang ingin bertualang mengarungi laut selama beberapa hari, Anda bisa menginap di atas kapal yang menawarkan pengalaman live on board.

Live on Board Komodo

Dermaga Kayu Kampung Ujung, Jalan Ikan Kerapu, Labuan Bajo

Mulai dari Rp1.000.000/malam
Transportasi
Menuju Labuan Bajo via Udara

Meski jadwal penerbangannya terbatas, Labuan Bajo bisa dijangkau dengan pesawat berkat keberadaan Bandar Udara Komodo — nama ini diambil dari status Labuan Bajo sebagai titik keberangkatan menuju Taman Nasional Komodo. Garuda Indonesia dan Batik Air adalah dua maskapai yang memiliki rute langsung dari Jakarta, sementara NAM Air dan Wings Air menyediakan keberangkatan langsung dari Bali.

Dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo

Perjalanan dari Labuan Bajo ke pulau-pulau di Flores harus ditempuh melalui jalur laut, dengan keberangkatan dari Pelabuhan Labuan Bajo. Untuk tur island-hopping satu hari, Anda bisa menyewa perahu motor di sana atau memesan lebih dulu secara online. Bila Anda ingin menyelami keindahan samudera lebih lama, tersedia juga pilihan live on board untuk menginap di atas kapal.