
Di pertigaan jalan provinsi Dusun Kenteng, Kulon Progo, berdiri sebuah tugu berbentuk pensil raksasa berwarna merah hati. Bukan sekadar hiasan jalan, tugu ini menyimpan cerita perjuangan panjang sebuah daerah dalam membebaskan warganya dari buta huruf pada era 1960-an.
Tugu Pensil Kulon Progo adalah monumen ikonik di Dusun Kenteng, Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, dibangun sekitar 1962 untuk menandai keberhasilan program pemberantasan buta aksara di daerah ini. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Yogyakarta, Anda sebenarnya sudah mendarat tak jauh dari tugu ini, karena Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) juga berada di Kulon Progo.
Tugu ini dibangun sekitar 1962 sebagai penanda perjuangan panjang Kabupaten Kulon Progo dalam program Analfabetisme Bestrijdings Comite (ABC), gerakan pemberantasan buta huruf yang digagas Kementerian Pendidikan pasca-kemerdekaan. Program ini menyasar tiga jenis "kebutaan" sekaligus, dikenal dengan sebutan B3B: Buta Aksara Dasar, Buta Bahasa Indonesia, dan Buta Pengetahuan Dasar.
Pada 1962, tercatat masih ada 14.754 penduduk Kulon Progo yang buta huruf, jumlah yang sudah menurun signifikan dibanding puluhan ribu jiwa pada dekade sebelumnya, seiring membaiknya kondisi ekonomi dan menurunnya angka pengangguran. Untuk mengabadikan pencapaian ini, dibangunlah tugu berbentuk pensil yang kemudian juga dikenal sebagai "Tugu Bebas 3 Buta".
Desain tugu ini sengaja dibuat sangat literal, langsung menampilkan bentuk pensil dalam ukuran besar agar pesannya mudah dipahami siapa saja yang melintas. Lokasinya yang strategis turut memastikan pesan ini tersampaikan luas.
Tugu ini berdiri setinggi sekitar 4 meter dengan bentuk menyerupai pensil, lengkap dengan bagian ujung runcing yang menjadi ciri khas paling mencolok dari monumen ini.
Warna dasar tugu ini adalah merah hati atau maroon, membuatnya mudah terlihat oleh pengendara yang melintasi pertigaan jalan provinsi tempatnya berdiri.
Lokasinya di pertigaan yang menghubungkan Purworejo di sisi barat, Bantul di sisi selatan, dan Yogyakarta di sisi utara menjadikan tugu ini titik yang dilalui banyak kendaraan setiap hari.

Indonesia

Tur Tumpang Menoreh, Kebun Teh Nglinggo, Taman Sungai Mudal, & Pule Payung

9.0/10
Samigaluh
Rp 246.310
Bentuk pensil dipilih karena menjadi simbol paling universal dan mudah dikenali untuk merepresentasikan pendidikan dan literasi. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo ingin memastikan generasi mendatang mengingat bahwa kemampuan membaca dan menulis bukanlah sesuatu yang selalu mudah didapat, melainkan hasil perjuangan panjang program pemerintah dan masyarakat.
Dengan menempatkan tugu ini di jalur yang ramai dilalui, pesan tentang pentingnya literasi terus tersampaikan dari generasi ke generasi. Monumen ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana sebuah daerah bisa mengabadikan pencapaian sosial, bukan hanya prestasi militer atau ekonomi, dalam bentuk tugu kota.
Tugu ini berada di Dusun Kenteng, Kecamatan Sentolo, salah satu titik strategis di Kulon Progo. Karena Kulon Progo adalah rumah bagi Bandara Internasional Yogyakarta, akses menuju lokasi ini terbilang mudah.
Dari YIA, perjalanan menuju Tugu Pensil memakan waktu sekitar 30-40 menit menggunakan kendaraan sewa atau transportasi umum ke arah Kecamatan Sentolo.
Dari pusat Kota Wates, ibu kota Kabupaten Kulon Progo, tugu ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 15-20 menit berkendara ke arah timur.
Bagi yang berangkat dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju tugu ini memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam tergantung kondisi lalu lintas.

Indonesia

Cordia Hotel Yogyakarta – Hotel Dalam Bandara

8.8/10
•



Temon
Rp 494.364
Beberapa tips berikut bisa membantu Anda mendapatkan pengalaman terbaik saat singgah di Tugu Pensil.
Untuk hasil foto terbaik, ambil sudut yang menangkap keseluruhan bentuk pensil dari ujung hingga fondasinya agar keunikan desain tugu ini terlihat jelas.
Karena berada di pertigaan jalan provinsi yang cukup ramai, tetap utamakan keselamatan dan cari titik aman untuk berfoto tanpa mengganggu arus kendaraan.
Memahami latar belakang program pemberantasan buta huruf di baliknya akan membuat kunjungan Anda terasa lebih bermakna dibanding sekadar melihat bentuk uniknya.
Karena letaknya tidak jauh dari berbagai destinasi alam Kulon Progo, kunjungan ke tugu ini bisa digabung dengan menjelajahi Kalibiru atau destinasi alam lain di kabupaten ini.
Tugu Pensil membuktikan bahwa monumen kota tidak selalu harus mengenang perang atau tokoh besar, tetapi juga bisa merayakan pencapaian sosial sesederhana kemampuan membaca dan menulis. Dari catatan 14.754 penduduk buta huruf pada 1962 hingga menjadi ikon literasi Kulon Progo, tugu ini menyimpan kisah perjuangan yang jarang diketahui wisatawan.
Bagi wisatawan yang baru mendarat di Bandara YIA atau menjelajahi Kulon Progo, menyempatkan waktu singkat untuk mampir ke tugu ini bisa jadi pembuka perjalanan yang penuh makna sejarah. Gabungkan dengan destinasi alam populer seperti Kalibiru agar perjalanan Anda semakin lengkap.
Mon, 12 Oct 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 684.400
Tue, 6 Oct 2026

Super Air Jet
Balikpapan (BPN) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 1.091.100
Tue, 27 Oct 2026

Super Air Jet
Bali / Denpasar (DPS) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 914.700
Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Kulon Progo dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Pesawat ke Yogyakarta dan Hotel di Kulon Progo, lalu lengkapi kunjungan Anda dengan Aktivitas di Kulon Progo untuk menjelajahi wisata alamnya lebih jauh.
Traveloka juga menghadirkan layanan pendukung lain seperti sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan rencanakan penjelajahan Anda ke Kulon Progo mulai sekarang.






