
Dimsum mungkin terlihat seperti hidangan kecil yang sederhana. Disajikan dalam keranjang bambu, dengan bentuk mungil dan isian beragam, makanan ini sering dianggap sekadar teman minum teh. Namun di balik ukurannya yang kecil, tersembunyi cerita panjang yang membentang ratusan bahkan ribuan tahun.
Sejarah dimsum tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang perjalanan budaya, perdagangan, hingga kebiasaan sosial masyarakat Tiongkok, China. Dari kedai teh di pinggir Jalur Sutra hingga restoran modern di berbagai belahan dunia, dimsum terus berevolusi tanpa kehilangan identitasnya.
Jika kamu penasaran bagaimana makanan kecil ini bisa mendunia dan menjadi bagian dari gaya hidup kuliner global, saatnya menelusuri sejarah dimsum lebih dalam.
Baca Juga: Begini Cara Transit di China Tanpa Visa
Untuk memahami sejarah dimsum, kamu perlu mengenal tradisi yum cha yang berkembang di wilayah Guangdong, Tiongkok bagian selatan. Yum cha secara harfiah berarti "minum teh". Tradisi ini bukan sekadar menikmati teh, tetapi juga menjadi momen sosial untuk berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan bisnis.
Pada masa Dinasti Tang (618–907), teh mulai populer sebagai minuman yang menyehatkan. Kedai teh bermunculan di sepanjang Jalur Sutra, tempat para pedagang dan pelancong beristirahat. Awalnya, teh dikonsumsi tanpa makanan pendamping. Namun, seiring waktu, muncul kebiasaan menyajikan camilan kecil untuk menyeimbangkan rasa dan menjaga perut tetap nyaman.
Camilan kecil inilah yang kemudian berkembang menjadi dimsum. Kata "dimsum" berasal dari bahasa Kanton, yaitu "dim sam" yang berarti "menyentuh hati". Nama ini menggambarkan tujuan hidangan tersebut: kecil, ringan, tetapi mampu memberikan kepuasan.
Dimsum bukan hanya sekadar hidangan kecil yang disajikan dalam keranjang bambu. Di balik bentuknya yang mungil, terdapat sejarah panjang dan berbagai fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui.
1. Dimsum Tidak Selalu Gurih
Banyak orang menganggap dimsum identik dengan siomai atau hakau. Padahal dalam sejarah dimsum, hidangan manis juga memiliki peran penting. Kue wijen, bolu kukus, hingga puding almond termasuk bagian dari keluarga dimsum.
2. Jumlah Variasi yang Sangat Banyak
Dalam tradisi Kanton klasik, terdapat ratusan jenis dimsum. Bahkan beberapa catatan menyebutkan lebih dari 1.000 variasi pernah dikenal dalam sejarah kuliner Tiongkok. Hal ini menunjukkan kreativitas para koki dalam mengembangkan resep.
3. Sistem Troli yang Ikonik
Di restoran tradisional, dimsum sering disajikan menggunakan troli berisi keranjang bambu yang didorong berkeliling. Sistem ini berkembang pada abad ke-20 di Hong Kong dan menjadi ciri khas pengalaman makan dimsum, karena pengunjung bisa langsung memilih hidangan yang diinginkan.
4. Simbol Status Sosial
Pada masa lalu, menikmati dimsum di restoran besar menjadi simbol status sosial. Keluarga berada kerap mengundang relasi bisnis untuk yum cha sebagai bentuk penghormatan dan menjaga hubungan.
5. Evolusi Modern yang Kreatif
Sejarah dimsum terus berkembang hingga kini. Muncul variasi modern seperti isian keju, foie gras, hingga pilihan vegetarian dan vegan. Beberapa restoran fine dining bahkan menyajikan dimsum dengan tampilan yang lebih artistik.
Melihat berbagai fakta tersebut, dimsum bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerminan budaya dan perubahan zaman. Dari tradisi klasik hingga inovasi modern, dimsum tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kuliner dunia.
Salah satu hal penting dalam sejarah dimsum adalah teknik memasaknya. Cara paling umum adalah dikukus karena membuat kulit tetap lembut dan isian terasa segar. Selain itu, ada juga dimsum yang digoreng, dipanggang, atau direbus.
Keranjang bambu menjadi bagian khas dalam penyajian dimsum. Bambu membantu uap panas menyebar dengan baik dan memberi aroma alami yang sulit digantikan alat modern.
Tips Memahami dan Menikmati Dimsum
Dengan memahami teknik memasak dan cara menikmatinya, pengalaman menyantap dimsum akan terasa lebih bermakna. Kamu tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga menghargai tradisi panjang yang menyertainya.
Jika ingin merasakan dimsum langsung di tanah asalnya, perjalanan ke Tiongkok bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Selain wisata kuliner, berbagai destinasi menarik siap menambah keseruan perjalanan.
1. Shanghai Disneyland
Mengunjungi Shanghai tidak hanya soal gedung pencakar langit dan sejarah kolonial. Shanghai Disneyland menawarkan pengalaman hiburan kelas dunia. Setelah puas bermain, kamu bisa menjelajahi restoran lokal untuk mencicipi variasi dimsum khas Shanghai.

Pudong

Shanghai Disneyland

9.0/10
Pudong
Rp 828.654
Rp 805.390
2. Universal Studios Beijing
Di Beijing, wisata modern bertemu sejarah. Universal Studios Beijing menghadirkan wahana spektakuler. Di luar taman hiburan, kamu dapat berburu dimsum di restoran tradisional yang mempertahankan resep turun-temurun.

Tongzhou

Tiket Universal Studios Beijing

9.7/10
Tongzhou
Rp 975.800
3. Huangpu River Cruise Tour
Menyusuri Sungai Huangpu memberikan sudut pandang berbeda tentang Shanghai. Setelah menikmati panorama kota, wisata kuliner dimsum bisa menjadi agenda berikutnya.

Huangpu

Tur Huangpu River Cruise

9.0/10
Huangpu
Rp 219.847
Rp 214.040
4. Mutianyu Great Wall Ticket
Tembok Besar Mutianyu menawarkan pengalaman sejarah yang megah. Setelah menjelajah situs ikonik ini, mencicipi dimsum hangat akan terasa sangat memuaskan.

Huairou

Tiket Tembok Besar Mutianyu

10.0/10
Huairou
Rp 57.152
Untuk mempermudah perencanaan perjalanan, Traveloka bisa menjadi pilihan dalam mencari tiket atraksi, akomodasi, dan berbagai kebutuhan liburan lainnya. Dengan perencanaan yang tepat, pengalaman menjelajahi sejarah dimsum langsung di Tiongkok akan terasa lebih praktis.
Sejarah dimsum membuktikan bahwa makanan sederhana bisa memiliki perjalanan panjang yang kaya makna. Dari kedai teh di Jalur Sutra hingga restoran modern di berbagai negara, dimsum terus beradaptasi tanpa kehilangan esensinya sebagai hidangan yang "menyentuh hati".
Kini, setiap kali kamu menikmati siomai, hakau, atau bakpao kukus, ada cerita ratusan tahun yang ikut tersaji di meja makan. Jika ingin merasakan pengalaman yang lebih autentik, perjalanan ke Tiongkok bisa menjadi langkah berikutnya. Dengan bantuan Traveloka untuk kebutuhan tiket dan aktivitas wisata, eksplorasi kuliner sekaligus budaya dapat direncanakan dengan lebih mudah.














