Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Traveloka Accomodation

07 Mar 2021 - 3 min read

Mengenal Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Kekayaan Bahari di Barat Papua

Mengenal Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Kekayaan Bahari di Barat Papua

Taman Nasional Teluk Cendrawasih – Jika ada satu hal yang menjadi ciri khas dari Papua adalah keindahan alamnya, termasuk di dalamnya wisata bawah laut yang kerap menjadi incaran bukan hanya turis lokal tapi juga internasional. Menyebut nama Raja Ampat adalah salah satu hal wajib ketika kita berbicara tentang Papua.

Namun ternyata, tanah Papua yang begitu luas menyimpan banyak potensi dan keindahan yang kebanyakan dari kita belum mengetahui, salah satunya adalah Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang menjadi rumah bukan hanya bagi biota bawah laut, tapi juga berbagai fauna lainnya.

Sejarah Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Taman Nasional Teluk Cendrawasih | Sumber gambar: Wikipedia

Tak dapat dipungkiri, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak wisata laut pilihan. Jika di pulau Jawa ada nama-nama seperti Karimun Jawa hingga Pantai Sawarna, di Sulawesi ada Pantai Ora dan Taman Nasional Wakatobi, maka Papua memiliki Raja Ampat dan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih sendiri memang berbeda dengan Raja Ampat, namun bukan berarti kalah dari segi keindahan. Terletak di antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Manokrawi Selatan, Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Nabire, Taman Nasional Teluk Cendrawasih Papua merupakan salah satu taman nasional terbesar di Indonesia, dengan luas hampir menyentuh 1,5 juta ha. Tak heran, Taman Nasional Teluk Cendrawasih menjadi rumah bagi berbagai ekosistem makhluk hidup, juga potensi flora dan fauna yang masih dalam tahapan identifikasi.

Teluk Cendrawasih sendiri sudah relatif lama menjadi taman nasional, tepatnya sekitar 18 tahun lalu melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 8009/Kpts-II/2002 pada tanggal 29 Agustus 2002. Sejak saat itu, perlahan tapi pasti, Taman Nasional Teluk Cendrawasih mulai menjadi destinasi wisata alternatif bagi wisatawan lokal. Terima kasih juga berkat andil liputan media lokal reputasi Taman Nasional Teluk Cendrawasih semakin meningkat tiap tahunnya.

Daya Pikat Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan taman nasional dengan wilayah perairan terluas di Indonesia. Fakta ini tentunya membuat Taman Nasional Cendrawasih menjadi rumah nyaman bagi berbagai flora dan fauna, baik yang sudah teridentifkasi maupun yang belum. Lalu apa saja sih, daya pikat dari Taman Nasional Cendrawasih yang layak membuat kamu untuk mengunjunginya?

Hiu Paus

Hiu Paus

Hiu paus yang dikenal dengan nama latin Rhincodon Typus, adalah spesies hiu terbesar yang ada di dunia. Meskipun ‘hanya’ memakan plankton, hiu ini bisa bertumbuh hingga mencapai panjang 18 meter. Di Indonesia sendiri, hiu paus hanya bisa ditemukan di tiga lokasi, yaitu di Kepulauan Derawan, Kalimantan. Daerah Gorontalo, Sulawesi dan yang terakhir Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Papua.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih sendiri memiliki ‘kehormatan’ untuk menjadi wilayah konservasi hiu paus di Indonesia. Berbagai elemen seperti pemerintah, perusahaan swasta termasuk masyarakat lokal turut memberikan sumbangsih masing-masing untuk tetap menjadi kelestarian hiu jenis ini. Desa Kwatisore yang berada di Taman Nasional Teluk Cendrawasih sendiri telah menjadi lokasi penelitian hiu paus sejak lama.

Bukan hanya menjadi subyek penelitian, di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, hiu paus kerap menjadi teman nelayan dan wisatawan. Biasanya, para nelayan atau wisatawan bisa berinteraksi dengan jarak dekat dengan hiu paus di perairan Kwatisore.

Bersaing dengan Raja Ampat

Meskipun hiu paus menjadi primadona di Taman Nasional, nyatanya Taman Nasional Teluk Cendrawasih juga menjadi tempat beragam flora dan fauna. Lebih dari 200 jenis ikan dan 30 burung berhabitat di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, termasuk satwa yang dilindungi seperti burung cendrawasih dan penyu.

Menyandang status sebagai Taman Nasional dengan perairan terluas juga membuat spesies bawah laut Taman Nasional Teluk Cendrawasih terus berkembang. Survei pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hewan karang yang ada di Taman Nasional Teluk Cendrawasih berada di angka 506, hanya kalah 34 dari hewan karang milik Raja Ampat yang berada di angka 540.

Survei tersebut juga menunjukkan keanekaragaman karang yang ada di Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang berjumlah 178 jenis, jauh lebih unggul dari Raja Ampat yang memiliki 131 jenis karang.

Wisata budaya dan sejarah

Meskipun memiliki luas lautan hingga 90 persen, namun Taman Nasional Teluk Cendrawasih juga menawarkan wisata sejarah dan budaya, tepatnya di dua pulau yaitu Pulau Misowaar dan Pulau Roon. Di Pulau Misowaar kamu bisa mengunjungi gua yang sudah ada semenjak zaman purbakala dan merupakan peninggalan etnis Wandau. Gua ini memiliki kedalaman air hingga 100 meter.

Sementara Pulau Roon menawarkan wisata peninggalan zaman kolonial, termasuk gereja tua yang di dalamnya memiliki Alkitab yang sudah ada semenjak tahun 1898. Menarik, bukan?

Akses Menuju Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Untuk menikmati keindahan Taman Nasional Teluk Cendrawasih, kamu tentu saja membutuhkan perencanaan yang matang. Selain daftar tempat yang kamu kunjungi serta perbekalan yang perlu dipersiapkan, kamu juga harus mengetahui cara mencapai taman nasional yang terletak di Papua Barat Ini.

Jika kamu berada di Indonesia bagian barat seperti pulau Jawa, Sumatera hingga Kalimantan, maka pesawat adalah moda transportasi yang paling masuk akal. Taman Nasional Teluk Cendrawasih sendiri menawarkan dua titik masuk yaitu Nabire dan Manokwari. Tinggal pilih penerbangan dari kota keberangkatan ke Bandar Udara Douw Aturure di kota Nabire atau Bandar Udara Rendani di kota Manokwari.

Sementara jika kamu tinggal di pulau Sulawesi dan ingin mencoba moda transportasi kapal, kamu bisa memilih Pelabuhan di kota Manokwari atau Nabire, dan melanjutkan perjalanan dengan menyewa long boat dengan durasi 6 jam ke pulau Rumberpon, yang merupakan salah satu pulau di Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Terakhir, jika kamu kebetulan sudah atau sedang menetap di Papua, kamu bisa memilih jalur darat sebagai moda transportasi. Jalur darat hanya bisa ditempuh dengan kota tujuan Manokwari, sebelum dilanjutkan dengan menyewa perahu dan berlayar selama 2,5 jam.

Melihat beragam pilihan wisata yang ada di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, sudah seharusnya taman nasional ini masuk daftar kunjungan kamu tahun depan.